Hidup di Pelosok dan Gak Ada Bank? Sudah Ada Layanan Keuangan Digital Lho!

layanan keuangan digital

Purnomo, petani wortel dan kembang kol di sebuah desa terpencil sudah 5 tahun menekuni usahanya dan cukup sukses. Namun, dia ingin sekali memiliki akses ke bank agar bisa menabung dan kalau bisa memperoleh pinjaman dari bank untuk memperbesar usahanya.

 

Di era yang serba digital ini, Purnomo adalah satu dari banyak orang lainnya yang tinggal di pelosok. Orang-orang ini memimpikan akses perbankan memiliki jangkauan luas, aman dan murah.

 

Selain orang-orang seperti Purnomo, masih banyak masyarakat Indonesia yang punya kesadaran rendah terhadap akses perbankan loh. Istilahnya belum melek bank.

 

Menurut Deputi Direktur Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusi Bank Indonesia, Rahmi Artati, masyarakat kita saat ini cenderung punya pola pikir cash minded economy. Pola pikir kayak gini nih yang bikin transaksi yang ada di Indonesia masih didominasi dengan uang tunai.

 

[Baca: 5 Program Pemerintah untuk Buruh yang Harus Didukung dengan Melek Keuangan]

 

Apa Itu Layanan Keuangan Digital

Merespon kebutuhan tersebut, Bank Indonesia telah gelontorkan regulasi Layanan Keuangan Digital (LKD) Juli 2014. Regulasi ini sengaja dibuat sama BI untuk memudahkan dan memastikan layanan keuangan di seluruh wilayah Indonesia.

 

layanan keuangan digital

Nggak ada bank nggak masalah, kamu bisa melakukan transaksi perbankan secara digital

 

 

BI juga ingin mengajak mereka yang belum bersentuhan dengan bank agar bisa terlibat dalam sistem transaksi keuangan. Nah, Layanan Keuangan Digital (LKD) ternyata merupakan perluasan dari uji coba branchless banking yang sebelumnya dilakukan oleh BI pada Mei 2013.

 

Uji coba branchless banking dilakukan dengan memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi terhadap penggunaan telepon genggam. Perusahaan telekomunikasi pun dipilih sebagai rekan kerja sama.

 

LKD merupakan aktifitas pelayanan berbentuk jasa pembayaran dan keuangan yang dilakukan melalui kantor non-fisik. Dengan kata lain layanan ini bertumpu pada teknologi seperti telepon seluler, website dan jasa pihak ketiga (agen).

 

LKD dapat juga diartikan sebagai transaksi tanpa uang kertas atau koin. Target utama program layanan ini pastinya adalah mereka yang gak atau belum memiliki akses perbankan (unbankable).

 

[Baca: Cara Kerja Phone Banking Mau Transfer Dana Sampai Isi Pulsa Tinggal Telepon]

 

Bagaimana Cara Kerja LKD

Agen LKD bisa siapa saja kok, mulai dari perorangan hingga badan usaha yang gak berbadan hukum. Menjadi agen LKD gak bisa asal dan sembarangan ya.

 

layanan keuangan digital

Asal memenuh syarat, kamu pun bisa menjadi agen LKD

 

 

Berikut persyaratan utama untuk menjadi agen LKD:

 

  • Memiliki reputasi dan integritas yang baik di area operasional
  • Wajib memiliki usaha yang cukup mapan dengan lokasi tetap
  • Lulus dari uji tuntas yang diberikan bank
  • Mampu menyetor deposit sesuai dengan nominal yang ditetapkan oleh bank
  • Melek teknologi (memiliki telepon seluler atau website)

 

Nah, masyarakat yang mampu memenuhi persyaratan dari bank tersebut di atas lah yang akan dipercaya sebagai agen LKD.

 

Dengan kata lain, mereka-mereka ini menjadi semacam ‘ATM berjalan’ dan ‘kasir bank’ bagi masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan fasilitas transaksi uang yang aman dan instant.

 

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini harus mendaftar terlebih dahulu via agen LKD di wilayah masing-masing. Setelah itu mereka akan memperoleh yang namanya uang elektronik.

 

[Baca: Transaksi dengan Internet Banking Bisa Bikin Kamu Berhenti Ngeluh Repot Musti Nyari ATM Dulu]

 

Bank yang Mendukung Program LKD

Beberapa lembaga perbankan yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk membantu penyelenggaraan program Layanan Keuangan Digital ini:

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI) lewat BRILink
  • Bank Mandiri lewat Mandiri e-cash
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank Central Asia (BCA)
  • Bank DKI lewat BPD Net Online

 

So, gimana nih? Sudah paham kan sekarang, apa itu Layanan Keuangan Digital (LKD).

 

layanan keuangan digital

Kalau bisa bayar secara digital ngapain pakai uang tunai? Lebih praktis kan?

 

 

 

Semoga saja dengan makin banyaknya inovasi, akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang gak hanya melek teknologi tapi juga mendapat kemudahan akses perbankan. Program ini tentu gak cuma bisa membantu mendorong roda pergerakan perekonomian rakyat di tanah air, tapi juga bikin makin pintar and gak kudet lagi.

 

 

 

Image credit:

  • http://photo.kontan.co.id/photo/2014/05/20/1536075958p.jpg
  • http://www.radarjogja.co.id/wp-content/uploads/2014/11/digital-uang-ikon-ilustrasi.jpg
  • http://ketiknews.com/wp-content/uploads/2015/12/E-money.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →