Ikut Pameran, Furniture dan Produk Dekorasi Rumah Indonesia Laku Keras di Los Angeles

Furniture Indonesia sukses di luar negeri (Shutterstock).

Furniture Indonesia kini makin diminati oleh negara lain. Terbukti ketika dalam acara Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago and Los Angeles di Amerika Serikat (AS), produk tanah air laku keras. 

Berkolaborasi dengan tiga perusahaan eksportir Indonesia yaitu PT. Evoline Furniture Industry (www.goldenfurniture.co.id), Kasih Coop (www.kasihcoop.com), dan 

Black Brew Bridge (www.blackbrewbridge.com). Mereka memamerkan produk-produknya di Paviliun Indonesia yang terletak di booth C13-0703 dan P12060 dengan tema “Indonesian Furniture; Sustainability, Craftsmanship, Quality”.

“Pasar AS merupakan pasar yang sangat prospektif untuk produk furniture. Selama lima hari pameran, Paviliun Indonesia mendapatkan respons yang sangat positif. Kami menerima inquiry dari 50 buyer potensial yang merupakan pelaku grosir dan peritel dengan  potensi transaksi USD 500 ribu,” ungkap Kepala ITPC Chicago, Billy Anugrah.

Pameran ini tampilkan lebih dari ribuan produk

Billy menjelaskan, pameran Las Vegas Market menampilkan lebih dari 4.000 produk furniture, produk dekorasi rumah, kerajinan tangan, dan industri sejenis lainnya. Pada pameran tersebut, PT. Evoline Furniture Industry yang menempati area kategori furniture luar ruang menampilkan berbagai jenis meja dan kursi berbahan kayu jati premium berkualitas tinggi. Perusahaan ini telah mengekspor produknya ke berbagai negara seperti AS, Uni Eropa, dan Kanada.

Sementara pada kategori produk dekorasi rumah, Kasih Coop menampilkan produk dekorasi rumah yang terbuat dari kayu jati, mahogani, dan akasia. Produk-produk tersebut merupakan buatan tangan pengrajin asal Jepara, Jawa Tengah. Sedangkan Black Brew Bridge yang juga menempati kategori produk dekorasi rumah, memperkenalkan gelas wine yang terbuat dari botol bir bekas daur ulang. Produk gelas wine ini mengedepankan konsep ramah lingkungan yang saat ini menjadi tren di AS.

Pasar furniture AS terus tumbuh

Kepala ITPC Los Angeles Antonius A. Budiman, juga mengungkap, pasar AS untuk produk furniture diperkirakan akan terus tumbuh. Berbagai lembaga survei pasar dunia, seperti FactMR, Bloomberg, dan lainnya, memperkirakan pasar AS untuk produk furniture akan terus tumbuh sebesar 7–8 persen setiap tahunnya hingga 2025.

“Produk furniture sudah sejak lama menjadi salah satu produk unggulan ekspor Indonesia, dan saat ini berada di urutan ke-9 dari total ekspor dari Indonesia ke AS. Nilai ekspor produk furniture Indonesia ke AS juga tumbuh positif per tahunnya,” ujar Antonius.

Ekspor produk furniture Indonesia ke AS (HS 94) pada 2018 mencapai USD 815 juta atau naik sekitar 11 persen dari tahun 2017. Rata-rata pertumbuhan ekspornya tercatat positif sebesar 3,4 persen per tahun.

Antonius melanjutkan, peningkatan ekspor furniture Indonesia ke AS, terutama yang berbahan dasar kayu masih tinggi karena potensi pasar AS juga menjanjikan. Dari total nilai impor HS 94 ke AS, sebesar 37,2 persen atau sekitar USD 25 miliar merupakan pasar khusus untuk produk furniture berbahan dasar kayu.

“Hal ini sejalan dengan struktur ekspor Indonesia ke AS. Hampir 80 persen total ekspor produk furniture Indonesia ke AS merupakan produk furniture berbahan dasar kayu dengan nilai ekspor USD 651,2 juta. Untuk kategori produk furniture berbahan kayu, Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan pangsa pasar sekitar 3 persen,” tegas Antonius. 

Adapun pada 2018, AS mengimpor produk furniture (HS 94) dari seluruh dunia sebesar USD 67 miliar, naik 7,4 persen dari tahun sebelumnya. Sejak 2014, impor produk furniture AS juga secara konsisten menunjukkan pertumbuhan progresif, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6,6 persen per tahun. (Editor: Winda Destiana Putri). 

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →