DPLK: Pengertian, Manfaat, Beserta Jenis-Jenisnya

jaminan hari tua

Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK adalah salah satu lembaga pengurus dana pensiun untuk pegawai. DPLK ini dibentuk oleh bank maupun perusahaan asuransi jiwa yang melaksanakan program pensiun.

Bagi Anda yang menjadi peserta program DPLK, program pensiun diterapkan melalui sistem pembayaran iuran. Pada dasarnya, DPLK mirip dengan program jaminan hari tua (JHT) yang dicanangkan BPJS Ketenagakerjaan. Pendapatan Anda langsung dipotong, lalu dikelola oleh DPLK sebagai dana pensiun.

DPLK

Hanya saja keanggotaan di DPLK tidak bersifat wajib. Anda yang menjadi peserta DPLK juga dibebaskan dalam menentukan besaran iuran kepesertaan dan lainnya. Terlepas dari sudah adanya jaminan BPJS, DPLK terlahir untuk melengkapi jaminan kesejahteraan pegawai pensiun.

Tips Memanfaatkan DPLK secara Maksimal

hidup makmur saat pensiun

Periode waktu investasi di DPLK paling ideal adalah 10-20 tahun agar keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar. Meski lama, tetapi perencanaan keuangan yang dibuat sekarang berpotensi berubah di masa mendatang dikarenakan situasi dan kondisi ekonomi yang tidak terprediksi.

Semua orang bisa mengikuti program DPLK secara mandiri, termasuk orang yang tidak memiliki penghasilan tetap, selama sanggup melunasi iuran setiap bulan. Dengan kata lain, investasi DPLK tidak membutuhkan modal besar, melainkan konsistensi untuk menyetor secara berkala.

Sebaiknya peserta DPLK memiliki NPWP

Sebaiknya peserta DPLK memiliki NPWP

Bagi peserta yang berusia lanjut disarankan membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagaimana DPLK termasuk lembaga pengelola investasi wajib pajak.

Dengan memiliki NPWP, maka pajak dari bruto investasi tidak akan terkena pajak dua kali lipat pada saat pencairan DPLK. Pencairan total bruto investasi DPLK di bawah Rp50 juta tidak akan dikenai pajak, sedangkan di atas Rp50 juta dikenai pajak 5%.

Sebagai simulasi, jika Anda memiliki dana investasi DPLK sebesar Rp80 juta, maka NPWP kena pajak Anda adalah Rp4 juta. Namun, bagi yang tidak memiliki NPWP akan dikenai pajak Rp8 juta atau dua kali lipat.

Cara Menjadi Peserta DPLK

Cara Menjadi Peserta DPLK

Ada beberapa langkah yang perlu ditempuh agar seseorang atau perusahaan bisa menjadi peserta DPLK. Untuk mengetahui lebih jelas, maka pahami penjelasannya seperti di bawah ini.

1. Semua orang bisa jadi peserta

Pada dasarnya, setiap karyawan, pekerja lepas, profesional, dan wiraswasta bisa saja menjadi peserta DPLK. Syaratnya, dia memiliki uang yang cukup di tabungan atau memiliki penghasilan untuk melunasi iuran wajib bulanan.

Bukan hanya perorangan saja, DPLK juga bisa dibeli oleh perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan tempat Anda bekerja tidak ingin repot mengurusi dana pensiun karyawan, maka perusahaan bisa mendaftarkan semua karyawannya untuk mengikuti program DPLK.

2. Datangi perusahaan penyelenggara DPLK

Untuk menjadi peserta DPLK, Anda juga harus mendatangi perusahaan penyelenggara DPLK. Kemudian, Anda akan mengisi formulir pendaftaran, melengkapi kelengkapan dokumen, dan menandatangani berkas yang diperlukan.

3. Bayar iuran pertama

Jangan lupa membayar iuran pertama sebagai bukti bahwa Anda telah resmi terdaftar sebagai peserta DPLK. Setelah membayar iuran, Anda akan diberi kartu peserta dan laporan saldo dana peserta.

Beberapa perusahaan DPLK di negeri ini telah menetapkan bahwa orang atau perusahaan mulai dianggap menjadi peserta setelah kartu peserta diterbitkan. Kepesertaan akan berakhir jika manfaat pensiun telah jatuh tempo atau seorang pekerja pindah ke perusahaan lain.

Jenis-jenis DPLK

Jenis-jenis DPLK

Sangat banyak jenis-jenis DPLK untuk Anda. Penyelenggara program dana pensiun ini pun bisa datang dari lembaga perbankan maupun perusahaan asuransi jiwa. DPLK yang datang dari lembaga perbankan adalah:

  • DPLK Syariah Muamalat
  • DPLK BPD Jawa Tengah
  • DPLK Bank Maspion
  • DPLK Bank Mandiri
  • DPLK Bank BJB
  • DPLK Bank BRI
  • DPLK Bank BNI

Di lain sisi, DPLK dari perusahaan asuransi jiwa meliputi:

Manfaat dengan Menggunakan DPLK

jaminan hari tua

Pada dasarnya, DPLK mampu memberikan berbagai manfaat pensiun kepada karyawan dan perusahaan. Ada dua manfaat utama, antara lain:

1. Manfaat bagi karyawan

Setelah seorang karyawan menjadi peserta DPLK, dia akan memiliki keuntungan berupa:

  • Memiliki pendapatan tetap di hari tua.
  • Hasil investasi di DPLK bebas pajak.
  • Dapat mengurangi pajak penghasilan.
  • Berbagi iuran dengan pemberi kerja.
  • Manfaat program dibayarkan oleh penyelenggara DPLK.

2. Manfaat bagi perusahaan

Di sisi yang hampir sama, perusahaan yang telah menjadi peserta DPLK mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Tidak direpotkan dengan pengelolaan investasi untuk dana pensiun para karyawan lagi.
  • Dapat mengurangi pajak penghasilan badan (PPh25).
  • Besaran iuran yang fleksibel dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
  • Dapat digunakan sebagai salah satu manfaat atau penghargaan terhadap loyalitas dan kinerja karyawan.

Berkat menjadi peserta DPLK, masa pensiun pun bisa lebih berkecukupan dan berbahagia sebagaimana kini Anda memiliki dua dana pensiun, yaitu satu lagi di program JHT BPJS Ketenagakerjaan. Segera daftarkan diri sendiri dan perusahaan Anda demi mendapatkan bantuan pengelolaan keuangan demi masa pensiun yang sejahtera bersama DPLK.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →