Investasi di P2P Lending? Perhatikan ini Dulu Yuk

p2p lending

Dalam dunia keuangan, konsep peer to peer lending atau P2P lending memang bisa dikatakan masih baru. Konsep ini didukung oleh perusahaan financial technology atau fintech.

Secara garis besar P2P lending adalah sebuah platform yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dalam hal ini pelaku UMKM atau perorangan lainnya, dan pihak yang mau memberikan pinjaman. Mereka yang memberikan pinjaman tentu saja akan mendapat imbal hasil dari bunga pinjaman yang dibayarkan peminjam.

Meski tergolong baru, regulasi dari P2P lending itu sendiri diatur oleh peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 77/pojk.01/2016.

Keuntungan P2P lending

Sanggup memberikan imbal hasil yang mengalahkan inflasi 

Imbal hasil dari pendanaan P2P lending jelas bisa mengalahkan tren inflasi. Seperti diketahui sejak tahun 2015 hingga 2019, nilai rata-rata inflasi di Indonesia adalah 3,17%. 

Beberapa platform P2P lending, sebut saja salah satunya seperti Modal Rakyat, mampu memberikan return sebesar 15% hingga 25% per tahun. Selain mengalahkan inflasi, tentu saja imbal hasil P2P lending bisa mengalahkan deposito bank umum, BPR, maupun instrumen investasi Surat Berharga Negara

Tenor pendek

Tenor investasi atau pendanaan di P2P lending juga tergolong pendek. Rata-rata, fintech P2P lending menerapkan tenor pendanaan 14 hingga 90 saja. Maka dalam waktu 14 hingga 90 hari, pendanaan itu memasuki jatuh tempo. Pendana sudah bisa menikmati keuntungan dengan meminjamkan dana ke para pengusaha.

Proses investasi cepat

Mengingat investasi atau pendanaan ini berbasis teknologi, maka prosesnya pun terbilang cukup cepat. Dalam hitungan menit saja, kita bisa langsung menjadi pendana di platform ini.

Diversifikasi juga lebih mudah

Proses pendanaan di P2P lending sejatinya mirip dengan belanja online di e-commerce. Ada banyak pilihan pendanaan dengan tenor dan imbal hasil yang sudah ditetapkan, dengan cara ini kita bisa dengan mudah melakukan diversifikasi investasi dengan, menyebar pendanaan ke lebih dari satu peminjam. 

Kerugian P2P lending

Peminjam telat bayar

Risiko kredit macet juga bisa dialami oleh P2P lending. Ada banyak faktor yang menyebabkan peminjam telat membayar cicilan, namun penyelenggara layanan P2P lending tentu akan menghubungi peminjam dan melakukan penagihan.

Peminjam gagal bayar

Selain telat bayar, peminjam juga berpotensi mengalami gagal bayar atau mengembalikan pinjaman. Situs P2P lending tidak bertanggung jawab atas hal ini karena mereka hanya menjadi perantara peminjam dengan yang meminjamkan uang. Oleh karena itu, risiko ini pun sepenuhnya ditanggung pendana. 

Investasi tidak likuid

P2P lending tidak bisa ditarik atau dicairkan sesuka hati layaknya reksa dana atau deposito. P2P lending pun tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder layaknya obligasi maupun saham. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menunggu pencairan hingga tenor pendanaan berakhir.

Cara menyusun strategi ketika berinvestasi di P2P lending

Pilih platform yang terdaftar dan diawasi OJK

Perusahaan fintech peer to peer lending ada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, pilihlah platform P2P lending yang sudah terdaftar di OJK.

Selalu baca fund fact sheet sebelum mendanai

Sama seperti reksa dana, setiap UMKM yang mengajukan pinjaman dana di P2P lending memiliki fund fact sheet. Bacalah dengan seksama, kenali jenis usaha yang mereka jalani, serta ketahui pulalah alasan peminjaman dana tersebut. 

Lakukan deposit uang dari penghasilan secara rutin

Untuk menjaga konsistensi dan mempermudah perwujudan tujuan investasi kita di P2P lending, rutinlah untuk menyisihkan uang dengan memasukkan ke deposit situs P2P lending. Mengapa demikian? Tentu saja agar uang yang seharusnya diinvestasikan tidak terpakai untuk keperluan konsumtif lainnya.

Melakukan deposit di situs P2P lending tidaklah sulit. Sebut saja, kamu hanya perlu mentransfernya ke virtual account yang tersedia.

Lakukan diversifikasi sebanyak mungkin

Ada banyak UMKM yang mengajukan aplikasi peminjaman dana. Karena itu, kita memiliki banyak pilihan untuk melakukan pendanaan. Jangan sampai Anda meletakkan uang dalam satu peluang pendanaan saja karena meski imbal hasil yang diterima besar, risiko yang muncul juga besar.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →