Ini 5 Akibat yang Timbul Kalau Bayar Utang ke Bank Gak Lancar

Bayar utang itu udah wajib dilakukan buat siapa saja yang berutang. Kamu pastinya setuju dong dengan pernyataan tersebut. Coba saja ada yang berutang sama kamu, tapi orangnya susah banget bayarnya. Kamu pasti kesal banget kan?

Begitu juga dengan pihak bank yang pasti sama kesalnya dengan kamu gara-gara ada debitur punya utang, tapi bayarnya nunggak melulu. 

Giliran ditagih, ada saja alasannya. Namun, kalau gak dikasih, ada-ada saja kata-kata buat memberi review negatif.

Padahal, bank gak boleh asal-asalan menyetujui pengajuan pinjaman. Ada serangkaian aturan dan prosedur yang wajib mereka ketahui. Dengan begitu, bank gak dirugikan, pun begitu dengan nasabah.

Makanya kalau punya utang dengan bank, kamu sebaiknya patuhi kewajiban bayar utang sesuai dengan ketentuan. Kalau sampai gak beres, nantinya akibat-akibat ini yang terjadi. Apa aja? Yuk disimak:

1. Terus-terusan ditelepon

 

bayar utang

Bayar utang, tapi ditunda-tunda. Siap-siap aja ditelepon pihak bank. Ditelepon satu atau dua kali masih maklum. Namun, kalau sampai ditelepon berkali-kali gimana, gak enak kan rasanya?

Bukan tanpa alasan bank menelepon sampai berkali-kali. Seandainya si debitur gak punya itikad baik buat melunasi utangnya, masa iya bank diam saja?

Misalnya kamu berada di posisi bank, kamu pastinya juga sama dengan bank gak bakal tinggal diam. Kamu bakal terus-terusan menelepon orang yang berutang sama kamu sampai dia bayar utangnya.

2. Didatangi debt collector

bayar utang

Ini sih lebih gak enak lagi. Kamu pastinya tahu yang namanya debt collector. Kamu juga pastinya pernah melihat gimana cara mereka bekerja, bukan?

Debt collector atau penagih utang ini emang secara legal dipakai jasanya oleh bank agar urusan bayar utang lancar. Bank pun gak asal-asalan menggunakan jasa mereka. Ada aturan-aturan yang wajib bank patuhi kalau pengin pakai jasa debt collector.

Buat kamu, wajib tahu nih aturan yang diberlakukan terhadap bank dalam menggunakan jasa tagih utang. Jasa debt collector baru bisa digunakan bank bila si debitur menunggak dalam pembayaran utang selama 90 hari.

Terus dalam proses penagihannya, si debt collector gak boleh memberikan ancaman atau tindakan kekerasan, baik secara verbal maupun fisik. Penagihan pun juga ada waktunya, yaitu mulai dari pukul 8 pagi hingga 8 malam.

3. Skor kredit di SLIK OJK bisa jelek

Skor kredit utang

Jangan main-main sama utang. Selain ditelepon terus-terusan dan dikejar-kejar debt collector, skor kredit kamu di SLIK OJK bisa jelek nantinya.

Kalau skor kredit menjadi jelek, pengajuan pinjaman kamu bisa dipastikan bakal ditolak. Misalnya aja kamu berencana mau beli rumah dengan KPR. 

Begitu bank menyelidiki gimana histori kredit dan skor kreditmu, bank langsung menolak gitu saja pengajuan KPR mu.

Sedih gak? Tentu aja sedih banget. Pengin punya rumah, tapi gak kesampaian gara-gara pengajuan KPR ditolak.

Asal tahu aja nih. Ada lima skor kredit yang dipakai bank buat mengukur lancar atau macetnya pembayaran kredit. Atau istilahnya dikenal dengan nama kolektibilitas.

  • Skor 1 buat yang selalu bayar utang tepat waktu alias kredit lancar.
  • Skor 2 buat yang nunggak cicilan 1-90 hari alias kredit dalam perhatian khusus (DPK).
  • Skor 3 buat yang nunggak cicilan 91-120 hari alias kredit tidak lancar.
  • Skor 4 buat yang nunggak cicilan 121-180 hari alias kredit diragukan.
  • Skor 5 buat yang nunggak cicilan lebih dari 180 hari alias kredit macet.

Karena itu, pentingnya bayar utang sesuai ketentuan, baik utang KTA maupun utang kartu kredit. 

Selain itu, dengan jeleknya skor kredit, pengajuan kartu kredit kamu juga kemungkinan kecil disetujui.

4. Meningkatkan angka non-performing loan (NPL)

Akibat lainnya kalau bayar utang sampai tertunggak adalah meningkatnya angka non-performing loan (NPL)

Akibat lainnya kalau bayar utang sampai tertunggak adalah meningkatnya angka non-performing loan (NPL). Bank gak mau kalau sampai angka NPL meningkat. Sebab hal tersebut bakal berpengaruh pada kondisi dan penilaian terhadap bank itu sendiri.

Sekadar diketahui, NPL adalah ukuran yang dipakai buat mengetahui sehat atau enggaknya suatu bank. Semakin tinggi angka NPL pada suatu bank, semakin gak sehat bank tersebut. 

Akibatnya, bank kekurangan modal buat memberikan pinjaman nantinya. Ujung-ujungnya gak bisa memenuhi banyaknya permintaan pengajuan kredit atau pinjaman.

Ternyata akibat dari bayar utang yang gak lancar gak enak ya? Kalau kamu gak pengin hal itu terjadi, gunakan metode Debt Snowball deh biar utang cepat lunas. Nah, supaya terhindar dari utang, pakai cara jitu ini dalam kelola keuangan ini.

5. Stres dan hidup gak tenang

Seorang wanita bingung bagaimana cara membayar utang

Nah yang ini pasti dialami oleh mereka yang utangnya menumpuk dan gak lunas-lunas. Termasuk juga mereka yang akhirnya memutuskan buat gali lubang tutup lubang alias minjam utang demi melunasi utang yang lama.

Jumlah utang yang menggunung hingga melebihi aset akan sangat berbahaya pada kesehatan finansial kita.

Secara gak langsung, kita bakal dinyatakan bangkrut. Apakah hal ini bisa membuat kita hidup santai? Tentu saja tidak.

Gaji numpang lewat saja udah gak santai apalagi utang menumpuk. Kapan mau lunas utang-utangnya.

Bicara soal utang, sejatinya dari kategorinya uang itu punya dua jenis yaitu utang produktif dan konsumtif. Produktif tentunya yang berkaitan dengan penambahan aset investasi, namun konsumtif adalah yang fungsinya digunakan untuk keperluan konsumsi.

Meski utangnya bersifat produktif, jumlahnya juga harus dikontrol ya. Karena utang itu sendiri bisa jadi pengeluaran pasif lho.

Demikian ulasan akibatnya kalau gak bayar utang ke bank. Semoga bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →