Jangan Remehkan Penonton Bayaran, Begini Cara Ngebisnisinnya

ely sugigi dkk (instagram @elysugigi_real_)

Menyebutkan nama Elly Sugigi, kemungkinan besar dari kamu pasti ingat sama bisnis penonton bayaran yang dia lakoni. Yap! Selebriti asal Jakarta tersebut bikin profesi koordinator penonton bayaran jadi profesi yang dikenal publik.

Emangnya, bisnis yang kerjaannya ngumpulin penonton itu bisa kasih cuan yang lumayan?

Kamu kemungkinan pernah lihat dong salah satu acara musik atau lawak tertentu yang diramaikan oleh penonton di lokasi acara. Biasanya penonton di sana bakal serentak jadi pemandu sorak. Kemudian, mereka pun selalu mengikuti aba-aba dari si pembawa acara, termasuk pula saat diajak diajak berjoged.

Tahukah kamu kalau ternyata penonton di acara tersebut sebenarnya dibayar lho! Emang acaranya gak laku, sampai-sampai harus cari penonton bayaran?

Gak juga, kok. Cuma cukup tahu aja kan kalau acara tersebut sering kali digelar pagi hari. Yang mana pada saat itu, pasti kebanyakan orang bekerja. Jadi, cukup sulit buat mengumpulkan penonton biar acara lebih meriah. Selain itu, kalau gak ada semacam “pengikat” tentu sulit buat bikin penonton tetap mengikuti aba-aba pembawa acara sampai acara selesai, kan?

Nah, hal-hal semacam ini dilihat oleh agensi pemilik bisnis penonton bayaran tersebut sebagai peluang. Mereka menawarkan sumber daya yang dibutuhkan tersebut ke pihak televisi.

Bisnis penonton bayaran ini sebenarnya udah cukup lama lho. Sekitaran tahun 2004 lalu, bisnis tersebut makin dikenal.

Simbiosis mutualisme kok. Si penonton gak bingung harus daftar kemana bila pengin nonton langsung di studio tv sekaligus dibayar. Sementara itu, pihak televisi gak perlu pusing mikirin ngumpulin kuota massa yang harus tercapai. Simpel.

Kisah Sukses Para Pengelola Bisnis Penonton Bayaran

Elly Sugigi adalah salah satu dari cukup banyak nama yang terbilang sukses mengelola bisnis penonton bayaran ini. Selain sosok sensasional tersebut, ada beberapa nama lain yang bisa disebut sukses.

Contoh, ada Harsono Wahyudi yang kini mendirikan Harsono Management. Pria yang dulunya penonton bayaran tersebut kini memegang acara program musik yang dipandu artis  Raffi Ahmad di salah satu televisi nasional.

Harsono sendiri punya proyek pertama buat mengumpulkan penonton pada tahun 2004 silam. Saat itu, dia mampu mengumpulkan sebanyak 150 orang penonton.

Kemudian, ada Rina Putri yang mendirikan Herina Agency. Agensi tersebut juga mengelola bisnis penonton bayaran. Kisahnya pun hampir mirip dengan Harsono. Rina dulunya adalah penonton salah satu program religi televisi swasta nasional. Hanya aja, awal-awal Rina berkarier di bidang ini, dia cuma mampu mengumpulkan 10 orang penonton.

Bicara soal pendapatan, bisnis penonton bayaran ini biasanya mengambil margin antara dana yang diberikan oleh pihak televisi dan fee buat penonton.

Fee-nya juga bergantung pada “kelas”. Jadi, ada beberapa kategori penonton yang diminta oleh pihak televisi. Contoh, penonton yang penampilannya dianggap “biasa aja” dibayar Rp 20 ribu. Kemudian, mereka yang kelas B atau bisa disebut lumayan, dibayar Rp 50 ribu. Ada pula ibu-ibu arisan atau penonton dengan penampilan menarik dibayar lebih mahal, yaitu sampai Rp 100 ribu.

Sementara itu, pihak agensi bakal mengambil sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu dari masing-masing penonton. Kalikan aja kalau si pebisnis penonton ini bisa mengumpulkan 150 orang. Contoh, dia dapat margin Rp 25 ribu dikalikan 150 orang, total dia bisa dapat Rp 3,7 jutaan. Itu dalam sekali acara. Lumayan banget, kan?

Gak heran kan kalau Elly Sugigi bisa dapat puluhan juta Rupiah per bulan.

Gimana Cara Mengumpulkan Penonton?

cp penonton bayaran
Harus telaten buat nyari.

Buat mengumpulkan penonton, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan. Ada yang mendatangi ketua RT setempat buat minta bantuan mengumpulkan orang-orang di daerah tersebut. Ada pula yang mendatangi mal. Tergantung kebutuhan si pihak televisi.

Bahkan, ada agensi yang berani mendatangi sekolah, majelis pengajian, dan tempat lainnya. Sesuai dengan permintaan televisi deh pokoknya.

Yang pasti, kunci sukses buat bisnis ini adalah pergaulan yang luas. Dengan banyaknya pergaulan dan koneksi, si pengelola bisnis penonton bayaran bisa lebih mudah buat dapat penonton yang mau diajak.

Tertarik buat mencoba nyemplung di bisnis penonton bayaran ini?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →