Pilihan Investasi Milenial Paling Menguntungkan [2020]

Investasi milenial

Generasi milenial dikaitkan melek teknologi dan kerap pamer gaya hidup di media sosial, hingga dicap sulit melakukan perencanaan keuangan dan berinvestasi. Anggapan itu gak benar, masih banyak investasi milenial yang cocok untuk diterapkan.

Generasi milenial memang suka travelling, nongkrong di kafe maupun makan di restoran mewah sebagai sarana bersosialisasi. Namun, jangan salah! Mereka juga tetap bisa berinvestasi. Hanya saja, jenis investasi milenial apa yang cocok diterapkan?

Aktor Adrian Maulana yang juga Senior Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia mengungkapkan, ada investasi milenial yang sangat cocok untuk mereka terapkan.

Nah, buat kamu yang penasaran ingin tahu apa saja investasi yang cocok untuk generasi milenial, yuk simak pemaparan berikut:

Reksa dana

Menurut Adrian, memiliki investasi saat ini tidak hanya dominasi kalangan dewasa dan orangtua, tetapi generasi muda juga kini sudah melek akan investasi.

Investasi yang paling tepat untuk generasi milenial adalah reksa dana. Pasalnya, instrumen tersebut memiliki kelebihan dari sisi praktis, dan terjangkau.

“Reksa dana bisa dimulai dengan Rp100.000 saja, dan tidak perlu meninggalkan pekerjaan, atau menganggu pekerjaan,” ujar Adrian saat acara Wealth Wisdom Permata Bank di Ritz Carlton, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Cara kerja

Terkenal sebagai generasi yang gak mau ribet dan suka “fun” membuat generasi milenial lebih pas berinvestasi di instrumen tidak mengganggu pekerjaan mereka.

Karena itu, investasi reksa dana sangat pas buat mereka. Pasalnya, dikelola perusahaan manajemen investasi gak akan mengganggu pekerjaan. Selain itu, akan lebih dimudahkan dengan proses digitalisasi saat ini.

“Enggak melulu jadi investor kita bisa melakukan keduanya sekaligus (pekerja dan investor),” imbuhnya.

Tujuan investasi

Menurut Adrian, jika ditanya investasi apa yang paling tepat untuk generasi milenial, tentu akan balik kepada diri sendiri masing-masing. Sebab, masing-masing investor akan memiliki tingkat risiko yang berbeda dan tujuan investasi itu.

“Mana yang terbaik harus diri sendiri yang menentukan,” imbuhnya.

Reksa dana, menurut Adrian, dari sisi keamanan merupakan investasi yang legal atau memiliki aturan hukum. Seperti diawasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Senada dengan Adrian, Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menuturkan, banyak faktor yang memengaruhi milenial untuk mulai berinvestasi di tahun 2020. 

Pertimbangan utama biasanya adalah modal yang tidak besar serta kemudahan akses melalui platform yang mereka pakai sehari-hari.

Karena itu, jika Adrian menyarankan instrumen investasi reksa dana, Johanna justru memaparkan tiga elemen investasi milenial ini cocok untuk diambil mereka. Apa saja? 

Peer to Peer Lending

Peer to Peer Landing alias P2P Lending menjadi pilihan investasi yang sangat diminati oleh masyarakat, termasuk kaum miienial.

 Jika dibandingkan dengan Deposito Berjangka atau reksa dana, tingkat pengembaliannya bisa mencapai dua kali lipat atau lebih, serta jika terjadi default, risikonya juga akan lebih rendah dengan pengembalian dalam kurun waktu sebulan.

Selain P2P Lending memiliki diversifikasi yang bagus, tidak ada komitmen jangka panjang. 

Gencarnya penyelenggara P2P Lending untuk mengedukasi pasar dengan menjual kemudahan seperti mudah diakses di mana saja, baik via mobile apps maupun website. Sehingga, langkah tersebut semakin menarik bagi kaum milenial.

Equity Crowfunding

Popularitas financial technology (fintech) saat ini membuat investasi crowdfunding menjadi alternatif untuk menghimpun dana tanpa perlu IPO. 

Meski terlihat sama dengan konsep investasi yang sudah ada, namun hal tersebut hanya berlaku untuk emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara yang butuh pendanaan bukan hanya perusahaan yang sudah IPO saja. Equity Crowdfunding menjadi solusi investasi milenial maupun UMKM yang sedang merintis usaha kecil, dan ritel yang cukup lekat dengan industri kreatif untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi agar tumbuh lebih cepat.

Emas

Meski kerap dianggap sebagai investasi konvensional, instrumen satu ini cukup menunjukkan kenaikan signifkan, dan akan diprediksi meningkat terus di tahun 2020. 

Seperti halnya P2P Lending, nilai emas juga tidak mudah naik-turun dan tahan terhadap fluktuasi inflasi, dan minim risiko.

Kehadiran layanan menyicil maupun menabung emas mulai dari 1 gram di beberapa e-commerce menjadi digital touchpoint sehari-hari kaum milenial semakin memudahkan melatih investasi sejak dini. 

Melalui teknologi, milenial pun dapat memantau harga emas di pasaran saat ini melalui mobile apps. Peredaran emas pun sudah sangat mudah sekali dijangkau.

Itulah jenis investasi milenial yang paling cocok diterapkan mereka untuk tahun 2020 ini.

Jadi, buat kamu yang belum berinvestasi, jangan sampai masa lajang terbuang percuma, yuk mulai investasi! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →