Fakta-Fakta PT Rajawali Nusindo yang Kirim 3 Juta Masker ke China

PT Rajawali Nusindo

PT Rajawali Nusindo mengirim tiga juta masker ke China seiring tingginya permintaan masker di sana. Akibat virus Corona yang merebak di China hingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa, banyak orang yang khawatir sampai akhirnya melakukan pencegahan dengan pakai masker.

Apalagi wabah virus Corona telah dinyatakan statusnya sebagai darurat global (Public Health Emergency of International Concern) oleh World Health Organization (WHO). Dengan kata lain, semua orang harus waspada dan berhati-hati dengan keberadaan virus ini.

Permintaan masker pun melonjak karena banyak orang yang berusaha melindungi dirinya sebaik mungkin agar gak terjangkiti virus yang muncul pertama kali di Wuhan tersebut. Sejauh ini beberapa perusahaan farmasi dilaporkan mendapat banyak permintaan masker.

Malahan harga saham salah satu produsen masker asal Jepang, Kawamoto Corporation, melonjak cepat sekitar enam kali lipat. Begitu juga yang dirasakan anak usaha BUMN, PT Rajawali Nusindo, yang melakukan pengiriman masker perdana ke China.

Ketersediaan masker itu sendiri dipasok Maesindo Indonesia. Seperti yang diberitakan Kompas, perusahaan tersebut bakal menyiapkan 15 juta masker buat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan luar negeri.

Menarik buat disimak, ada beberapa fakta menarik dari PT Rajawali Nusindo yang melakukan pengiriman masker dalam jumlah besar ke China. Seperti apa fakta-faktanya? Berikut ini ulasannya.

PT Rajawali Nusindo adalah anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)

PT Rajawali Nusindo adalah anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia
PT Rajawali Nusindo adalah anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia

PT Rajawali Nusindo tercatat sebagai anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Perusahaan BUMN tersebut diketahui menjalankan usaha di banyak bidang.

Bidang usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) meliputi pertanian dan perkebunan, industri, farmasi dan alat kesehatan, perdagangan, pengelolaan (management), hingga jasa. Nah, Rajawali Nusindo menjadi anak usahanya di bidang distribusi dan perdagangan.

Rajawali Nusindo berperan sebagai penyedia alat kesehatan untuk rumah sakit dan lembaga kesehatan pemerintah. Selain itu, Rajawali Nusindo juga memasok produknya ke apotek, instansi pemerintah, peritel, gerai modern, dan perusahaan yang tergabung RNI Group.

Perjalanan perusahaan distribusi dan perdagangan ini dimulai pada 1955. Saat itu perusahaan ini berdiri dengan nama Kian Gwan Company Limited NV. Perusahaan ini kemudian dinasionalisasi dan berganti nama pada 1971 menjadi menjadi PT Rajawali Impor Ekspor.

Nama perusahaan ini lalu berganti lagi menjadi pada 1995 menjadi PT Rajawali Nusindo. Perusahaan ini lalu merger dengan Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) pada 2001 sampai akhirnya memisahkan diri sebagai anak usaha.

Bidang usaha perusahaan ini mencakup penyediaan produk dan alat-alat kesehatan

Alat kesehatan
Alat kesehatan

Dalam laporan tahunannya, PT Rajawali Nusindo menjalankan kegiatannya di bidang distribusi dan perdagangan yang fokusnya menyediakan produk dan alat kesehatan. Obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang dipasarkan anak usaha BUMN ini meliputi alat-alat kesehatan buat:

  • Laboratorium Diagnostic, yaitu alat-alat laboratorium dan reagensia buat pemeriksaan.
  • Surgery dan Rajawali Medical, yaitu barang medis habis pakai buat keperluan bedah dan produk penunjang kesehatan yang terkait.
  • Medica, yaitu alat investasi buat keperluan rumah sakit secara keseluruhan, baik alat maupun perabot rumah sakit serta menjamin pelayanan purna jual.
  • Institusi, yaitu beragam alat kesehatan, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), laboratorium dan obat bermutu tinggi bagi lembaga pemerintah swasta melalui e-catalogue dan sistem lelang.

Pendapatan Rajawali Nusindo mencapai Rp 3,43 triliun dan laba mencapai Rp 53,95 miliar

Pendapatan Rajawali Nusindo
Pendapatan Rajawali Nusindo

Berdasarkan laporan tahunan Rajawali Nusindo pada 2018, pendapatan (sales revenue) mencapai Rp 3.426.903.000.000. Pendapatan ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3.614.342.000.000.

Sementara laba tahun berjalan anak usaha BUMN ini berada di kisaran angka Rp 53.948.000.000 pada 2018. Ada penurunan dibanding tahun 2017 yang angkanya di kisaran Rp 54.664.000.000.

Dari angka pendapatan yang mencapai Rp 3,43 triliun, berikut ini rincian penjualan Rajawali Nusindo.

 

Distribusi PT Rajawali Nusindo Hasil penjualan
Penjualan Health Care Rp 1.921.875.000.000
Penjualan Consumer Rp 425.600.000.000
Penjualan Trading dan Agro Rp 1.078.679.000.000
Penjualan Rajawali Mart dan

E-Commerce

Rp 749.000.000

 

Itu tadi beberapa fakta mengenai PT Rajawali Nusindo yang melakukan ekspor masker perdana ke China sebanyak tiga juta lembar. Menarik, anak usaha BUMN ini bakal mencetak pendapatan berapa besar ya pada akhir tahun 2020 nanti? (Editor: Winda Destiana Putri).