Ada yang Digaji Rp 20 Juta per Bulan! Dari Ajudan Risma Hingga Ibu Negara

Ajudan-blog

Ajudan pejabat kini tengah jadi pembicaraan hangat setelah beberapa nama mencuat sebagai tangan kanan para menteri hingga istri presiden.  

Seperti Ajudan Pribadi alias Muhammad Akbar yang dikenal sebagai ajudan Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa, hingga Sandhyca Putrie, ajudan Ibu Iriana Jokowi.

Keduanya merupakan asisten pejabat yang kini menjadi sorotan karena disayang para bosnya. Selain itu, keduanya sangat akrab dengan linimasa ketika kamu mengeksplor akun media sosialmu. 

Keduanya sama-sama kerap mengunggah aktivitas sehari-hari. Jika Ajudan Pribadi sering muncul dengan kemewahan yang berhubungan erat dengan pekerjaannya, Sandhyca Putrie populer karena kerap membagikan potret berseragam ajudan di media sosial.

Bekerja sebagai seorang ajudan tentu membawa banyak keuntungan dalam hidup mereka. Keduanya bisa menikmati fasilitas mewah di dalam pesawat jet pribadi, tidur di hotel berbintang, hingga plesiran ke beberapa negara.

Meski sama-sama mengecap keuntungan dari profesi itu, Ajudan Pribadi bukan berasal dari TNI atau Polri. Sementara Sandhyca Putrie merupakan ajudan berpangkat Kapten dari Korp Administrasi. Dia adalah anggota TNI Angkatan Udara (AU) yang telah mengabdi selama delapan tahun.

Selain mendapat fasilitas mewah tersebut, seorang ajudan tentunya mendapat gaji dan tunjangan yang tidak sedikit. Lantas, berapa sih penghasilan mereka? Yuk, simak di sini:

Sandhyca Putrie

ajudan
Sandhyca Putrie ajudan Iriana Jokowi (Instagram/@sandhycaputrie)

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 2015, seorang perwira pertama berpangkat kapten dengan masa kerja delapan tahun seperti Sandhyca Putrie mendapat gaji pokok sebesar Rp 3.136.000.

Gak cuma menerima gaji pokok saja, Sandhyca dengan pangkat kapten bakal menerima tunjangan anak dengan besaran 2% dari gaji pokok untuk tiap anak dengan maksimal dua anak. Namun, karena dia belum berumah tangga, sehingga belum menerima tunjangan tersebut.

Semua anggota TNI, tak terkecuali Sandhyca, juga bakal mendapat tunjangan beras. Berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. 3/2015, harga pembelian beras yang dikeluarkan negara untuk TNI dan PNS sebesar Rp 8.047 per kg. 

Tiap anggota TNI berhak mendapatkan 18 kg beras per bulan dan tambahan 10 kg untuk suami atau istri serta dua orang anak.

Shandyca sama seperti anggota TNI lainnya, juga mendapat uang lauk pauk. Besarnya per hari adalah Rp 60 ribu.

Sandhyca juga akan menerima tunjangan kinerja sesuai kelas jabatannya sebagai perwira pertama golongan tiga. Namun, belum diketahui berapa jumlah tunjangan yang diterima Shandyca sebagai ajudan pejabat negara.

Baca juga: Sandhyca Putrie, Eks Paspampers Jokowi yang Setia Menjaga Ibu Negara

Ajudan Pribadi

ajudan
Ajudan Pribadi ajudan Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa (Instagram/@ajudan_pribadi)

Menjadi seorang ajudan harus siap menjalani jam bekerja yang tidak menentu serta harus siap siaga setiap saat ketika atasan memerlukan.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Tak jarang juga seorang asisten pribadi bekerja 24 jam sehari demi memenuhi kebutuhan yang diinginkan sang atasan. 

Meski bukan berasal dari angkatan TNI maupun Polri, Akbar memiliki karier cemerlang. Terbukti, dia kini menjadi asisten pribadi yang disayangi banyak pejabat.

ajudan
Ajudan Pribadi

Belum diketahui berapa nominal rupiah yang dikantongi Akbar sebagai asisten pribadi. Tapi, belum lama ini, Akbar mengunggah fotonya di depan mesin ATM yang memperlihatkan nominal tabungan yang dimilikinya. Dan, jumlahnya pun nggak sedikit.

 

Galuh Meta Indarwati

Dia adalah ajudan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mendapat gaji Rp 20 juta per bulan. Hal tersebut diutarakan wali kota yang masih menjabat hingga tahun 2020 mendatang.

Saat itu, Risma memastikan e-govermen yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya sangat mengefisiensi belanja daerah dan meningkatkan kesejahteraan PNS Pemkot Surabaya.

Pasalnya, Risma menerapkan kebijakan memberi Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) kepada bawahannya itu, sehingga apabila gaji tetap ditambah TPP akan mencapai puluhan juta.

Besaran gaji yang diduga melebihi PNS DKI Jakarta itu dipamerkan Risma kepada 17 kepala daerah yang melakukan kerja sama dalam penerapan sistem informasi dan teknologi yang selama ini sudah dilakukan Pemkot Surabaya.

Risma membuktikannya dengan memanggil ajudan bernama Meta yang selama ini mengawalnya ke mana-mana. 

“Meta sini, ini ajudan saya. Kamu golongan berapa? Take home pay tiap bulan kamu terima berapa?” tanya Risma.

“Sekarang golongan 3A. Saya dapat Rp 20 juta bu,” ungkap Meta menjawab gaji plus TPP tiap bulan mencapai puluhan juta.

“Nah kan Pak, Rp 20 juta per bulan. Karena semua terukur. Sampai KPK tanya nilainya ini lebih dari DKI Jakarta ya, ya tidak apa-apa,” tegas Risma.

Di tempat berbeda, Galuh Meta Indarwati mengatakan, pendapatan Rp 20 juta tiap bulan itu bisa lebih dan juga bisa berkurang, tergantung TPP yang diterimanya. 

“Rp 20 juta itu take home pay setiap bulan berubah. Tergantung TPP-nya,” tandasnya.

Itulah gaji ajudan para pejabat yang bertugas membantu atasannya masing-masing. Dalam tugasnya, para ajudan itu kadang-kadang membawakan tas, memberi naskah pidato atau menyimpan kaca mata atasan mereka. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →