Hati-hati Aturan Tarik Tunai Kartu Kredit, Baca Tuntas Sampai Tulisan Terkecilnya!

Kartu kredit emang gak ada matinya. Sekali punya alat pembayaran serbaguna ini, perlakukan dia layaknya pacar. Jangan sampai lepas dari genggaman karena bakal rugi besar.

 

Salah satu manfaat kartu kredit adalah bisa dipakai menarik tunai di anjungan tunai mandiri (ATM) meski kartu itu adalah alat pembayaran. Lah, kayak kartu debit dong.

 

Eits, tapi hati-hati. Aturan tarik tunai kartu kredit alias cash advance beda dengan kartu debit.

 

Fasilitas tarik tunai di satu sisi adalah manfaat dari kartu kredit. Tapi di sisi lain, kalau kita gak bijak menggunakannya, manfaat ini bisa jadi mudarat. Contohnya masa bodoh dengan aturannya.

 

Simak nih aturan tarik tunai kartu kredit yang wajib kita pahami biar gak terjebak dalam kemudaratan:

 

1. Ada batasnya

Tarik tunai kartu kredit ada batasnya, tergantung kebijakan bank masing-masing sesuai dengan limit kartu itu sendiri. Yang pasti, kalau limit kartu kredit Rp 5 juta kita gak bisa narik sama persis sebesar itu.

 

Sedangkan batas penarikan duit pakai kartu debit ya sesuai dengan jumlah tabungan. Jika tabungan Rp 1 juta dan mau ditarik semuanya, bisa saja. Tapi ada juga yang gak bisa ditarik semuanya karena bank menetapkan limit jumlah tabungan di rekening, tapi paling cuma Rp 100 ribu.

 

2. Ada bunga

Selain itu, kalau pakai kartu debit tarik tunai di ATM bank terkait, gak ada biaya yang menyertai. Kalau tarik tunai dengan kartu kredit, ada bunga maksimal sebesar 2,95% per bulan kalau sampai gak melunasi tagihan kartu itu.

 

Aturan ini ditetapkan Bank Indonesia lewat Surat Edaran Batas Maksimum Suku Bunga Kartu Kredit tertanggal 27 November 2012. Menurut surat edaran itu, akan ada bunga maksimal 2,95% per bulan atau 35,4% per tahun jika kita menarik tunai maupun belanja pakai kartu kredit tapi nunggak tagihan.

 

[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

 

 Untitled

 

3. Ada biaya administrasi

Tak dijelaskan soal biaya penarikan tunai. Tapi, di lapangan, bank menetapkan biaya buat nasabah setiap kali melakukan tarik tunai pakai kartu kredit. Biaya ini biasanya disebut biaya administrasi yang besarnya rata-rata 4% dari duit yang ditarik atau Rp 50 ribu, tergantung mana yang lebih besar.

 

Misalnya tarik tunai Rp 100 ribu. Maka ada biaya administrasi sebesar Rp 50 ribu karena 4% dari Rp 100 ribu cuma Rp 4 ribu. Lalu tarik tunai lagi Rp 1 juta, kena lagi biaya admin Rp 50 ribu. Begitu seterusnya dalam setiap penarikan.

 

Baca dengan Teliti

Karena itulah perhatikan baik-baik aturan tarik tunai kartu kredit milik kita. Jangan sampai berpikiran bahwa ambil duit di ATM pakai kartu kredit dan kartu debit itu sama. Sebab bank punya aturan sendiri-sendiri.

 

Ada juga bank yang menetapkan biaya dobel sekaligus: bunga dan biaya administrasi. Padahal menurut surat edaran BI yang disebut di atas, bunga 2,95% itu muncul hanya jika tagihan tertunggak.

 

[Baca : Tagihan Bulanan Kartu Kredit: Angka-Angka Itu Maksudnya Apa Sih?]

 

Karena itulah namanya bunga, bukan biaya. Bunga ini dikenakan pula pada tagihan transaksi pembelanjaan yang gak dilunasi, bukan hanya tarik tunai.

 

Ada bank yang menerapkan skema penarikan bunga tarik tunai yang dihitung mulai sehari setelah tanggal cetak tagihan hingga tanggal jatuh tempo. Jadi kalau tagihan datang telat atau bayar pas tanggal cetak tapi pembayaran sampainya molor, ya nasabah kena bunga.

 

Begini contoh kasusnya. Pak Budi tarik tunai tanggal 11 April. Tanggal cetak tagihannya 20 April, sedangkan tanggal jatuh temponya 13 Mei.

 

Tapi dia baru membayar lunas tagihan itu pada tanggal 30 April. Dengan skema penarikan bunga tarik tunai di atas, artinya Pak Budi dikenai bunga 9 hari, yakni (2,95% / 30 hari) x 9 hari x tagihan tarik tunai.

 

Bunga 9 hari itu dikenakan karena Pak Budi baru membayar pada tanggal 30 April. Tagihan Pak Budi baru bebas bunga tarik tunai kalau dibayar lunas pada saat tanggal cetak tagihan, yaitu 20 April.

 

Masalahnya, kadang tagihan datang telat. Selain itu, tak jarang pula kita bayar tagihan hari ini, tapi baru tercatat keesokan harinya karena sistem.

 

Karena itu, untuk menghindari bunga yang sering disebut “biaya siluman” ini, pastikan membayar lunas pas tanggal cetak tagihan. Setelah bayar, telepon bank penerbit untuk memastikan bahwa tagihan sudah lunas terbayar.

 

Kalau pada hari cetak tagihan belum muncul kiriman tagihan, jangan ragu buat telepon dan meminta tagihan dikirim SEKARANG JUGA. Sebab kalau sampai telat, yang kena getahnya kita.

 

Magnifying glass lying on a legal contract

 

 

Aturan tarik tunai kartu kredit ini wajib dibaca dan dimengerti oleh kita selaku pengguna kartu kredit, termasuk yang ditulis dengan huruf terkecil. Apalagi soal biaya-biayanya.

 

Gak mau kan, tiba-tiba tagihan membengkak gara-gara kita gak baca aturan tarik tunai kartu kredit ini? [Baca: Sebelum Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Wajib Banget Ajukan Pertanyaan Penting Ini]

 

Tapi sebenarnya kartu kredit pada prinsipnya adalah alat pembayaran. Tarik tunai adalah salah satu manfaat kartu kredit yang bisa dipakai jika kita paham cara mainnya. Tapi jangan coba-coba gesek tunai (gestun) di merchant, karena Bank Indonesia menganggapnya ilegal.

 

[Baca: Gesek Tunai Kartu Kredit: Apa Itu dan Kenapa Harus Berhati-hati?]

 

Sebaiknya kalau mau tarik tunai menggunakan kartu debit saja, lebih praktis dan aturannya gak belibet. Tapi kalau terpaksa pakai kartu kredit, misalnya kartu ATM ketinggalan, tak apa-apa.

 

 

Fasilitas tarik tunai kartu kredit juga bisa digunakan untuk urusan dagang. Yang penting, pahami konsekuensi aturan tarik tunai kartu kredit itu. [Baca: Melakukan Tarik Tunai Kartu Kredit Itu Ide Bagus, Asal Kamu Ingat 3 Poin Ini!]

 

 

 

Image credit:

  • https://christiandfahey.files.wordpress.com/2012/08/smallprint.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →