Gak Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa. Prioritaskan Kalau Kamu Punya 5 Ciri Ini

butuh asuransi jiwa

Siapa orang yang butuh asuransi jiwa? Orang yang punya penyakit jiwakah? Atau orang yang belum punya belahan jiwa?

Hush, ngawur. Asuransi jiwa memang sudah menjadi kebutuhan penting di era sekarang ini. Tapi gak semua orang betul-betul butuh asuransi jiwa lho.

Kalau ada yang bilang semua orang butuh asuransi jiwa, bisa jadi dia belum tahu betul apa itu asuransi jiwa. Atau mungkin dia sales asuransi newbie alias anak baru masuk yang lagi kejar target?

Dari tahun ke tahun, peminat asuransi jiwa terus bertambah. Ini bisa dilihat dari total pendapatan industri asuransi jiwa yang terus mengalami peningkatan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa selama 2016 tumbuh 57,4 persen dari 2015.

Artinya, makin banyak yang sadar akan pentingnya asuransi jiwa. Namun, seperti dikatakan sebelumnya, gak semua orang butuh asuransi jiwa.

Lalu siapa saja yang kira-kira butuh layanan yang penting ini? Berikut ini kita tengok bersama-sama:

1. Memiliki keluarga

Di sini, memiliki keluarga artinya sudah menikah, baik punya anak maupun belum. Jadi bukan anak kecil baru lahir langsung butuh asuransi jiwa.

butuh asuransi jiwa
Yang sudah berkeluarga tentu butuh karena mereka punya tanggungan (keluarga/Rizqy Agung)

Kenapa orang yang memiliki keluarga butuh asuransi jiwa? Dengan adanya keluarga, berarti kita punya tanggungan. Bila kelak kita mendapat celaka tanpa diduga, keluarga bisa mendapat dana asuransi yang bisa digunakan buat hidup selanjutnya.

Namun ada yang diprioritaskan dalam keluarga untuk menjadi peserta asuransi jiwa. Penjelasannya ada di poin berikutnya.

2. Pencari nafkah utama dalam keluarga

Prioritas utama untuk jadi pemilik polis asuransi jiwa diberikan pada pencari nafkah utama dalam keluarga. Ini berlaku bagi ayah maupun ibu, siapa pun yang menjadi pencari nafkah utama.

Tapi yang paling lumrah adalah ayah saat ibu berfokus mengurus rumah tangga. Dengan jadi peserta asuransi jiwa, ayah bisa lebih tenang memikirkan masa depan keluarga.

Sebab, ada dana yang dapat dipegang anak-istri ketika ia mendapat musibah, misalnya meninggal karena kecelakaan. Dalam kondisi itu, akan cair dana asuransi jiwa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

3. Punya utang atau kredit jangka panjang

Ketika mendapat kredit pemilikan rumah (KPR), bank akan meminta kita membayar premi asuransi jiwa. Tujuannya adalah supaya keluarga gak perlu pusing melanjutkan cicilan ketika kita meninggal. Sebab, cicilan bisa langsung dilunasi dengan uang pertanggungan bila mencukupi.

butuh asuransi jiwa
Kamu kepala keluarga atau pencari nafkah utama? Jangan bebani keluargamu secara finansial kalau ada apa-apa dengan dirimu. Kamu butuh asuransi jiwa ( asuransi/forbes)

Hal ini juga berlaku buat fasilitas kredit lainnya, misalnya kredit kendaraan bermotor atau kredit multiguna dengan tenor panjang. Masalahnya, banyak yang mengganggap remeh soal asuransi ini, bahkan mengeluh saat diminta bayar biaya asuransi.

Padahal asuransi penting buat kondisi finansial keluarga, meski kita gak berharap dana ini cair. Saat memiliki utang besar dan tenor panjang, sebaiknya kita manfaatkan asuransi jiwa. Kita bisa kok cari layanan asuransi sendiri saat gak ditawari oleh pemberi utang.

4. Risiko pekerjaan tinggi

Makin tinggi tingkat risiko dalam pekerjaan, makin mendesak kebutuhan akan asuransi jiwa. Contohnya, pekerja operator mesin dalam pabrik. Nasib buruk gak kenal waktu dan tempat.

Bisa saja kita sudah sungguh berhati-hati, namun mesin ngadat dan menyebabkan kecelakaan hingga kematian. Inilah momen saat asuransi jiwa bermanfaat.

Sekalipun pemberi kerja sudah menyediakan asuransi, gak ada salahnya kita pegang polis asuransi pribadi. Toh, manfaat keduanya bisa digabungkan.

5. Sering bepergian

Semua penyedia jasa transportasi bakal menawari, bahkan ada pula yang mewajibkan asuransi. Soalnya, ada risiko kecelakaan ketika dalam perjalanan.

Tapi asuransi ini kadang gak cukup untuk memastikan keamanan masa depan finansial keluarga. Jika sering bepergian entah karena hobi traveling atau kerap diberi tugas dinas ke luar daerah, kita butuh asuransi jiwa selain dari ongkos tiket.

butuh asuransi jiwa
Sering bepergian tentu ada risiko kecelakaan yang kemungkinan dialami. Sedia payung sebelum hujanlah dengan asuransi jiwa (Bawa koper/Okezone)

Coba bagaimana kalau peristiwa Malaysia Airlines yang hilang itu menimpa kita? Gak ada yang tahu kapan insiden seperti itu bisa terjadi, kan?

Intinya adalah asuransi jiwa secara umum dibutuhkan semua orang. Tapi ada orang-orang yang lebih butuh asuransi jiwa dibanding yang lainnya.

Tentunya pihak yang kelak mendapatkan manfaat asuransi jiwa secara langsung bukanlah kita sendiri selaku pembayar premi. Fungsi asuransi jiwa sebenarnya melindungi kehidupan finansial orang terdekat yang ditinggalkan, terutama keluarga.

Siapa yang mau keluarga hidup terlunta-lunta sepeninggal kita atau saat kita gak bisa lagi produktif sebagai pencari nafkah? Selagi kita bukan ahli nujum yang bisa menerawang masa depan, risiko itu selalu ada dan bisa menimpa kita kapan saja. Jadi lebih baik mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, bukan?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Apa Saja yang Dilindungi dalam Asuransi Perjalanan?]

[Baca: 7 Tanda Diperbudak Atasan, Cek Apakah Kamu Termasuk Korban]

[Baca: Nasabah Kredit Motor Meninggal Dunia, Bukan Berarti Utangnya Otomatis Lunas]

[Baca: Jangan Gak Peduli Sama Asuransi Jiwa, Pahami Pentingnya Memahami Polis Asuransi Jiwa]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →