Gak Betah di Tempat Kerja tapi Gak Kunjung Resign? Ada Apa Gerangan?

Gak Betah di Tempat Kerja

Gak betah di tempat kerja tapi gak kunjung resign juga. Apa hal ini terjadi sama kamu? Hmmm, bisa jadi kamu mengalami enam hal ini.

Memang ada beberapa alasan yang sering jadi dilema besar bagi seseorang yang ingin resign kerja. Wajar sih, soalnya perkara resign bukanlah hal yang sepele. Harus dipikirkan masak-masak sebelum memutuskan hengkang dari pekerjaanmu.

Tapi, kalau kelamaan mikir, hal ini juga merugikan buat karier lho. Misalnya, jadi melewatkan kesempatan kerja yang baik gara-gara kamu plin-plan. Akhirnya, hilang deh peluang mendapatkan karier lebih baik.

Makanya, kalau sudah gak betah di tempat kerja, segera evaluasi diri. Cari tahu apa sih enam hal yang membuat kamu susah move on ke perusahaan baru. Simak ulasannya yuk!

1.  Galau akan pesangon

gak betah di tempat kerja
Kalau sudah gak betah ya apply kerjaan aja, jangan ngarep dipecat terus dapat pesangon (Liputan6)

Bila perusahaan tempatmu bekerja sedang diterpa rumor kebangkrutan, maka wajar halnya bila para pegawai mulai bertanya-tanya soal pesangon.

Kalau resign dan tiba-tiba bulan depan perusahaannya bangkrut, sudah pasti kamu gak dapat pesangon. Ini bisa jadi salah satu alasan kenapa kamu menunda-nunda untuk resign dari perusahaan.

[Baca: Tiba-tiba Di-PHK dan Dapat Pesangon, Segera Lakukan Hal Ini]

2. Galau akan THR

gak betah di tempat kerja
Ikhlaskan saja lah THR-nya (lensaremaja)

Kalau yang ini erat kaitannya dengan resign menjelang hari raya. Gara-gara ingin nungguin THR, peluang kerja yang lebih baik pun dilewati begitu saja.

Memang sih sayang banget, apalagi kalau THR-nya sudah satu kali gaji. Kalaupun keterima di perusahaan baru, pasti nilai THR-nya gak akan full dong.

3. Takut disangka kutu loncat

gak betah di tempat kerja
Selama punya alasan yang kuat, kamu gak bakal disangka kutu loncat kok (HRMASIA)

Masalah ini tentu dialami sama orang yang sering pindah kerja sebelum menetap di perusahaan selama satu tahun. Intinya, jadi gak pede gitu lho pas ditanya sama pewawancara, “Kenapa belum setahun sudah mau resign?”

Patut diingat lho, kutu loncat juga ada dampak negatifnya buat keuangan. Salah satunya adalah kemungkinan kurang bayar pajak saat melakukan pelaporan bukti potong pajak tahunan. Otomatis, mesti nombok deh bayar pajaknya.

4. Atasan yang super baik hati

gak betah di tempat kerja
Bos yang terlalu baik ternyata belum tentu baik juga kan buat perkembangan kariermu (isaaasad)

Pekerjaanmu mungkin melelahkan dan gak ada tantangannya lagi. Kamu juga gak bakal dapat ilmu baru kalau cuma stay di situ saja.

Tapi, bosmu asik dan nyambung banget sama kamu. Alhasil, kamu pun nunda-nunda resign meskipun udah gak betah di tempat kerja yang sekarang.

Hati-hati lho, alasan kayak gini gak bakal bikin kariermu maju. Sebab, bosmu itu gak akan selamanya jadi bosmu. Mungkin karena dia yang resign duluan. Jadi, cepat atau lambat, kamu emang harus mencari tantangan baru kan?

5. Lokasi kerja yang tinggal ngesot dari rumah

gak betah di tempat kerja
Tinggal ngesot ke kantor? Saya juga mau deh (acfb)

Kerjanya sih membosankan banget dan sudah bertahun-tahun kerja di sini. Tapi masalahnya, kantornya benar-benar dekat sama rumah. Mungkin cuma butuh jalan kaki lima menit, gak butuh biaya transportasi sama sekali.

Ketika dapat tawaran kerja yang lokasinya agak jauh, maka galau untuk menerimanya. Karena sekecil apapun biaya transportasi, tetap kerasa berat buat seseorang yang tiap harinya cuma ke kantor dengan jalan kaki alias tanpa biaya.

6. Ditawari naik gaji

gak betah di tempat kerja
Duh, naik gaji nih. Batal resign ah (dollar and sense)

Ketika mau resign, tapi bos menawarkan gaji yang lebih besar, maka kadang hal ini membuatmu galau.

Kalau kerja di perusahaan baru, gajinya sih lebih besar, tapi mulai dari nol lagi. Kenalan lagi, adaptasi lagi, belajar lagi, dan pastinya harus probation dulu dong. Hayo, gak jadi resign lagi kan.

[Baca: Percuma Naik Gaji kalau Masih Punya Kebiasaan Buruk Kayak Begini]

Ketika bingung mau resign kerja, lakukan ini saja

gak betah di tempat kerja
Bingung? Lakukan ini aja (study in UK)

Bila kamu mengalami beberapa hal di atas, itu adalah hal yang wajar. Karier memang erat kaitannya sama masa depan, tapi jangan biarkan dirimu kehilangan kesempatan berharga. Lakukan tiga hal ini kalau mau resign ketika udah gak betah di tempat kerjamu:

a. Bandingkan gaji dan benefit yang bisa didapat di perusahaan baru

Jika perusahaan baru siap memberikan gaji yang lebih tinggi, gak salah kok untuk pindah kerja. Tapi jangan tergiur dulu ya. Cek juga benefit yang bisa kamu dapat di perusahaan baru. Apakah sebanding sama perusahaanmu saat ini? Kalau lebih jelek, ya pikir-pikir lagi deh.

b. Seberapa jauh lokasi kantor baru dan berapa ongkos transportnya

Dapat gaji besar tapi pengeluaran transport juga besar, ya sama saja bohong. Apalagi kalau terpaksa ngekos, pasti pengeluaran bakal lebih bengkak lagi.

Hitung dulu jaraknya dan bandingkan dengan kantormu sekarang. Jangan lupa, lihat apakah wilayahnya strategis dekat rute KRL atau tidak.

c. Cari tahu prospek perusahaan baru yang diincar

Loh, belum join kok disuruh melakukan hal ini sih? Tenang, kamu bisa kok melakukannya dengan bertanya pada user-mu.

Kalau mereka gak mau blak-blakan, ya coba cari tahu dulu berapa banyak klien dari perusahaan tersebut bila perusahaan itu adalah perusahaan vendor. Kalau perusahaan itu adalah merek, maka banyak-banyak deh cari informasi di media soal brand positioning produk mereka.

Ini penting, soalnya ini terkait dengan masa depan perusahaan. Yang artinya, ngaruh juga ke masa depan kariermu di perusahaan ini. Percuma dong pindah ke kerja tapi baru setahun kamu di sana, eh langsung bangkrut. Ya mending stay di perusahaan lama.

So, sudah gak galau lagi kan pas udah gak betah di tempat kerja lama? Ingat-ingat aja tips di atas ya. Tapi kalau mau resign, lakukan juga di waktu yang tepat supaya prosesnya lancar.

[Baca: 5 Waktu Terbaik untuk Resign Kerja Biar Kamu Gak Rugi]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →