Hal yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Uang, Bukan Sekadar Alat Pembayaran Semata

Mata uang adalah alat tukar atau alat pembayaran yang berlaku di setiap negara. Masing-masing negara juga memiliki mata uang yang berbeda satu sama lain.

Melansir Wikipedia, uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang maupun jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Definisi uang menurut BI 

seorang wanita mengeluarkan uang rupiah dari dompetnya

Bank Indonesia, selaku bank sentral di Indonesia memiliki definisi khusus soal uang. Menurut BI, uang adalah segala sesuatu yang diakui secara umum sebagai alat pembayaran yang resmi dalam rangka memenuhi suatu kewajiban. 

Setiap uang memiliki nominal untuk menunjukkan nilai uang itu sendiri. Misalnya ada uang Rp 100, Rp 2.000, sampai Rp 100.000. 

Sejarah uang 

Mata uang rupiah (Shutterstock).
Mata uang rupiah (Shutterstock).

Sebelum mengenal uang, masyarakat dunia mengenal sistem barter. Ini merupakan sistem bertukar barang atau jasa dengan barang atau jasa lainnya. Misalnya, sekarung beras, ditukar dengan sekarung kacang-kacangan. Atau jasa angkut, dibayar dengan sekarung beras, dan pertukaran lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak yang sedang bertransaksi. 

Logam sebagai alat tukar pertama sejak 600 sebelum masehi

Meskipun jejak logam telah ditemukan sejak 5000 sebelum masehi, namun penggunaannya sebagai nilai tukar dipercaya dimulai tahun 600 sebelum masehi. Bangsa Lydia yang pertama kali memperkenalkan koin sebagai nilai tukar. 

Lydia merupakan kerajaan yang terbentang dari dataran Inggris sampai Asia Barat atau yang kini diketahui sebagai daerah Turki. 

Saat itu Raja Lydia, Alyattes mencetak mata uang pertamanya dalam bentuk koin. Koin dibuat berdasarkan campuran perak dan emas. Kemudian koin tersebut dicap dan diberi gambar sebagai pembeda antara koin yang satu dengan yang lainnya. 

Penggunaan uang kertas pertama di Tiongkok 

Sementara uang kertas, diyakini pertama kali digunakan di Tiongkok, tepatnya pada abad ke-7 masehi. Dinasti Tang lah yang memperkenalkannya, hingga akhirnya digunakan oleh Kerajaan Mongol sebagai alat tukar di seluruh dataran Tiongkok. 

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai.

Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktivitas dan kemakmuran.

Sejarah uang di Indonesia

Uang tabungan (Shutterstock)
uang rupiah

Pada masa penjajahan, Indonesia terdapat empat mata uang yang beredar di masyarakat. Pertama adalah mata uang Hindia Belanda, mata uang Jepang, mata uang NICA, dan mata uang De Javasche Bank.

Untuk menghindari kekacauan ekonomi akibat banyaknya mata uang, pascakemerdekaan, akhirnya Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuat mata uang sendiri tahun 1945 yang diberi nama Oeang Republik Indonesia (ORI) 

Tahun 1951, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengambil alih De Javasche Bank dan diganti nama menjadi Bank Indonesia. Bank Indonesia ditetapkan sebagai bank sentral sekaligus lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. 

Fungsi uang 

1. Sebagai media alat tukar 

Sama halnya dengan barter, fungsi uang yang utama adalah sebagai alat tukar yang bernilai. Masing-masing uang memiliki nilai, sehingga pertukaran barang dapat terjadi secara adil dan terukur secara ekonomi. 

2. Uang sebagai satuan nilai 

Fungsi utama lainnya adalah uang sebagai satuan nilai. Semua barang dan jasa jadi memiliki nilai berkat uang. Contoh, jasa menulismu dibayar Rp 500.000 atau pakaian yang telah kamu buat dihargai Rp 1.000.000.

Jenis uang

Jenis uang sendiri dibagi lagi menjadi dua, pertama adalah jenis uang berdasarkan dari material pembuatnya, dan yang kedua uang berdasarkan lembaga penerbitnya. 

Jenis uang berdasarkan materialnya 

  • Uang kertas: uang kertas dibuat menggunakan bahan dasar kertas, namun tidak mudah sobek dan tidak mudah luntur. 
  • Uang logam: uang logam terbuat bisa terbuat dari material logam seperti perak dan emas. 

Jenis uang berdasarkan lembaga penerbitnya 

  • Uang kartal: uang yang diterbitkan oleh bank sentral (Bank Indonesia) yang kemudian digunakan oleh masyarakat umum, seperti uang kertas dan logam. 
  • Uang giral: uang yang diterbitkan oleh perusahaan perbankan, berbentuk cek atau bilyet giro. 

Hal-hal lain yang perlu diketahui tentang uang

Mata uang rupiah
Modal bisnis (Shutterstock)

Dibalik sejarah tersebut, yang pasti uang terkadang menjadi masalah ketika seseorang tidak menggunakannya dengan benar, salah satunya utang. Utang terjadi ketika seseorang terlilit beban perekonomian yang sulit dicukupi dengan penghasilan. Uang juga menjadikan seseorang terlalu berambisi hingga bekerja sangat keras.

Permasalah seperti itu yang membuat banyak orang enggan mengetahui kondisi keuangan mereka dengan baik. Kalau kamu salah satunya yang sedang bermasalah dengan uang, ada baiknya dicari tahu kondisi keuanganmu sedini mungkin. Agar permasalahan di kemudian hari bisa teratasi dengan cepat.

Berikut ini hal yang perlu kamu ketahui tentang uang, bila diterapkan dengan benar, kamu bisa lebih mudah menemukan solusi praktis ketika menghadapi masalah keuangan. Berikut ulasannya dilansir laman Forbes.

1. Pahami total penghasilan dan perincian pengeluaran

Pahami total penghasilan dan perincian pengeluaran

Kamu sudah bekerja keras siang malam dalam satu minggu, tentu harus paham berapa jumlah pendapatan dan pengeluaran biaya hidup sehari-hari. Kamu disarankan untuk selalu mencatat pendapatan dan pengeluaran dari hal terkecil sekalipun selama satu bulan.

Dengan begini, kamu bisa mengontrol berapa pengeluaran selama satu bulan, apakah sesuai dengan gaji yang kamu dapat atau malah tidak. Syukur kalau masih bisa ditabung sisanya.

Jika memiliki cicilan utang, kamu perlu mematoknya maksimal sebesar 35 persen dari nilai penghasilan rutin. Ini agar kamu bisa mengelola risiko utang dengan baik demi menghindari kebangkrutan.

2. Memiliki tujuan keuangan

Setiap gajian, ada baiknya kamu menyisihkan pendapatan kamu untuk dana darurat di masa depan.

Setiap gajian, ada baiknya kamu menyisihkan pendapatan kamu untuk dana darurat di masa depan. Karena gak akan tahu apa yang terjadi selanjutnya di masa mendatang kan. Ada baiknya sedini mungkin kamu siapkan agar tak jadi beban di kemudian hari.

Seperti, kamu akan menyekolahkan anak pertama lima tahun lagi, sedini mungkin dana tersebut disiapkan. Pasalnya, biaya sekolah selalu naik setiap tahun, dan kalau kamu gak mengikuti tabungan pendidikan untuk anakmu, ada baiknya kamu menabung sejak saat ini.

3. Pahami pajak

Negara ini mewajibkan masyarakatnya untuk membayar pajak.

Negara ini mewajibkan masyarakatnya untuk membayar pajak. Kamu akan terjerat hukum jika terbukti tidak rutin melaporkan pajak tahunan. Salah satu hal penting untuk memhami uang itu sendiri adalah mengetahui beban pajak yang harus kamu bayar setiap tahunnya.

Seperti pajak penghasilan, pajak rumah, serta kendaraan yang rutin harus kamu bayar. Di sisi lain juga ada pajak yang harus kamu bayar jika memutuskan untuk berinvestasi di emas. Pajak juga berbeda-beda untuk setiap investasi yang kamu ambil, apakah itu reksadana atau saham, bahkan deposito maupun obligasi.

4. Premi asuransi

seseorang perlu memiliki asuransi, baik kesehatan maupun jiwa.

Tidak akan pernah ada yang tahu kejadian di masa mendatang. Untuk itu seseorang perlu memiliki asuransi, baik kesehatan maupun jiwa. Bahkan ada empat jenis asuransi yang wajib kamu miliki lho.

Nah, kamu wajib mengetahui secara mendalam produk asuransi yang sudah dibeli. Pastikan kamu memahami isi polis berikut klausul yang menjadi pertanggungan dan yang membatalkan perlindungan.

5. Pahami isu keuangan

Banyak isu terkait pengelolaan keuangan yang harus kamu pahami secara mendetail.

Banyak isu terkait pengelolaan keuangan yang harus kamu pahami secara mendetail. Ini untuk mencegah agar tidak terjadi permasalahan keuangan di kehidupanmu. Saat ini banyak media keuangan yang membantu kamu dalam memahami seluk beluk uang untuk kehidupan sehari-hari. Membagikan tips, pengelolaan uang, maupun ide bisnis.

Atau jika ingin lebih memahami secara langsung, kamu bisa mengikuti seminar yang diselenggarakan lembaga keuangan. Bahkan jika diperlukan, kamu bisa memakai jasa perencana keuangan agar bisa membantumu mengelola kebutuhan yang lebih baik.

Dengan mengetahui lima hal tadi, semoga persepsi kamu tentang mata uang bisa bertambah. Sehingga permasalahan tentang uang ke depannya bisa kamu atasi dengan baik. Selamat mencoba! (Editor: Winda Destiana Putri).