12 Keuntungan Investasi Emas dan Penyebab Harganya Naik

keuntungan investasi emas

Apa aja keuntungan investasi emas? Investasi emas paling populer di Indonesia. Saking populernya, kebanyakan orang kalau diajak ngobrol soal investasi pasti tahunya cuma investasi emas.

Buat kebanyakan orang di Indonesia, investasi emas pokoknya udah paling menguntungkan deh. Padahal, selain investasi emas, ada investasi reksa dana ataupun saham. Namun, kedua instrumen investasi tersebut kalah pamor dengan emas.

Bukan cuma karena kurangnya pengetahuan, berinvestasi emas dianggap lebih baik karena tersebarnya cerita orang-orang dulu yang telah merasakan keuntungan investasi logam mulia tersebut. Padahal, cerita orang-orang yang untung dari saham juga gak kalah menarik lho.

Di sinilah perlunya ada pemahaman tentang investasi emas. Seperti apa keuntungannya? Apa aja kerugiannya? Perlu diketahui, investasi itu gak selalu kasih untung. Kadang ada kondisi yang mana investor merugi. Makanya muncul istilah “high risk, high return”.

Dalam ulasan kali ini, Lifepal mau bahas soal investasi emas. Mulai dari untung ruginya, dan waktu yang tepat untuk berinvestasi. Yuk, disimak.

Keuntungan investasi emas, apa aja?

keuntungan investasi emas Antam

Inilah yang menjadi daya tarik emas sebagai logam mulia. Ada beberapa keuntungan investasi emas yang membuat banyak orang kepincut menempatkan dananya di logam mulia ini. Lalu, apa aja yang menjadi keuntungan dari menginvestasikan uang di emas?

Berikut ini daftar keuntungan investasi emas.

  • Nilai emas cenderung stabil dibandingkan instrumen investasi yang lainnya
  • Keberadaan emas sebagai logam mulia diakui dan diterima banyak orang di dunia
  • Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang likuid
  • Emas melindungi nilai uang dari inflasi (hedging)
  • Investasi emas berperan dalam diversifikasi investasi
  • Menyimpan emas sangat berguna saat kondisi gak pasti
  • Dapat diperjualbelikan secara online 
  • Pergerakan harga bisa dipantau kapan saja
  • Risikonya terbilang minim
  • Dalam jangka panjang, emas bisa menjadi dana darurat
  • Bisa beli kurang dari 1 gram

1. Nilai emas cenderung stabil dibandingkan instrumen investasi yang lainnya

Alasan kenapa investasi emas menguntungkan karena nilai emas yang cenderung stabil. Emas memiliki volatilitas yang lebih rendah ketimbang instrumen-instrumen investasi lainnya. 

Maksud dari volatilitas rendah di sini adalah harganya gak cepat berubah dalam waktu singkat. Dengan kata lain, harga emas gak tiba-tiba naik tinggi dalam waktu cepat ataupun turun dalam waktu sekejap.

2. Keberadaan emas sebagai logam mulia diakui dan diterima banyak orang di dunia

Hampir semua orang di seluruh dunia percaya dan sepakat dengan adanya nilai yang dikandung emas. Menariknya, di dunia ini masih ada beberapa jenis logam mulia yang lebih bernilai daripada emas. 

Namun, sejarah emas yang telah dikenal sejak zaman dahulu membuat nilai logam mulia ini terus bertahan hingga sekarang. Bahkan, dulunya emas pernah menjadi alat tukar yang paling dominan.

3. Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang likuid

Karena dipercaya memiliki nilai dan semua orang sepakat dengan konsep tersebut, emas dengan mudahnya dijual buat memperoleh uang tunai (cash). Bisa dibilang, logam mulia yang satu ini tergolong sebagai investasi yang likuid atau punya likuiditas yang baik.

Sifatnya yang universal menguntungkan buat mereka yang berinvestasi emas. Sebab di mana pun berada dan kapan pun waktunya, emas bisa dikonversi menjadi uang tunai.

4. Emas melindungi nilai uang dari inflasi (hedging)

Inflasi di satu sisi bisa menguntungkan, tapi di sisi lain bisa merugikan. Makanya tingkat inflasi harus berada di kisaran yang pas, gak boleh plus ataupun minus.

Walaupun begitu, perlu langkah antisipatif dalam melindungi nilai uang. Sebab, inflasi membawa efek negatif terhadap nilai uang yang kita miliki.

Investasi emas menjadi salah satu langkah melindungi nilai uang dari inflasi (hedging). Soalnya saat nilai mata uang, semisal Dolar turun, nilai emas tetap terjaga, bahkan nilainya beranjak naik.

5. Investasi emas berperan dalam diversifikasi investasi

Agar risiko yang ditanggung gak besar-besar amat, perlu adanya diversifikasi dalam berinvestasi. Maksud dari diversifikasi di sini adalah penganekaragaman portofolio investasi. Jadi, investasi yang dimiliki gak cuma saham, tapi juga ada instrumen investasi lainnya.

Nah, emas menjadi salah satu pilihan dalam melakukan diversifikasi investasi. Sebab emas punya korelasi negatif dengan saham. Saat harga saham turun, harga emas cenderung naik. Dengan memiliki emas dalam portofolio, kerugian saham bisa diminimalkan.

6. Menyimpan emas sangat berguna saat kondisi gak pasti

Ketidakpastian politik dan ekonomi menjadi hantu yang menakutkan bagi banyak orang, termasuk mereka yang memiliki kekayaan. Saat kondisi tersebut terjadi, investasi emas menjadi keputusan yang tepat dan sangat berguna.

Kebanyakan investor bakal mengalihkan uang mereka ke emas ketimbang saham ketika kondisi perekonomian dibayangi ketidakpastian. Ketimbang menerima risiko yang besar, mereka mengamankan kekayaan dengan berinvestasi emas.

7. Dapat diperjualbelikan secara online 

Kecanggihan teknologi hari ini memudahkan kita untuk melakukan berbagai macam transaksi secara online, termasuk di dalamnya juga untuk jual-beli emas.

Jual-beli emas secara online menawarkan berbagai macam keuntungan dan kemudahan. Mulai dari caranya yang mudah dan praktis, modal yang rendah, hemat tempat dan juga bebas biaya administrasi.

Namun, sebelum melakukan jual-beli online perlu dipastikan penjual atau penyedia layanan ini terpercaya dan sudah terdaftar.

8. Pergerakan harga bisa dipantau kapan saja

Dapat dilakukan secara online, investasi emas dapat dipantau kapan saja, dimana saja. Fluktuasi harga pun dapat diketahui secara real time. Karenanya, jika ingin menjualnya saat berada pada harga terbaik. Mungkin sekali dilakukan. Begitu juga sebaliknya, kamu bisa membeli emas saat harganya sedan mengalami penurunan.

9. Risikonya terbilang minim

Memilih emas sebagai instrumen investasi, terutama untuk kamu yang masih pemula adalah pilihan yang tepat sebab risikonya terbilang minim.

Emas yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama tidak akan mengalami perubahan pada fisiknya. Ini tidak akan membuat penurunan kualitas yang berkaitan dengan kerugian karena nilainya yang juga menurun. 

Risiko investasi emas terbilang minim karena harganya yang cenderung stabil dan tentunya lebih aman dibandingkan dengan saham.

Harganya yang stabil disebabkan oleh permintaan dan penawaran emas di pasar yang juga stabil. Selain itu ia tidak terdampak inflasi, malah harganya semakin meroket dan akan memberikan keuntungan maksimal.

10. Dalam jangka panjang, emas bisa menjadi dana darurat

Emas merupakan instrumen investasi jangka panjang karena keuntungannya tidak bisa didapatkan dengan cepat. Memang fluktuasi terus terjadi padanya, namun pada kondisi ekonomi yang stabil harga emas cenderung stabil. 

Fluktuasi harga emas sendiri tergantung pada nilai mata uang nasional terhadap mata uang asing. Selain itu, juga disebabkan oleh kondisi keuangan suatu negara. Karenanya selisih harga beli terhadap harga jual tidak bisa muncul dengan serta-merta. 

Meski kenaikan harganya hanya terjadi beberapa tahun sekali, harga emas cenderung mengalami kenaikan dibandingkan penurunan. Oleh karena itu, menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang bisa menjadi dana darurat di masa depan adalah pilihan yang tepat.

11. Ada lebih dari satu pilihan selain emas ANTAM

Untuk berinvestasi dengan emas, kamu memiliki banyak pilihan dan tidak hanya terpaku kepada emas ANTAM sebagai emas dalam bentuk fisik yang lebih disukai para investor konservatif.

Namun, ada juga yang serupa dengan emas ANTAM ini yaitu emas platform yang tentunya berbasis online. Dengan emas platform dapat berinvestasi dengan lebih mudah, hanya dengan modal mulai dari Rp. 100, kamu pun dapat menikmati jasa penyimpanan secara gratis. Emas pun akan dapat dicetak jika ukurannya sudah mencapai 1 gram. 

Selain itu, ada juga emas berjangka yang risikonya tentu lebih besar dari dua jenis sebelumnya. Akan tetapi, keuntungan yang diberikan pun lebih menggiurkan. High risk, high return.

Untuk emas jenis ini, modalnya cukup besar. Untuk mendapatkan akun mininya pun, kamu harus menyiapkan Rp. 10 juta di awal. Sementara untuk akun reguler, kamu harus memiliki modal awal Rp. 100 juta.

12. Bisa beli kurang dari 1 gram

Dengan segala kemudahan yang ada saat ini, salah satunya dengan platform online untuk berinvestasi emas. Kamu tidak perlu modal besar untuk mulai berinvestasi.

Mulai dengan nominal Rp. 5.000 atau bahkan Rp. 100 sekalipun kamu bisa mencicil emas yang dimiliki. Tentunya, ukurannya pun sangat kecil, kurang dari 1 gram. Tak apa memulai dari yang sedikit terlebih dahulu sebab semua yang besar mulainya dari yang kecil dulu, kan?

Kekurangan investasi emas yang sebaiknya diwaspadai

cara investasi emas
Jangan salah beli. Belilah emas sungguhan, bukan produk turunannya (Shutterstock)

Di balik keuntungan investasi emas, ada kerugian yang perlu diwaspadai. Sayangnya, gak banyak orang tahu mengenai risiko-risiko dari memiliki emas.

Berikut ini adalah sejumlah kekurangan berinvestasi emas.

  • Cuan investasi emas untuk jangka pendek kurang menarik
  • Sekalipun cenderung stabil, harga emas juga bisa menurun
  • Emas gak bisa menciptakan pendapatan pasif
  • Emas juga berpotensi menciptakan bubble
  • Ada selisih negatif saat beli dan jual emas pada saat hari yang sama

1. Cuan investasi emas untuk jangka pendek kurang menarik

Sekalipun aman alias minim risiko, memperoleh profit dari berinvestasi emas gak bisa didulang dalam waktu cepat. Kecuali, kondisi politik dan ekonomi dunia lagi kurang kondusif.

Bandingkan saja dengan saham yang bisa naik lebih dari 5 persen dalam sehari, namun juga bisa berbalik arah dengan cukup tajam.

Itulah kenapa diingatkan buat jangan berharap tinggi memperoleh keuntungan besar dari memiliki emas untuk jangka pendek. Kegunaan emas di mata kebanyakan investor sebatas melindungi nilai uang. 

Gak usah heran kalau investor gak mengubah dana yang mereka miliki sepenuhnya ke emas.

2. Sekalipun cenderung stabil, harga emas juga bisa menurun

Pergerakan harga emas emang cenderung stabil. Namun, bukan berarti harganya gak bisa turun. Emas itu gak ubahnya barang komoditas yang harganya bisa berubah.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi harga emas. Mulai dari kebijakan perubahan suku bunga acuan oleh The Fed, kondisi ekonomi Amerika Serikat, penawaran dan permintaan terhadap emas, inflasi, pergerakan dolar, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi.

3. Emas gak bisa menciptakan pendapatan pasif

Investasi emas gak sama dengan investasi saham. Menyimpan uang dalam wujud emas juga gak sama seperti menyimpang uang di deposito atau obligasi.

Berinvestasi saham bisa menghasilkan dividen tiap tahunnya, sedangkan berinvestasi di emas sama sekali gak memberi dividen atau semacamnya. Kalau menaruh dana di deposito atau obligasi dapat memberi bunga, memiliki emas sama sekali gak menghasilkan hal tersebut.

Satu-satunya keuntungan yang bisa diperoleh dari emas adalah ketika harga jualnya lebih tinggi dari harga saat membelinya, menjual emas pada saat tersebut bisa menguntungkan kamu. Itulah sebabnya emas gak bisa diharapkan sebagai sumber pendapatan pasif.

4. Emas juga berpotensi menciptakan bubble

Bukan cuma harga saham, harga saham juga menyimpan potensi terciptanya gelembung atau bubble. Potensi tersebut bisa muncul ketika harga emas dianggap telah terlampau tinggi lalu para investor khawatir hingga akhirnya menjual emas yang dimilikinya.

Banyaknya investor yang menjual emas membuat investor lainnya ikut khawatir dan akhirnya membuat keputusan buat menjual emas yang mereka punya. Pada gilirannya, emas yang semua bernilai tinggi telah kehilangan nilainya akibat aksi jual yang dilakukan banyak investor.

5. Ada selisih negatif saat beli dan jual emas pada saat hari yang sama

Meskipun likuid alias mudah dibeli dan mudah dijual, ada selisih pada harga beli dan jual emas. Alih-alih selisih menguntungkan, selisih yang didapat adalah selisih kerugian. 

Misalnya aja kamu membeli emas saat ini di harga Rp 738 ribu per gram. Kalau kamu menjualnya pada hari yang sama saat kamu membeli, harga jualnya bukan Rp 738 ribu per gram atau lebih, melainkan Rp 697 ribu per gram. Inilah yang disebut selisih negatif.

Kapan waktu yang tepat buat investasi emas?

investasi emas
Federal Reserve

Sebagaimana yang udah disinggung di atas, perubahan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor. Ketika kamu hendak berinvestasi emas, ada baiknya mencermati faktor-faktor tersebut.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi petunjuk waktunya beli emas.

  • Ketika bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menurunkan suku bunga, itu waktunya membeli emas
  • Kondisi ekonomi dan turunnya harga saham
  • Gejolak politik dan inflasi

1. Ketika bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menurunkan suku bunga, itu waktunya membeli emas

Harga emas secara global bergantung pada tingkat suku bunga acuan yang diputuskan The Fed. Kalau bank sentral Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, nilai Dolar menjadi turun. Itu berarti, investasi dalam bentuk mata uang Dolar jadi gak menarik.

Emas kemudian dilirik para investor sebagai alternatif buat menyimpan uang yang mereka miliki. Harga emas pun terdongkrak oleh aksi beli para investor yang memilih menghindar dari  Dolar.

2. Kondisi ekonomi dan turunnya harga saham

Keputusan The Fed menurunkan suku bunga acuan didasari kondisi ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi ekonomi yang jelek cenderung mendorong The Fed buat menurunkan suku bunga acuan. Inilah yang kemudian menurunkan nilai Dolar dan menaikkan nilai emas.

Dampak dari ekonomi yang jelek juga tercermin dari turunnya harga saham, terutama saham blue chips. Melihat kondisi tersebut, investor kurang begitu tertarik menempatkan uangnya di saham. Alhasil, emas pun dipilih dan yang mengakibatkan naiknya harga emas.

3. Gejolak politik dan inflasi

Udah gak bisa disangkal kalau gejolak politik membuat ekonomi terpuruk. Akibatnya, inflasi pun naik dan membuat nilai mata uang menurun.

Ketika ada gejala inflasi bakal naik, itulah saatnya buat kamu berinvestasi emas buat mengamankan nilai uang yang kamu miliki. Dengan begitu, nilai uang yang kamu pegang terhindar dari tergerusnya nilai mata uang akibat inflasi.

Mengapa investasi emas itu mudah?

Investasi emas, terlebih setelah ia tersedia secara online sangatlah mudah untuk dilakukan. Alasannya adalah seperti yang telah dipaparkan di atas, terlihat dari 12 manfaat yang diberikan.

Mudah karena tidak perlu modal besar, bisa dilakukan secara online dengan bermodalkan internet. Kemudian, tidak perlu repot memiliki ruang penyimpanan sendiri yang berisiko tinggi terjadi kehilangan karena dicuri.

Selain itu, investasi emas secara online yang menampilkan pergerakan secara real time pun memungkinkan kita untuk menjualnya di saat yang tepat maupun menambah jumlah emas yang dimiliki dengan membeli di saat harga rendah.

Berbasis online ini pun membuat transaksi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak perlu repot datang ke penjualan.

Dengan keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan dari investasi emas hari ini. Apalagi yang membuat kamu menahan diri untuk mulai berinvestasi dengannya? Mulailah investasi emas hari ini untuk keuntungan besar yang menunggu di masa depan nanti.

Nah, itu tadi informasi untung rugi dari membeli emas serta kapan waktu yang tepat buat membelinya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)