Merdeka Belajar! 4 Gebrakan dan Inovasi Pendiri Gojek di Dunia Pendidikan

Nadiem Makarim

Sejak awal penugasannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah mendapatkan perhatian banyak orang. Salah satu yang jadi sorotan adalah karena latar belakangnya yang bertentangan dengan dunia pendidikan. 

Nadiem sejauh ini dikenal sebagai sosok jenius di dunia digital. Startup yang dibangunnya pada tahun 2010 silam itu kini menjelma sebagai raksasa bisnis transportasi online, yaitu Gojek. Gojek merupakan perusahaan penyedia layanan transportasi umum dan beberapa layanan lainnya. 

Karena latar inilah banyak orang yang menilai kalau Nadiem lebih andal di dunia teknologi transportasi, ketimbang dunia pendidikan. 

Nah tapi, Presiden Jokowi menginginkan ada terobosan baru di dunia pendidikan. Sosok Nadiem dinilai mampu menghadirkan inovasi segar sama halnya seperti yang dilakukannya ketika mendirikan Gojek. 

Karena, Presiden Jokowi sebenarnya menginginkan sektor pendidikan ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Menjawab hal itu, Mas Menteri Nadiem Makarim telah mengeluarkan empat pokok kebijakannya pada Rabu (11/12). Inilah beberapa poin kebijakan yang diberi nama Merdeka Belajar tersebut. 

Baca juga: Dianggap Kurang Efektif, 5 Negara Ini Lebih Dulu Hilangkan Ujian Nasional

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sepenuhnya kewenangan pihak sekolah

nadiem makarim tiadakan ujian nasional
Ilustrasi ujian nasional di sebuah sekolah. (Tempo)

Sejak tahun 2015, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) masuk ke dalam salah satu indikator penentuan kelulusan siswa. Bentuk dari USBN sendiri adalah tes tertulis, namun berbeda dengan Ujian Nasional (UN), kalau UN soal seluruh nasional sama, namun USBN sama berdasarkan provinsi. 

Namun, di tahun 2020 nanti, USBN bakal diganti dengan ujian yang hanya diselenggarakan hanya oleh pihak sekolah. Artinya, guru memiliki keleluasaan untuk memberikan ujian kompetensi dan penilaian kepada siswa. 

Bentuk ujiannya pun diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, bisa berupa ujian tertulis, karya tulis, tugas kelompok, dan lain-lain. 

Anggaran USBN yang telah disusun pun bakal dialihkan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kapasitas sekolah. 

Baca juga: Nadiem Makarim Satu-Satunya Orang Paling Berpengaruh di Dunia Asal Indonesia Versi Majalah TIME

Ujian Nasional diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum

Selama ini salah satu penentu kelulusan siswa adalah melalui Ujian Nasional (UN), gak jarang deh para siswa mengalami stres sebelum ujian berlangsung. Nah tahun 2021 nanti, pelajar sepertinya harus berbahagia, karena Menteri Nadiem Makarim telah menghapus UN. 

Tahun 2020 bakal menjadi penerapan UN yang terakhir kalinya. Penggantinya bakal ada ujian tes kompetensi yang meliputi tes kemampuan nalar memahami sebuah bacaan dan tes kemampuan mengaplikasikan konsep berhitung. Tes kompetensi itu disebut dengan Asesmen Kompetensi Minimum. 

Baca juga: Kekayaannya Mencapai Rp 1,4 Triliun, Nadiem Makarim Gak Punya Akun Instagram Lho!

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lebih fleksibel dan singkat 

nadiem makarim ingin guru tak dipusingkan urus rpp
Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di sekolah. (Shutterstock)

Seorang guru harus melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Cara seperti ini terbilang kaku, belum lagi penulisan RPP itu yang membutuhkan waktu berjam-jam dan berlembar-lembar. 

Nah kedepannya, guru bebas membuat dan mengembangkan RPP sendiri. Tidak perlu berlembar-lembar, cukup 1 halaman saja namun sudah memuat komponen inti seperti tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. 

Sistem zonasi dikecilkan

Terakhir yang sempat diributkan oleh banyak pihak adalah mengenai sistem zonasi pemilihan sekolah. Sebagian besar sekolah, hanya bisa menerima siswa dari wilayah sekitarnya, atau yang dinamakan jalur zonasi. 

Jadi kamu warga Jakarta Barat misalnya, tidak bisa lagi mendaftar untuk sekolah di Jakarta Selatan. Padahal, sekolah di Jakarta Selatan tersebut termasuk salah satu yang paling favorit dan diminati banyak siswa. 

Jika sebelumnya presentasi penerimaan siswa berdasarkan jalur zonasi sebesar 80 persen, Nadiem Makarim memangkasnya menjadi 50 persen. 

Itulah terobosan Nadiem Makarim si pendiri Gojek. Kebijakan Merdeka Belajar itu sudah dirapatkan dengan DPR dan dilaporkan kepada Presiden Jokowi. Kita harapkan semoga pendidikan di RI bisa lebih maju, layaknya perusahaan Gojek, yang lahir sebagai rintisan namun kini menjadi decacorn. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →