Dulu Pemulung Kini Pejabat Tajir, Ini Kisah Haji Lulung

haji lulung

Kamu yang warga Jakarta, tentu  familiar dengan nama Abraham Lunggana atau Haji Lulung. Sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung memang punya kekayaan dalam jumlah yang fantastis dan aset bernilai miliaran rupiah.

Meskipun terlihat tajir melintir, masa kecil seorang Haji Lulung justru berbanding terbalik dengan nasibnya saat ini.

Putra veteran perang itu sempat bekerja sebagai pemulung di pasar Tanah Abang. Untuk makan pun, ibunya harus memasak dua telur untuk dibagi delapan. Masing-masing anak dapat satu bagian dan gak boleh nambah.

Sejatinya, perjalanan karier Lulung 11:12 sama film bertema mafia Italia karya Mario Puzzo, The Godfather. Dalam sebuah wawancara dengan Tempo, Lulung bahkan bercanda dengan mengatakan bahwa, “saya Godfather, tapi yang bukan jahat.”

Pengin tahu fakta-fakta dalam perjalanan karier Haji Lulung hingga jadi Godfather? Mari simak ulasannya di bawah ini.

1. Sejak SMP sudah terbiasa cari duit sejak Subuh

View this post on Instagram

Bersama penjaga toko pusat grosir metro tanah Abang

A post shared by Haji Lulung (@hajilulung_24) on

Masa kecil Lulung memang cukup keras. Ayahnya meninggal dunia saat Lulung masih kelas tiga SMP. Situasi itulah yang membuat pria berdarah Betawi-Banten ini terpaksa bekerja membantu sang ibu sejak Subuh.

Kebetulan, rumah Lulung letaknya 50 meter dari Pasar Tanah Abang. Dari mengumpulkan sampah, upah yang bisa didapat olehnya sehari adalah Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Uang itupun dia berikan ke ibunya.

Dalam urusan memulung sampah, Lulung juga kerap berseteru dengan pemulung lain hingga terlibat dalam perkelahian. Lambat laun, Lulung dianggap preman oleh penghuni Pasar Tanah Abang. Awalnya dia sempat bangga dengan julukan itu, tapi lama-lama malu juga. Ya wajar deh sekarang udah kerja di DPRD.

2. Berawal dari lahan parkir akhirnya punya kantor advokat

Nasib Haji Lulung boleh dikatakan berubah saat terjadi konflik terbuka antara warga Betawi yang dipimpin jawara Muhammad Yusuf alias Bang Ucu dan Timor Timur yang dipimpin sang legenda Hercules Rosario di kawasan Tanah Abang. Saat itu, Lulung justru memihak Hercules.

Ujungnya pahit, Herculeslah yang akhirnya kalah dalam mempertahankan kekuasaannya di Tanah Abang. Lulung, yang dianggap berkhianat, jadi sasaran kelompok Bang Ucu. Ironisnya, untungnya dia diselamatkan oleh Bang Ucu. Ucu melihat potensi Lulung untuk menjadi orang besar suatu saat nanti.

Sebagai orang Tanah Abang, Lulung tetap ambisius berjuang untuk jadi pemain bisnis nomor satu di Tanah Abang. Di tahun 2000, dia berhasil mengambil alih bisnis lahan parkir yang dulu dipegang oleh Bang Ucu. Meski demikian, dia tetap membayar iuran ke Bang Ucu yang pernah menyelamatkannya.

Lulung mendirikan perusahaan PT Putrajaya Perkasa yang sah sebagai sebuah badan usaha. Mulai saat itulah, Lulung gak mau disebut sebagai preman. Jelas saja, dia punya perusahaan yang memang resmi jadi pemenang tender di Pasar Tanah Abang.

Berawal dari situlah, Lulung membangun sebuah dinasti bisnis. Selain jadi operator parkir, dia pun mendirikan perusahaan lain yaitu PT Tujuh Fajar Gemilang, PT Satu Komando Nusantara, dan kantor advokat Haji Lulung & Associates.

Unit usahanya gak cuma bergerak di lahan parkir, melainkan sudah merambah ke jasa keamanan dan penagihan utang lho!

3. Terjun ke politik

Setelah sukses membangun kerajaan bisnis, nama Haji Lulung langsung populer di kalangan pedagang Tanah Abang. Keaktifan Lulung juga di berbagai organisasi (Pemuda Panca Marga DKI Jakarta) dan Badan Musyawarah Umum DKI jadi nilai tambah buat sosok pemilik gaya rambut belah tengah ini.

Anak ketujuh dari 11 bersaudara itu akhirnya mencoba peruntungannya di dunia politik, dengan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat lewat Partai Persatuan Pembangunan. Lulung yang saat itu sudah punya 7 ribu karyawan pun terpilih.

4. Punya sekitar 30 mobil

View this post on Instagram

Bersama para pekerja bongkar muat pasar tanah Abang

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

A post shared by Haji Lulung (@hajilulung_24) on

Bicara soal mobilnya Haji Lulung, ada sekira 30-an mobil lho. Tapi, Lulung pernah bilang bahwa mobil-mobil tersebut adalah mobil kantor.

Mobil pribadinya adalah Jeep Rubicon, dan dulu dia juga punya Lamborghini yang kabarnya bodong. Isu Lamborghini itu kerap disinggung oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang sering berseteru dengan Haji Lulung.

5. Aset propertinya bejibun!

Selain punya banyak mobil, tentu saja orang kaya seperti Haji Lulung pasti punya aset properti. Mau tahu apa saja aset properti beliau?

Kabarnya, ada tujuh villa yang dia miliki sebelum dirinya aktif di DPRD. Sementara itu, anak Lulung yang bernama Tirta dikabarkan memiliki 60 toko.

Lulung sendiri pernah bilang bahwa valuasi harga satu tokonya pada 2013 mencapai Rp 1 miliar lho!

6. Berapa jumlah kekayaan Haji Lulung?

Pertanyaan ini memang sempat dilontarkan oleh Tempo kepada Lulung dalam sebuah wawancara tahun 2013. Saat itu Lulung cuma menjawab bahwa masalah aset dan kekayaannya sudah diurus oleh seorang komisaris di kantornya.

Saat dikonfirmasi apakah mencapai ratusan miliar rupiah, Lulung mengatakan bahwa gak sampai segitu. Tapi itu adalah wawancara tahun 2013 lho, belum ada lagi laporan terkini soal kekayaan Haji Lulung di tahun 2018.

Itulah enam fakta perjalanan karier dan kekayaan Haji Lulung. Memang sih, perjuangan beliau dalam mendirikan sebuah dinasti bisnis itu sangat keras. Gak heran kalau dia udah kayak Godfather.

Yuk kasih pendapat kamu soal kisah perjuangan Haji Lulung ini! Apakah bisa jadi inspirasi buat kamu yang ingin mencari uang dengan jalan bisnis?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →