Manfaat Financial Planning Untuk Meraih Jaminan Keuangan

financial planning

Financial planning atau perencanaan keuangan adalah salah satu cara yang sangat penting untuk dilakukan bagi setiap orang yang berharap setiap keinginan bisa terwujud. Sebuah impian tersebut tidak akan bisa tercapai tanpa adanya sebuah perencanaan yang matang.

Melalui financial planning yang benar, kamu akan menjadi lebih sadar akan ke mana uang mengalir, lalu bisa mengevaluasinya di bulan berikutnya.  

Lalu apa itu financial planning? Bagaimana cara membuat financial planning yang benar? Yuk cari tahu selengkapnya.

Apa itu financial planning?

Financial planning adalah strategi mengatur keuangan pribadi yang mempunyai suatu tujuan finansial. Sebenarnya sejak kecil mungkin kita sudah mempraktikkan perencanaan keuangan secara sederhana. 

Misalnya saat mendapatkan uang jajan lalu kamu mulai memperhitungkan untuk apa saja uang tersebut, lalu bagaimana cara agar uang tersebut bisa cukup untuk memenuhi keinginan kamu. 

Kalau kamu sudah merencanakan dengan baik, tentu uang tersebut akan cukup. Tetapi jika tidak, bisa-bisa uang jajanmu habis tanpa sisa.

Perencanaan keuangan dapat membantumu membedakan mana yang menjadi keinginan, mana yang merupakan kebutuhan, dan mana yang bisa ditunda serta harus didahulukan.

Kemudian jika pengeluaran ternyata lebih banyak dibanding pendapatan, kamu pun tahu mana prioritas pengeluaran yang harus dihentikan.

Maka dalam financial planning harus mencakup evaluasi dari sumber pendapatan dan pengeluaran, kemudian menentukan tujuan finansial di masa depan.

Sebab, tujuan finansial cenderung berubah-ubah sesuai dengan kondisi finansial seseorang, tahapan kehidupan, dan kebutuhannya.

Pengertian perencanaan keuangan berbeda dengan pencatatan pengeluaran biasa. Perencanaan keuangan jauh lebih kompleks karena melibatkan tujuan-tujuan yang ingin kamu capai secara finansial.

Dalam financial planning, ada beberapa hal yang harus tersedia, seperti:

  • Tujuan-tujuan financial yang mau dicapai.
  • Jangka waktu atau periode untuk memenuhi tujuan tersebut.
  • Action plan yang jelas dan praktis untuk dilakukan.
  • Sumber daya yang bisa digunakan untuk menjalankan action plan.
  • Faktor risiko yang terkait dengan pilihan sumber daya.

Tujuan dan manfaat financial planning

Tujuan financial planning yang paling utama tentu saja untuk melihat kondisi keuangan demi tercapainya impian. Tetapi sebenarnya ada lagi beberapa manfaat yang akan didapatkan jika kamu membuat financial planning, yaitu:

  • Perencanaan keuangan dapat menjadi panduan keuangan untuk mengevaluasi kondisi keuangan saat ini sehingga bisa diperbaiki di kemudian hari.
  • Mencegah overspending atau mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya dan lebih dari yang bisa kamu dapatkan.  
  • Menjadi salah satu back up plan. 
  • Bisa untuk membangun kekayaan dengan merencanakan pembelian aset produktif dan investasi atau mencari pendapatan sampingan.
  • Untuk merencanakan keuangan di hari tua dengan matang.
  • Terciptanya kehidupan yang nyaman dan sejahtera karena keuangan menjadi lebih sehat.

Cara membuat financial planning yang baik

Mengingat pentingnya perencanaan keuangan, penting bagi kamu untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan keuangan dengan tepat. 

Berikut ini 5 cara yang bisa kamu lakukan dalam membuat financial planning yang benar.

1. Tetapkan tujuan finansial dan targetnya

Masing-masing individu memiliki financial planning yang berbeda. Kebutuhan seorang yang masih lajang, tentu akan berbeda dengan kebutuhan mereka yang sudah berkeluarga. 

Demikian pula dengan tujuan finansialnya. Tujuan finansial yang ingin dicapai seseorang sebelum dan sesudah menikah pasti berbeda, demikian pula dengan prioritasnya.

Misalnya saat ini kamu berusia 25 tahun dan sudah memiliki satu anak. Kemudian pendapatanmu saat ini Rp7 juta. Tujuan finansialmu saat ini adalah membeli rumah. Tentukan target untuk financial planning tersebut, misalnya mencicilnya selama 20 tahun.  

2. Kumpulkan data finansial

Setelah tahu tujuan finansial dan targetnya, selanjutnya kamu harus mencatat secara rinci berapa jumlah aset dan dana likuid yang kamu miliki, termasuk deposito, aset tidak bergerak, dan tabungan. Kemudian bandingkan dengan utang yang masih harus kamu lunasi. 

Data lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana arus kas keuanganmu selama ini dan berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk masing-masing pos keuangan. 

Lalu susun rencana yang rinci tentang langkah finansial jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang untuk disertakan dalam financial planning. 

3. Tentukan prioritas pengeluaran

Untuk menentukan prioritas pengeluaran, kamu harus bisa mengkategorikan pengeluaran berdasarkan jenis-jenis pengeluaran.

Biasanya di dalam financial planning pribadi, kategori tersebut terbagi menjadi empat poin utama berikut. 

  • Kebutuhan Hidup: Pengeluaran bulanan yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Biaya makan, tagihan listrik dan air, biaya belanja bulanan, biaya transportasi, dan lain-lain.
  • Cicilan: Pengeluaran bulanan yang tidak bisa diotak-atik. Biaya premi asuransi, sekolah anak, biaya cicilan rumah / mobil / motor, dan lain-lain. 
  • Investasi & Tabungan: Biaya untuk investasi jangka panjang. Termasuk tabungan dana darurat, investasi saham atau emas.
  • Dana sosial: Pengeluaran opsional yang tidak harus dikeluarkan. Termasuk biaya arisan, nongkrong di kafe bersama teman, menonton bioskop, dan lain-lain.

Alokasi dana yang sesuai untuk kategori ini adalah 50-30-10-10. Ini berarti 50 persen dari gaji bulanan dialokasikan untuk kebutuhan hidup, 30 persen untuk cicilan, 10 persen untuk investasi dan tabungan, dan 10 persen sisanya untuk dana sosial.

Berapa yang kamu perlu sisihkan dari penghasilan untuk ditabung, coba hitung saja dengan kalkulator menabung bulanan Lifepal berikut.

4. Memantau kondisi keuangan

Setelah menetapkan prioritas, selanjutnya melakukan implementasi budget yang sudah dikategorikan dan lakukan penyesuaian yang diperlukan. Bisakah 30 persen dari gaji kamu untuk memenuhi cicilan? 

Jika tidak, maka ada dua cara yang bisa kamu lakukan untuk menyesuaikan financial planning, yaitu:

  • Menambah sumber pendapatan melalui investasi jangka pendek, berbisnis, atau memulai pekerjaan sampingan (kerja lepas atau freelance misalnya).
  • Mengurangi beban pengeluaran dengan berhemat. 

5. Minta bantuan financial planner

Pengelolaan keuangan tidak bisa dipelajari dalam satu atau dua minggu. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun sampai kamu bisa membuat perencanaan keuangan yang tepat. 

Namun, jika ingin lebih cepat, kamu bisa meminta bantuan financial planner atau perencana keuangan.

Financial planner adalah seorang ahli yang membantu kliennya mencapai tujuan keuangan, misalnya dana pendidikan, pensiun, beli rumah, dan seterusnya. Berikut ini tugas seorang financial planner.

  • Mempelajari data pribadi dan data keuangan klien, agar bisa mengetahui kondisi keuangan klien.
  • Membuat rencana dan memproyeksikan dana dan hasil investasi dan tabungan klien
  • Mengelola dana klien supaya dapat memberikan imbal yang menguntungkan untuk tujuan tertentu.
  • Mendistribusikan dana investasi ke instrumen-instrumen yang diyakini bisa membantu kliennya untuk mencapai tujuan keuangan.
  • Memonitor dan melakukan review terhadap langkah-langkah investasi yang sudah dilakukan, bersama klien. 

Nantinya, perencana keuangan dapat memberikan analisis yang objektif dengan melakukan diagnostik melalui financial check-up. Mereka akan meminta semua data keuangan kamu, kemudian diinput dan dikalkulasi, lalu mereka menganalisis apakah kondisi keuangan sedang sehat atau tidak? 

Mereka juga akan mencarikan solusi dan membantumu menyusun financial planning yang tepat  secara objektif, berdasarkan angka serta hitung-hitungan yang ideal.

Cermat atur keuangan dengan asuransi jiwa dan kesehatan

Namanya hidup tidak lepas dari risiko. Entah itu risiko jatuh sakit, risiko kecelakaan, risiko bisnis bangkrut, risiko di PHK, risiko kepala keluarga meninggal dunia, dan lain-lain.

Walau sudah berdoa untuk tidak mengalami risiko-risiko tersebut, tapi terkadang hal-hal tersebut tidak terelakkan. Hal terbaik yang kita bisa lakukan adalah mengantisipasinya. 

Salah satu antisipasi yang harus kita lakukan tentu dengan membuat perencanaan keuangan yang baik. Daftar asuransi menjadi bagian dari financial planning. Produk perlindungan asuransi yang cocok dengan kebutuhanmu saat ini adalah asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Dengan asuransi kesehatan, kamu tidak perlu cemas dengan mahalnya tagihan berobat di rumah sakit karena semua akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Dengan begitu, keuanganmu akan lebih sehat dan tidak akan terganggu saat ada risiko yang mengintai.

Sama halnya dengan manfaat asuransi jiwa yang akan memberimu dan keluarga santunan tunai jika kamu mengalami risiko kehilangan pekerjaan akibat terkena PHK atau kecelakaan yang menghambatmu untuk bisa bekerja kembali.

Kalau kamu ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai langkah-langkah merencanakan keuangan yang sesuai dengan keadaan keuanganmu, jangan ragu untuk bertanya di Tanya Lifepal, ya!

FAQ seputar financial planning

Financial planning adalah strategi mengatur keuangan pribadi yang bertujuan mencapai tujuan finansial tertentu tanpa terbebani oleh pengeluaran yang memberatkan.
Tugas seorang financial planner yaitu:

  • Mempelajari data pribadi dan data keuangan klien, agar bisa mengetahui kondisi keuangan klien.
  • Membuat rencana dan memproyeksikan dana dan hasil investasi dan tabungan klien
  • Mengelola dana klien supaya dapat memberikan imbal yang menguntungkan untuk tujuan tertentu.
  • Mendistribusikan dana investasi ke instrumen-instrumen yang diyakini bisa membantu kliennya untuk mencapai tujuan keuangan
  • Memonitor dan melakukan review terhadap langkah-langkah investasi yang sudah dilakukan, bersama klien.
Beberapa manfaat yang akan didapatkan jika kamu membuat financial planning, yaitu:

  • Perencanaan keuangan dapat menjadi panduan keuangan untuk mengevaluasi kondisi keuangan saat ini sehingga bisa diperbaiki di kemudian hari.
  • Mencegah overspending atau mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya dan lebih dari yang bisa kamu dapatkan.  
  • Menjadi salah satu back up plan. 
  • Bisa untuk membangun kekayaan dengan merencanakan pembelian aset produktif dan investasi atau mencari pendapatan sampingan.
  • Untuk merencanakan hari tua dengan matang.
  • Terciptanya kehidupan yang nyaman dan sejahtera karena keuangan menjadi lebih sehat.
Perlu tidaknya seorang financial planner tergantung kebutuhan kamu.

Jika keuangan kamu sedang tidak sehat tetapi kamu sangat sibuk sehingga tak memiliki waktu untuk mempelajari apakah keuangan atau perencanaan keuangan kamu sudah tepat, maka itu pertanda kamu membutuhkan seorang financial planner.

Sebaliknya, jika kamu percaya mampu menyusun financial planning sendiri, serta memiliki waktu untuk mempelajari kondisi keuangan saat ini, maka kamu tidak membutuhkan perencana keuangan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →