Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Kebijakannya

Kamu mungkin sudah sering dengar kata ekonomi makro di mata pelajaran ekonomi atau di pemberitaan. Kata-kata ini sering banget diucapkan oleh pemerintah dalam menangani berbagai masalah ekonomi di Indonesia. 

Cakupan permasalahan pun luas, mulai dari pengangguran, inflasi, kestabilan harga, dan masalah besar lainnya yang saling berkesinambungan. Buat kamu yang belum paham apa itu ekonomi makro, coba simak ulasan Lifepal berikut ini. 

Pengertian ekonomi makro 

Merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara keseluruhan. Ilmu ini digunakan oleh para ahli ekonom maupun pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan ekonomi yang berdampak luas bagi negara. 

Hasil analisisnya tidak hanya bisa membantu perumusan kebijakan saja, tetapi juga mampu membuat prediksi atau ramalan tentang ekonomi dan dampak dari suatu kegiatan ekonomi di masa yang akan datang.

Variabel-variabel yang dibahas di dalam ilmu ini pun memiliki cakupan yang luas, misalnya ketersediaan lapangan kerja, pajak, nilai tukar mata uang, dan variabel lainnya yang seluruhnya saling berkesinambungan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

Variabel ekonomi makro 

makro ekonomi 1

Jika membahas tentang ekonomi makro, kita tidak bisa lepas dari variabel-variabel ekonomi di dalamnya, apa saja? 

1. Variabel pendapatan nasional

Variabel ini bisa dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka PDB suatu negara dari tahun ke tahun bisa digunakan untuk menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara. 

2. Variabel kesempatan kerja 

Salah satu kesempatan kerja bisa dinilai dari ketersediaan lapangan pekerjaan. Apabila lapangan kerja tersedia, maka permasalahan pengangguran juga bisa diminimalkan. 

3. Variabel laju inflasi 

Indikator untuk mengukur laju inflasi adalah rata-rata harga suatu barang dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Apabila laju inflasi meningkat maka harga-harga barang bisa naik dan daya beli masyarakat menurun. 

4. Variabel investasi 

Variabel investasi ini sangat penting untuk pertumbuhan perekonomian suatu negara. Semakin besar investasinya maka kemungkinan peningkatan proses produksi juga semakin terwujud. 

5. Variabel neraca pembayaran 

Variabel ini menunjukkan ringkasan catatan transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lainnya selama periode tertentu. Dari transaksi ini, negara bisa melihat arus penerimaan devisa dan mengetahui perubahan cadangan devisa. 

Ruang lingkup ekonomi makro 

makro ekonomi

Dilihat dari Kompas, ruang lingkup ekonomi makro ini ada tiga, antara lain:

  • Penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara, menjelaskan tentang sejauh mana perekonomian mampu menghasilkan produk dan jasa. 
  • Kebijakan pemerintah, masalah makro dalam ekonomi sendiri di antaranya adalah inflasi dan pengangguran. Oleh sebabnya, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan baik berupa moneter maupun fiskal untuk mengatasinya. 
  • Pengeluaran agregat, salah satu pengeluaran agregat adalah penanaman modal atau investasi. Jika pengeluaran agregat tidak ideal, maka akan terjadi permasalahan ekonomi. 

Permasalahan-permasalahan ekonomi makro 

makro ekonomi

Jika tujuan ekonomi suatu negara tidak tercapai, maka bakal muncul permasalahan-permasalahan yang sangat berat. Berikut ini permasalahan yang paling umum terjadi. 

  • Inflasi yang akan memicu permasalahan yang lebih serius seperti naiknya harga barang-barang dan menurunnya daya beli masyarakat.
  • Pengangguran, masalah pengangguran bisa membuat standar hidup masyarakat menjadi menurun. Lebih parahnya lagi tingkat produksi suatu negara bisa menurun karena kekurangan tenaga kerja. 
  • Pertumbuhan ekonomi melambat.
  • Peningkatan suku bunga bank, apabila suku bunga bank meningkat, maka masyarakat maupun pengusaha yang memiliki utang akan memiliki beban utang yang lebih berat.
  • Tingginya utang luar negeri.

Tujuan ekonomi makro 

Kebijakan ekonomi makro bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah di sebuah negara, khususnya di Indonesia. Tapi, untuk mensukseskannya, implementasinya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga pihak swasta. 

  • Mengontrol laju inflasi. 
  • Meningkatkan pendapatan nasional suatu negara.
  • Menjaga stabilitas perekonomian.
  • Membantu pemerataan distribusi pendapatan. 
  • Menjaga neraca pembayaran di luar negeri tetap seimbang. 
  • Membantu meningkatkan kapasitas produksi nasional.
  • Meningkatkan kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan di masyarakat. 
  • Membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Bentuk-bentuk kebijakan ekonomi makro 

makro ekonomi

Kebijakan ekonomi makro itu sendiri dibagi menjadi tiga bentuk, pertama kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan kebijakan segi penawaran. 

1. Kebijakan fiskal 

Kebijakan fiskal bisa disebut sebagai strategi negara dalam menyesuaikan tingkat pengeluaran dengan tarif pajaknya untuk memastikan perekonomian negara berjalan dengan baik dan semestinya. Jadi segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan berkaitan dengan pajak, itulah yang disebut dengan kebijakan fiskal. 

2. Kebijakan moneter 

Ini merupakan kebijakan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral untuk memengaruhi penawaran uang dalam perekonomian dengan cara mengubah suku bunga. Tujuannya tentu saja untuk mempengaruhi pengeluaran agregat. Salah satu pengeluaran agregat adalah penanaman modal atau investasi. 

3. Kebijakan segi penawaran 

Kebijakan fiskal dan moneter dinilai sebagai kebijakan dari segi permintaan. Namun, di dalam perekonomian negara, ada juga kebijakan dari segi penawaran. Kebijakan ini dibuat dengan maksud untuk meningkatkan efisiensi kegiatan usaha dalam memproduksi barang yang bermutu dan harga murah. 

Contoh kebijakan ekonomi makro 

Ada banyak contoh kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan ekonomi makro. 

1. Tax amnesty 

Tax amnesty atau program pengampunan pajak merupakan salah satu kebijakan fiskal yang telah dijalankan presiden Jokowi tahun 2017 lalu. Program ini ditujukan untuk mendongkrak penerimaan negara dari pajak. 

2. Menaikkan tarif pajak 

Salah satu permasalahan makro di perekonomian adalah laju inflasi yang tinggi. Penyebabnya adalah peredaran mata uang yang tak terkendali di masyarakat. Hal tersebut tentu saja bisa membuat harga barang-barang meningkat dan daya beli masyarakat berkurang. 

Untuk mengatasinya, pemerintah pun berhak untuk menaikkan tarif pajak, sebagai upaya menarik jumlah mata uang yang beredar di masyarakat. 

3. Program cipta lapangan kerja 

Selain tax amnesty, pemerintahan Presiden Jokowi pada periode sebelumnya juga menerapkan program cipta lapangan kerja. Program ini memberikan lapangan pekerjaan bagi para masyarakat lokal berbasis proyek. Nantinya masyarakat akan diberikan upah sesuai dengan kerjanya. 

Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang ekonomi makro. Jika dilihat dari pengertian, ruang lingkup, dan contoh-contoh kebijakannya. Ilmu ekonomi ini digunakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang berskala besar dan memiliki dampak terhadap seluruh masyarakat di suatu negara.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →