Catat! Ini Panduan Alokasi Gaji Pertama buat para First Jobber

Melamar pekerjaan dan menerima gaji perdana adalah skenario paling ideal bagi laki-laki dan perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Golongan ini seringkali disebut sebagai first jobber.

Senang? Sudah pasti. Bagaimana tidak, kamu mendapatkan uang imbalan hasil kerja keras sendiri bukan lagi pemberian dari orang tua. Rasanya sebelum hari gajian pun, sudah banyak angan-angan yang berseliweran di kepala.

Misalnya ingin memberikan gaji pertama pada orang tua, membeli gadget, atau membeli perlengkapan untuk keperluan hobi. Bagi yang masih lajang, kamu bisa menghabiskan uang yang dimiliki sesuka hati karena belum ada tanggungan istri atau pun anak.

Sebagai seorang first jobber yang menerima gaji pertama, saat itulah kehidupan keuangan mandiri dimulai. Kamu perlu merencanakan keuangan baik-baik, jangan sampai kalap menghabiskan uang, sementara harus mulai memikirkan bagaimana mengatur biaya kehidupan selama sebulan.

Rasanya sudah tidak pantas jika masih meminta kekurangan uang kepada orangtua padahal status sudah bekerja. Anda juga perlu memikirkan mengenai masa depan Anda, termasuk merencanakan untuk membangun rumah tangga, mencari tempat tinggal, membeli kendaraan atau mungkin memberangkatkan haji orang tua.

Seringkali gaji pertama yang diterima oleh first jobber bukan dalam nominal yang besar. Namun dengan perencanaan keuangan yang baik, kamu masih bisa melakukan investasi sekaligus menabung.

Zakat

Sesuai dengan ajaran agama yang dianut ada baiknya sisihkan gaji pertama dan pendapatan rutin sebesar 2,5-5 persen. Hal itu untuk orang-orang yang membutuhkan atau kamu bisa memberikannya melalui yayasan-yayasan tertentu.

Dana Darurat

Jangan lupa sisihkan 5 persen gaji sebagai dana darurat. Kumpulkan tiap bulannya hingga mencapai 3 kali pendapatan bulanan. Inilah dana darurat minimal yang perlu dimiliki tiap orang, dan tidak boleh ditarik kecuali ada keperluan yang betul-betul mendesak.

Tabungan

Jangan lupakan rencana-rencana jangka panjang yang membutuhkan biaya besar. Kamu bisa mulai menabung dari sekarang dengan menyisihkan 5 persen dari pendapatan dalam satu rekening terpisah. Sehingga saat salah satu rencana besar ingin diwujudkan, kamu tinggal berfokus mencari kekurangan dana dari tabungan yang sudah terkumpul.

Investasi

Usia yang masih muda bukanlah alasan untuk mengabaikan investasi. Justru kamu harus mulai berpikir mengenai bentuk investasi, misalnya dana pensiun. Upaya terbaik untuk hal ini adalah dengan menyisihkan 10 persen untuk keperluan investasi misalnya reksadana saham.

Dana Kesehatan

Jangan anggap remeh soal dana untuk kesehatan. Mulailah memilih asuransi kesehatan sejak mendapatkan gaji pertama. Bayarkan preminya tiap bulan dengan anggaran tidak melebihi 5 persen dari penghasilan.

Biaya Rutin Bulanan

Biaya makan, dapur serta transportasi masuk ke dalam kategori ini. Biaya bulanan semacam ini merupakan pos terbesar dalam pengeluaran. Besarnya biasanya berkisar 45-50 persen.

Pengeluaran Pribadi

Pengeluaran dalam kategori ini dimaksudkan sebagai pengeluaran-pengeluaran yang terkait dengan gaya hidup. Tidak ada salahnya kamu memberikan reward pada diri setelah bekerja lima hari dalam satu minggu. Batasi anggaran untuk pos ini sebesar 25 persen dari pendapatan.

Dengan perencanaan keuangan semacam ini, kamu sebagai first jobber tidak perlu khawatir dengan gaji pertama yang diterima. Semua kebutuhan dapat terpenuhi, kamu pun dapat berekreasi tanpa lupa menabung dan berinvestasi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →