Gak Ada Investasi Bebas Risiko, Bagaimana Kalau Modal Reksa Dana Hangus?

investasi bebas risiko

Dalam hal apapun gak ada orang yang mau merugi. Terlebih lagi soal investasi, orang maunya ya dapat untung.

 

Tapi yang namanya investasi pasti ada risikonya. Gak ada tuh investasi bebas risiko. Bahkan menabung di bank walau digadang-gadang paling aman, tetap gak berkutik di hadapan inflasi.

 

Kekhawatiran akan rugi memang gak berlebihan. Yang berlebihan itu kalau sampai paranoid.

 

Ya wajar kalau khawatir, wong yang diinvestasikan itu duit hasil jerih payah kita. Kalau sampai hangus terus merugi ya pasti bikin bete. Tapi itulah sejatinya prinsip investasi, kita harus siap dengan segala risiko.

 

Bagaimana kalau perusahaan pengelola reksa dana bangkrut?

Reksa dana selama ini digadang-gadang sebagai instrumen yang cukup aman sekaligus menguntungkan. Tapi nasib gak pernah ada yang tahu. Saat krisis ekonomi menghajar Amerika pada 2008, gak sedikit manajer investasi yang bangkrut.

 

Lantas bagaimana nasib modal kita jika suatu saat (karena suatu hal) perusahaan pengelola reksa dana bangkrut? Jangan khawatir, modal kita tetap aman sentosa kok. Gak percaya?

 

Reksa dana adalah bentuk investasi kolektif antara manajer investasi dan bank kustodian. Kedua pihak ini nantinya mengumpulkan dana dari masyarakat untuk diinvestasikan ke beragam bentuk reksa dana seperti pasar uang dan saham.

 

investasi bebas risiko

Jangan cuma belajar strategi COC dong bro, sesekali yang rada berat dikit lah biar pinter hehehe

 

 

[Baca: Nabung Pangkal Kaya dengan Bunga Tabungan 1%, Apalagi Kalau Investasi Reksa Dana Pasar Uang, Sampai 8%!]

 

 

Manajer investasi ini bertindak sebagai pengelola dana. Atas tugasnya tersebut, maka manajer investasi berhak mengutip biaya pengelolaan (management fee).

 

Sementara bank kustodian tugasnya adalah menyimpan dana yang terkumpul dari masyarakat. Manajer investasi gak memiliki hak untuk mengakses dana tersebut, jadi aman dari risiko pencurian. Manajer investasi hanya bisa memerintahkan bank kustodian untuk memproses dana setiap kali ada perintah dari investor atas transaksi penjualan/pembelian reksa dana.

 

Dari sistem tersebut, jika manajer investasi bangkrut, dana nasabah akan tetap aman karena tersimpan di bank kustodian. Kalaupun aset milik manajer investasi disita, aset nasabah gak bakal ikutan disita karena itu bukan aset milik manajer investasi.

 

Bagaimana kalau bank kustodian bangkrut?

Saat menabung di bank, kita bakal merasa aman kalau tahu kalau bank tersebut dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kalaupun bank tersebut dilikuidasi atau bangkrut, uang kita akan kembali asalkan sesuai syarat LPS.

 

[Baca: Kalau Sayang Duit, Kenalan Dulu Dong Sama LPS yang Bikin Simpanan di Bank Jadi Aman]

 

 

Sayangnya, modal reksa dana gak dijamin LPS. Karena dana tersebut hanya bersifat titipan jadi gak dicatatkan dalam laporan keuangan bank.

 

investasi bebas risiko

Masalah simpan-menyimpan emang penting bro, jangan cuma tahu soal nyimpen rahasia dari pacar 

 

 

Ini berbeda dengan tabungan, giro atau deposito. Karena mengelola tiga jenis investasi tersebut adalah tugas utama, maka bank wajib mencatatkannya dalam laporan keuangan bank.

 

Bank juga wajib mengasuransikan aset tersebut kepada LPS dengan membayar sejumlah premi. Jadi jika bangkrut, LPS bisa mengganti aset nasabah.

 

Tapi walaupun gak dijamin LPS, nasabah gak perlu khawatir. Karena hanya berupa titipan, aset tersebut gak bisa ikut disita jika bank bangkrut.

 

Menyebar risiko reksa dana

Jika reksa dana memang setangguh itu, berarti sangat aman dong? Bisa dikatakan begitu.

 

Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Pengelolaan Reksa Dana, manajer investasi wajib melakukan diversifikasi. Artinya, manajer investasi hanya boleh menempatkan modal reksa dana maksimal 10% pada satu perusahaan. Jadi modal reksa dana tersebut akan dibagi merata di 10 perusahaan.

 

investasi bebas risiko

Mas, gak pegel tuh mata melototin grafik dan angka-angka hehehe 

 

 

Hal ini diperlukan untuk meminimalisir risiko apabila perusahaan penerbit saham atau obligasi bangkrut dan gagal bayar. Nah, kalau begitu gak perlu khawatir lagi saat berinvestasi reksa dana. Modal bakal tetap aman tersimpan tanpa takut hangus.

 

[Baca: Ingin Ngembangin Duit, Tapi Nyali Belum Gede-Gede Amat, Main Aman Aja dengan Investasi Reksa Dana Terproteksi]

 

 

 

Image Credit:

  • http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2011/07/Alokasi-Biaya-RD.png
  • http://www.lps.go.id/image/image_gallery?uuid=64ea4a18-d0a2-4a8a-9e4e-526261cd9c01&groupId=10157&t=1326785509485
  • http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/11/1243035-kum—ihsg-menguat–780×390.jpg

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →