Gagal Jantung – Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pengobatan

gagal jantung

Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk menyuplai darah ke bagian tubuh lainnya yang disebabkan kelainan struktural dan kondisi fungsional jantung.

Dalam kondisi normal, jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dengan melakukan kontraksi dan relaksasi.

Namun, dalam kondisi gagal jantung, kondisi jantung akan mengalami pelemahan dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Jika tidak ditangani segera, penurunan fungsi jantung dapat menyebabkan kinerja organ tubuh tidak maksimal.

Dalam kondisi tertentu, organ-organ pun dapat berhenti bekerja. Berikut pembahasan seputar gagal jantung yang wajib diketahui. 

Gejala gagal jantung

Umumnya kondisi ini ditandai dengan berbagai gejala. Namun, beberapa pasien tidak menyadari gejala berikut merupakan pertanda serius.

Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut. 

1. Kesulitan bernapas

Gejala awal yang paling terasa adalah kesulitan bernapas. Pasien gagal jantung umumnya mengalami kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau melakukan aktivitas tertentu.

Namun, apabila kondisinya semakin serius, kesulitan bernapas akan terjadi lebih sering, bahkan saat sedang tidak melakukan aktivitas apa pun. 

2. Kelelahan berlebih, terutama setelah beraktivitas

Gejala lainnya yang sangat terasa adalah perasaan lelah berkepanjangan atau kelelahan berlebih, terutama setelah beraktivitas.

Hal ini terjadi karena pasokan darah dari jantung menuju otot berkurang. Akibatnya, pasien merasa lelah berkepanjangan bahkan setelah melakukan aktivitas ringan. 

3. Pembengkakan di beberapa bagian tubuh (Edema)

Edema adalah kondisi di mana anggota tubuh mengalami pembengkakan berupa penumpukan cairan.

Edema dapat terjadi di mana saja, namun bagian yang paling jelas terlihat adalah edema pada lengan.

Dalam kondisi ringan, edema tidak berbahaya. Namun, edema sebetulnya adalah tanda dari kondisi serius, seperti gagal jantung. 

4. Terlalu sering buang air kecil di malam hari

Tanda lainnya adalah frekuensi berlebih buang air kecil saat malam hari. Pada siang hari, pasien cenderung beraktivitas.

Kondisi jantung yang tidak dapat memompa darah dengan normal membuat cairan pasien menumpuk pada kaki.

Kemudian, saat malam hari, posisi tubuh saat istirahat membuat cairan masuk ke aliran darah. Cairan ini kemudian disaring oleh ginjal dan dibuang melalui urine. 

5. Pusing

Umumnya pusing bukan penyakit serius dan bisa terjadi karena kurang tidur atau kelelahan. Namun, jika pusing terjadi berkepanjangan, itu bisa saja merupakan tanpa dari gagal jantung.

Kondisi ini dapat terjadi karena jantung tidak dapat memompa cukup darah ke otak. 

6. Palpitasi

Palpitasi atau jantung berdebar merupakan kondisi di mana jantung terasa berdegup dengan kencang. Kondisi ini dapat terasa di dada dan menjalar ke area leher.

Palpitasi dapat terasa saat beraktivitas atau bahkan saat sedang beristirahat.

Jika palpitasi terjadi terus-menerus, tanpa dipicu oleh perasaan psikologis atau adanya aktivitas berat, ini bisa jadi tanda dari penyakit ini.

7. Batuk kering

Gejala lain yang sangat terasa adalah batuk yang tidak kunjung hilang. Gagal jantung membuat kontraksi jantung melemah.

Hal ini membuat cairan kembali ke paru-paru. Pada kondisi ini, batuk akan muncul sebagai upaya tubuh untuk menghilangkan kelebihan cairan pada paru-paru.

Umumnya, batuk dalam kondisi gagal jantung ditandai dengan adanya dahak berwarna putih atau merah muda bercampur darah. 

8. Perut kembung dan mual

Pasien gagal jantung umumnya merasa perut kembung dan mual berkepanjangan. Perasaan ini kerap muncul baik dalam kondisi perut kosong atau terisi.

Hal ini terjadi karena sistem pencernaan kekurangan asupan darah. Darah yang dipompa jantung ke pencernaan tidak sesuai dengan kebutuhan. 

9. Tidak mampu berpikir atau merasa kebingungan

Tanda gagal jantung lainnya adalah merasa tidak mampu berpikir atau merasa kebingungan. Hal ini terjadi karena kurangnya pasokan oksigen ke otak.

Selain itu, dalam kondisi gagal jantung, akan ada perubahan zat tertentu dalam darah. Misalnya, perubahan kadar natrium yang menyebabkan kebingungan dan disorientasi.

Penyebab gagal jantung

Ada berbagai penyebab yang memicu gagal jantung. Penyebab ini umumnya dipicu oleh gangguan kesehatan lain. Adapun gangguan kesehatan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner muncul karena adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung. Sumbatan ini mengakibatkan aliran darah pada jantung tidak lancar dan mengurangi pasokan oksigen.

Saat kekurangan oksigen, otot jantung akan rusak, tidak bisa memompa darah dengan baik, dan berisiko mengalami gagal jantung. 

2. Serangan jantung

Serangan jantung dapat berakibat pada kondisi gagal jantung. Kondisi tersebut dapat terjadi saat aliran darah dengan pasokan oksigen terhambat di pembuluh arteri dan tidak dapat mencapai jantung.

Saat serangan jantung terjadi, jaringan pada jantung akan mengalami kerusakan dan tidak dapat bekerja dengan baik sehingga memicu gagal jantung.

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi mengakibatkan beban kerja jantung lebih berat. Dengan kata lain, seseorang bertekanan darah tinggi atau memiliki hipertensi memiliki risiko terkena gagal jantung yang tinggi.

Faktanya, hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab gagal jantung. 

4. Kelainan katup jantung

Kelainan katup jantung merupakan kondisi di mana katup jantung tidak berfungsi secara normal.

Penyakit ini menyebabkan aliran darah terhambat dan menyebabkan jantung bekerja ekstra keras.

Jantung yang kelelahan lama kelamaan akan melemah dan tidak mampu memompa darah secara normal dan menyebabkan gagal jantung. 

5. Masalah pada otot jantung

Masalah atau gangguan pada otot jantung mempersulit kinerja jantung untuk memompa darah. Penyakit ini merupakan kondisi serius karena dapat menyebabkan gagal jantung. 

6. Penyakit pada paru-paru

Penyakit paru-paru umumnya menyebabkan kelebihan cairan di paru-paru. Cairan yang menumpuk ini menyebabkan kongesti paru-paru.

Adanya kongesti paru-paru dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernapas dan menyebabkan gagal jantung kongestif. 

7. Diabetes

Tidak diduga, diabetes berpengaruh terhadap gagal jantung. Mengapa bisa demikian?

Pasalnya diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah jantung dan ginjal. Lama kelamaan, fungsi jantung ini terganggu dan menyebabkan gagal jantung. 

Faktor risiko terjadinya gagal jantung

Selain dipicu oleh gangguan kesehatan sebagaimana yang telah dipaparkan, ada beberapa risiko yang melatarbelakangi terjadinya gagal jantung. Berikut delapan faktor yang memicunya.

1. Usia

Kebanyakan pasien gagal jantung berusia tua, sekitar 50–65 tahun ke atas. Hal ini terjadi karena perubahan komponen struktural di arteri seiring pertambahan usia.

Selain perubahan struktural, elastisitas pada arteri juga berkurang. Pembuluh darah pun mengalami penurunan kinerja dalam memompa darah dari jantung.

Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada kasus gagal jantung usia muda.

2. Jenis kelamin

Saat usia produktif, laki-laki berisiko terkena gagal jantung dua kali lebih besar daripada perempuan. Hal ini dapat terjadi karena sebelum menopause, peluang memiliki hormon estrogen yang melindungi pembuluh darah.

Hormon estrogen ini meningkatkan HDL yang mencegah terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler lainnya. 

3. Menderita tekanan darah tinggi

Seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi berisiko mengalami gagal jantung. Pasalnya, tekanan darah tinggi menyebabkan beban kerja jantung lebih berat.

Jangan lupa untuk cek tekanan darah secara berkala. 

4. Memiliki masalah atau penyakit pada jantung

Beberapa masalah jantung seperti masalah otot jantung, kelainan katup jantung, atau penyakit jantung koroner memicu terjadinya gagal jantung.

Pasalnya, dengan adanya masalah pada jantung, kinerja jantung tidak akan berjalan dengan maksimal dan kemampuan jantung untuk memompa darah pun berkurang. 

5. Menderita diabetes

Penderita diabetes berisiko mengalami berbagai komplikasi penyakit, termasuk halnya gagal jantung. Penderita diabetes memiliki risiko hingga empat kali lebih tinggi terkena gagal jantung.

Oleh sebab itu, segera lakukan pemeriksaan gula darah dan berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. 

6. Menjalani pengobatan tertentu

Beberapa orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu juga berisiko terkena gagal jantung. Untuk mencegah hal ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan berkala dan menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan risiko sejak dini.

7. Memiliki berat badan berlebih (obesitas)

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan risiko penumpukan plak pada arteri.

Penumpukan yang terjadi meningkatkan resistensi tekanan arteri dan membuat kerja pompa jantung semakin berat dan berisiko mengalami gagal jantung. 

8. Memiliki pola hidup yang tak sehat

Pola hidup sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Orang dengan pola hidup yang tidak sehat berisiko memiliki tekanan darah tinggi, obesitas, serta gagal jantung.

Ubah pola hidup sesegera mungkin agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. 

Diagnosis gagal jantung

Untuk mendiagnosis seseorang mengalami gagal jantung, dokter pastinya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Mulai dari riwayat kesehatan, menanyakan gejala yang dialami, riwayat keluarga untuk mengetahui ada atau tidaknya faktor genetik, hingga melakukan tes sebagai berikut. 

1. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mendeteksi hormon BNP atau Brain Natriuretic Peptide. Apabila mengalami gagal jantung, kadar hormon ini akan meningkat.

Selain itu, tes darah juga memungkinkan analisis terhadap penyebab gagal jantung lainnya. 

2. CT Scan dan MRI Jantung

CT Scan merupakan prosedur diagnosis dengan komputer dan mesin sinar-X yang menghasilkan gambar penampang tubuh.

Kemudian, MRI merupakan pemeriksaan tubuh dengan teknologi magnet dan gelombang radio. Kedua pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapat gambaran kondisi jantung. 

3. Elektrokardiogram

Pemeriksaan elektrokardiogram dilakukan untuk merekam perubahan aktivitas elektro atau listrik jantung.

Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mendeteksi penyebab gagal jantung dengan cara mengetahui irama jantung. 

4. Ekokardiogram

Ekokardiogram atau ekokardiografi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat struktur organ jantung dengan lebih jelas.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

5. Angiogram koroner

Pemeriksaan ini merupakan uji sinar X dengan pewarna kontras untuk mempelajari pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke jantung.

Dengan angiogram koroner, pembuluh darah dapat diamati dan memeriksa tanda-tanda kelainan.

Selain itu, pemeriksaan ini juga membantu memastikan adanya penyumbatan atau tidak serta lokasi terjadinya sumbatan bila ada.

Cara pengobatan medis untuk gagal jantung

Apakah ada pengobatan medis untuk pasien gagal jantung? Ada. Ada berbagai pengobatan medis yang dapat dilakukan penderita penyakit ini untuk meningkatkan kualitas hidupnya. 

1. Pemberian obat oleh dokter

Pengobatan pertama adalah obat-obatan. Pemberian obat ini umumnya terdiri atas beberapa obat-obatan, bukan hanya satu obat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan obat berdasarkan gejala yang terjadi atau dialami. 

2. Operasi bypass jantung

Operasi bypass jantung adalah tindakan yang dilakukan untuk mengatasi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah.

Prosedurnya adalah dengan cara mencangkok pembuluh darah dari bagian tubuh lain yang kemudian disatukan ke otot jantung yang mengalami kerusakan. 

3. Operasi perbaikan katup jantung

Jika memiliki kerusakan katup jantung, operasi perbaikan katup jantung mungkin menjadi pilihan.

Operasi ini dilakukan untuk mengganti katup jantung yang mengalami kerusakan. Segala kelainan pada katup akan diperbaiki dengan harapan jantung dapat berfungsi dengan baik. 

4. Transplantasi jantung

Apabila pemberian obat-obatan sudah tidak lagi memungkinkan, umumnya dokter akan menyarankan untuk transplantasi jantung.

Proses ini merupakan proses pengangkatan dan penggantian jantung yang tidak bekerja dengan optimal. 

Perawatan di rumah gagal jantung

Selain sejumlah tindakan medis yang diterangkan, pasien gagal jantung juga dapat melakukan pengobatan di rumah.

Berikut langkah pengobatan di rumah yang dapat meningkatkan harapan hidup pasien. 

1. Lebih aktif secara fisik

Lakukan gerakan ringan rutin di rumah. Dengan bergerak aktif, kolesterol dapat menurun. Hindari aktivitas berat agar tidak merasa kelelahan.

Aktivitas ringan yang dimaksud bisa berupa berjalan santai atau melakukan peregangan. Agar hasilnya optimal, konsultasikan dulu pada dokter sebelum memilih aktivitas harian. 

2. Berhenti merokok

Hindari merokok, jika masih merokok berhentilah sesegera mungkin. Pasalnya, merokok justru memperburuk kondisi jantung. Dengan merokok, risiko terjadinya serangan jantung pun meningkat.

3. Kendalikan stres

Mengetahui penyakit dalam diri tentu menyebabkan stres. Namun, kendalikanlah stres tersebut agar kondisi tubuh tidak bertambah buruk. Pasalnya, stres dapat memicu terjadinya serangan jantung. 

4. Pertahankan berat badan yang sehat

Pastikan berat badan berada di angka yang ideal. Kelebihan berat badan justru memperburuk jantung dan memaksanya bekerja lebih keras.

Apabila berat badan naik dengan drastis, segera lakukan pemeriksaan, hal itu bisa mengindikasikan tubuh mengalami penumpukan cairan. 

5. Makan makanan yang sehat

Pasien umumnya disarankan untuk mengonsumsi pola makan sehat. Pola makan ini haruslah kaya sayur dan buah, sekitar 50% dari porsi makan harian.

Selain itu, pasien juga disarankan untuk mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian. 

6. Kurangi makanan dengan kadar garam tinggi dan berlemak

Selain mengonsumsi makanan sehat yang kaya serat, pasien juga disarankan untuk mengontrol asupan lemak dan garam harian.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya kolesterol dan memicu tekanan darah tinggi. Kurangi garam dan pastikan asupan menjadi rendah lemak. 

7. Kontrol diabetes

Apabila memiliki diabetes, pastikan kadar gula darah terkontrol. Lakukan pemeriksaan rutin dan konsumsi obat yang dianjurkan dokter secara teratur.

Penting untuk diketahui bahwa obat-obatan tersebut tidak memperburuk kondisi jantung, namun berfungsi untuk menjaga kestabilan gula darah. 

8. Olahraga teratur 

Beraktivitas tidak sama dengan olahraga teratur. Lakukanlah olahraga selama 30 menit setiap hari.

Terkait hal ini, agar tidak merasa kelelahan berlebih, konsultasikan dulu aktivitas olahraga yang dipilih dengan dokter.

9. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup, jangan sampai tubuh kelelahan. Pastikan juga pasien mendapatkan waktu tidur yang cukup agar tubuhnya tetap prima.

Waktu tidur yang direkomendasikan bagi pasien usia produktif adalah tujuh hingga sembilan jam. 

10. Minum obat teratur

Selain mengadopsi pola hidup sehat dan langkah lainnya, pastikan obat yang diberikan dokter dikonsumsi dengan teratur.

Obat-obat yang diberikan oleh dokter dapat meringankan kerja jantung. Ingat, hanya konsumsi obat-obatan dari dokter, bukan yang lain.

11. Rutin medical check up ke dokter

Meski telah mengonsumsi obat-obatan dengan teratur, pasien tetap harus memeriksakan diri ke dokter secara berkala. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui kinerja jantung.

Tetap lakukan pemeriksaan sekalipun kondisi terasa membaik atau tidak ada perubahan yang memburuk. 

Tips dari Lifepal! Beberapa langkah pengobatan di rumah yang disebutkan di atas bukan hanya dapat dilakukan pasien gagal jantung, tapi seharusnya bisa juga dilakukan sebagai pencegahan bagi kamu yang masih sehat.

Jangan menunggu penyakit datang untuk menerapkan hidup sehat karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Kamu bisa mulai dari langkah kecil lebih dulu dan perlahan membuatnya menjadi sebuah kebiasaan yang bisa dengan mudah kamu lakukan setiap hari.

Pentingnya asuransi kesehatan

Penyakit gagal jantung dapat menyerang siapa saja. Begitu juga dengan banyak penyakit kritis lainnya.

Maka dari itu, sangat penting memiliki proteksi seperti asuransi kesehatan. Jadi ketika kamu sakit, kamu tidak bingung dalam membayar biaya perawatan kesehatan yang tidak murah dan selalu naik setiap tahunnya.

Apabila kamu termasuk orang yang berisiko terserang penyakit kritis seperti gagal jantung, penting juga untuk memiliki asuransi penyakit kritis.

Terakhir, jangan lupa juga untuk menyiapkan dana darurat.

Pertanyaan seputar gagal jantung

Gagal jantung dapat disebabkan oleh beberapa penyakit seperti:

  • Serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kelainan katup jantung.
  • Masalah pada otot jantung.
  • Penyakit pada paru-paru.
  • Diabetes.
Meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi kamu tidak dapat sepenuhnya menghindari penyakit. Biaya perawatan kesehatan juga tidak murah. Memiliki asuransi kesehatan dapat menghindarkan kamu dari kerugian finansial akibat mengeluarkan biaya kesehatan yang besar tersebut. Dapatkan asuransi kesehatan dengan premi termurah di Lifepal!