Kisah Memprihatinkan Gaji Guru Honorer yang Jauh dari Kata Sejahtera

gaji guru honorer

Polemik gaji guru honorer hingga kini masih belum usai. Banyak dari mereka yang telah bekerja dalam waktu lama, tapi mendapatkan gaji yang gak setimpal. 

Demo di depan kantor pemerintahan kayaknya sudah gak terhitung berapa kali banyaknya. Menuntut kenaikan kesejahteraan mereka dari segi gaji dan juga jaminan sosial. Pasalnya, beban kerja mereka kalau dipikir-pikir sama dengan guru yang berstatus PNS.

Sederet kisah tragis tentang kesejahteraan golongan honorer ini juga sudah sering didengar di media-media sosial. Kondisi mereka yang jauh di bawah kelayakan bikin kita lebih bersyukur meski gaji cuma pas-pasan. 

Sepertinya, sebutan pahlawan tanpa tanda jasa layak disematkan untuk mereka-mereka ini. Meski jauh dari kata sejahtera, mereka tetap semangat memberikan ilmu kepada penerus-penerus bangsa. 

Membahas soal gaji, di tahun 2018 seperti dikutip dari Detikcom, Mendikbud sempat mengatakan kalau pemerintah berencana untuk menaikkan upah guru honorer menjadi setara UMR. Tapi hingga kini, rencana tersebut belum terealisasikan. 

Sistem pengupahan mereka masih mengandalkan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara besarannya tergantung kesepakatan antara sekolah dan guru honorer tersebut.  

Memang seberapa parah sih gaji guru honorer? Berikut ini kita kasih contoh beberapa kisah guru honorer yang hidupnya jauh di bawah kata sejahtera, dikutip dari beberapa sumber. 

Baca juga: Dulu Guru Honorer, Ini Cerita Anwar Usman Sang Ketua MK Berharta Rp 4 M

1. Nining Suryani, guru honorer di Pandeglang dengan gaji Rp 350.000 

gaji guru honorer
Nining Suryani. (Bantenhits)

Baru-baru ini, seorang guru honorer di Pandeglang tengah mendapat sorotan. Yang disorot gak cuma soal gaji, tetapi juga tempat tinggalnya yang sangat memprihatinkan. 

Nining, sudah bekerja sebagai guru honorer di SDN Karyabuana 3 Cibaliung selama 15 tahun. Tapi siapa sangka kalau pengabdiannya bertahun-tahun itu hanya diupahi Rp 350 ribu per bulan. Dengan gaji guru honorer sebesar itu, untuk membayar sewa rumah saja tidak mampu, alhasil ia harus rela tinggal di toilet sekolahan. 

Uang yang didapatkannya sangat pas-pasan untuk membiayai biaya sekolah kedua anaknya. Sementara suaminya juga hanya seorang pekerja serabutan yang gajinya tidak menentu. 

Baca juga: Sebelum Terkenal, Nagita Slavina dan Artis Lainnya Pernah Menjadi Guru

2. Gaji guru honorer di pedalaman Flores yang cuma Rp 85.000 per bulan

gaji guru honorer
Ruang kelas di pedalaman. (Shutterstock)

Ternyata, ada yang lebih menyedihkan daripada Nining, yaitu guru honorer di SMPN 3 Waigete, Flores. Seperti dikutip dari Kompas, setidaknya ada 9 guru honorer di sekolahan yang terletak di Kabupaten Sikka itu. Meski sudah bekerja selama bertahun-tahun, mereka rela dibayar sebesar Rp 85.000 per bulannya. 

Selain itu, mereka juga harus menempuh perjalanan jauh sekitar 6 kilometer berjalan kaki untuk bisa menuju ke sekolah. Rumah yang mereka tinggali juga belum dialiri listrik sama sekali. 

Di tengah keterbatasan itu, semangat mereka untuk mengajar ternyata gak pernah padam. Setiap hari mereka tetap berangkat ke sekolah meski kadang gaji sekecil itu juga kerap telat dibayarkan. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Baca juga: Berkat Kemuliaannya, Seorang Guru di Desa Miskin Dapat Hadiah Rp 14 M

3. Guru honorer di Kabupaten Bekasi, digaji Rp 150-300 ribu per bulan

gaji guru honorer
Ruang kelas di sekolah terpencil. (Shutterstock)

Kalau di gaji guru honorer di daerah-daerah pedalaman kecil bukanlah hal aneh lagi, tapi bagaimana dengan daerah-daerah lumayan modern seperti Kabupaten Bekasi misalnya? 

UMR Kabupaten Bekasi sendiri termasuk yang terbesar di Indonesia yaitu mencapai Rp 4,1 jutaan. Tapi ternyata, besaran angka tersebut gak berlaku untuk ribuan guru honorer di sana. Dikutip dari Wartakota, pada tahun lalu 5.000 guru yang tergabung dalam Forum Pegawai Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi pernah mengadakan unjuk rasa di depan Kantor Bupati. Mereka menuntut kenaikan upah yang sepadan dengan beban kerja mereka. 

Pendapatan mereka berkisar Rp 150.000 – Rp 300.000 per bulannya. Besaran upah tersebut jelas saja tidak mampu menutupi kebutuhan pokok di Kabupaten Bekasi yang terus mengalami kenaikan. 

4. Guru honorer di Provinsi Papua cuma Rp 300.000 dan dibayar tiga bulan sekali

gaji guru honorer
Ruang kelas di sekolah Papua. (Shutterstock)

Permasalahan gaji guru honorer ternyata juga ada di daerah Provinsi Papua. Dikutip dari Papua.go.id, ada ribuan guru honorer baik di SMA maupun SMK Papua yang mendapatkan upah tak layak. Besarannya sekitar Rp 300.000, dan itupun dibayarkan setiap tiga bulan sekali. 

Kalau misalnya dibayarkan tiga bulan sekali tapi dibayarnya tepat waktu sih mungkin masih mending, tapi lebih parahnya ada banyak yang mengalami keterlambatan penerimaan gaji. Jumlahnya gak main-main, ada sekitar 3.000 guru yang mengalami hal itu. 

Tugas seorang guru bukanlah perkara mudah. Mereka yang banyak bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa ke depannya. Ironi memang ketika mereka dituntut untuk selalu menjaga integritas, meningkatkan kepedulian, dan menjaga tingkah laku murid agar lurus di jalan yang benar sesuai dengan cita-cita bangsa, tapi mendapatkan balasan yang tak setimpal. 

Pelajaran penting yang bisa dipetik bagi kaum muda adalah jangan mudah mengeluh terhadap kerjaan dan upah yang diterima saat ini. Carut marut gaji guru honorer ini menjadi bukti nyata bahwa banyak orang-orang mulia yang bekerja sepenuh hati penuh semangat meski penuh keterbatasan. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →