Terlambat Bayar Cicilan Mobil, Siap-Siap Terjadi Hal Ini

terlambat bayar cicilan mobil

Tunggakan atau angsuran yang belum kamu bayar bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri sebetulnya. Nama kamu akan tercoreng sebagai debitur.

Padahal, menunggak juga bukan semata-mata keinginanmu kan? Apalagi di tengah perekonomian yang naik turun seperti saat ini. Perekonomian dunia aja gak stabil, gimana dengan keuanganmu kan?

Sebagian besar masyarakat Indonesia juga membeli kendaraan bermotor dengan cara kredit. Dengan begitu tidak sulit bagi seseorang untuk memiliki mobil maupun sepeda motor.

Apalagi saat ini ada banyak perusahaan pembiayaan (leasing) yang menawarkan berbagai program demi mempermudah nasabahnya memiliki kendaraan bermotor. Misalnya mulai dari pemberian uang muka rendah hingga cicilan ringan.

Membeli kendaraan bermotor dengan cara kredit lewat perusahaan pembiayaan bukanlah tanpa risiko. Ada sejumlah persyaratan yang harus ditaati oleh nasabah. Bila tidak mengikuti syarat yang telah ditentukan, misalnya terlambat bayar cicilan mobil, maka perusahaan leasing tak segan-segan menegur debitur. Bahkan, leasing sering juga melakukan penarikan kendaraan karena debitur telat bayar cicilan motor yang dikreditnya.

“Konsumen (nasabah) itu kan sifatnya berbeda-beda ya. Ada yang nakal, baru satu bulan cicilan saja sudah hilang, jadi pada waktu macet pembayarannya kami akan datang ke rumah nasabah, kalau tidak ada ya kami dan akan langsung tarik kendaraannya. Tapi ada juga konsumen yang memang sedang mengalami kesulitan dan minta tolong supaya ditunda karena ada keperluan lain, ya itu masih okelah,” ujar Niko Kurniawan, selaku Direktur Penjualan, Servis dan Distribusi Adira Finance, di Jakarta belum lama ini dilansir laman Carmudi.

Niko menambahkan umumnya batas maksimal keterlambatan pembayaran cicilan kredit kendaraan itu sekitar 3 bulan. Sepanjang itu, lanjut dia bunga kredit terus berjalan dan nasabah akan dikenakan penalti sebesar delapan persen per bulan.

Kendaraan bermotor yang ditarik akan dilelang

Dengan menarik kendaraan bermotor milik nasabah yang menunggak pembayaran kredit bukan berarti perusahaan langsung meraih untung. Justru sebaliknya, apalagi jika kendaraan milik nasabah sudah tidak dalam kondisi baik karena tidak dirawat atau pernah tabrakan.

“Tiga bulan tidak bayar kami tarik. Kendaraan yang ditarik itu dilempar ke lelang. Tapi kami rugi kalau kami lelang, belum lagi kalau ada beberapa bagian di kendaraan mengalami kerusakan, atau lecet, pedagang mau untung juga lah,” terang Niko.

Apabila kendaraan ditarik karena nasabah terlambat bayar cicilan mobil, bukan berarti permasalahan dianggap selesai. Niko mengungkapkan nasabah tersebut sudah dipastikan tidak dapat lagi mengajukan pembelian kendaraan dengan cara kredit.

“Jadi sekarang kan sudah semakin maju, sudah pakai e-KTP. Kalau sekarang posisinya kredit macet otomatis terekam di sistem BI Checking. Di situ akan teregister dan akan susah ambil kredit,” pungkas Niko.

Peraturan Menteri Keuangan

Terkadang, tak dapat dipungkiri memang pembayaran angsuran gak selamanya berjalan mulus. Pasalnya, kebutuhan hidup ke depan tidak ada yang bisa menebaknya. Kalau di awal pembayaran lancar, belum tentu ke depannya tidak ada nasabah yang telat bayar cicilan motor sampai akhirnya terpaksa motornya ditarik.

Memang, yang diharapkan tidak ada kendala yang berarti, tetapi balik lagi. Rezeki siapa yang tahu, dan gak selamanya kebutuhan itu stagnan saja bukan?.

Saat kamu terlambat melakukan pembayaran maka harus menanggung risikonya. Dari risiko denda hingga penarikan kembali kendaraan yang kamu kredit bisa menjadi ancaman ketika terlambat membayar angsuran.

Para debt collector ini memang tak jarang mengambil paksa kendaraan yang mengalami kredit macet dalam waktu lama. Tentu hal ini akan merugikan. Selain kehilangan kendaraan, angsuran yang telah dibayarkan dalam bulan-bulan sebelumnya tidak akan bisa diambil lagi.

Nah sekarang kamu gak perlu khawatir lagi dengan hal itu. Pasalnya, sejak tahun 2012, Kementerian Keuangan telah menerbitkan peraturan yang melarang perusahaan leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah.

Tetapi hal itu tentu bukan tanpa syarat dan ketentuan ya. Dengan adanya peraturan menteri tersebut, kamu tetap memiliki kewajiban untuk menghindari terjadinya terlambat bayar cicilan mobil atau motor yang dikredit.

Intinya, jika kamu terlambat dalam bayar cicilan mobil atau motor, pihak leasing gak akan mengambil paksa. Namun mereka akan melakukan analisis apa yang menjadi penyebab keterlambatan tersebut.

Dalam hal ini pihak leasing kemudian akan masih memberi toleransi satu sampai tiga bulan asalkan kamu memiliki niat baik untuk melunasi total utang karena telat bayar cicilan mobil atau motor.

Isi Kalkulator Lifepal berikut untuk mengetahui premi asuransi mobil kamu!

Jangan lupa lindungi kendaraanmu dengan asuransi

Sudah susah payah kita bekerja untuk membayar cicilan mobil atau motor, jangan sampai deh ada pengeluaran lagi karena harus ke bengkel karena kendaraan mogok atau mengalami benturan. Pasti biayanya mahal untuk memperbaiki semuanya.

Solusinya, kamu bisa mengandalkan asuransi kendaraan. Manfaatnya, kamu bisa terhindar dari pengeluaran berlebih akibat perbaikan di bengkel karena asuransi yang akan menanggungnya. Bahkan jika kendaraanmu hilang dicuri, asuransi bisa memberikan ganti rugi untuk kamu juga.

Jangan ragu untuk mencari tahu rekomendasi asuransi kendaraan dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka Indonesia hanya di Lifepal!

FAQ seputar nasabah yang terlambat bayar cicilan mobil atau motor

Pihak leasing pada umumnya memberikan batas waktu hingga tiga kali keterlambatan pembayaran, berarti tiga bulan. Jika dalam waktu 3 bulan tidak ada pembayaran sama sekali, pihak leasing akan melakukan analisis terhadap kondisi nasabah. Jika ditemukan tidak ada jalan keluar, pihak leasing berhak untuk menarik kendaraan yang masih dikredit.
Mobil atau motor yang ditarik oleh leasing akibat ketidaksanggupan nasabah untuk melakukan pelunasan utang akan dilelang secara terbuka kepada masyarakat. Nasabah tidak akan mendapatkan ganti rugi apa pun dan cicilan yang sebelumnya telah dibayar tidak akan dikembalikan.
Pihak leasing diperbolehkan menarik kendaraan yang gagal dilunasi oleh nasabah dengan mengacu kepada putusan Mahkamah Konstitusi No.18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020 soal Fidusia, memperjelas pasal 15 Undang-undang (UU) No. 42 Tahun 1999 tentang Wanprestasi atau Cidera Janji antara Debitur dan Kreditur.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →