Menelaah Besaran Gaji Dokter Melalui Fakta-Fakta Berikut

Gaji dokter

Profesi sebagai dokter saat ini masih memiliki banyak peminat. Banyak alasan yang menyertai, selain fakta bahwa sepanjang adanya risiko manusia terserang penyakit dan profesi dokter pasti dibutuhkan, profesi ini pun menyimpan prestise tersendiri dan berpotensi mendapat penghasilan besar. 

Coba ingat-ingat saat kita sakit, saat ini minimal harus siap Rp65.000, jika hendak berobat ke dokter umum. Apalagi jika berkunjung ke spesialis, minimal Rp250 ribu harus disiapkan. 

Seandainya satu orang dokter mendapat lima pasien saja dalam sehari, maka bisa dibayangkan tentang berapa penghasilan yang bisa diperoleh dokter dalam sebulan. 

Sayangnya, keindahan profesi sebagai dokter ini butuh perjuangan yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. 

Fakta Sekolah dan Gaji Dokter

Sekolah dokter

Hukum alam tidak pernah dapat dielakkan, saat kita mengejar jumlah gaji tertentu, pasti ada peraturan soal penggajian yang berlaku. Jangan lupakan bahwa terdapat tanggung jawab dan perjuangan yang menyertai di baliknya juga. 

Begitu juga dengan profesi sebagai dokter, perjuangan yang harus dilalui sampai pada akhirnya menyandang predikat tersebut tidaklah mudah. 

Berikut ini, fakta tentang gaji dokter sekaligus fakta tentang sekolah kedokteran yang bisa banget dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum kita memutuskan mengemban pendidikan di sekolah kedokteran. 

1. Hanya lulusan IPA yang bisa masuk pendidikan kedokteran

Berdasar Undang-undang nomor 10 tahun 2012 tentang Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia, hanya lulusan jurusan IPA saja yang dapat mendaftar di pendidikan kedokteran. Bukan karena diskriminatif, namun pemahaman tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia, serta ilmu biologi lainnya perlu dipelajari dan diperkenalkan sejak di jenjang pendidikan awal. 

2. Biaya sekolah kedokteran mahal

Sudah tahu berapa biaya yang harus dipersiapkan untuk bisa berkuliah di fakultas kedokteran? Dalam satu semester, paling tidak kita harus menyediakan uang sekitar Rp30 juta jika ingin mengambil jurusan ini. 

Walau setiap universitas memang berbeda-beda dan sebagian universitas menerapkan subsidi silang juga, namun kalau dijumlahkan setiap semesternya, maka tidak akan jauh dari angka tersebut. 

3. Waktu kuliah lama 

Umumnya kita kuliah hanya butuh delapan semester atau sekitar empat tahun, namun jika berkuliah di fakultas kedokteran, maka waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 5-7 tahun. Waktu yang lebih lama itu diisi dengan beberapa tahapan belajar bagi mahasiswa kedokteran yang disebut masa praklinik dan klinik. 

Di masa praklinik, mahasiswa akan belajar lebih banyak tentang teori-teori yang berhubungan dengan ilmu kedokteran. Mahasiswa juga akan belajar menyembuhkan pasien menggunakan media boneka atau mannequin

Masa klinik sebetulnya ada setelah mahasiswa melalui wisuda, tapi meskipun sudah mendapat gelar Sarjana Kedokteran pun, para lulusan ini belum diperbolehkan praktik di instansi kesehatan, termasuk membuka praktik di rumah. Mereka harus menjalani masa koas selama 1,5-2 tahun lagi. 

4. Menjalani ujian berulang kali 

Usai ujian untuk lulus wisuda dan menjalani koas, Sarjana Kedokteran masih harus menjalani ujian kompetensi profesi kedokteran (UKMPPD/ Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter). 

Bahkan saat ini, terdapat dua ujian kompetensi untuk profesi ini, yaitu ujian teori dan praktik, yang dikenal dengan nama Objective Structure Clinical Examination atau OSCE. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Setelah lulus Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) inilah, seorang dokter baru bisa mendapatkan surat izin profesi dokter dan surat bukti bahwa dirinya telah menyatakan sumpah profesi. 

Jadi, benar-benar panjang perjuangannya, ya? Tidak mengherankan bahwa tidak semua orang sanggup menyelami profesi ini. 

Fakta-Fakta di Balik Gaji Dokter

Gaji dokter

Tidak hentinya gaji dokter ramai diperbincangkan saat salah satu calon presiden pada pemilihan 2019 lalu menyebutkan bahwa gaji dokter kadang tidak lebih dari dua juta. 

Meski Menteri Kesehatan sendiri pun sudah menyangkal hal tersebut, namun hasil survei dari Junior Doctor Network (JDN) menyatakan bahwa hampir 83,85 persen dokter di Indonesia mendapat gaji yang tidak sesuai dengan rekomendasi IDI (Ikatan Dokter Indonesia).  

Dilansir dari Tirto ID, seorang dokter di daerah Jambi hanya mendapat gaji pokok sebesar Rp1,75 juta. Tentu saja besar gaji dokter ini sangat jauh dari rekomendasi IDI. 

Ikatan Dokter Indonesia menyarankan seorang dokter umum paling tidak mendapat gaji setiap bulannya mulai Rp12,5 juta, Lebih tinggi lagi, Rp20 juta untuk dokter spesialis. Besaran gaji tersebut tentu selaras dengan tanggung jawab yang para dokter ini emban. 

Satu fakta ini sungguh bertolak belakang dengan pemahaman yang sering beredar di masyarakat, bukan? 

Namun kembali lagi bahwa pada dasarnya setiap profesi adalah sama, terlepas dari jenis dan praktiknya. Sebab, kita sebagai pengemban profesi tetap harus mengedepankan tanggung jawab dan dedikasi dalam berkontribusi di tengah masyarakat. Apa yang kita lakukan haruslah memberikan manfaat dan dampak yang positif bagi kebaikan orang lain.

Dalam hal ini adalah profesi sebagai dokter seharusnya tidak hanya terkait gaji, namun lebih kepada sebuah pengabdian. Butuh keinginan dan passion untuk mampu berjuang di kategori profesi ini yang mulia ini. 
Tergantung kepada cara kita memandangnya, jangan menjadikannya sebagai batu sandungan, namun jadikan sebagai pemicu untuk terus mengejar impian kita, ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →