6 Konglomerat dan Perusahaan Indonesia Pembayar Pajak Terbesar

Konglomerat

Enam konglomerat Indonesia menerima penghargaan sebagai pembayar pajak terbesar di Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak memberikan kepada mereka karena dinilai taat aturan perpajakan, sekaligus pembayar pajak individual terbesar di tanah air.

Adapun keenam konglomerat tersebut adalah Arifin Panigoro (Medco Group), Alexander Tedja (Pakuwon Group), Budi Purnomo Hadisurjo (Optik Melawai). Lalu kemudian ada Garibaldi Thohir (Adaro Energy), Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Emtek Group), dan TP Rachmat (Truputra Group).

“Apresiasi diberikan karena wajib pajak yang terpilih ini kontribusinya signifikan. Juga memberikan koordinasi dengan baik dan tingkat kepatuhannya sangat baik,” kata Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan, seperti dikutip dari katadata.co.id.

Selain itu pemerintah memberikan penghargaan pajak kepada 30 wajib pajak besar yang tercatat berkontribusi tinggi terhadap penerimaaan, dan taat aturan pajak 2018. Sebanyak 24 di antaranya merupakan perusahaan, sedangkan enam lainnya adalah konglomerat Indonesia.

Apresiasi untuk memotivasi wajib pajak yang lain agar semakin patuh dan berkontribusi lebih baik. Penghargaan tersebut juga diberikan dengan melihat sinergi dan dukungan wajib pajak terhadap program pajak. Seperti integrasi data dan pertukaran data, Inklusi Kesadaran Pajak, dan sosialisasi peraturan pajak terbaru.

Robert menjelaskan, realisasi penerimaan dari wajib pajak besar yang terdaftar di Kanwil Wajib Pajak Besar mencapai Rp 418,73 triliun pada 2018. Sementara tahun ini, target penerimaan mencapai Rp 498 triliun atau tumbuh 19 persen dibanding realisasi 2018.

Jumlah tersebut mendukung 31,57 persen dari target nasional sebesar Rp 1.577,56 triliun. Untuk mendukung layanan dan target pajak tahun ini, Kanwil Wajib Pajak Besar berencana untuk meningkatkan kerja sama dengan pihak ketiga.

Terutama untuk pertukaran data. Selain itu, integrasi data yang sudah dimulai dengan wajib pajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun integrasi data bertujuan untuk memudahkan wajib pajak dalam pelaporan surat pemberitahuan (SPT) tahunan.

Juga untuk menurunkan compliance cost, dan mengurangi beban administrasi wajib pajak. Bagi Ditjen Pajak, integrasi data akan mempermudah pengawasan, memperoleh data untuk penggalian potensi wajib pajak lain, dan meningkatkan pencapaian penerimaan.

Wajib Pajak Individu

1. Arifin Panigoro (Pemilik Medco Group)

2. Alexander Tedja (Presiden Komisaris Pakuwon Group)

3. Budi Purnomo Hadisurjo (Pendiri Optik Melawai)

4. Garibaldi Thohir (CEO Adaro Energy)

5. Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Pemilik Emtek Group)

6. Rachmat Theodore Permadi (Pemilik Triputra Group)

Tanya Ahli Hukum Lifepal
Tanya Ahli Hukum Lifepal

Wajib Pajak Badan

1. PT Adaro Indonesia Tbk

2. PT Astra Daihatsu Motor

3. PT Astra Honda Motor

4. PT Bio Farma (Persero)

5. PT Bukit Asam Tbk

6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

7. PT Bank BNl (Persero) Tbk

8. PT Bank BRI (Persero) Tbk

9. PT Bank Central Asia Tbk

10. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

11. PT Freeport lndonesia

12. PT Honda Prospect Motor

13. PT Kaltim Prima Coal

14. PT Kideco Jaya Agung

15. PT Pembangunan Perumahan

Tanya Ahli Hukum Lifepal
Tanya Ahli Hukum Lifepal

16. PT Pelabuhan Indonesia Ill (Persero)

17. PT Pertamina (Persero)

18. PT Petrokimia Gresik

19. PT PLN (Persero)

20. PT Perusahaan Gas Negara Tbk

21. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

22. PT Toyota Astra Motor

23. PT Unilever Indonesia Tbk

24. PT United Tractors Tbk

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →