Gaji Besar, Umur 40 Tahun Tapi Gak Punya Investasi, Apa yang Salah?

Seorang pria putus asa (Shutterstock).

Memikirkan finansial ketika menjelang usia pensiun pasti akan membuat pusing, gak cuma jadi beban pikiran dengan umur yang sudah tidak lagi muda, terlalu banyak pikiran akan membuat produktivitas dan kesehatan akan menurun.

Sebab, jelang usia pensiun biasanya harus ada beberapa hal yang perlu disiapkan, mulai dari dana pensiun, dana darurat, hingga tabungan dan investasi, namun demikian tidak jarang orang yang kurang siap saat menghadapi usia pensiun, padahal semasa bekerja memiliki pendapatan yang besar, tetapi terlanjur nyaman dengan tidak memikirkan kondisi keuangan.

Soalnya menyiapkan kondisi keuangan yang baik di hari tua perlu banyak waktu dan kedisiplinan yang kuat dan tidak bisa terjadi hanya dalam tempo waktu semalam. Bahkan beberapa orang hidup tanpa menabung, tanpa investasi, tetapi boros dan membuat hidup dari gaji ke gaji. 

Padahal menyiapkan dana pensiun sejak muda dan mengatur keuangan sejak dini memang terlihat kurang  seksi, tetapi hal itu akan menempatkan seseorang memiliki masa depan yang lebih baik dan siap dari sisi finansial. 

Biasanya, kebanyakan anak muda atau milenial masih merasa muda dan menilai persiapan pensiun masih jauh, sehingga banyak menunda waktu dan kesempatan untuk menabung.

1. Terlalu Asik Dapatkan Gaji Besar

Mata uang rupiah
Uang gaji yang diterima setiap orang beda-beda (Shutterstock).

Mendapatkan penghasilan besar akan membuat seseorang nyaman karena memiliki keleluasaan finansial, mulai dari belanja sesuka hati, jalan-jalan atau traveling ke destinasi favorit, hingga membeli barang-barang mewah yang sejatinya tidak diperlukan.

Gak cuma itu, ketika memasuki usia 30 tahun juga gak sadar bahwa setengah jalan menuju usia pensiun sudah dekat. Akan tetapi masih terlalu asik dengan gaya hidup yang konsumtif. Salah satu faktor yang menyebabkan gaya hidup konsumtif ini adalah terlalu mengedepankan gengsi, sebab gak jarang orang yang ingin menampilkan dirinya memiliki penghasilan yang besar setiap bulan.

2. Kebiasaan Habiskan Gaji Utuh

Mendapatkan gaji besar (Shutterstock).
Mendapatkan gaji besar (Shutterstock).

Banyak orang sukses dan kaya di dunia tidak menghabiskan seluruh gajinya setiap bulan, bahkan banyak para konglomerat yang menggunakan uang atau penghasilannya secara sederhana. Dalam buku Thomas J. Stanley  “The Millionaire Next Door” menemukan bahwa mayoritas jutawan swadaya mengendarai mobil-mobil bekas dan tinggal di perumahan dengan harga rata-rata. Dia juga menemukan bahwa mereka yang mengendarai bmobil mahal dan mengenakan pakaian mahal sebenarnya tenggelam dalam hutang.

Meskipun, setiap bulan gaji yang didapatkan akan dipotong untuk dana pensiun dari kantor, tidak ada salahnya untuk menambah secara mandiri, dan tingkatkan secara bertahap agar tidak kelewatan usia emas dalam menyiapkan dana pensiun.

3. Gak Punya Tujuan Keuangan

Seorang laki-laki gak punya tujuan hidup (Shutterstock).
Seorang laki-laki gak punya tujuan hidup (Shutterstock).

Tidak memiliki tujuan keuangan juga akan menjadi masalah ketika memasuki usia pensiun, terlalu asik dalam zona nyaman membuat diri tidak sadar akan pentingnya persiapan finansial ketika usia pensiun. Kebanyakan kasus ini terjadi akibat dari tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas.

Tujuan keuangan ini sebetulnya bisa disusun secara mudah mulai dari membeli rumah, persiapan menikah, biaya pendidikan anak, biaya rumah tangga, hingga biaya lainnya, dengan mempunyai financial goals, maka akan memberikan dampak yang positif bagi pengaturan keuangan.

Gampangnya, jika ingin membeli rumah di sebuah kawasan elit, maka berhentilah untuk melamun dan hanya fokus pada pikiran.

Hal yang harus dilakukan adalah riset mengenai biaya pembelian rumah, lalu hitung berapa biaya yang bisa dikumpulkan setiap bulan. Sebaliknya, jika hanya sebatas keinginan dan tidak punya tujuan memiliki, maka hanya akan sebatas wacana saja.

4. Terjebak Hutang

Pemakaian kartu kredit sebabkan utang bertumpuk (Shutterstock).
Pemakaian kartu kredit sebabkan utang bertumpuk (Shutterstock).

Meski memiliki pendapatan yang besar, bukan berarti tidak mungkin terjebak dalam utang, tingginya minat konsumtif tak jarang membuat seseorang lupa diri dan kelewat batas, hal yang biasa terjadi adalh menggunakan pinjaman atau utang untuk memenuhi pola konsumsinya meski sudah memiliki gaji besar, imbasnya gaji besar hanya untuk menutup utang pokok dan bunga utang yang sudah terjadi.

Cara terbaiknya adalah melunasi hutang dengan tepat waktu agar tidak ada bunga tambahan atau penalti, dengan pelunasan utang tersebut akan memberikan ruang bernafas dalam anggaran, seseorang akan memiliki lebih banyak uang yang dibebaskan untuk tujuan tabungan dan keuangan.

Selain itu, hentikan juga untuk niatan menambah utang, pastikan kontrol diri agar penggunaan kartu kredit atau rasio utang dalam rasio terendah atau minimum, bahkan pertimbangkan untuk menurunkan hingga menutup kartu kredit yang tidak diperlukan seiring waktu. Intinya, lakukanlah pengelolaan keuangan sedini mungkin, agar saat memasuki usia pensiun memiliki tabungan, investasi, hingga dana hari tua yang cukup. (Winda Destiana Putri)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →