9 Pilihan Investasi untuk Anak Muda [Plus Cara Mulai Investasi]

Investasi untuk anak muda

Bicara investasi, sering kali diidentikkan sama yang udah mapan atau orang tua. Padahal, investasi di usia muda justru jauh lebih disarankan. Lalu, apa aja pilihan investasi untuk anak muda?

Nah, berikut ini pilhan-pilihan investasi untuk anak muda ini layak buat kamu coba.

  • Reksadana
  • Emas batangan
  • Properti
  • P2P lending
  • Forex
  • Saham
  • Pendidikan dan keahlian
  • Deposito berjangka
  • Surat Berharga Negara (SBN)

1. Reksadana cocok sebagai pilihan investasi untuk anak muda

Buat kamu yang masih pemula buat berinvestasi, investasi reksadana sering kali jadi opsi terbaik.

Investasi ini bisa kamu mulai dengan modal minim. Bahkan, kamu bisa investasikan dana Rp 100 ribu aja.

Tingkat pengembalian cukup tinggi hingga 20 persen. Metode investasinya pun cukup ringkas. Kamu cukup pilih manajer investasi yang terpercaya dan produk yang relatif aman. Kemudian, kamu bisa taruh uang kamu di sana.

Bahkan, kamu bisa beli reksadana secara online sekaligus belajar di sana.

2. Investasi emas batangan buat cari aman

Buat kamu yang gak pengin ribet dan nyari investasi yang cukup aman buat masa depan, emas batangan jawabannya.

Salah satu alasan kenapa emas batangan direkomendasikan adalah harganya yang udah pasti selalu naik. Namun, perlu dicatat, harga yang selalu naik itu bukan dalam hitungan bulan, tetapi tahun.

Misalnya, harga emas tahun 2016 lalu adalah Rp 500 ribu, kini saat awal tahun 2018 udah melonjak jadi Rp 630 ribuan. Gak menutup kemungkinan dua tahun mendatang, harga emas jadi Rp 800 ribuan.

Cara mainnya gampang karena kamu cukup beli di Antam atau Pegadaian. Setelahnya, kamu cukup simpan aja deh. Namun, disarankan buat simpan di safe deposit box biar gak dicuri orang lain.

3. Beli properti buat yang gak pengin pusing-pusing

Instrumen investasi lainnya yang cukup ringkas buat dilakukan adalah beli properti. Siapa bilang yang masih muda kayak kamu gak bisa? Justru bisa banget.

Yang terpenting adalah kamu pilih properti yang emang sesuai kemampuan. Contoh, kamu yang berada di Jakarta tentu cukup sulit buat dapat rumah di kawasan tersebut. Kamu bisa coba buat cari di daerah pinggiran, seperti Depok atau Tangerang.

Harga rumah di kawasan tersebut masih terjangkau dengan cicilan yang ringan pula.

Bahkan, kamu bisa pilih tanah atau rumah di kawasan yang gak strategis namun berpotensi bakal ramai di masa mendatang. Bisa aja di masa mendatang harganya jauh lebih tinggi.

Opsi lain kamu bisa investasi dengan beli apartemen. Buat dapat keuntungan dari investasi berupa apartemen ini, sebaiknya kamu sewain aja apartemennya, bukan dijual lagi.

4. Investasi di P2P lending buat yang pengin return cepat

P2P lending atau peer-to-peer lending, yaitu website yang mempertemukan antara si peminjam atau debitur dengan pemberi pinjaman alias kreditur.

Nah, kamu bisa bertindak sebagai kreditur di situs tersebut. Kamu bisa “bantu” para peminjam dengan sediakan dana yang mereka butuhkan. Cukup mudah, bukan?

Dapat keuntungannya juga cukup cepat karena tiap bulan, debitur bakal nyicil buat lunasin penjamannya ke kamu. Tingkat pengembaliannya pun cukup tinggi, yaitu sekitar 15 persen sampai dengan 38 persen dari dana yang kamu pinjamkan.

Cuma aja, cara ini cukup riskan karena gak ada jaminan bila si debitur gak kembalikan dana kamu.

5. Sedikit bermain api dengan trading forex

Trading forex cocok buat kamu yang pengin dapat return cukup tinggi namun berani ambil risiko.

Caranya, kamu bisa tukarkan uang yang kamu miliki dengan mata uang asing. Kemudian, dari sana kamu diharapkan dapat pengembalian dengan margin cukup tinggi.

Biar lebih aman, kamu bisa ambil mata uang yang relatif stabil, seperti misalnya dolar AS, poundsterling, ataupun euro. Berinvestasi forex juga cuma disarankan buat investor yang udah mahir alias udah ngerti seluk beluk investasi karena risikonya yang besar.

6. Beli saham, risiko tinggi tapi bisa bikin kaya

Beli saham bisa jadi salah satu alternatif paling menguntungkan meski risikonya pun cukup tinggi.

Buat meminimalisasi risiko, kamu bisa pilih saham perusahaan yang cukup stabil. Namun, perlu diakui bahwa perusahaan yang udah stabil biasanya punya nilai saham yang cukup tinggi pula. Jadi, kamu perlu modal cukup besar.

Keuntungan dari beli saham ini bisa didapat dari dua cara, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain adalah margin yang kamu peroleh dari harga jual dan harga beli.

Sementara itu, dividen adalah pembagian keuntungan bagi para pemegang saham yang diberikan perusahaan.

7. Investasi buat pendidikan dan keahlian

Satu lagi investasi di usia muda yang gak boleh terlewatkan oleh kamu adalah pendidikan dan keahlian.

Masa muda jadi masa terbaik buat menambah banyak ilmu. Ilmulah yang bikin kamu bisa mencoba berbagai peluang buat jadi kaya.

Oleh sebab itu, kamu bisa investasikan sejumlah uang kamu buat meneruskan pendidikan ataupun ikut kursus tertentu. Misalnya, kamu bisa rogoh kocek buat kursus Bahasa Inggris, belajar public speaking, atau malah ikut workshop investasi tertentu.

Gak seperti investasi lain yang udah disebutkan, pengembalian dari investasi dalam bentuk pendidikan ini bukan secara langsung hasilkan nilai materi. Akan tetapi, dari sinilah kamu bisa pintar buat menghasilkan uang.

8. Deposito berjangka

Kamu masih ragu-ragu berinvestasi karena takut bukannya untung, nilai uangmu justru menyusut? Coba investasi dalam bentuk deposito berjangka deh.

Dalam deposito berjangka, nilai pokok uang yang kamu setorkan tetap akan terjaga dan dijamin aman oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan kata lain, nilai pokok uang kamu gak akan berkurang.

Bagaimana cara berinvestasi dalam deposito berjangka? Kamu cukup menyimpan sejumlah uang, yang mungkin selama ini hanya duduk manis dalam tabungan, selama jangka waktu tertentu, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan.

Nantinya dari simpanan uang tersebut kamu akan mendapatkan bunga. Mudah sekali, kan? Namun, ada satu hal yang perlu kamu ingat, investasi di deposito berjangka membutuhkan waktu.

Kamu tidak bisa mengambil dana sebelum jangka waktu penyimpanan selesai. Kalau tetap mencairkan deposito sebelum jangka waktu yang ditentukan, kamu perlu menanggung biaya tambahan, seperti biaya administrasi penutupan dan penalti.

9. Surat Berharga Negara atau obligasi ritel

Masih belum menemukan juga bentuk investasi yang cocok untukmu? Jangan khawatir, masih ada pilihan investasi di Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN).

Apa sih SBN ini? SBN adalah surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang pembayaran bunga dan pokoknya dijamin Negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan masa berlakunya. Jadi, berinvestasi dalam SBN terbilang sangat aman.

Selain aman, masih ada beberapa manfaat lain dari berinvestasi di SBN, yaitu bisa menjadi agunan dan dijual setiap saat jika kamu membutuhkan dana.

Dengan berinvestasi di SBN, kamu pun ikut aktif membangun negara karena dana hasil penjualan SBN akan digunakan sebagai tambahan APBN negara.

Tertarik untuk membeli SBN? Kamu bisa membelinya melalui Pasar Perdana dan Pasar Sekunder, tetapi waktu penjualan di antara kedua pasar ini berbeda.

Pasar Perdana merupakan penawaran dan penjualan SBN untuk pertama kali, sedangkan Pasar Sekunder baru mulai memperdagangkan surat berharga setelah dijual di Pasar Perdana. 

Alasan anak muda harus berinvestasi

Iya, iya, selagi muda, memang rasanya lebih menyenangkan untuk mengeluarkan uang demi pengalaman baru atau membeli barang-barang impian dibandingkan menyisihkannya untuk manfaat di masa depan yang juga belum kelihatan.

Wajar kok berpikir seperti itu, tapi memikirkan masa depan yang serba gak pasti itu juga perlu lho. Selain untuk mengantisipasi masa depan yang serba gak pasti, masih ada beberapa alasan anak muda harus berinvestasi. Apa saja?

1. Demi masa tua

Sudah hukum alam bahwa gak akan selamanya kita dalam usia muda. Akan datang waktunya ketika kita mungkin gak akan bisa seproduktif saat masih muda dalam mengumpulkan rezeki.

Nah, kalau masa itu tiba kita mau bagaimana? Coba deh dua kali sehari kita bayangkan masa itu tiba. Seram kan?

Dengan berinvestasi dari muda, kamu bisa menjaga nilai uangmu tetap bertambah mengimbangi pergerakan inflasi yang terus bertambah, sama seperti umur kita yang juga terus bertambah.

2. Demi mengejar mimpi

Berapa banyak di antara kita yang memimpikan membuka usaha sendiri, memiliki rumah sendiri, atau berkelana ke sana ke mari melihat dunia, tapi terbentur dana?

Berapa banyak di antara kita yang bekerja, tapi terus merasa dana yang kita punya gak bisa membawa kita menggapai mimpi-mimpi itu?

Itu berarti kamu perlu cara lain dalam mengelola dana yang kamu punya. Dengan berinvestasi, kamu berpeluang menambah nilai uangmu dan menyisihkan tambahan itu untuk mengejar mimpi-mimpimu.

3. Demi menikmati hidup

Coba bayangkan dirimu dalam beberapa belas tahun kemudian. Apakah kamu sedang bekerja atau sedang melakukan hal-hal yang kamu suka, seperti bertualang, melakukan hobi, atau mewujudkan mimpimu yang lain?

Investasi memberikan peluang untuk kamu membalikkan situasi, dari yang semula bekerja untuk mendapatkan uang menjadi uang yang bekerja untuk kamu. Bagaimana bisa?

Bisa, karena imbal hasil dari dana yang kamu investasikan dapat menjadi sumber keuangan baru yang menambah nilai uangmu.

Lama-kelamaan, kamu bisa mengalokasikan waktu dari yang semula habis untuk semata-mata bekerja, menjadi untuk menikmati hidupmu.  

Cara mulai investasi di usia muda

Nah, sekarang kamu sudah siap berinvestasi, tapi masih bingung mau mulai dari mana. Berikut beberapa hal yang dapat kamu terapkan sebagai persiapan untuk berinvestasi di usia muda.

1. Buat tujuan dan rencana jangka panjang

Apa pun kegiatannya, susun tujuan dan rencana adalah langkah pertamanya. Prinsip ini juga berlaku dalam berinvestasi.

Sisihkan sebagian waktu untuk mencari tahu apa tujuan keuangan yang ingin kamu capai. Setelah punya tujuan, buat rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan itu.

Apa saja indikator dalam rencana yang perlu kamu perhatikan? Misalnya, berapa besar keuntungan yang ingin kamu dapatkan dan kapan kamu ingin mendapatkannya.

2. Tentukan budget investasi

Untuk mendukung tujuan dan rencana jangka panjang yang telah kamu susun, kamu juga perlu menentukan budget investasimu.

Berapa banyak yang harus dialokasikan agar dapat mencapai target waktu dan keuntungan yang diinginkan. Meskipun begitu, kamu tetap harus mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari dan bulananmu ya.

Jangan sampai semua dana masuk ke dalam budget investasi, tapi kamu keteteran menjalani hidup saat ini. Umumnya, kamu bisa mengalokasikan sekitar 20–40% dana dari pendapatanmu.  

3. Pilih jenis investasi yang sesuai

Sudah mengetahui tujuan dan menyusun rencana, sudah juga mengetahui berapa besar alokasi dana investasi, kini saatnya mempelajari jenis-jenis investasi yang ada.

Tujuannya untuk menemukan jenis investasi yang sesuai dengan tujuan, kebutuhan, budget, dan profil risikomu. Langkah ini penting agar perjalanan investasimu tidak hanya menguntungkan, tetapi juga menyenangkan. Selamat memulai berinvestasi!

Perbedaan investasi dengan menabung

Sedari dulu, kita sudah sering diwanti-wanti agar rajin menabung demi masa depan yang lebih baik. Benar sekali. Namun, apakah menabung saja sudah cukup untuk mempersiapkan masa depan?

Biar gak bingung lagi, yuk simak apa saja perbedaan menabung dengan investasi.

  Menabung Investasi
Keuntungan
  • Bisa diambil kapan pun
  • Risiko kerugian rendah
  • Ada manfaat tambahan atau keuntungan yang didapat lebih tinggi dari menabung
  • Dapat mengembangkan nilai uang untuk mengimbangi inflasi
Kekurangan Manfaat tambahan atau keuntungan yang didapat kecil Ada risiko kerugian
Tujuan Untuk keperluan jangka pendek Untuk keperluan jangka panjang
Jenis
  • Tabungan di bank
  • Tabungan di celengan
  • Emas
  • Reksa dana
  • Deposito
  • Surat berharga
  • Saham dan obligasi

Satu hal yang harus kamu ingat dari perbedaan antara investasi dan menabung, yaitu menabung memang memiliki risiko keuangan yang rendah, tetapi nilai keuntungannya pun juga rendah.

Sementara itu, investasi memang memiliki tingkat risiko keuangan yang tinggi, tetapi imbal hasil yang didapat juga tak kalah tinggi.

Jika kamu takut akan risiko investasi, tenang, masih ada jalan. Cobalah pilih produk investasi dengan tingkat risiko yang rendah.

Jadi, udah siap buat memulai investasi di usia muda? Jangan kalah dong sama mereka yang udah tua.

Justru harusnya di usia produktif ini kamu berani buat ambil risiko. Bila gagal di usia muda, kamu masih punya banyak kesempatan buat mencoba terus hingga berhasil!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →