Ide Bisnis Ayam Bakar, Ketahui Perhitungan Modal dan Keuntungannya

Sajian ayam bakar menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain memiliki cita rasa yang sangat Indonesia, ayam bakar juga menjadi makanan yang cocok dalam cuaca apa pun, dan di berbagai waktu.

Karena itu, tak heran jika ayam bakar sangat mudah ditemui baik itu di rumah makan, restoran, hingga pedagang kaki lima pun banyak yang menjajakan kuliner ini. 

Selain disukai masyarakat Indonesia, sajian ayam bakar juga mengandung berbagai kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Makanan ini juga cocok untuk semua usia, termasuk anak-anak.

Memiliki cita rasa khas Nusantara, sajian ayam bakar terus menjadi kuliner yang diburu masyarakat, disajikan bersama nasi uduk atau nasi biasa, kemudian ditambahkan lalapan dan sambal menjadi makanan yang enak untuk dikonsumsi.

Gak heran, bisnis ayam bakar dari tahun ke tahun terus berkembang dan semakin banyak pelaku usahanya. 

Namun, jika yang berminat menjalankan usaha ini, gak usaha khawatir dan cemas karena ketatnya persaingan bisnis ayam bakar, hal yang harus diutamakan dalam bisnis ini adalah cita rasa ayam, kebersihan produk, dan lokasi yang strategis.

Modal bisnis ayam bakar yang wajib kamu tahu

Modal bisnis ayam bakar yang wajib kamu tahu

1. Lokasi jualan

Dalam berbisnis makanan tentu saja hal yang harus dipikirkan dengan matang adalah lokasi berjualan. 

Lokasi ini sebetulnya bisa dilakukan dengan berbagai cara bisa dengan sewa kiso, dengan tenda, atau memanfaatkan pekarangan rumah atau garasi, hanya saja dengan catatan jika garasi atau pekarangan rumah berada di lokasi yang strategis.

Namun, untuk menu makanan ayam bakar penentuan lokasi menjadi hal yang sangat vital, dianjurkan menyewa tempat di pusat perkantoran ataupun kantin sekolah, dan kampus, biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan sewa tempat ini pun beragam mulai dari Rp 1 juta hingga 3 Rp juta per bulan tergantung lokasi, fasilitas seperti cuci piring, serta air bersih dan listrik.

2. Bahan baku 

Kemudian, hal yang perlu disiapkan adalah bahan baku, mulai dari ayam, bumbu, sambal, kecap, hingga peralatan masak yang diperlukan dalam bisnis ini. 

Untuk daging ayam jika membeli langsung dari Rumah Potong Hewan (RPH) maka harga daging ayam berkisar antara RP 25 ribu hingga Rp 35 ribu per ekor.

Bahan baku Kuantitas Harga
Ayam Potong 15 ekor Rp 375.000
Aneka Bumbu Dapur 5 pack Rp 100.000
Kecap 2 Kg Rp 100.000
Jeruk Limau 1 Pack Rp 20.000
Cabai Merah 3 Kg Rp 150.000
Bawang Merah 1 Kg Rp 35.000
Bawang Putih 1 Kg Rp 46.000
Beras 5 Kg Rp 65.000
Selada Air 1 Kg Rp 30.000
Kol 1 Kg Rp 30.000
Mentimun 1 kg Rp 25.000
Cabai Rawit Merah 3 Kg Rp 150.000
Box Ergopak 200 pcs Rp 200.000
TOTAL Rp 1.326.000

3. Peralatan 

Nama peralatan Kuantitas Harga
Pemanggang Kompor Gas 1 Rp 850.000
Talenan 1 Rp 25.000
Blender 1 Rp 150.000
Pisau 2 Rp 50.000
Penjepit makanan 2 Rp 50.000
Kipas angin 1 Rp 100.000
Wadah ayam mentah 2 Rp 70.000
Wadah ayam matang 2 Rp 70.000
Wadah bumbu 2 Rp 50.000
Wadah sambal 1 Rp 25.000
Piring 15 Rp 150.000
Sendok 15 Rp 37.500
Garpu 15 Rp 37.500
Serbet 2 Rp 20.000
Regulator dan Tabung gas 1 set Rp 650.000
TOTAL Rp 2.335.000

Itulah biaya operasional harian yang harus dikeluarkan dengan per hari bisa terjual 80 porsi ayam bakar dengan nasi, sambal, dan lalapan seharga Rp 25.000.

4. Analisa keuntungan bisnis 

Analisa keuntungan bisnis ayam bakar

Dengan asumsi bahan baku seperti tabel diatas, maka akan mampu membuat 2.400 porsi ayam bakar selama satu bulan, atau 80 porsi per hari.

Jika dengan asumsi hitungan satu porsi ayam bakar adalah Rp 25 ribu, maka per hari akan memiliki omzet  Rp 2 juta. 

Selama satu bulan akan mampu meraih omzet kotor hingga Rp 60 juta, karena belum dipotong biaya operasional bulanan seperti bahan baku, biaya gas, dan juga sewa tempat.

Operasional Bulanan
Bahan Baku Rp 8.711.000
Gas Rp 150.000
Sewa Tempat Rp 1.000.000
Total Rp 8.961.000

Setelah dilakukan perhitungan untuk operasional bulanan, maka laba bersih setiap bulannya adalah Rp 39.975.000.

Penjualan
Penjualan Rp 25.000 x 2.400 porsi Rp 60.000.000
Modal Peralatan dan Bahan Baku Rp 11.046.000
Operasional Bulanan Rp 8.961.000
Laba Bersih Rp 39.975.000

5. Ketahui kelebihan dan kekurangan bisnis ayam bakar

Salah satu kelebihan dalam berbisnis ayam bakar ini adalah besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap kuliner Nusantara satu ini.

Dengan harganya yang terjangkau dan mengenyangkan, makanan ini selalu menjadi pilihan utama ketika perut terasa lapar. 

Dari sisi pengolahannya pun ayam bakar tidak sulit, mulai dari pemotongan yang halal dan benar, kemudian dilakukan proses perebusan dengan bumbu, dan baru dibakar jika ada pembeli menggunakan bumbu bakar dan kecap manis.

Namun, kekurangan dari bisnis ini adalah bahan baku ayam dan bumbu serta sambal akan mudah basi atau pembusukan. 

Sehingga untuk meminimalisir kerugian ini harus menggunakan perhitungan yang matang mulai dari  jumlah stok harian agar setiap harinya abis dan tidak bersisa. Pasalnya, olahan ayam bakar ini merupakan makanan yang harus selalu habis setiap harinya.

6. Cara promosi bisnis ayam bakar

Cara promosi bisnis ayam bakar

Agar bisnis keripik pisang bisa berjalan mulus, hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan promosi dengan tepat sasaran. 

Caranya adalah, memasarkan sajian ayam bakar di aplikasi pesan antar makanan online dan promosi melalui sosial media yang ada. 

Dengan memasarkan produk ke dalam aplikasi pesan antar makanan online, maka akan memberikan kemudahan dalam menjangkau konsumen. Pasalnya, tidak ada batasan jarak lokasi, dan waktu konsumen bisa kapan saja membeli produk ayam bakar.

Meski begitu, untuk berjualan dalam pasar online ada beberapa hal yang harus dilakukan agar produk bisa laku terjual. Pertama, harus menggunakan foto produk yang menarik dan jelas atau tidak buram. 

Bukan rahasia lagi saat ini konsumen akan lebih memilih membeli produk pada marketplace dengan foto produk  yang jelas dan tidak buram. Kedua, gunakan detail informasi produk yang baik dan benar. 

Ketiga, jangan lupa setelah foto yang baik, cantumkan juga informasi produk dengan jelas agar konsumen mengetahui  dan mengerti soal produk. 

Pastikan produk dijual memiliki pilihan metode pengiriman yang disukai konsumen, pasti konsumen memilih harganya murah tetapi juga barang cepat sampai dan aman.

Keempat, gunakan media sosial baik itu Instagram, Facebook, Twitter, hingga website pribadi. Jadikan halaman media sosial ini sebagai penyalur pesan dari produsen ke konsumen, pastikan menggunakan foto dan caption  yang menarik. 

Selain itu, yang pasti jangan terlalu hard selling, biasanya followers media sosial bakal malas dan terganggu  jika pemilik akun terlalu menerapkan cara hard selling di akun media sosial. 

Tips jualan laris manis

Gak hanya soal promosi, menjaga cita rasa, kualitas, dan kebersihan produk juga penting di mata konsumen.  

Berikut, beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar jualannya laris manis.

Gunakan bahan baku ayam, aneka bumbu, hingga sambal yang berkualitas. Jangan lupa gunakan kemasan yang ramah lingkungan dan aman untuk makanan.

Buat akun sosial media Instagram, Twitter, dan Facebook untuk sarana promosi. Foto menu-menu yang menarik membuat orang yang melihatnya langsung lapar dan mau membeli.

Ikuti pameran atau festival agar produkmu semakin dikenal publik. Perluas jangkauan dengan daftarkan bisnis milikmu di GoFood dan GrabFood.

Berikan harga promo ketika baru launching produk. Ikuti program pomo dari GoFood dan GrabFood. 

Jangan lupa  siapkan kartu ucapan terima kasih, agar pelanggan kamu merasa dihargai. Gunakan pencatatan keuangan arus kas yang baik antara pemasukan dan pengeluaran

Bagaimana? Patut dicoba ya peluang bisnis ayam bakar ini, selain memiliki pangsa pasar yang terus berkembang, penikmat kuliner satu ini juga diterima oleh semua kalangan. Selamat mencoba! (Editor: Chaerunnisa)