Jajaran Investor Ini Bikin Go-Jek Jadi Decacorn dengan Nilai Rp 141 Triliun

Go-Jek Indonesia

Kabar gembira datang dari Go-Jek Indonesia. Perusahaan yang terkenal dengan bisnis ojek online alias ojol ini kini menyandang status sebagai decacorn. Itu berarti, Go-Jek telah menyamai pencapaian Grab yang lebih dulu menjadi decacorn.

Sekadar diketahui, status decacorn diberikan kepada perusahaan yang memiliki valuasi sebesar US$ 10 miliar atau Rp 141 triliun. Valuasi yang sebesar itu menunjukkan potensi bisnis dari Go-Jek Indonesia terbilang besar.

Informasi mengenai status decacorn Go-Jek Indonesia disampaikan lembaga riset internasional CBInsights. Laporan CBInsights memasukkan Go-Jek sebagai perusahaan yang bergerak di industri on-demand bernilai US$ 10 miliar.

Tentu aja pencapaian Go-Jek Indonesia gak lepas dari investor-investor yang selama ini menyokong operasionalnya.

Seperti yang kamu tahu, Go-Jek telah menjelma dari perusahaan penyedia transportasi online menjadi perusahaan penyedia berbagai macam layanan.

Tanpa pendanaan yang terus datang, mustahil Go-Jek Indonesia bisa seperti sekarang. Lalu investor mana aja yang mengantarkan Go-Jek ke posisi decacorn? Berikut, daftar investornya:

1. Pendanaan Seri A: Openspace Ventures dan Capikris Foundation

Go-Jek Indonesia kini jadi decacorn berkat jajaran investor ini (Instagram/@gojekindonesia)

Pada 31 Desember 2014, Go-Jek Indonesia mendapat suntikan dari dua investor, yaitu Openspace Ventures dan Capikris Foundation. Bisa dibilang tahapan pendanaan yang diperoleh Go-Jek saat itu telah memasuki tahapan Pendanaan Seri A.

Belum diketahui pasti berapa kucuran dana yang didapat Go-Jek dari kedua investor tersebut. Namun, seperti yang diinformasikan Crunchbase, besaran Pendanaan Seri A besarnya sekitar US$ 1 juta – US$ 30 juta atau Rp 14 miliar – Rp 425 miliar.

Baca juga: 5 Profesi Baru yang Bisa Dilirik Driver Ojek Online

2. Pendanaan Seri B: Sequoia Capital India, Openspace Ventures, dan DST Global

Go-Jek Indonesia
Go-Jek Indonesia kini jadi decacorn berkat jajaran investor ini (Instagram/@gojekindonesia)

Suntikan dana berikutnya datang dari tiga investor, yaitu Sequoia Capital India, Openspace Ventures, dan DST Global. Pendanaan yang diperoleh Go-Jek Indonesia pada 15 Oktober 2015 ini masuk dalam tahapan pendanaan Seri B.

Sema seperti Pendanaan Seri A, tahapan pendanaan yang satu ini juga gak diketahui berapa besarannya. Sebagai gambaran, nilai Pendanaan Seri B dimulai dari US$ 1 juta – US$ 30 juta atau Rp 14 miliar – Rp 425 miliar.

Baca juga: Kalahkan Go-Jek, Ternyata Para Investor Ini yang Bikin Grab Kini Berstatus Decacorn

3. Pendanaan Seri C: Rakuten Capital dan Openspace Ventures

Go-Jek Indonesia
Go-Jek Indonesia kini jadi decacorn berkat jajaran investor ini (Instagram/@gojekindonesia)

Pendanaan Go-Jek Indonesia berikutnya tercatat pada 1 April 2016. Dalam pendanaan kali ini, ada dua investor Go-Jek yang menyuntikkan dananya, yaitu Rakuten Capital dan Openspace Ventures.

Dalam pendanaan kali ini, lagi-lagi gak ada informasi pasti berapa besaran dana yang diterima Go-Jek. Besaran Pendanaan Seri C sendiri lebih dari US$ 10 juta atau Rp 141 miliar.

4. Pendanaan Seri D: Dapat suntikan dana dari 11 investor sebesar US$ 550 juta atau Rp 7,79 triliun

Go-Jek Indonesia
Go-Jek Indonesia kini jadi decacorn berkat jajaran investor ini (Instagram/@gojekindonesia)

Tahun 2016 – 2017 menjadi tahunnya Go-Jek Indonesia. Pasalnya, di tahun tersebut Go-Jek disuntik hingga US$ 550 juta atau sekitar Rp 7,79 triliun.

Gak satu atau dua investor, tapi 10 investor menyokong berlangsungnya perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim tahun 2010 ini.

Nama-nama investor di balik pendanaan ini antara lain, Warburg Pincus, Sequoia Capital India, Rakuten, Openspace Ventures, Northstar Group, Kohlberg Kravis Roberts, & Co., Formation Group, Farallon Capital Management, DST Global, Capital Group, hingga K3 Ventures.

5. Pendanaan Seri E: Disuntik US$ 1,5 miliar atau Rp 21 triliun oleh 11 investor

Go-Jek Indonesia
Go-Jek Indonesia kini jadi decacorn berkat jajaran investor ini (Instagram/@gojekindonesia)

Sejak diguyur dana yang besar di Pendanaan Seri D, Go-Jek Indonesia sepertinya makin menarik di mata investor. Terbukti, Go-Jek pada tahun 2018 disuntik dana oleh 11 investor.

Besaran dana yang disuntik gak tanggung-tanggung, yaitu mencapai US$ 1,5 miliar atau Rp 21 triliun. Dengan adanya pendanaan ini, Go-Jek telah memasuki tahapan Pendanaan Seri E.

Lalu, siapa aja investor di balik pendanaan ini? Beberapa nama yang tercatat, yaitu Via ID,

Tencent Holdings, Temasek Holdings, Astra International, New World Strategic Investment, Meituan-Dianping, JD.com, Hera Capital, Google, hingga Blibli.

6. Pendanaan Seri F: Dapat sokongan dana US$ 1,02 miliar atau Rp 14,43 triliun dari 4 investor

Go-Jek Indonesia
Go-Jek Indonesia kini jadi decacorn berkat jajaran investor ini (Instagram/@gojekindonesia)

Masih di tahun 2018, Gojek Indonesia dapat sokongan dana lagi. Pendanaan ini kemudian berlanjut hingga tahun 2019. Total dana yang diperoleh mencapai U$ 1,02 miliar atau Rp 14,43 triliun.

Dalam pendanaan ini, Gojek memasuki tahapan Pendanaan Seri F. Ada empat investor yang tercatat di Crunchbase, yaitu Tencent Holdings, JD.com, Google, hingga Astra International.

Berkat seluruh dana yang diterima, Go-Jek Indonesia naik status ke Unicorn tahun 2017. Sampai akhirnya Go-Jek mengejar Grab dengan menjelma jadi Decacorn. Status tersebut membuktikan bisnis yang dijalankan Go-Jek termasuk bisnis skala besar.

Buktinya aja melakukan ekspansi ke beberapa negara. Dua di antaranya adalah GoViet di Vietnam dan Get di Thailand.

Ke depan, gak menutup kemungkinan seiring bisnisnya yang makin berkemban Go-Jek menjelma menjadi Hectocorn alias perusahaan bervaluasi US$ 100 miliar. Salut buat Go-Jek! (Editor: Chaerunnisa)