Harga Saham Indofood ICBP Anjlok Nih, Beli Gak Ya?

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengumumkan telah menjajaki penawaran akuisisi  seluruh saham Pinehill Company Limited, tepat pada 12 Februari 2020. Itu membuat dua saham Indofood, yaitu ICBP dan INDF anjlok hingga IHSG turun ke level 5.913

Jelas saja IHSG langsung merah, wong ICBP merupakan salah satu perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun. Gak heran kalau ICBP menjadi salah satu saham penggerak IHSG. 

Seperti diketahui, ICBP kerap kali disebut para praktisi saham sebagai saham “yang tahan banting”. 

Wajar saja, perusahaan di bidang consumer ini punya produk andalan yang dicintai masyarakat, apalagi kalau bukan Indomie. 

Ketika wabah corona memporak-porandakan pasar saham, ICBP pun masih sempat menunjukkan keperkasaan hingga akhirnya muncul kabar mengenai akuisisi perusahaan ini.

Berhubung saham Indofood satu ini lagi turun, apakah ini adalah sinyal buat kita untuk membeli? Biar yakin, yuk baca dulu ulasan di bawah ini: 

Siapa Pinehill Company Limited?

 

Indofood
Siapa Pinehill Company Limited? (Instagram/@rumahindofood)

Perusahaan apa sih Pinehill itu? Berdasarkan informasi di situs Bursa Efek Indonesia, mereka adalah produsen mie instan di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko, dan Serbia. 

Di bawah perjanjian dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), mereka menggunakan merek “Indomie”.

Sebelum menerima atau menolak tawaran akusisi ini, maka Indofood melakukan proses uji kelayakan atau due diligence atas Pinehill Group. Jika memang akuisisinya disetujui, maka ICBP bakal memiliki saham Pinehill.

Wajar saja kalau saham Indofood langsung babak belur dengan adanya informasi ini. Keputusan mengenai akuisisi memang kadang membuat panik investor.

Alhasil, gak sedikit investor domestik dan asing yang melego saham ini. Koreksi saham ICBP dan INDF di tanggal 12 Februari 2020 mencapai 7 persenan lho.

Kalau sudah nyungsep, saham Indofood kadang bisa turun tajam

Sebungkus camilan dan kalendar serta air mineral
Kalau sudah nyungsep, saham Indofood kadang bisa turun tajam (Instagram/@rumahindofood)

Masih ingat apa yang terjadi di Maret 2019? Tepat pada 22 Maret 2019, saham ICBP dibanderol Rp 10.325 perlembar, namun tiga hari kemudian langsung anjlok ke Rp 9.400.

Penurunan ini pun terus berlanjut hingga pada 2 April, harga selembar ICBP turun lagi jadi Rp 8.975 per lembar. 

Saat itu, Indofood memang kena sentimen buruk akibat rencana buyback saham anak usaha mereka di singapura, PT Indofood Agri Resources Ltd (IFAR) yang dilakukan INDF.

Hingga Agustus 2019, kabar mengenai buyback ini masih belum selesai. Pokoknya proses itu tetap dilakukan hingga IFAR melakukan delisting

Nah, kalau diperhatikan dalam rentang waktu April hingga awal Juni 2019, saham ICBP masih bergerak di level Rp 9 ribuan. Namun, pada akhirnya bisa kembali ke angka Rp 10 ribuan pada pertengahan Juni.

Seperti yang dijelaskan di poin pertama, kabar mengenai akuisisi memang sensitif buat para investor. Namun, setiap akuisisi atau buyback tentu gak serta merta dilakukan tanpa alasan. 

ICBP juga masih sehat dan layak dikoleksi

Para pengisi acara sedang berada di atas panggung
ICBP juga masih sehat dan layak dikoleksi (Instagram/@rumahindofood)

Berdasarkan informasi di RTI, saham Indofood (ICBP) masih layak beli. Hal itu disebabkan aset mereka terus mengalami pertumbuhan. Sementara itu, utangnya juga masih berada di bawah nilai ekuitasnya. 

Meski laporan keuangan tahunan mereka belum dirilis, pertumbuhan laba bersih mereka cukup signifikan jika dihitung dari periode yang sama di tahun berbeda. 

Mari simak tabel perbandingan laba bersih ICBP di bawah sini:

September 2019 Juni 2019 Maret 2019 Desember 2018 September 2018
Rp 4,1 triliun Rp 2,7 triliun Rp 1,4 triliun Rp 4,6 triliun Rp 3,5 triliun

Dari segi fundamental, dijamin perusahaan yang didirikan oleh Sudono Salim alias Liem Sioe Liong ini masih perkasa. 

Total penjualan mereka di September 2019 juga naik dari periode sebelumnya, yaitu dari Rp 29 triliun jadi Rp 32 triliun.

Demikianlah ulasan mengenai ICBP yang baru saja babak belur karena kabar akusisi Pinehill. Gimana, udah cukup yakin mau beli saham Indofood mumpung lagi turun? Atau nanti saja?

Bagi kamu yang ingin memburu ICBP, saham ini memang layak masuk dalam radar pantauanmu. 

Akan tetapi, pantau saja dulu pergerakannya dalam beberapa hari ke depan karena bisa jadi hari ini atau besok masih akan koreksi. 

Tapi buat kamu yang sudah gatel mau beli, ya silakan beli sekarang. Tapi, sedikit-sedikit saja akumulasinya karena khawatir masih akan ada penurunan di keesokan hari.

Satu hal lagi nih, alangkah baiknya menjadikan ICBP sebagai investasi jangka panjang ya. Perusahaan ini punya fundamental bagus, sayang kalau sahamnya untuk trading harian, mingguan, atau bulanan. 

Sekadar diketahui, beli ICBP lima tahun yang lalu, cuannya pasti sudah besar. Lumayan kan! (Editor: Chaerunnisa)