Inspirasi Usaha: Kisah Sukses Steak Holycow yang Impresif

inspirasi usaha

Bingung cari inspirasi usaha yang tokcer”font-weight: 400;”>steak.

Suksesnya Holycow menandakan bahwa bisnis kuliner di Indonesia memang cukup menjanjikan. Walaupun tantangannya berat, tapi hal itu bisa berbuah manis di kemudian hari.

Sejatinya, dua partner yang sempat mengelola restoran itu memang sudah pecah kongsi. Meski demikian, nama Holycow masih jadi top of mind bagi konsumen lho.

Dan bisa dibilang dua-duanya punya penggemarnya tersendiri. Intinya, sama-sama laris. Cabangnya saja ada di mana-mana. Gak cuma di mal, bahkan di luar kota hingga luar negeri!

Tertarik untuk sukses seperti para pemilik Holycow ini? Tenang aja, kamu pasti bisa.

Tapi sebelum kamu benar-benar terjun dalam bisnis kuliner ini, gimana kalau kita simak cerita Holycow dari awal dibentuk hingga jadi salah satu restoran yang digemari masyarakat? Berikut ulasannya.

1. Holycow sebuah usaha yang didirikan oleh dua pasutri

inspirasi usaha
Lucy Wiryono dan Afit (Marketeers)

Holycow dirintis oleh Lucy Wiryono dan suaminya, yaitu Afit Dwi Purnomo alias, Chef Afit. Pada saat itu mereka sedang penasaran dengan apa yang namanya Wagyu, alias daging sapi dari Jepang.

Afit dan Lucy pun memiliki partner usaha, yaitu pasangan suami istri Iswanda dan Wynda Mardio. Asal kamu tahu nih, Wynda Mardio merupakan seorang produser Hardrock FM.

Lucy mengatakan dirinya benar-benar harus berpikir matang dalam mendirikan bisnis kuliner ini. Dia memang ingin punya usaha sendiri karena gak mau kerja. Dan bisnis ini memang serius, alias bukan untuk keren-kerenan.

Dia pun memulai usahanya dengan modal Rp 70 juta pada 2010 silam. Mereka juga gak membuka usaha steak Wagyunya di tempat mahal, melainkan justru di emperan. Dia pun membagi hasil jualan dengan pemilik tanah setempat.

Sementara itu, dalam artikel di SWA, dikabarkan bahwa Wynda mengucurkan dana sebesar Rp 50 juta. Uang itu adalah uang pesangon dari pekerjaannya.

Jadi kalau ditotal-total, biaya patungan usaha untuk mendirikan Holycow kurang lebih Rp 120 juta.

2. Konsep mewah tapi murah

inspirasi usaha
Afit bersama Wanda dan Wynda ketika masih akur (Gosipnya)

Konsep bisnis yang dirintis Lucy dan Afit sejatinya memiliki prinsip mewah tapi murah. Wagyu rata-rata dijual di harga Rp 300 ribuan sepiring, namun Wagyu buatan Lucy dan Afit hanya Rp90 ribu saja.

Saat itu, mereka pun mencoba membeli daging Wagyu di supermarket dan memasaknya sendiri. Lantas hasilnya pun enak. Masakan rumah itulah yang akhirnya dijual ke masyarakat.

Dalam berbisnis, mereka pun menggunakan jargon “Wagyu for Everyone” alias semua orang pantas menikmati Wagyu. Mereka berupaya untuk memasyarakatkan kuliner yang lezat ini ke masyarakat Indonesia.

Tanpa disadari, konsep bisnis mereka akhirnya berbuah manis. Tentu saja, prinsip mewah tapi murah ini bisa dijadikan inspirasi usaha kuliner milikmu ke depan.

3. Bisnis ini diperkuat oleh Twitter dan Facebook

inspirasi usaha
Semuanya berkat media sosial (Okezone)

Pada saat didirikan, kedua owner bisnis ini juga mengandalkan media sosial untuk promosi. Namun karena pada 2010 belum ada Instagram, mereka menggunakan Twitter dan Facebook saja.

Bayangin, berbekal dua medsos itu saja mereka bisa sukses. Apalagi kalau dulu Instagram udah booming ya. Pastinya bakalan lebih moncer lagi bisnisnya.

Outlet Holycow pun seringkali penuh oleh pengunjung. Dan mereka juga rela antre dalam waktu yang cukup lama hanya untuk menikmati steak dengan saus yang luar biasa enak.

4. Pecah kongsi tapi tetap sukses

inspirasi usaha
Iswanda dan Wynda Mardio (Bintang)

Warung pertama Holycow di Jakarta ada di Radio Dalam, namun gak lama setelah itu berdirilah gerai permanen di Senopati yang dibangun dengan bantuan pinjaman dana.

Afit bekerja sebagai chef sekaligus pengelola usaha. Sedangkan Lucy sebagai Marketing Communication dari usahanya.

Meski usaha tersebut berjalan lancar, tapi karena adanya perbedaan visi dan misi, mereka pun pecah kongsi pada 2012. Perpecahan itu terjadi antara kubu Afit-Lucy dan Wanda-Wynda.

Holycow yang dimiliki Afit adalah Holycow! Steakhouse by Chef Afit. Sedangkan Wynda mengelola Steak Hotel by Holycow! Sama-sama pakai tanda seru ya, tapi rasa dan menunya jelas beda banget.

Perpecahan inilah yang lantas membuat sejarah restoran ini jadi simpang siur. Dalam wawancara di media, kubu Afit-Lucy pun gak pernah menyebut nama Wynda-Wanda, begitu pun sebaliknya.

Perpecahan itu akhirnya dimediasi sama notaris agar legalitas bisnis mereka jadi jelas. Afit pun sempat menanggung kerugian akibat perpisahan bisnis tersebut. Namun badai pun berlalu dan bisnis mereka pun kembali berjalan.

Pelajaran yang bisa kamu tarik dalam peristiwa pecahnya Holycow ini adalah sesukses apapun usahamu, pecah kongsi adalah hal yang wajar. Hard Rock Cafe pun mengalami hal ini lho. Tapi kasus perpecahan Holycow sudah ditangani dengan baik. Kedua restoran ini pun tetap sukses.

Bahkan gak sedikit orang yang gak tahu soal hal ini. Mereka cuma tahunya Holycow tetap satu aja.

Gak heran deh kalau restoran ini patut kamu jadikan inspirasi usaha. Biar kata pecah kongsi, tapi orang tetap sulit membedakan karena nama Holycow sendiri udah kuat dibenak konsumen.

5. Sesuai dengan kultur Indonesia

inspirasi usaha
Kamu suka kentang yang mana nih? Eh kok jadi kentang sih (Kompas)

Meskipun restoran steak memang identik dengan kultur kebarat-baratan, namun pemilik Holycow gak mengesampingkan satu aspek penting yang jadi perhatian masyarakat Indonesia dalam hal makan. Apalagi kalau bukan label “Halal.”

Holycow Steak House maupun Steak Hotel berani menjamin kehalalan daging sapi mereka. Hal itu tentunya membuat konsumen Indonesia yang mayoritas adalah Muslim gak ragu untuk makan di sana.

Jadi gak heran kan kalau restoran steak yang satu ini ramai terus. Mereka gak lupa dengan aspek-aspek kultural yang harus mereka penuhi jika ingin berbisnis di Indonesia.

6. Terus mengikuti perkembangan zaman

Saat ini di Indonesia memang lagi tren restoran yang menyediakan menu makan sepuasnya alias all you can eat. Nah, biar terus menyajikan layanan terbaik dan gak ketinggalan zaman, di penghujung tahun 2019, Holycow ikut menyediakan menu ini. 

Kalau biasanya pengunjung menikmati sajian steak ala carte, kini penggemar steak dapat menikmati lebih dari 50 varian menu steak, beserta saus, dan makanan pendamping lainnya sepuasnya. Kalau kayak gini kan bisa dijamin restoran ini gak kan pernah sepi pengunjung.

7. Holycow gak pernah telat bayar gaji karyawan

inspirasi usaha
Wah bikin laper aja nih (Liputan 6)

Kunci sukses terakhir Holycow adalah soal pemberdayaan karyawan. Lucy mengatakan ketika karyawan bersemangat maka bisnismu bakal berkembang dengan baik lho.

Salah satu hal yang memang dijaga oleh Lucy dan Afit adalah soal pembayaran gaji yang gak pernah telat. Modal awal mereka pun benar-benar diprioritaskan untuk bayar gaji karyawan.

Dan jangan salah lho, urusan gaji karyawan selama setahun sudah mereka prioritaskan di awal warung steak itu buka. Jadi gak ada alasan tuh telat bayar gaji karena restoran sepi dan sebagainya.

Layak kah Holycow jadi inspirasi usaha kuliner buat kamu?

Setelah baca enam fakta soal Holycow di atas, kira-kira apakah restoran ini bisa jadi inspirasi usaha kuliner yang pas buat kamu? Atau mungkin kamu lebih terinspirasi dengan restoran lain yang terkenal di Jakarta?

Sejatinya, dibilang layak atau tidak ya jawabannya jelas layak banget ya. Mendirikan brand yang akhirnya jadi terkenal di mata masyarakat bukan perkara gampang lho.

Udah gitu, mereka juga diterpa dengan beragam permasalah yang cukup serius sampai pecah kongsi. Tapi hal itu gak menghentikan mereka untuk terus berinovasi.

Kubu Afit-Lucy juga sudah mengembangkan usahanya lho. Mereka punya restoran dengan menu spesial, yaitu ribs alias iga, nama restoran itu adalah Holyribs. Lalu mereka juga membuat restoran lain bernama Flip Burger, dan Loobie Lobster.

Sementara itu Steak Hotel Holycow yang digawangi oleh Wynda dan Wanda juga berkembang. Omzetnya bahkan sampai miliaran rupiah!

Itulah yang jadi alasan kenapa Holycow bisa jadi sumber inspirasi usaha buat siapapun. Kalau kamu mau ingin tahu lebih banyak jenis bisnis yang lainnya, baca aja artikel-artikel bisnis lainnya di Lifepal.