Kenaikan Biaya Rumah Sakit Indonesia Kalahkan Singapura, Kenapa Ya?

inflasi biaya kesehatan di indonesia

Biaya medis di Singapura memang lebih tinggi daripada Indonesia. Jelas sih karena nilai tukar mata uang Singapura saja jauh di atas rupiah. Namun, grafik kenaikan biaya media di Indonesia dari tahun-tahun ternyata mengalahkan Singapura! Maksudnya gimana ya?

Jadi gini, lho, biaya medis di rumah sakit Singapura memang lebih mahal ketimbang di Indonesia. Namun, setiap tahunnya, biaya medis di Indonesia jauh lebih meningkat ketimbang rumah sakit Singapura. Sebagai contoh, misalkan, tahun ini kita hanya perlu bayar Rp300 ribuan buat kamar rawat inap di Indonesia. Nah, tahun depan kita harus bayar Rp350 ribuan.

Sementara di Singapura, biaya rumah sakit ya paling cuma nambah 10 persen. Alias kalau tahun ini untuk biaya konsultasi dokter sekitar SGD60 atau Rp600 ribuan, maka di tahun berikutnya hanya naik Rp60 ribuan saja. 

Kok bisa gitu ya? Mari kita lihat dulu perbandingan inflasi perawatan kesehatan di Indonesia dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 11 persen per tahun! 

inflasi biaya medis indonesia

Data di atas diambil dari Mercer Marsh Benefits 2019, dari data di atas dapat kita lihat bahwa Indonesia memiliki inflasi atau kenaikan biaya medis sampai dengan 11 persen.

Angka tersebut terbilang jauh daripada Singapura. Sebab, negara-negara Asia lain, seperti Tiongkok, “cuma” punya gap 0,3 persen saja dari inflasi Singapura.

Selain dari sisi perbandingan dengan negara lain, inflasi biaya kesehatan jauh lebih tinggi lagi daripada inflasi ekonomi di Indonesia yang hanya berada di angka 3,13 persen (Data Badan Pusat Statistik 2018).

Nah, sebenarnya apa sih yang menyebabkan rasio inflasi di Indonesia begitu tinggi? Lalu, seperti apa solusinya? Yuk, simak informasi selengkapnya.  

Penyebabnya karena nilai rupiah yang anjlok

Inflasi kesehatan menjadi isu ekonomi yang cukup pelik dan kerap terjadi di berbagai negara, salah satunya adalah Indonesia. Penyebabnya tidak lain dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang kian melemah. 

Nah, permasalahan nilai tukar rupiah ini ternyata juga berdampak pada rasio inflasi kesehatan di Indonesia. Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium atau Gakeslab mencatat bahwa 92 persen peralatan kesehatan masih impor. Artinya, pelemahan nilai tukar rupiah ini tentu berdampak sangat besar pada biaya kesehatan di Indonesia. 

Belum lagi sempat geger berita virus Corona masuk ke RI, hingga membuat mata uang rupiah sekejap anjlok. Pasalnya, pada pertengahan tahun 2018, nilai tukar rupiah berada di angka Rp13.863 dan kini menjadi Rp14.312 (02/03/2020). 

Kalau sudah tahu begitu, gimana cara mengatasi inflasi yang trennya kian meningkat itu?

Bagaimana cara menghadapi inflasi biaya kesehatan yang kian meningkat? 

Memang gak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan inflasi medis ini. Namun, yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasinya dan mempersiapkan diri apabila harus menghadapi risiko kesehatan. Berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan persiapan dalam menghadapi inflasi biaya kesehatan di Indonesia. 

1. Mulai berinvestasi 

Investasi dianggap sebagai langkah tepat yang bisa dilakukan untuk menghadapi masalah inflasi kesehatan di Indonesia. Kenapa? Soalnya, nilai keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi diprediksikan dapat mengatasi laju inflasi setiap tahunnya. 

Sebagai contoh, inflasi medis di Indonesia rata-rata per tahun mencapai 11 persen. Ketika kita memutuskan untuk menabung di lembaga keuangan konvensional, bunga yang bisa didapat rata-rata hanya satu persen per tahun. Sementara jika berinvestasi, potensial keuntungan bisa kita dapatkan seenggaknya 10-14 persen per tahun. Artinya sudah bisa menutupi besaran rasio inflasi kesehatan tiap tahunnya.

2. Pertimbangkan hospital cash plan 

Buat yang belum tahu, hospital cash plan (HCP) adalah salah satu produk turunan dari asuransi kesehatan. Bedanya, asuransi HCP diberikan dalam bentuk uang tunai. Jadi, meskipun harga kamar rawat inap hanya Rp500 ribu sehari, bila kita punya manfaat santunan HCP Rp1 juta sehari, maka kita tetap bakal dapat dana tersebut.

Uang tersebut bisa kita pakai buat menutupi excess (kekurangan dana yang gak ditanggung oleh BPJS atau asuransi) saat dirawat di rumah sakit. Selain itu, HCP juga berguna buat menutupi penghasilan kita yang hilang karena gak bisa kerja.

3. Pertimbangkan asuransi penyakit kritis

Penyakit kritis memakan biaya perawatan yang gak murah. Bayangkan saja, untuk perawatan operasi bypass jantung minimal Rp150 jutaan di tahun 2019. Itu berarti, kemungkinan biaya bypass jantung di tahun selanjutnya bisa mencapai Rp166 jutaan. 

Dengan punya asuransi penyakit kritis apalagi dengan plafon yang cukup besar, kita bisa lebih tenang jika terjadi hal yang gak diinginkan. Karena, investasi kita tetap aman tetapi biaya perawatan kesehatan juga tertutupi dan bahkan gak ada excess.

4. Pilih asuransi dengan plafon yang tepat 

Yang pasti, saat beli asuransi, hitung dulu kemungkinan biaya medis yang terjadi di tahun selanjutnya. Jadi, gak asal beli ya.

Dari situ, kita jadi tahu kan berapa plafon yang sebenarnya dibutuhkan. Sayang aja, kalau kita cuma berfokus sama premi yang murah tetapi gak perhatikan jumlah uang pertanggungannya. Yang ada misal kita sakit di tahun selanjutnya, asuransi malah gak nutup. Tabungan dan investasi kita malah tetap terkuras habis padahal udah punya asuransi.

Ada triknya nih yang mesti kamu pahami saat beli asuransi. Kamu minta dulu copy polisnya. Kamu pelajari dulu dan lihat poin-poin yang mereka tawarkan. Baru setelah itu, kamu setujui atau gak. Sebab, dalam asuransi ada yang namanya free look period atau masa mempelajari polis. Yaitu kita bisa review dulu pertanggungan atau plafon yang ditawarkan sama asuransi.

Sekarang kita jadi lebih tahu bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi tingginya inflasi kesehatan di Indonesia. Kuncinya adalah lakukan pengelolaan finansial dengan bijak, pilih asuransi yang tepat, dan paham betul klausul dalam asuransi.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →