Investasi Emas Wajib Kamu Miliki, Ini 12 Keuntungannya!

investasi emas batangan

Investasi emas adalah hal yang lumrah di Indonesia sebagaimana dinilai sebagai bentuk investasi yang terjamin karena harganya yang kerap naik tiap tahun.

Dalam ulasan kali ini, Lifepal mau bahas soal investasi emas. Mulai dari untung ruginya, dan waktu yang tepat untuk berinvestasi. Yuk, disimak.

Daftar Isi

Keuntungan investasi emas, apa aja?

Inilah yang menjadi daya tarik emas sebagai logam mulia. Ada beberapa keuntungan investasi emas yang membuat banyak orang kepincut menempatkan dananya di logam mulia ini. Lalu, apa aja yang menjadi keuntungan dari menginvestasikan uang di emas?

Berikut ini daftar keuntungan investasi emas.

  • Keberadaan emas sebagai logam mulia diakui dan diterima banyak orang di dunia.
  • Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang likuid.
  • Nilai emas cenderung stabil dibandingkan instrumen investasi yang lainnya.
  • Emas melindungi nilai uang dari inflasi (hedging).
  • Investasi emas berperan dalam diversifikasi investasi.
  • Menyimpan emas sangat berguna saat kondisi gak pasti.
  • Dapat diperjualbelikan secara online.
  • Pergerakan harga bisa dipantau kapan saja.
  • Risikonya terbilang minim.
  • Dalam jangka panjang, emas bisa menjadi dana darurat.
  • Bisa beli kurang dari 1 gram.

1. Keberadaan emas sebagai logam mulia diakui dan diterima banyak orang di dunia

Hampir semua orang di seluruh dunia percaya dan sepakat dengan adanya nilai yang dikandung emas. Menariknya, di dunia ini masih ada beberapa jenis logam mulia yang lebih bernilai daripada emas. 

Namun, sejarah emas yang telah dikenal sejak zaman dahulu membuat nilai logam mulia ini terus bertahan hingga sekarang. Bahkan, dulunya emas pernah menjadi alat tukar yang paling dominan.

2. Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang likuid

Karena dipercaya memiliki nilai dan semua orang sepakat dengan konsep tersebut, emas dengan mudahnya dijual buat memperoleh uang tunai (cash). Bisa dibilang, logam mulia yang satu ini tergolong sebagai investasi yang likuid atau punya likuiditas yang baik.

Sifatnya yang universal menguntungkan buat mereka yang berinvestasi emas. Sebab di mana pun berada dan kapan pun waktunya, emas bisa dikonversi menjadi uang tunai.

3. Nilai emas cenderung stabil dibandingkan instrumen investasi yang lainnya

Alasan kenapa investasi emas menguntungkan karena nilai emas yang cenderung stabil. Emas memiliki volatilitas yang lebih rendah ketimbang instrumen-instrumen investasi lainnya. 

Maksud dari volatilitas rendah di sini adalah harganya gak cepat berubah dalam waktu singkat. Dengan kata lain, harga emas gak tiba-tiba naik tinggi dalam waktu cepat ataupun turun dalam waktu sekejap.

Berikut chart harga emas sebagai gambaran perkembangannya dalam 10 tahun terakhir.

potensi investasi emas sekarang dan masa depan
chart emas dari tahun ke tahun (goldprice)

4. Emas melindungi nilai uang dari inflasi (hedging)

Inflasi di satu sisi bisa menguntungkan, tapi di sisi lain bisa merugikan. Makanya tingkat inflasi harus berada di kisaran yang pas, gak boleh plus ataupun minus.

Walaupun begitu, perlu langkah antisipatif dalam melindungi nilai uang. Sebab, inflasi membawa efek negatif terhadap nilai uang yang kita miliki.

Investasi emas menjadi salah satu langkah melindungi nilai uang dari inflasi (hedging). Soalnya saat nilai mata uang, semisal Dolar turun, nilai emas tetap terjaga, bahkan nilainya beranjak naik.

5. Investasi emas berperan dalam diversifikasi investasi

Agar risiko yang ditanggung gak besar-besar amat, perlu adanya diversifikasi dalam berinvestasi. Maksud dari diversifikasi di sini adalah penganekaragaman portofolio investasi. Jadi, investasi yang dimiliki gak cuma saham, tapi juga ada instrumen investasi lainnya.

Nah, emas menjadi salah satu pilihan dalam melakukan diversifikasi investasi. Sebab emas punya korelasi negatif dengan saham. Saat harga saham turun, harga emas cenderung naik. Dengan memiliki emas dalam portofolio, kerugian saham bisa diminimalkan.

6. Menyimpan emas sangat berguna saat kondisi tidak pasti

Ketidakpastian politik dan ekonomi menjadi hantu yang menakutkan bagi banyak orang, termasuk mereka yang memiliki kekayaan. Saat kondisi tersebut terjadi, investasi emas menjadi keputusan yang tepat dan sangat berguna.

Kebanyakan investor bakal mengalihkan uang mereka ke emas ketimbang saham ketika kondisi perekonomian dibayangi ketidakpastian. Ketimbang menerima risiko yang besar, mereka mengamankan kekayaan dengan berinvestasi emas.

7. Dapat diperjualbelikan secara online 

Kecanggihan teknologi hari ini memudahkan kita untuk melakukan berbagai macam transaksi secara online, termasuk di dalamnya juga untuk jual-beli emas.

Jual-beli emas secara online menawarkan berbagai macam keuntungan dan kemudahan. Mulai dari caranya yang mudah dan praktis, modal yang rendah, hemat tempat dan juga bebas biaya administrasi.

Namun, sebelum melakukan jual-beli online perlu dipastikan penjual atau penyedia layanan ini tepercaya dan sudah terdaftar.

8. Pergerakan harga bisa dipantau kapan saja

Dapat dilakukan secara online, investasi emas dapat dipantau kapan saja, dimana saja. Fluktuasi harga pun dapat diketahui secara real time. Karenanya, jika ingin menjualnya saat berada pada harga terbaik. Mungkin sekali dilakukan. Begitu juga sebaliknya, kamu bisa membeli emas saat harganya sedan mengalami penurunan.

9. Risikonya terbilang minim

Memilih emas sebagai instrumen investasi, terutama untuk kamu yang masih pemula adalah pilihan yang tepat sebab risikonya terbilang minim.

Emas yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama tidak akan mengalami perubahan pada fisiknya. Ini tidak akan membuat penurunan kualitas yang berkaitan dengan kerugian karena nilainya yang juga menurun. 

Risiko investasi emas terbilang minim karena harganya yang cenderung stabil dan tentunya lebih aman dibandingkan dengan saham.

Harganya yang stabil disebabkan oleh permintaan dan penawaran emas di pasar yang juga stabil. Selain itu ia tidak terdampak inflasi, malah harganya semakin meroket dan akan memberikan keuntungan maksimal.

10. Dalam jangka panjang, emas bisa menjadi dana darurat

Emas merupakan instrumen investasi jangka panjang karena keuntungannya tidak bisa didapatkan dengan cepat. Memang fluktuasi terus terjadi padanya, namun pada kondisi ekonomi yang stabil harga emas cenderung stabil. 

Fluktuasi harga emas sendiri tergantung pada nilai mata uang nasional terhadap mata uang asing. Selain itu, juga disebabkan oleh kondisi keuangan suatu negara. Karenanya selisih harga beli terhadap harga jual tidak bisa muncul dengan serta-merta. 

Meski kenaikan harganya hanya terjadi beberapa tahun sekali, harga emas cenderung mengalami kenaikan dibandingkan penurunan. Oleh karena itu, menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang bisa menjadi dana darurat di masa depan adalah pilihan yang tepat.

11. Ada lebih dari satu pilihan selain emas ANTAM

Untuk berinvestasi dengan emas, kamu memiliki banyak pilihan dan tidak hanya terpaku kepada emas ANTAM sebagai emas dalam bentuk fisik yang lebih disukai para investor konservatif.

Namun, ada juga yang serupa dengan emas ANTAM ini yaitu emas platform yang tentunya berbasis online. Dengan emas platform dapat berinvestasi dengan lebih mudah, hanya dengan modal mulai dari Rp100, kamu pun dapat menikmati jasa penyimpanan secara gratis. Emas pun akan dapat dicetak jika ukurannya sudah mencapai 1 gram. 

Selain itu, ada juga emas berjangka yang risikonya tentu lebih besar dari dua jenis sebelumnya. Akan tetapi, keuntungan yang diberikan pun lebih menggiurkan. High risk, high return.

Untuk emas jenis ini, modalnya cukup besar. Untuk mendapatkan akun mininya pun, kamu harus menyiapkan Rp10 juta di awal. Sementara untuk akun reguler, kamu harus memiliki modal awal Rp100 juta.

12. Bisa beli kurang dari 1 gram

Dengan segala kemudahan yang ada saat ini, salah satunya dengan platform online untuk berinvestasi emas. Kamu tidak perlu modal besar untuk mulai berinvestasi.

Mulai dengan nominal Rp5.000 atau bahkan Rp100 sekalipun kamu bisa mencicil emas yang dimiliki. Tentunya, ukurannya pun sangat kecil, kurang dari 1 gram. Tak apa memulai dari yang sedikit terlebih dahulu sebab semua yang besar mulainya dari yang kecil dulu, kan?

Kekurangan investasi emas yang sebaiknya diwaspadai

Di balik keuntungan investasi emas, ada kerugian yang perlu diwaspadai. Sayangnya, gak banyak orang tahu mengenai risiko-risiko dari memiliki emas.

Berikut ini adalah sejumlah kekurangan berinvestasi emas.

  • Cuan investasi emas untuk jangka pendek kurang menarik.
  • Sekalipun cenderung stabil, harga emas juga bisa menurun.
  • Emas gak bisa menciptakan pendapatan pasif.
  • Emas juga berpotensi menciptakan bubble.
  • Ada selisih negatif saat beli dan jual emas pada saat hari yang sama.

1. Cuan investasi emas untuk jangka pendek kurang menarik

Sekalipun aman alias minim risiko, memperoleh profit dari berinvestasi emas gak bisa didulang dalam waktu cepat. Kecuali, kondisi politik dan ekonomi dunia lagi kurang kondusif.

Bandingkan saja dengan saham yang bisa naik lebih dari 5 persen dalam sehari, namun juga bisa berbalik arah dengan cukup tajam.

Itulah kenapa diingatkan buat jangan berharap tinggi memperoleh keuntungan besar dari memiliki emas untuk jangka pendek. Kegunaan emas di mata kebanyakan investor sebatas melindungi nilai uang. 

Gak usah heran kalau investor gak mengubah dana yang mereka miliki sepenuhnya ke emas.

2. Sekalipun cenderung stabil, harga emas juga bisa menurun

Pergerakan harga emas emang cenderung stabil. Namun, bukan berarti harganya gak bisa turun. Emas itu gak ubahnya barang komoditas yang harganya bisa berubah.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi harga emas. Mulai dari kebijakan perubahan suku bunga acuan oleh The Fed, kondisi ekonomi Amerika Serikat, penawaran dan permintaan terhadap emas, inflasi, pergerakan dolar, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi.

3. Emas gak bisa menciptakan pendapatan pasif

Investasi emas gak sama dengan investasi saham. Menyimpan uang dalam wujud emas juga gak sama seperti menyimpang uang di deposito atau obligasi.

Berinvestasi saham bisa menghasilkan dividen tiap tahunnya, sedangkan berinvestasi di emas sama sekali gak memberi dividen atau semacamnya. Kalau menaruh dana di deposito atau obligasi dapat memberi bunga, memiliki emas sama sekali gak menghasilkan hal tersebut.

Satu-satunya keuntungan yang bisa diperoleh dari emas adalah ketika harga jualnya lebih tinggi dari harga saat membelinya, menjual emas pada saat tersebut bisa menguntungkan kamu. Itulah sebabnya emas gak bisa diharapkan sebagai sumber pendapatan pasif.

4. Emas juga berpotensi menciptakan bubble

Bukan cuma harga saham, harga saham juga menyimpan potensi terciptanya gelembung atau bubble. Potensi tersebut bisa muncul ketika harga emas dianggap telah terlampau tinggi lalu para investor khawatir hingga akhirnya menjual emas yang dimilikinya.

Banyaknya investor yang menjual emas membuat investor lainnya ikut khawatir dan akhirnya membuat keputusan buat menjual emas yang mereka punya. Pada gilirannya, emas yang semua bernilai tinggi telah kehilangan nilainya akibat aksi jual yang dilakukan banyak investor.

5. Ada selisih negatif saat beli dan jual emas pada saat hari yang sama

Meskipun likuid alias mudah dibeli dan mudah dijual, ada selisih pada harga beli dan jual emas. Alih-alih selisih menguntungkan, selisih yang didapat adalah selisih kerugian. 

Mudahnya untuk dipahami seperti ini. Misalnya aja kamu membeli emas Antam hari ini (4/8/2020) di harga Rp1.029.000 per gram. Kalau kamu menjualnya pada hari ini juga, maka harga jualnya bukan Rp1.029.000 ribu per gram juga, melainkan Rp929 ribu per gram. Inilah yang disebut selisih negatif.

Kapan waktu yang tepat buat investasi emas?

Sebagaimana yang udah disinggung di atas, perubahan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor. Ketika kamu hendak berinvestasi emas, ada baiknya mencermati faktor-faktor tersebut.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi petunjuk waktunya beli emas.

  • Ketika bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menurunkan suku bunga, itu waktunya membeli emas.
  • Kondisi ekonomi dan turunnya harga saham.
  • Gejolak politik dan inflasi.

1. Ketika bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menurunkan suku bunga, itu waktunya membeli emas

Harga emas secara global bergantung pada tingkat suku bunga acuan yang diputuskan The Fed. Kalau bank sentral Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, nilai Dolar menjadi turun. Itu berarti, investasi dalam bentuk mata uang Dolar jadi gak menarik.

Emas kemudian dilirik para investor sebagai alternatif buat menyimpan uang yang mereka miliki. Harga emas pun terdongkrak oleh aksi beli para investor yang memilih menghindar dari  Dolar.

2. Kondisi ekonomi dan turunnya harga saham

Keputusan The Fed menurunkan suku bunga acuan didasari kondisi ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi ekonomi yang jelek cenderung mendorong The Fed buat menurunkan suku bunga acuan. Inilah yang kemudian menurunkan nilai Dolar dan menaikkan nilai emas.

Dampak dari ekonomi yang jelek juga tercermin dari turunnya harga saham, terutama saham blue chips. Melihat kondisi tersebut, investor kurang begitu tertarik menempatkan uangnya di saham. Alhasil, emas pun dipilih dan yang mengakibatkan naiknya harga emas.

3. Gejolak politik dan inflasi

Udah gak bisa disangkal kalau gejolak politik membuat ekonomi terpuruk. Akibatnya, inflasi pun naik dan membuat nilai mata uang menurun.

Ketika ada gejala inflasi bakal naik, itulah saatnya buat kamu berinvestasi emas buat mengamankan nilai uang yang kamu miliki. Dengan begitu, nilai uang yang kamu pegang terhindar dari tergerusnya nilai mata uang akibat inflasi.

4. Jangan berinvestasi saat harga emas tinggi

Harga emas menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pada Selasa, 4 Agustus 2020 saja, harga emas Antam untuk cetakan 1 gram dibanderol harga Rp1.029.000. 

Di balik harga emas yang sudah di angka Rp1 juta ini, masyarakat disarankan untuk tidak membeli emas saat ini. Alasannya, meskipun emas merupakan safe haven (aset lindung nilai yang aman), namun kenaikan yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir, diduga lebih dipengaruhi oleh psikologi pelaku pasar. 

Kalau kamu membeli emas saat harga melambung, maka khawatir akan kondisi perekonomian Indonesia yang diproyeksikan negatif.

Ingin investasi emas? Ini tipsnya

tumpukan investasi koin emas

Namanya menginvestasikan sejumlah uang, sebaiknya gak dilakukan secara buru-buru. Gak terkecuali kalau kamu pengin meraup untung dari investasi emas. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli emas. Apa saja?

1. Jangan beli emas saat harga menyentuh Rp1 juta per gram

Pembelian emas gak cukup tepat dilakukan saat ini ketika harga beli emas nyaris menyentuh Rp1 juta per gram. Hal ini karena harga sudah terlalu tinggi. Lebih baik kamu menunggu harga emas mereda dulu sebelum akhirnya nanti bisa naik lagi. Kalau harga beli sudah agak turun, barulah emas cocok dibeli.

2. Pertimbangkan harga jual emas

Tips selanjutnya adalah mempertimbangkan harga jual emas. Kalau sekarang kamu beli emas dengan harga tinggi, justru pas jual dipastikan kamu gak akan bisa mendapatkan harga yang sama. Misalnya, saat ini sudah di kisaran Rp1 jutaan per gram, maka tunggulah sampai harga sedikit di bawah Rp900 ribu per gram. 

Harga beli emas Antam terkini (4 Agustus 2020) adalah Rp1.029.000, harga jual emas berada di kisaran Rp929 ribu per gram. Maka, ada selisih sekitar Rp100 ribu setelah membeli emas dan ketika ingin menjualnya. Rugi, bukan?

3. Jadikan emas sebagai investasi jangka menengah

Mengingat selisih harga jual dan beli yang sebenarnya gak terlalu tinggi, maka perlu menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah, bukan pendek.  Karena dalam waktu dekat tidak akan untung, masih ada gap dari selisih harga beli dan jual. Perlu kesabaran, kalau baru beli bentar langsung jual, untungnya tipis, bahkan lebih besar kemungkinan belum untung. 

4. Hitung modal buat biaya penyimpanan

Sebelum memutuskan berinvestasi emas, sebaiknya hitung dulu modal untuk tempat penyimpanan. Apalagi bila yang dibeli merupakan emas fisik yang sudah pasti memerlukan  tempat penyimpanan yang memadai agar emas tidak hilang dan rusak. 

Kalau perlu kamu menyewa brankas atau bahkan Safe Deposit Box (SDB) di bank. Umumnya, harga sewa SDB bank berkisar Rp400 ribu sampai Rp900 ribu sesuai ukuran. Namun, masih ada biaya penjaminan sekitar Rp750 ribu. 

5. Mulai dengan investasi emas online

Saat ini investasi emas banyak ditawarkan oleh berbagai perusahaan, mulai dari yang resmi seperti Antam dan PT Pegadaian (Persero), hingga melalui e-commerce, seperti Tokopedia dan Bukalapak. Bahkan, Antam dan Pegadaian menyediakan pembelian emas online melalui Pegadaian Digital dan Logam Mulia.

Kalau kamu masih mau coba-coba, lebih baik dengan emas online ini, sehingga bisa dimulai dari nominal kecil, tidak perlu sampai beli satu gram dulu yang nyaris Rp1 juta, bisa dari nominal kecil, pelan-pelan ditabung.

Dengan investasi emas online, kamu gak perlu mengeluarkan biaya untuk tempat penyimpanan.  

6. Periksa kemurnian emas

Investasi emas dalam bentuk batangan, kamu bisa mendapatkan emas murni tanpa adanya campuran yang lain. Namun, sebelum membeli emas murni dalam bentuk batangan, kamu mesti periksa dulu kemurnian emasnya. 

Biasanya, kamu akan mendapat sertifikat jaminan keaslian emas. Namun, ada cara membedakan emas asli dan palsu yang paling gampang yaitu dengan dengan menggoreskan emas pada keramik atau kertas. Jika digoreskan dengan keramik atau kertas terdapat warna hitam, maka emas tersebut adalah palsu. Jika tidak meninggalkan goresan maka emas tersebut adalah asli.

7. Selalu rutin memantau harga emas

Pergerakan harga emas memainkan peranan yang penting saat kamu akan menjual atau membeli emas. 

Oleh karena itu, kamu sebagai investor harus memastikan membeli emas saat harga rendah dan menjualnya saat harga telah meningkat. Jangan sampai menjual emas saat harganya di bawah harga beli karena itu bisa membuat kamu merugi.

8. Memilih cara investasi emas

Dua cara investasi emas yang paling populer di berbagai kalangan adalah melalui emas berbentuk fisik dan tabungan emas digital. Secara prinsip, perbedaan menabung emas dan investasi emas fisik maupun nonfisik bisa memberikan keuntungan. Pembelian emas fisik akan mengacu kepada berat cetakan emas yang tersedia sedangkan emas digital dapat dibeli dengan nominal berapapun.

Pembelian emas fisik, seperti di Antam dapat dilakukan dengan satuan terkecil 0,5 gram, berlanjut ke 1 gram, 2 gram, 3 gram, 10 gram, dan 25 gram.

Pembelian emas digital dapat dilakukan dengan nominal berapapun karena tidak terpaku dengan berat cetakan emas, tetapi biasanya terdapat nominal pembelian minimal. Tabungan emas Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Online misalnya, pembelian minimal dipatok sebesar Rp50 ribu.

Cara menabung emas dapat dilakukan di platform tepercaya seperti Pegadaian Digital. Kamu bisa mengatur rencana pembelian emas digital, misalnya menabung Rp100 ribu setiap minggunya untuk dibelikan emas digital. Hal tersebut berbeda dengan cara investasi emas dengan pembelian emas fisik yang biasanya berlangsung dalam periode lebih lama.

Mengapa investasi emas itu mudah?

Investasi emas, terlebih setelah ia tersedia secara online sangatlah mudah untuk dilakukan. Alasannya adalah seperti yang telah dipaparkan di atas, terlihat dari 12 manfaat yang diberikan.

Mudah karena tidak perlu modal besar, bisa dilakukan secara online dengan bermodalkan internet. Kemudian, tidak perlu repot memiliki ruang penyimpanan sendiri yang berisiko tinggi terjadi kehilangan karena dicuri.

Selain itu, investasi emas secara online yang menampilkan pergerakan secara real time pun memungkinkan kita untuk menjualnya di saat yang tepat maupun menambah jumlah emas yang dimiliki dengan membeli di saat harga rendah.

Berbasis online ini pun membuat transaksi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak perlu repot datang ke penjualan.

Dengan keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan dari investasi emas hari ini. Apalagi yang membuat kamu menahan diri untuk mulai berinvestasi dengannya? Mulailah investasi emas hari ini untuk keuntungan besar yang menunggu di masa depan nanti.

Fokus menginvestasikan uangmu di emas memang langkah yang cerdas, namun jangan lupa untuk memproteksi keuangan dan aset-asetmu yang lain. Kita tahu biaya berobat ke rumah sakit memang mahal, jadi jangan sampai cuan investasimu selama ini ludes akibat harus membayar biaya perawatan medis dan obat-obatan ya.

Solusinya adalah dengan menjadi nasabah asuransi kesehatan. Preminya murah banget, tapi nilai pertanggungan yang kamu dapatkan bisa mencapai belasan bahkan puluhan juta. Yuk cari tahu selengkapnya tentang asuransi kesehatan di Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →