Rugi Hingga Rp 3,5 Triliun, Ini Fakta First Media yang Rumornya Bakal Dibeli Oleh MNC Vision

Anak Perusahaan Lippo group

Anak Perusahaan Lippo group

Setelah sebelumnya memutuskan untuk melepas saham OVO, kini Lippo Group terpaksa harus menjual sebagian besar kepemilikan First Media yang udah malang melintang di dunia bisnis TV kabel dan broadband internet di Tanah Air.

“Di satu sisi kita tahu kemarin kan First Media ada masalah persoalan dari siklusnya yang turun. Ada juga masalah keuangan, dan itu bagian dari bisnis saja,” terang Eko Sulistyo Wakil Direktur dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada tanggal 3 Desember 2019, mengutip dari Kompas.

Salah satu pihak yang kemungkinan besar akan membeli bisnis Firste Media gak lain dan gak bukan adalah kompetitornya yakni PT MNC Vision Networks. Tapi keputusan itu masih membutuhkan waktu bergantung pada hasil Due Diligence yang disepakati oleh kedua pihak dalam waktu 6 bulan kedepan.

Nah daripada berlama-lama lagi mending kita simak langsung aja nih beberapa fakta tentang First Media yang namanya pasti udah kamu kenal berikut ini:

First Media ternyata terus mengalami kerugian

First media
Ilustrasi kerugian (Shutterstock).

Walaupun layanannya banyak digunakan di beberapa kota besar di Indonesia, namun nyatanya bisnis yang dilakukan oleh mereka terus mengalami kerugian. Contohnya seperti pada akhir September 2019 lalu dimana perusahaan ini mengalami kerugian mencapai Rp 64,25 miliar.

Angka itu terbilang masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu dimana anak usaha Lippo Group ini mengalami kerugian mencapai angka Rp 3 triliun. Tercatat pada tahun 2018 mengalami kerugian mencapai Rp 3,5 triliun.

Dulu nama yang digunakan adalah Kabel Vision

First media
Dulunya bernama Kabel Vision (Shutterstock).

Untuk kamu yang udah berlangganan selama bertahun-tahun mungkin mengetahui bahwa sebelum berubah nama menjadi First Media pada tahun 2007, perusahaan ini memiliki nama brand Kabel Vision.

Lini usaha yang digunakan juga masih sama yakni penyedia jasa layanan TV dan internet kabel ke perumahan.

Sampai saat ini terdapat 11 wilayah yang udah tercover oleh perusahaan ini seperti Jabodetabek, Bandung, Malang, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Gresik, Sidoarjo, Bali, Medan dan Batam.

Saham First Media udah dijual di Bursa Efek Indonesia

First media
Ilustrasi saham (Shutterstock).

Untuk mendapatkan modal lebih perusahaan ini juga udah menjajakan kakinya di Bursa Efek Indonesia dengan kode KBLV.

Saat berita ini diturunkan harga saham per lembarnya mencapai Rp 320 perak . Ini jauh dari harga tertingginya yang disentuh pada tahun 2014 yakni mencapai Rp 3.400 per lembarnya.

Memiliki total lebih dari 610 ribu pelanggan di seluruh Indonesia

First media
Memiliki ribuan pelanggan (Ilustrasi by Shutterstock).

Semenjak pertama kali berdiri pada tahun 1994, First Media udah memiliki total pelanggan sekitar 610 ribu lebih pelanggan yang menggunakan fasilitas internet serta tv kabel di seluruh Indonesia.

Sedangkan sampai akhir tahun 2019 ini pihak manajemen menargetkan untuk mencapai 670 ribu pelanggan atau penambahan sekitar 60 ribu pelanggan.

Nah itulah sedikit fakta tentang perusahaan penyedia layanan jasa First Media. Apakah kamu juga salah satu pelanggannya juga? (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis