Gak Bakal Telat, Gaji ke 13 PNS Cair Bulan Ini

Gaji ke 13 PNS Cair Juni 2019 (Shutterstock)

Pemerintah Jokowi-JK akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji 13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/POLRI . Hal tersebut dilakukan untuk menjamin kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut mengacu dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 tahun 2019. Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2016.

Isinya menyangkut tentang Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ketiga Belas kepada PNS, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan.

“Sesuai dengan yang kita sampaikan akan dibayarkan pada bulan Juni ini. Nanti kita lihat,” kata Sri Mulyani di Jakarta.

Senada dengan Sri Mulyani, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pemerintah akan menyalurkan THR pada Lebaran 2020. Apabila Lebaran maju dibandingkan tahun ini, maka penyalurannya pun akan dipercepat.

Adapun, besaran jumlah gaji 13 ini sesuai dengan penghasilan yang diterima setiap bulannya dan tidak mengalami perubahan.

“Tambahan insentif itu kan dua, THR sama gaji ke-13. THR tergantung Lebaran. Lebaran kan tiap tahun maju. Nah Insyaallah tentunya Lebaran maju THR nya maju juga. Sesuai dengan ini, akan dilaksanakan kayak tahun ini,” ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta.

Untuk penyaluran gaji 13 akan dilakukan pada Juli 2020 bersamaan dengan masuknya anak sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu PNS mencukupi kebutuhan yang meningkat pada saat

“Kalau gaji ke-13 atau untuk pensiun ke-13 itu schedule nya tetap anak sekolah tidak berubah. Kan anak sekolah tidak berubah kan, tetap jadwalnya bulan Juli, mungkin awal Juli,” jelasnya.

Anggarkan Rp 20 Triliun

Pmerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 40 triliun untuk THR dan gaji ke-13 PNS. Dengan jumlah alokasi masing-masing Rp 20 triliun untuk THR, dan Rp 20 triliun untuk gaji 13.

Menurut Sri Mulyani, pencairan THR dan gaji ke 13 memang dicairkan secara terpisah. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 tahun 2019.

Dalam aturan itu dijelaskan tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2016 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ketiga Belas kepada PNS, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan.

“Ini sudah sesuai dengan yang kami sampaikan sebelumnya kalau gaji ke-13 akan dipisah dengan tujangan hari raya (THR),” paparnya.

Selain itu, waktu pencairan pada bulan Juni ini diharapkan akan memberikan keringanan bagi para PNS. Utamanya untuk membantu biaya sekolah para anak PNS hingga TNI dan Polri.

Tak hanya itu, pencairan THR dan gaji ke 13 juga diharapkan akan mendorong laju konsumsi yang. Terutama yang masuk kepada komponen Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal kedua 2019.

Hal ini tentu akan berdampak pada laju ekonomi nasional. “Kami berharap pengaruh terhadap PDB bulan ini akan lebih besar dibandingkan bulan-bulan biasa,” kata Sri Mulyani.

Gaji PNS berdasarkan golongan

Rincian gaji PNS terbaru 2019 mulai dari Golongan I hingga IV sudah ditetapkan pemerintah. Rincian gaji tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1007 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Lantas, berapa sih gaji  pokok para ASN tersebut? Yuk, ketahui di sini:

Golongan I
PNS golongan I berpendidikan SD dan SMP
Golongan I-A Rp 1.560.800
Golongan I-B Rp 1.704.500
Golongan I-C Rp 1.776.600
Golongan I-D Rp 1.851.800
Golongan II
PNS golongan II berpendidikan SLTA/sederajat hingga D-III
Golongan II-A Rp 2.022.200
Golongan II-B Rp 2.208.400
Golongan II-C Rp 2.301.800
Golongan II-D Rp 2.399.200
Golongan III
Gaji pegawai golongan III untuk lulusan S-1 hingga S-3
Golongan III-A Rp 2.579.400
Golongan III-B Rp 2.688.500
Golongan III-C Rp 2.802.300
Golongan III-D Rp 2.920.800
Golongan IV
Golongan IV-A Rp 3.044.300
Golongan IV-B Rp 3.173.100
Golongan IV-C Rp 3.307.300
Golongan IV-D Rp 3.447.200
Golongan IV-E Rp 3.593.100

Nah, berdasarkan jumlah tersebut, maka kamu para PNS sudah bisa mendapat gambaran akan mendapat gaji ke-13 kapan dan berapa jumlahnya.

Meski memiliki tambahan uang, bukan berarti kamu boleh boros. Kamu harus mengalokasikannya dengan bijak ke beberapa instrumen di bawah ini.

Bijak mengalokasikannya

Jika sudah mengetahui berapa nominal dan kapan gaji ke-13 cair, kini saatnya untuk kamu mengalokasikan pendapatan tersebut secara bijak.

Pasalnya, gaji ini beda dengan gaji bulanan yang memang ditujukan untuk kebutuhan bulanan, jadi kecenderungan menghabiskannya dalam waktu singkat lebih besar.

Biar gak salah langkah dan menyesal di kemudian hari, ada kalanya mengalokasikan gaji ke-13 ini untuk hal-hal bermanfaat.

Mulai dari membayar utang, mengalokasikan ke dana darurat, biaya darurat, servis kendaraan, tabungan, investasi, hingga belanja sesuai kebutuhan.

Bayar utang

Saat dapat gaji ke-13, pasti udah pada gatal mau beli-beli barang ini itu yang selama ini gak kesampean untuk dibeli, misal motor, mobil, atau ponsel baru.

Sebenarnya sah-sah saja, tapi ada baiknya kamu perhatikan dulu prioritasmu yaitu membayar utang.

Kalau utangmu udah lunas sih mau dikerahkan seluruhnya untuk membeli barang juga enggak apa-apa. Tapi, jangan malah nambah utang dengan membeli barang-barang mahal lagi.

Utang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan segera. Kan jadi lebih bermanfaat kalau gaji tersebut bisa kamu gunakan untuk meringankan tanggungan. Hidupmu di beberapa bulan ke depannya juga jadi tenang.

Alokasikan untuk dana darurat

Idealnya, dana darurat itu harus memenuhi setidaknya 3-6 kali gaji bulanan. Misalnya gaji bulanannya Rp 5 juta, berarti dana daruratnya minimal Rp 15-30 juta.

Untuk pos keuangan yang satu ini terbilang sulit dikumpulkan, masyarakat selama ini mikir kalau dana darurat itu ya tabungan, jadi keduanya dilebur menjadi satu. Padahal, keduanya memiliki perbedaan jika dilihat dari aspek kegunaannya.

Tabungan merupakan uang yang sengaja kita sisihkan demi memenuhi kebutuhan jangka waktu panjang, misalnya untuk beli rumah, beli motor, dan biaya menikah.

Sementara dana darurat lebih ditujukan untuk kebutuhan-kebutuhan mendadak, misalnya berobat ketika sewaktu-waktu terkena penyakit keras, atau membayar segala keperluan yang bersifat mendadak misalnya perbaikan rumah yang bocor saat musim hujan.

Jadi perlu sekali untuk menyisihkan uang untuk dana darurat. Karena dana darurat ini paling sulit terkumpul, gak ada salahnya 10 persen dari gaji ke-13 dialokasikan ke sini.

Memasukkan untuk biaya pendidikan

Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menyebutkan, gaji ke-13 sengaja dikeluarkan pada bulan Juli. Tujuannya adalah, karena bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah.

Bagi PNS yang telah memiliki anak lebih bijak adalah gaji tersebut dialokasikan untuk kebutuhan-kebutuhan anak-anak sekolah, misal membeli buku, seragam, atau membayar iuran. Lumayan kan gak perlu harus mengorbankan jatah uang bulanan.

Membawa kendaraan untuk di-servis

Banyak dari kamu yang memiliki kendaraan mobil atau motor. Kendaraan tersebut digunakan sebagai tunggangan untuk berangkat kerja, sekolah, atau sekadar bepergian.

Mengurus kendaraan itu gak bisa sembarangan, kalau mau awet ya harus rutin diservis. Mengingat biaya servis yang gak murah, bisa di atas Rp 100.000, ada baiknya untuk menyisihkan sedikit gaji ke-13 kamu untuk pengeluaran ini.

Masukkan ke tabungan

Menabung merupakan pondasi paling dasar untuk mempersiapkan masa depan. Masa depan tidak ada yang tahu akan seperti apa, jadi persiapkan sedini mungkin.

Selain untuk menjamin masa depan, menabung juga dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah direncanakan, misal untuk menikah, membeli rumah, beli mobil, atau untuk biaya liburan.

Berinvestasi

Sama halnya dengan tabungan, investasi juga penting untuk mempersiapkan di hari tua. Bedanya, kalau tabungan ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, sementara investasi memang dipersiapkan untuk menjamin hari tua.

Saat ini, pilihan investasi sudah beragam, ada yang berinvestasi emas, saham, atau barang-barang fisik lainnya yang nilainya terus mengalami kenaikan.

Belanja sesuai kebutuhan

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah ketika baru saja mendapatkan gaji ke-13 langsung membelanjakan barang-barang yang selama ini diidam-idamkan. Padahal, yang lebih bijak adalah dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan.

Itulah informasi mengenai gaji ke-13 yang akan diperoleh para PNS dan bagaimana cara mengalokasikannya dengan bijak. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)