Bayar Pajak Zaman Now Pakai e-Billing Aja! Begini Cara Kompletnya

e-billing (kemenkeu.go.id)

Di zaman yang dikit-dikit online ini, malesin banget rasanya kalau mau urus ini itu mesti offline. Selain ketinggalan zaman, cara offline dinilai gak efisien karena habisin banyak waktu. Untungnya, sekarang bayar pajak udah bisa online, yaitu lewat e-billing pajak.

Metode baru dalam bayar pajak ini sebenarnya udah dimulai dua tahun yang lalu. Cuma masih ada aja yang belum mengetahuinya. Konsekuensinya, tiap kali bayar pajak, ya mau gak mau datang ke kantor pajak yang dekat dengan rumah.

Nah, kalau kamu juga belum tahu, kenalan dulu yuk sama e-billing pajak. Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Ada Politisi Ajak Tolak Bayar Pajak, Sudah Tahu 5 Konsekuensi Gak Bayar Pajak Belum?

Apa itu e-billing pajak?

E-billing pajak
E-billing  (trendindonesia)

Dikutip dari pajak.go.id, e-billing pajak adalah metode pembayaran pajak secara online yang menggunakan kode billing. Kode tersebut berfungsi sebagai kode identifikasi dan billing system ketika kamu hendak bayar pajak.

Dengan adanya billing system ini, kamu gak repot-repot lagi mengisi formulir Surat Setoran, semisal Surat Setoran Pajak (SSP), Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP), dan Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) secara manual.

Ngomong-ngomong, bayar pajaknya bukan di kantor pajak kan? Jelas bukan. Kalau bayarnya masih di kantor pajak, pakai itu sama aja bohong dong.

Faktanya, dengan menggunakan e-billing, kamu diberikan opsi yang memudahkan dalam pembayaran. Kamu bisa membayar melalui ATM, teller, internet banking, ataupun EDC. Benaran mudah kan cara bayarnya?

Buat bayar pajak lewat e-billing, kamu wajib dapatkan kode nya dulu. Mau tahu caranya gimana? Ikuti ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Telat Bayar Pajak Motor? Segini Besaran Denda yang Harus Kamu Bayarkan

Cara dapatkan kode billing pajak

e-billing pajak
Begini caranya kamu membikin E-Billing perpajakan kamu, (Instagram/@ditjenpajakri).

Ada dua cara yang bisa kamu gunakan buat dapatkan kode billing pajak. Cara pertama, kamu mesti punya akun Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Online. Cara kedua, tanpa memerlukan akun DJP Online, kamu bisa bikin kode billing.

E-Billing Pajak
Begini cara bikin kode E-Billing kamu, (Instagram/@ditjenpajakri).

Lewat DJP Online, begini cara dapatkan kode billing. Buat yang pengin dapatkan kode billing tanpa melalui DJP Online, begini caranya. 

Baca juga: Gak Pake Ribet! Begini Cara Bayar Pajak Motor Online yang Praktis

Langkah-langkah bayar pajak dengan kode billing

E-Billing Pajak
Begini langkah-langkah bikin E-Billing kamu agar bayar pajak gampang dan mudah, (Ilustrasi/Shutterstock).

Seperti yang udah disebutkan di atas, kamu bisa bayar pajak pakai kode billing melalui ATM, teller, internet banking, ataupun EDC. Terus gimana langkah-langkahnya?

ATM

Sejauh ini ada 19 bank yang melayani pembayaran pajak lewat mesin ATM. Bank-bank tersebut di antaranya:

  • BRI
  • BNI
  • Mandiri
  • BPD Sumsel Babel
  • BPD Jawa Barat dan Banten
  • BCA
  • BPD Sumatra Barat
  • Bank Sulawesi Utara
  • BPD Jawa Timur
  • BPD Kalimantan Timur
  • BPD DI Yogyakarta
  • BPD Sulawesi Tengah
  • Bank Sinarmas
  • BPD Kalimantan Tengah
  • Bukopin
  • OCBC NISP
  • BPD Jawa Tengah
  • BPD Kalimantan Barat
  • BPD Maluku

Buat nasabah BCA, Mandiri, dan BRI, begini langkah-langkah bayar pajak.

ATM BCA

  • Masukan kartu.
  • Pilih menu Transaksi.
  • Pilih Lainnya kemudian klik Pembayaran.
  • Pilih Pajak kemudian Penerimaan Negara.
  • Input kode billing.
  • Konfirmasi dan Bukti Penerimaan Negara (BPN) tercetak.

ATM Mandiri

  • Masukkan kartu.
  • Pilih menu Bayar/Beli lalu klik Penerimaan Negara.
  • Kemudian pilih Pajak dan input kode billing.
  • Konfirmasi dan BPN tercetak.

ATM BRI

  • Masukkan kartu.
  • Pilih Transaksi lalu klik Pembayaran.
  • Pilih Lainnya kemudian klik MPN.
  • Input kode billing dan konfirmasi pembayaran.
  • Tunggu BPN tercetak.

Teller

E-billing pajak
Bisa dilakukan di teller kantor pajak terdekat, (Ilustrasi/Shutterstock).

Pembayaran pajak lewat teller bisa dilakukan di hampir seluruh bank di Indonesia. Kamu hanya mendatangi bank, kemudian beri tahu keperluan kamu. Dan berikan kode billing yang diminta lalu lakukan setor tunai.

Internet banking

e-billing pajak
Melakukannya lewat internet banking juga bisa nih, (Ilustrasi/Shutterstock).

Buat transaksi melalui Internet banking, ada 14 bank yang menyediakan opsi pembayaran pajak. Bank-bank tersebut di antaranya:

  • BRI
  • BNI
  • Mandiri
  • CIMB Niaga
  • BCA
  • HSBC
  • DBS
  • Bank Permata
  • BPD Bali
  • Bank Danamon
  • Standard Chartered
  • Bank Sinarmas
  • OCBC NISP

Buat nasabah Bank Mandiri, begini langkah-langkah transaksinya.

  • Login dengan masukkan User ID dan Password.
  • Pilih menu Pembayaran.
  • Pilih menu Pajak.
  • Pilih rekening buat transaksi.
  • Pilih jenis pajak 10035 Pajak.
  • Input kode billing lalu pilih Lanjutkan.
  • Klik menu tagihan pajak yang mau dibayar.
  • Kemudian pilih Lanjutkan.
  • Cek informasi billing lalu masukkan PIN.
  • Pilih Kirim.
  • BPN akan muncul.

Buat nasabah BRI, nih langkah-langkahnya.

  • Login ke ib.bri.co.id.
  • Pilih menu Pembayaran.
  • Klik menu MPN.
  • Masukkan kode billing kemudian klik Buat Billing Pajak.
  • Isi semua kolom pada Rekam Data Billing Pajak.
  • Kemudian klik tombol Kirim.
  • Konfirmasi kalau benar dengan klik tombol Kirim.
  • Begitu kolom Kode Billing muncul, konfirmasi kalau benar dengan klik Bayar MPN.
  • Pilih no. rekening lalu klik Kirim buat bayar pajak.
  • Masukkan password dan kode m-token.
  • Klik ikon Print buat cetak bukti atau ikon PDF buat simpan bukti.

EDC

e-billing pajak
Lewat mesin EDC di kantor pajak terdekat juga bisa lho, (ILustrasi/Shutterstock).

Selain lewat ATM dan internet banking, kamu juga bisa membayar pajak melalui mesin EDC. Fasilitas ini bisa kamu gunakan di kantor pajak terdekat. Sejauh ini bank yang menyediakan layanan bayar pajak lewat EDC cuma BRI, BNI, dan Mandiri.

Udah tahu kan sekarang cara bayar pajak lewat e-billing pajak? Jelas adanya inovasi ini membantu kamu dalam urusan perpajakan. Jadi, jangan ada alasan malas bayar pajak ya. Apalagi sampai ogah bayarnya. Ingat, warga negara yang baik taat pajak. Selamat bayar pajak!