Investasi Bodong MeMiles Memakan Banyak Korban, Ini Alasannya

investasi bodong

Investasi bodong MeMiles telah memakan korban baik dari kalangan publik figur hingga masyarakat biasa. Padahal, MeMiles sudah dinyatakan sebagai investasi bodong berkedok aplikasi penyedia jasa iklan.

Investasi bodong MeMiles sengaja mengajak publik figur dari kalangan artis mulai dari Marcello Tahitoe, penyanyi Eka Delli, Judika hingga Adjie Notonegoro untuk dijadikan daya pikat kuat bagi calon korban mereka. Di sini, mereka berfungsi menerima reward hingga endorse.

Menggandeng publik figur, nyatanya bisnis yang dikelola PT Kam and Kam ini menerapkan skema ponzi yang kerap memberikan iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat untuk para nasabahnya.  

Padahal, keuntungan yang diperoleh investor sebenarnya dari uang mereka sendiri alias dari investor satu ke yang lainnya. 

Para nasabah juga dijanjikan komisi jika bisa menggaet nasabah baru. Seperti sebuah piramida, skema ini akan runtuh ketika jumlah anggota baru melamban dan banyak yang menarik uangnya.

Meski kebanyakan korban akhirnya menyadari telah tertipu dalam jenis investasi satu ini, mereka sebelumnya masih mempercayai iming-iming menggiurkan para pelaku.

Lantas, mengapa sih masih banyak saja korban investasi bodong seperti MeMiles ini? Yuk, ketahui di sini:

Mencari Keuntungan Besar dengan Cara Mudah

investasi bodong
Mencari Keuntungan Besar dengan Cara Mudah

Investasi bodong MeMiles, seperti didata Satgas Waspada Investasi (SWI), berhasil meraup omzet Rp 750 miliar dari 264 ribu orang nasabahnya hanya dalam kurun waktu delapan bulan.

Banyaknya korban penipuan investasi satu ini membuat sejumlah pengamat memberikan pandangan mereka. Salah satunya, pengamat sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) AB Widyanto.

Menurutnya, masyarakat saat ini memang banyak yang suka dengan investasi ringan, tetapi hasilnya besar. Situasi ekonomi digital saat ini juga menjadi ruang baru bagi manipulasi banyak hal, termasuk mencari keuntungan dengan cara mudah. 

“Kemudahan ini membawa kerentanan baru, termasuk risiko penipuan dengan kecanggihan teknologi,” kata dia seperti dilansir dari Sindonews.

Secara kultural, lanjut dosen Fisipol UGM ini, sebagian masyarakat belum memahami tentang instrumen baru seperti ekonomi digital. Dengan demikian banyak masyarakat yang belum melek teknologi menjadi rentan sebagai korban. 

“Ditambah lagi impian mencari income mudah dan cepat. Ini menjadi sebuah ilusi tinggi masyarakat yang harus mendapatkan edukasi,” ungkapnya.

Baca juga: Seputar Forex: 3 Risiko Investasi Forex yang Perlu Diwaspadai

Kejahatan Finansial

investasi bodong
Kejahatan Finansial

Jika AB Widyanto menilai banyak masyarakat jadi korban investasi bodong, pengamat sosial vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menganggap MeMiles sebagai kejahatan finansial.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Kejahatan ekonomi berbasis online ini telah menjadi wabah penyakit sosial yang semakin kuat dan luas jangkauannya. Padahal, saat ini era digital, tapi tetap saja publik banyak yang menjadi korban. 

Kejahatan inipun memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dari pada dengan mekanisme tradisional seperti telepon dan tatap muka. Data ini merujuk pada sejumlah kasus penipuan terkini yang terjadi di Barat.

“Kasus MeMiles mengingatkan kita pada krisis ekonomi dunia pada tahun 2008 silam di mana Madof telah menipu banyak konsumennya hingga merusak perekonomian dunia,” jelas dia.

Baca juga: Berminat Investasi Saham? Jangan Terjebak Saham Gorengan

Tips Tak Jadi Korban Investasi Bodong

investasi bodong
Tips Tak Jadi Korban Investasi Bodong

Nah, agar kamu tidak menjadi korban penipuan investasi bodong MeMiles Devie memberikan tipsnya. 

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah, menggali informasi yang dalam soal tawaran tersebut. 

“Kedua, meningkatkan rasa bersyukur. Dengan demikian akan berkurang rasa membandingkan diri dengan orang lain,” imbuhnya.

Itulah alasan banyaknya korban penipuan bodong, termasuk MeMiles yang tengah marak. Setelah membaca artikel di atas, semoga kamu bisa mengetahui langkah-langkah agar tidak jadi salah satu korbannya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →