5 Fakta Abu Dhabi Investment Authority yang Usul ke Indonesia Bentuk Dana Abadi

Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) saat ini dipimpin Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) mengusulkan perlunya pembentukan dana abadi (sovereign wealth fund). Usulan ini dimaksudkan agar Indonesia bisa mengumpulkan dana investasi dari banyak negara, termasuk dari UEA.

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seperti yang diberitakan Antara mengatakan masih mempelajari usulan pembentukan sovereign wealth fund tersebut. Luhut Pandjaitan sebelumnya menghadiri pertemuan di Abu Dhabi, UEA pada Selasa lalu (17/9).

Dalam pertemuan tersebut, Menko Bidang Kemaritiman berdiskusi bersama Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Menteri Energi, CEO Mubadala dan beberapa pejabat tinggi di Abu Dhabi. Dari diskusi tersebut, kemudian muncul usulan sovereign wealth fund.

Sebelum pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah UEA yang diwakili Putera Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan telah terlibat pembicaraan soal investasi. Hasilnya, ada tiga proyek bisnis senilai US$ 9,7 miliar yang disepakati dalam nota kesepahaman. Tentu aja ini menjadi kabar baik buat Indonesia.

Nah, ngomongin soal usulan dana abadi (sovereign wealth fund), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) emang dikenal sebagai otoritas pengelola dana investasi milik Pemerintah USE. Seperti apa fakta-fakta otoritas tersebut? Berikut ini ulasannya.

1.  Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) berdiri tahun 1976 dan menginvestasikan dana milik Pemerintah UEA

Abu Dhabi Investment Authority
ADIA berdiri sejak tahun 1976

UEA, termasuk Abu Dhabi dikenal sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia. Kelebihan dana yang diperoleh dari penjualan minyak memiliki nilai yang cukup besar. Atas dasar itulah, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dibentuk Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan tahun 1976.

Pembentukan ADIA bertujuan buat mengelola kelebihan dana penjualan minyak yang dimiliki Pemerintah dengan menginvestasikannya. Meskipun dibentuk Pemerintah, ADIA terpisah dari Pemerintah dan memiliki manajemen sendiri.

2. ADIA dibentuk dengan misi mempertahankan kemakmuran Abu Dhabi dengan cara berinvestasi

Abu Dhabi Investment Authority
Abu Dhabi (Shutterstock).

Dengan misi tersebut, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) diharapkan bisa meningkatkan modal yang saat ini dimiliki Pemerintah. Walaupun gak diketahui secara pasti, kabarnya nih aset yang dimiliki ADIA mencapai US$ 875 miliar atau sekitar Rp 12.300 triliun.

Sebagaimana yang dilaporkan dalam laporan review yang dirilisnya, ADIA menginvestasikan dananya dalam jangka waktu 20 – 30 tahun. Dengan waktu selama itu, portofolio investasinya dalam bentuk dolar ditargetkan dapat memberi tingkat pengembalian 6,5 persen – 7,0 persen tiap tahun.

3. ADIA mengelola portofolio investasi yang terdiversifikasi di banyak kelas aset

Abu Dhabi Investment Authority
Portofolio ADIA

Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) mempercayakan pengelolaan dananya di bawah naungan beberapa departemen investasi. Beberapa departemen yang berada di bawah ADIA, yaitu departemen Indexed Funds, Internal Equities, External Equities, Fixed Income & Treasury, Alternative Investments, Real Estate & Infrastructure, dan Private Equities.

Dari laporan review yang dirilis ADIA, dana kelolaan otoritas Abu Dhabi ini diketahui diinvestasikan ke sejumlah portofolio jangka panjang yang diklasifikasikan menurut kelas aset. Portofolio-portofolio tersebut antara lain Developed Equities, Emerging Market Equities, Small Cap Equities, Government Bonds, Credit, Real Estate, Private Equity, hingga Infrastructure.

5. Di bawah kepemimpinan Khalifa bin Zayed Al Nahyan dan mempekerjakan 1.700 orang dari berbagai bangsa

Abu Dhabi Investment Authority
Khalifa bin Zayed Al Nahyan

Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) saat ini dipimpin Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan yang menduduki posisi sebagai ketua (chairman). Sementara Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan menduduki posisi sebagai wakil ketua (deputy chairman).

Menariknya nih orang-orang yang bekerja di ADIA berasal dari berbagai bangsa. Orang-orang yang bekerja buat otoritas tersebut adalah orang-orang terpilih dan berbakat. 

Komposisi orang-orang yang bekerja di ADIA meliputi 27 persen dari UEA, 30 persen dari Eropa, 21 persen dari Asia Pasifik, 12 persen dari Amerika, 7 persen dari Timur Tengah dan Afrika, serta 3 persen dari Australia.

Nah, itu tadi lima fakta mengenai Abu Dhabi Investment Authority (ADIA). Bisa dibilang otoritas pengelola investasi ini mirip Temasek Holdings milik Pemerintah Singapura yang juga mengelola investasi secara global. Semoga informasi barusan bermanfaat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →