Pilihan Investasi Milenial yang Paling Menguntungkan

Investasi milenial

Generasi milenial identik dengan melek teknologi dan kerap pamer gaya hidup di media sosial, hingga dicap sulit melakukan perencanaan keuangan dan berinvestasi. Anggapan itu enggak benar, masih banyak investasi milenial yang cocok untuk diterapkan.

Generasi milenial memang suka travelling, nongkrong di kafe, atau makan di restoran mewah sebagai sarana bersosialisasi. Namun, jangan salah! Mereka juga tetap bisa berinvestasi. Hanya saja, apa jenis investasi milenial yang cocok diterapkan?

Adrian Maulana, seorang aktor yang juga Senior Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia, mengungkapkan bahwa ada investasi milenial yang sangat cocok untuk diterapkan.

Nah, buat kamu yang penasaran ingin tahu apa saja investasi yang cocok untuk generasi milenial, yuk simak pemaparan berikut!

Reksa dana

Menurut Adrian, investasi saat ini tidak hanya didominasi kalangan dewasa dan orangtua, tetapi generasi muda juga kini sudah melek investasi.

Investasi yang paling tepat untuk generasi milenial adalah reksa dana. Pasalnya, instrumen tersebut memiliki beberapa kelebihan, seperti praktis dan terjangkau.

“Reksa dana bisa dimulai dengan Rp100 ribu saja, dan tidak perlu meninggalkan pekerjaan, atau menganggu pekerjaan,” ujar Adrian saat acara Wealth Wisdom Permata Bank di Ritz Carlton, Jakarta pada 2018 silam.

Cara kerja

Terkenal sebagai generasi yang enggak mau ribet dan suka “fun” membuat generasi milenial lebih pas berinvestasi di instrumen yang tidak mengganggu pekerjaan mereka.

Oleh karena itu, investasi reksa dana sangat pas buat mereka. Pasalnya, investasi jenis ini dikelola perusahaan manajemen investasi yang enggak akan mengganggu pekerjaan. Selain itu, mereka juga akan lebih dimudahkan dengan proses digitalisasi yang ada saat ini.

“Enggak melulu jadi investor, kita bisa melakukan keduanya sekaligus (pekerja dan investor),” imbuhnya.

Tujuan investasi

Menurut Adrian, jika ditanya investasi apa yang paling tepat untuk generasi milenial, tentu akan balik lagi kepada diri sendiri masing-masing. Sebab, masing-masing investor akan memiliki tingkat risiko dan tujuan investasi yang berbeda.

“Mana yang terbaik, harus diri sendiri yang menentukan,” imbuhnya.

Reksa dana, menurut Adrian, dari sisi keamanan merupakan investasi yang legal atau memiliki aturan hukum. Seperti diawasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Senada dengan Adrian, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menuturkan banyak faktor yang memengaruhi milenial untuk mulai berinvestasi. 

Pertimbangan utama biasanya adalah modal yang tidak besar serta kemudahan akses melalui platform yang mereka pakai sehari-hari.

Karena itu, jika Adrian menyarankan instrumen investasi reksa dana, Johanna justru memaparkan tiga elemen investasi milenial ini cocok untuk diambil mereka. Apa saja? 

Peer to Peer Lending

Peer to Peer Landing alias P2P Lending menjadi pilihan investasi yang sangat diminati oleh masyarakat, termasuk kaum miienial.

 Jika dibandingkan dengan Deposito Berjangka atau reksa dana, tingkat pengembaliannya bisa mencapai dua kali lipat atau lebih. Selain itu, jika terjadi default, risikonya juga akan lebih rendah dengan pengembalian dalam kurun waktu sebulan.

Selain P2P Lending memiliki diversifikasi yang bagus, tidak ada komitmen jangka panjang. 

Gencarnya penyelenggara P2P Lending untuk mengedukasi pasar dengan menjual kemudahan seperti mudah diakses di mana saja, baik via mobile apps maupun website. Sehingga, langkah tersebut semakin menarik bagi kaum milenial.

Equity Crowfunding

Popularitas financial technology (fintech) saat ini membuat investasi crowdfunding menjadi alternatif untuk menghimpun dana tanpa perlu IPO. 

Meski terlihat sama dengan konsep investasi yang sudah ada, hal tersebut hanya berlaku untuk emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara yang butuh pendanaan bukan hanya perusahaan yang sudah IPO saja. Equity Crowdfunding menjadi solusi investasi milenial maupun UMKM yang sedang merintis usaha kecil, dan ritel yang cukup lekat dengan industri kreatif untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi agar tumbuh lebih cepat.

Emas

Meski kerap dianggap sebagai investasi konvensional, instrumen satu ini cukup menunjukkan kenaikan signifkan, dan akan diprediksi meningkat terus di 2021. 

Seperti halnya P2P Lending, nilai emas juga tidak mudah naik-turun dan tahan terhadap fluktuasi inflasi, dan minim risiko.

Kehadiran layanan menyicil maupun menabung emas mulai dari 1 gram di beberapa e-commerce menjadi digital touchpoint sehari-hari kaum milenial semakin memudahkan melatih investasi sejak dini.

Melalui teknologi, milenial pun dapat memantau harga emas di pasaran saat ini melalui mobile apps. Peredaran emas pun sudah sangat mudah sekali dijangkau.

Itulah jenis investasi milenial yang paling cocok diterapkan. Kalau kamu punya pertanyaan terkait perencanaan keuangan lainnya sekaligus mendapatkan berbagai tips mengelola kebutuhan finansial, konsultasikan saja di Tanya Lifepal!

Pertanyaan seputar investasi milenial