Harga Rapid Test untuk Tujuan Skrining Awal Covid-19

harga rapid test

Harga rapid test untuk virus corona telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp150 ribu, berlaku untuk seluruh layanan kesehatan bagi pasien mandiri di mana pasien yang meminta pemeriksaan tersebut, di luar bantuan pemerintah. 

Dikenal sejak merebaknya epidemi Covid-19, prosedur medis rapid test bisa digunakan sebagai pendukung skrining awal infeksi virus Corona dan sekaligus mendeteksi infeksi DBD. 

Pemeriksaan rapid test bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di luar itu selama dilakukan oleh tenaga kesehatan berlisensi menggunakan alat yang telah diakui keabsahannya..

Apa itu rapid test?

Rapid test adalah prosedur yang digunakan untuk mencari tahu apakah telah terjadi suatu infeksi virus pada pasien. Secara spesifik, tes ini diterapkan untuk mendukung bukti medis terkait adanya infeksi virus Corona (Covid-19) dan demam berdarah dalam tubuh seseorang.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus pada orang yang berisiko tinggi. Rapid test di Indonesia sendiri menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin (protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing), terhadap virus dalam tubuh. 

Bentuk alatnya sendiri mirip testpack untuk mendeteksi kehamilan. Waktu yang dibutuhkan bagi alat rapid test ini hanya 15-20 menit untuk mengetahui apakah seseorang terpapar virus atau tidak.

Harga rapid test di beberapa lokasi resmi

Harga rapid test corona mulai dari Rp150 ribu dapat bervariasi tergantung dengan paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan masing-masing. Biasanya, tes ini dilakukan bersamaan dengan beberapa tes lainnya seperti rontgen thorax dan tes darah.

Namun, biaya rapid test tergantung dari lokasi kamu melakukan tes. Berikut ini kisaran harga rapid test.

1. Rapid test di rumah sakit

Nama Rumah Sakit Estimasi Awal Harga Rapid Test
Rumah Indonesia Sehat Hospital Tangerang Selatan  Rp100.000
Siloam Hospitals Group  Rp149.000
Rumah Sakit FMC Bogor  Rp150.000
RS Awal Bros Makassar  Rp150.000
Rumah Sakit PELNI   Rp150.000
Primaya Hospital Bekasi Timur Rp299.000
RS Advent Bandung (Drive-Thru)  Rp300.000
Rumah Sakit Tebet  Rp350.000
Mayapada Hospital Jakarta Selatan  Rp400.000

2. Rapid test di Puskesmas

Saat ini tak semua semua puskesmas menyediakan layanan Rapid Test. Biasanya hanya puskesmas kecamatan saja yang menyediakan fasilitas rapid test. 

Untuk harga rapid test, bisa gratis tergantung dari kebijakan masing-masing pemprov. Namun dipastikan tidak melebihi batas atas yang diatur pemerintah, yaitu Rp150 ribu. 

3. Rapid test di stasiun kereta api

Bagi kamu  yang ingin bepergian menggunakan transportasi kereta api dan harus melakukan rapid test, tidak perlu cemas karena di beberapa stasiun kereta api sudah menyediakan layanan rapid test untuk calon penumpang. 

Rapid test ini hanya berlaku bagi penumpang jarak jauh. Layanan tersebut tersedia mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Selain membayar biaya rapid test, penumpang juga harus membawa bukti kode tiket booking jika ingin melakukan rapid test di stasiun.

Adapun harga rapid test di stasiun ini pun terbilang murah, yakni Rp85 ribu.

4. Rapid test di bandara

Selain stasiun, salah satu tempat yang menyediakan layanan rapid test adalah bandara. Berikut daftar bandara dan harga layanan rapid test.

Lokasi Bandar Udara Harga Rapid Test
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta

Rp280 ribu

Jika ingin memiliki surat keterangan bebas rapid test maka penumpang wajib membayar tambahan biaya Rp55 ribu

Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Rp225 ribu

Surat keterangan bebas rapid test dari bandara ini berlaku selama tiga hari

Yogyakarta International Airport Rp225 ribu
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang

Rp225 ribu

Masa berlaku surat bebas rapid test adalah 14 hari

5. Rapid test di pelabuhan

Pelabuhan sebagai salah satu transportasi laut yang menghubungkan penumpang antarpulau juga tak luput dari ketersediaan layanan rapid test.

Meski begitu, hingga kini, layanan rapid test di pelabuhan masih sangat terbatas. Berikut daftar pelabuhan yang menyediakan layanan rapid test.

Nama Pelabuhan Harga Rapid Test
Pelabuhan Merak, Banten Rp250 ribu
Pelabuhan Bakauheni, Lampung Rp350 ribu
Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur Rp300 ribu
Pelabuhan Gilimanuk, Bali Rp280 ribu
Pelabuhan Lembar, NTB Rp250 ribu

6. Rapid test di laboratorium

Selanjutnya lokasi rapid test juga bisa dilakukan laboratorium seperti Prodia dan Laboratorium. Berikut ini daftar harganya:  

  • Prodia: mulai Rp150 ribu hingga Rp830 ribu.
  • Kimia Farma: Rp150 ribu. Hasil pemeriksaan bisa diketahui setelah H+1 dan akan dikirimkan melalui email atau WhatsApp pasien.

7. Rapid test di toko online

Saat ini alat rapid Test untuk tes massal infeksi virus Corona ini juga banyak ditemukan di e-commerce. Harga alat rapid test ini mulai dari harga Rp50 ribu hingga jutaan. Bahkan para penjual menyebutkan bisa menampilkan hasil hanya dengan waktu 2-10 menit. 

Namun, tidak ada penjelasan lanjut mengenai alat ini. Keaslian dan efektivitasnya juga masih diragukan, ya! Untuk itu, lebih tidak membeli rapid test di sembarang tempat. Jika kamu mau tes, lebih baik lakukan di rumah sakit untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Tujuan rapid test, benarkah bisa deteksi Covid-19?

Tujuan rapid test sebagai tes massal dengan hasil yang cepat. Sebagaimana dibutuhkan hasil yang cepat, maka pada kasus Covid-19, alat ini sebenarnya memiliki tingkat sensitivitas yang rendah.  

Sayangnya, masih banyak anggapan yang salah di tengah masyarakat terkait penggunaannya. Orang sering berpikir bahwa rapid test digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Padahal kenyataannya, tidak demikian.

Perlu diketahui, untuk kasus Covid-19, rapid test adalah tahapan skrining dan bukan pendeteksian. Itu berarti, hasil tes belum tentu bisa mendiagnosis seseorang sebagai pasien positif terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Saat merebaknya Covid-19, Indonesia masih memiliki keterbatasan perangkat medis untuk tes PCR. PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah pengujian medis di laboratorium untuk mencari tahu adanya material genetik tertentu pada sel, virus, atau bakteri. Tes ini yang bisa diandalkan untuk mendiagnosis infeksi Covid-19.

Di Indonesia, sebelum bisa menjalani tes PCR, pasien diarahkan kepada rapid test dahulu. Meski sebenarnya WHO tidak menyarankan penerapan prosedur rapid test untuk mendiagnosis Covid-19.

Siapa yang harus melakukan rapid test?

Rapid test direkomendasikan untuk beberapa keadaan berikut.

  • Orang tanpa gejala (OTG), terutama yang pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien positif Covid-19 atau berisiko tertular dari penderita. Misalnya, petugas kesehatan.
  • Orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.
  • Pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
  • Orang dengan profesi yang mengharuskannya melakukan kontak dengan banyak orang, seperti polisi, tentara, sopir kendaraan umum, petugas bandara, kurir, pejabat publik, pengemudi ojek online, dan sebagainya untuk memutus mata rantai Covid-19. 

Cara kerja rapid test

Cara kerja rapid test ialah lewat pengujian sampel darah untuk mengukur antibodi pasien. Dengan demikian, hasilnya akan lebih efektif untuk pemeriksaan dalam tahap pengobatan pasien Covid-19. 

Pada rapid test corona, dua jenis imunoglobulin di bawah ini yang akan diperiksa.

  • Immunoglobulin G (IgG):  jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi ini akan menyimpan memori terkait bakteri atau virus yang pernah masuk ke tubuh sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.
  • Imunoglobulin M (IgM): tubuh menghasilkan IgM setelah terpapar oleh bakteri atau virus untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi. Ketika tubuh pertama kali terinfeksi, kadar IgM akan meningkat. Kadar ini lalu menurun seiring meningkatnya kadar IgG untuk memberi perlindungan jangka panjang terhadap infeksi.

Walaupun kamu sudah menjalani rapid test dan dinyatakan negatif, belum tentu kamu bebas Covid-19 karena ini memang bukan fungsi utamanya. Jadi kamu tetap disarankan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun, menjaga jarak dengan sesamanya, serta senantiasa memakai masker.

Prosedur rapid test

Sementara untuk prosedur Rapid test dilakukan dengan sederhana, yaitu dapat diuji di Puskesmas atau laboratorium rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai prosedur rapid test.

Rapid test Covid-19

Saat ini, rapid test bisa dengan mudah dilakukan. Bahkan beberapa rumah sakit menyediakan fasilitas drive-thru untuk skrining awal Covid-19 dengan rapid test. Adapun prosedur rapid test Covid-19, yaitu:

  • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan mencegah infeksi.
  • Lengan atas akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah dapat terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah akan diambil dengan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Pemasangan tabung khusus  di belakang jarum suntik.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban.

Selain dengan cara tersebut, pengambilan darah juga dapat dilakukan dengan menusukkan jarum di ujung jari pasien. Prosesnya mirip dengan tes golongan darah. Darah yang keluar dari penusukan berupa darah kapiler dan akan diteteskan pada alat rapid test. Hasilnya akan keluar dalam waktu beberapa menit.

Rapid test corona lebih efektif jika dijalani pada tujuh hari setelah kamu diduga terpapar virus corona. Jeda waktu ini diperlukan agar pemeriksaan lebih efektif untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh pasien akibat infeksi, yakni IgG dan IgM.

Hasil rapid test belum tentu pasti karena tingkat keakuratannya yang rendah. Namun, jika hasilnya positif pun, belum tentu positif terinfeksi. Namun apabila peserta tes mendapatkan hasil positif, maka akan dilanjutkan untuk melakukan test swab menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Tujuannya untuk mendeteksi langsung keberadaan DNA Corona di tubuh seseorang.

Yang pasti, baik hasil negatif ataupun positif, kamu tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Minimal sekurang-kurangnya selama 14 hari. Walaupun tubuh terasa tidak sakit dan sehat. 

Selama isolasi mandiri, harus tetap memantau kondisi kesehatan. Jika muncul gejala demam, batuk, sesak napas, segera hubungi hotline Covid-19, untuk dapat diperiksakan lebih lanjut,  ya!

Rapid test demam berdarah

Rapid test untuk demam berdarah di Indonesia menggunakan produk rapid test (tes cepat) Dengue Duo dari Indofarma. Rapid Test SD Bio Line ‘Dengue Duo’ ini dapat digunakan untuk mendeteksi demam berdarah dengan sangat cepat karena hanya diperlukan waktu kurang dari 20 menit.

Penggunaan alat ini sangat sederhana dan hampir mirip dengan cara penggunaan tes kehamilan pada umumnya. Jika untuk tes kehamilan spesimen yang digunakan adalah urin, sedangkan untuk mendeteksi demam berdarah diperlukan spesimen yang dapat berupa darah (Whole Blood), serum ataupun plasma.

Prosedurnya diterapkan melalui pengambilan spesimen dari darah (whole blood) dari ujung jari (darah perifer) maupun dari pembuluh darah vena. 

Spesimen ini adalah yang paling mudah diperoleh dibanding menggunakan serum atau plasma yang harus menggunakan alat tambahan berupa sentrifuge dan tambahan reagen lain.

Hasil (interpretasi) rapid test demam berdarah sangat sederhana dan hampir mirip dengan cara membaca alat uji kehamilan. Rapid test ini terdiri dari 2 bagian yaitu disebelah kiri untuk mendeteksi NS1 Ag dan di sebelah kanan untuk mendeteksi Antibodi IgG/IgM. Berikut ini penjelasan hasil rapid test demam berdarah.

  • Jika pada colom bertanda C dan G atau M keluar garis berwarna merah, maka dapat dinyatakan bahwa antibodi IgM atau IgG telah terbentuk. 
  • Jika hanya satu garis saja pada colom C (Control) saja, maka pasien dinyatakan negatif demam berdarah. Perlu diperhatikan, jika dalam colom C tidak keluar garis, maka hasil tes dinyatakan invalid.

Untuk keakuratannya, alat rapid test demam berdarah memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Untuk NS1 Ag sensitivitasnya adalah 92,8 persen dan spesifisitas 98,4 persen, sedangkan untuk Antibodi IgG/IgM sensitivitasnya adalah 99,4% dan spesifisitas 93 persen.

Dilihat dari tingginya nilai sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi maka alat ini dapat diandalkan untuk mendeteksi demam berdarah dengan cepat.

Apakah rapid test ditanggung BPJS?

Biaya rapid test pada dasarnya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, kecuali jika memang orang tersebut sudah dinyatakan positif dan harus dirawat intensif di rumah sakit.

Tapi, jika peserta tidak memiliki biaya untuk membayar biaya rapid, maka bisa datang ke Puskesmas dulu dan jika memang positif akan langsung dirujuk ke rumah sakit. 

Apabila memang peserta BPJS ingin hasil rapid test yang jelas dari rumah sakit namun terkendala biaya, maka bisa meminta untuk dirawat terlebih dahulu. Dengan begitu, secara otomatis pasien akan mendapatkan paket pembiayaan BPJS Kesehatan.

Manfaatkan asuransi kesehatan untuk dapat rapid test gratis

Walaupun BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya rapid test, tidak ada salahnya kamu menyisihkan uang pribadi kamu untuk melakukan tes ini. Namun, jika kamu mendaftar asuransi, maka pihak asuransi akan membayarkan biaya untuk tes Covid-19 ini. 

Ada beberapa perusahaan asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan tambahan bagi nasabah yang terinfeksi virus Corona ini. Misalkan saja asuransi kesehatan Manulife dan asuransi kesehatan Prudential yang mengatakan bahwa semua biaya tes Covid-19 akan ditanggung sampai dengan biaya rawat inap jika ada keharusan dari dokter.

Jadi segera hubungi perusahaan asuransimu dan pilih perlindungan tambahan untuk virus Corona ini agar kamu lebih tenang, ya! 

Untuk itu, di saat merebaknya virus Corona, pastikan kamu memiliki asuransi kesehatan, ya! Cari tahu produk asuransi terbaik yang menanggung biaya rapid test melalui layanan konsultasi gratis di Lifepal!

FAQ seputar harga rapid test

Rapid test adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi berbagai macam penyakit, termasuk virus Corona (Covid-19) dan demam berdarah dalam tubuh.
Hasil rapid test belum bersifat pasti karena keakuratannya yang rendah jika digunakan untuk mendiagnosis infeksi virus Corona. Jadi jika hasil tes adalah positif, maka pasien belum tentu dinyatakan positif Covid-19.

Apabila peserta tes mendapatkan hasil positif, maka prosedur medis yang sangat disarankan adalah melakukan swab test menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Tujuannya untuk mendeteksi langsung keberadaan DNA Corona di tubuh pasien bersangkutan.

Harga rapid test corona berbeda dapat bervariasi tergantung dengan paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan masing-masing. Pemerintah sendiri telah menetapkan batas atas sebesar Rp150 ribu.

Tetapi kalau harganya tinggi biasanya, tes ini dilakukan bersamaan dengan beberapa tes lainnya seperti rontgen thorax dan tes darah.

Rapid test memang di luar tanggungan BPJS Kesehatan, kecuali jika memang orang tersebut sudah dinyatakan positif dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Kamu bisa melakukan rapid test di beberapa tempat seperti rumah sakit, Puskesmas, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga klinik.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →