Dear Bos, Seperti Ini 5 Karakteristik Generasi Z di Dunia Kerja

Generasi Z

Kalau menurutmu generasi milenial paling unik di dunia kerja, jangan lupa kini ada generasi Z yang mulai merambah karier profesional. 

Berdasarkan klasifikasi dunia internasional, mereka yang masuk ke generasi milenial lahir dari tahun 1977-1995, sementara Z lahir di tahun 1996-2010. 

Orientasi mereka di dunia kerja tidaklah berbeda, yaitu mengintegrasikan teknologi-teknologi terbaru untuk mempermudah pekerjaan. 

Tapi, dari latar belakang, kedua generasi ini berbeda. Kalau milenial lahir di masa-masa transisi di mana teknologi masih menjadi hal yang langka, dan belum digunakan secara bebas. 

Sementara generasi Z, sejak lahir sudah dikelilingi teknologi canggih dan modern. Hal ini tentu membuat mereka lebih mudah beradaptasi dengan hal baru. 

Sebagian anak-anak Z kini sudah mulai memasuki dunia profesional, lantas bagaimana karakteristik mereka saat bekerja? Berikut ini ulasannya seperti dikutip dari berbagai sumber: 

1. Lebih senang bekerja sendirian 

generasi z
Lebih senang kerja sendirian

Bukan berarti generasi Z tidak bisa bekerja secara kelompok, tapi mereka cenderung lebih senang bekerja secara individu. 

Mengerjakan beragam pekerjaan sendirian membuat mereka lebih tertantang dan leluasa. Selain itu, mereka juga jadi bisa memamerkan prestasinya ke atasan secara langsung. 

Baca juga: Satu Tim dengan Generasi Milenial? Ini yang Mesti Dipahami Budaya Mereka

2. Bergantung dengan gadget, tapi senang berkomunikasi secara langsung 

generasi z
Bergantung dengan gadget tapi senang mengobrol langsung

Gen Z telah lahir di lingkungan yang mengenal teknologi. Ponsel, komputer, laptop, adalah hal yang sudah mereka kenal sejak kecil.

Penggunaannya pun sudah mereka pahami, misalnya melihat orangtua mengerjakan tugas via laptop dan berbicara melalui ponsel pintar.

Inilah yang terbawa-bawa hingga saat ini. Mereka bekerja bergantung terhadap gadget. Kalau tidak ada ponsel pintar saja dalam bekerja, mungkin mereka akan merasa tidak semangat bekerja. 

Namun, penelitian mengungkapkan kalau mereka lebih senang untuk berkomunikasi secara langsung di tempat kerja. Alasannya simpel, karena berkomunikasi lewat tulisan tidak bisa menggambarkan ekspresi. 

3. Senang berkompetisi 

generasi z
Senang berkompetisi

Generasi Z ternyata senang menghadapi tantangan-tantangan baru di dunia kerja. Semakin tertantang, semakin termotivasi untuk melakukan segala hal sebaik mungkin. 

Itu sebabnya, generasi Z cocok ditempatkan sebagai senjata untuk berkompetisi dengan kompetitor misalnya. Gak cuma ke kompetitor, mereka juga doyan banget bersaing dengan sesama rekan kerja. 

4. Peduli terhadap keseimbangan kerja dengan kehidupan pribadi

generasi z
Peduli keseimbangan kerja dengan kehidupan pribadi

Milenial, menganggap pekerjaan adalah suatu hal yang paling penting di dalam hidup mereka. Inilah yang menyebabkan mereka siap untuk bekerja secara keras, pagi sore hingga larut malam. 

Sementara generasi Z tidak melihat pekerjaan sebagai satu-satunya hal yang utama, melainkan ada kehidupan pribadi yang gak kalah pentingnya. Itu sebabnya, mereka sangat peduli terhadap keseimbangan kehidupan pribadi, dan pekerjaan. 

5. Bisa bekerja lebih cepat 

generasi z
Bisa bekerja lebih cepat

Generasi Z telah berhasil beradaptasi dengan cara kerja teknologi yang begitu cepat. Kecepatan ini kemudian turut diimplementasikan mereka ke dalam dunia kerja, sehingga setiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat dan efektif. Bahkan, sebagian besar anak Z bisa multi-tasking

Itulah lima hal tentang karakteristik generasi Z di dunia kerja. Buat kamu para manajer atau bos perusahaan, penting untuk mengetahuinya agar bisa menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung buat mereka. (Editor: Chaerunnisa)