Besaran Tarif Pajak Penghasilan PPh 21 bagi Pemilik NPWP

Tarif pajak NPWP alias tarif pajak penghasilan PPh 21

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas WP. Rata-rata pemilik NPWP adalah penyetor PPh Pasal 21. Kira-kira berapa ya tarif pajak NPWP alias tarif pajak penghasilan yang dikenakan?

Sebagai informasi, Wajib Pajak adalah pegawai tetap, penerima pensiun berkala, pegawai gak tetap dengan penghasilan bulanan di atas Rp4,5 juta, dan bukan pegawai yang mendapat imbalan berkesinambungan.

Hal ini tertuang dalam Undang-Undang No 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan lho. Jadi kalau mangkir, siap-siap deh kena sanksi berupa denda yang gak sedikit.

Nah, tarif pajak penghasilan yang harus dipotong setiap bulan ternyata gak berlaku bagi mereka yang tergolong sebagai pegawai dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Mau tahu lebih jauh tentang tarif pajak NPWP dan siapa saja yang tergolong sebagai PTKP? Ikuti terus ulasannya berikut ini.

Pemilik NPWP dengan PTKP tidak dikenakan tarif pajak penghasilan

cara membuat npwp online

PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenai pajak penghasilan PPh 21. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), berikut ini daftar PTKP yang berlaku sejak tahun 2016 hingga 2020 saat ini.

  • Rp 54.000.000 buat WP lajang.
  • Rp 4.500.000 tambahan buat WP menikah.
  • Rp 54.000.000 buat istri yang penghasilannya digabung dengan suami. 
  • Rp 4.500.000 tambahan buat setiap tanggungan sedarah dalam garis keturunan lurus, serta anak angkat yang ditanggung sepenuhnya (maksimal tiga orang). 

Masih bingung? Yuk perhatikan simulasi perhitungannya berikut.

Gaji < Rp 54 juta per tahun termasuk PTKP

Misalnya Erik adalah pekerja kantoran dengan gaji Rp 50 juta per tahun. Nah, penghasilan tersebut berada di batas bawah PTKP yang artinya, Erik gak wajib membayar pajak.

Gaji > Rp 54 juta per tahun dan menikah termasuk Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Lain halnya dengan Gary yang berpenghasilan Rp 100 juta setahun dan sudah menikah. Alhasil, ia mendapatkan PTKP sebesar Rp 54 juta (pribadi) ditambah Rp 4,5 juta (karena sudah menikah).

Jadi, berikut pengasilan Gary yang dikenakan pajak atau PKP:

Rp 100 juta – Rp 54 juta – Rp 4,5 juta = Rp 41,5 juta

Gaji > Rp 54 juta per tahun, menikah, dan punya anak termasuk PKP

Sementara itu, Herman adalah rekan Gary dengan penghasilan sama, yaitu Rp 100 juta per tahun. Ia juga sudah menikah, namun memiliki tanggungan empat orang anak; Ana, Ani, Ina, dan Lala.

Jadi, dia mendapatkan PTKP Rp 54 juta (pribadi), Rp 4,5 juta (menikah), dan Rp 4,5 juta (Ana), Rp 4,5 juta (Ani), Rp 4,5 juta (Ina). Sebagai informasi, anak ke-4 (Lala) gak mendapatkan PTKP karena berdasarkan peraturan, batas maksimalnya 3 orang tanggungan.

Berikut penghasilan Herman yang dikenakan pajak alias PKP:

Rp 100 juta – Rp 54 juta – (4 x Rp 4,5 juta) = Rp 28 juta.

Untuk besaran tarif PTKP itu sendiri juga tergantung dari kondisi perekonomian negara. Jadi Bisa naik, bisa juga tidak. Nah, dari tarif PTKP di atas, kamu jadi dapat mengetahui apakah penghasilanmu kena PPh atau tidak.

Tarif pajak penghasilan PPh 21 pemilik NPWP

bukti potong PPh 21 dan e-filing pajak pribadi

Tarif pajak penghasilan untuk pemilik NPWP terdiri dari wajib pajak orang pribadi sebagai subjek dalam negeri, wajib pajak orang pribadi sebagai subjek luar negeri, dan wajib pajak badan usaha.

Wajib pajak orang pribadi sebagai subjek dalam negeri merupakan orang yang sudah tinggal di Indonesia 183 hari lebih dalam kurun waktu 12 bulan. Bisa juga orang yang sudah menetap selama satu tahun dan berniat untuk tinggal dan kerja di Indonesia.

Sementara itu, wajib pajak orang pribadi sebagai subjek luar negeri orang yang gak tinggal di Indonesia selama 183 hari dalam 12 bulan, tapi punya usaha di Indonesia.

Berikut ini besaran tarif pajak penghasilan Pasal 21 atau PPh 21 yang berlaku bagi pemilik NPWP

  • Tarif 5 persen buat penghasilan kena pajak hingga Rp 50 juta.
  • Tarif 15 persen buat penghasilan kena pajak > Rp 50 juta – Rp 250 juta.
  • Tarif 25 persen buat penghasilan kena pajak > Rp250 juta – Rp500 juta.
  • Tarif 30 persen buat penghasilan kena pajak > Rp500 juta.

Setiap orang yang mempunyai NPWP harus melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk melapor kepada negara bahwa dirinya sudah membayar pajak sepanjang tahun. Biasanya, waktu maksimal pelaporan adalah 31 Maret. Segera datangi kantor pajak terdekat ya!

Nah, untuk perhitungannya sendiri, tergantung nominal gaji kamu. Kalau kamu punya penghasilan Rp 60 juta per tahun, maka PPh 21 yang harus dibayar adalah 5 persen. Persentase ini terus meningkat kalau gaji kamu lebih besar lagi, yaitu 15 persen, 20 persen, sampai 30 persen.

Kurang lebih, berikut perhitungan PPh 21 untuk pegawai dengan gaji Rp60 juta setahun.

(Rp60 juta – Rp54 juta (PTKP pribadi)) x 5 % = Rp300 ribu 

Sedangkan untuk wajib pajak badan dalam negeri atau yang memiliki penghasilan tetap dari usaha akan dikenakan tarif pajak sebesar 28 persen dari jumlah dana yang dilaporkan ke kantor pajak.

Tarif pajak penghasilan tidak memiliki NPWP

Seperti yang tertera pada Undang-Undang No 36 tahun 2008 Pasal 21 (ayat) 5a menjelaskan,

“Wajib pajak orang pribadi yang tidak memiliki NPWP tapi memperoleh penghasilan, akan dikenakan pemotongan PPh 21 dengan tarif lebih tinggi 20% dibanding wajib pajak yang memiliki NPWP.”

Oleh sebab itu, buat kamu mau atau sudah bekerja tapi belum punya NPWP, segera bikin ya. Sayang kan kalau potongan pajaknya lebih besar 20 persen.

Demikian penjelasan mengenai tarif penghasilan untuk pemilik NPWP, gak memiliki NPWP serta untuk pajak penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Kini kamu bisa memperkirakan sendiri kan berapa potongan pajak yang harus kamu bayarkan setiap bulannya? Semoga membantu!

Oh, iya jangan lupa untuk melindungi kondisi keuanganmu di masa depan dengan mengantisipasi risiko terjadinya musibah ketika sedang bekerja ya. Salah satu cara yang tepat adalah dengan memiliki asuransi jiwa.

Berkat menjadi nasabah asuransi jiwa, keluarga dan ahli warismu tidak perlu khawatir jika kamu selaku sumber penghasilan utama keluarga mengalami musibah yang mengakibatkan ketidaksanggupan bekerja lagi, misalnya akibat kecelakaan, karena perusahaan asuransi akan memberikan santunan tunai hingga puluhan juta rupiah untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang manfaat asuransi jiwa dan sekaligus konsultasikan mengenai semua kendala kamu cuma di Lifepal.