Ini Pilihan dan Tips Investasi Pertama Terbaik untuk Pemula

investasi terbaik untuk pemula

Investasi merupakan modal utama yang dapat menjamin masa depanmu jadi lebih lebih baik. Namun, apa investasi terbaik untuk pemula? Tentu saja beberapa pertanyaan seputar langkah itu tercetus saat ingin melakukannya.

Kamu tentu gak mau kan terus menerus kerja dari muda hingga tua hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Karena itu, Lifepal memberi bocoran investasi terbaik untuk pemula.

Berinvestasi sejak muda bisa jadi pilihan meski penghasilanmu pas-pasan. So, hilangkan mindset berinvestasi hanya ditujukan untuk mereka yang berduit, ya! Cukup dengan modal ratusan ribu, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah.

Nah, buat kamu para pemula yang ingin mulai berinvestasi tapi takut salah dan bikin kantong kebobolan, simak tips investasi terbaik untuk pemula serta pemilihan instrumennya yang tepat . Berikut, pemaparannya seperti dirangkum Lifepal:

Apa itu investasi?

Secara umum, investasi adalah cara untuk mempertahankan atau meningkatkan valuasi uang agar tetap memiliki daya beli dalam jangka pendek maupun panjang.

Ada berbagai cara untuk berinvestasi mulai dari logam mulia, properti, saham, reksa dana, deposito hingga surat utang. 

Investasi bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapanpun dia mau. Menurut Personal Finance Advisor Ayyi Achmad Hidayah, berikut ini beberapa instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia: 

1. Deposito 

Investasi jenis ini paling diminati investor pemula karena risikonya yang rendah. Deposito memiliki perbedaan dengan tabungan dilihat dari tingginya bunga dan waktu jatuh tempo. Secara umum, bunga deposito ada di kisaran 5 – 8% per tahun. 

Kalau kamu menginginkan return yang besar, investasikan dengan dana yang besar juga. Pembeda selanjutnya yaitu waktu jatuh tempo, kamu gak bisa ambil danamu sewaktu-waktu seperti tabungan. Karena berlakunya tenor di investasi deposito. Jadi sebelum jatuh tempo, ya kamu gak bisa utak atik uangmu yang ada di bank. 

2. Emas 

Jenis investasi ini layak dipilih buat kamu yang tertarik dengan investasi fisik dan nilai yang jelas, risiko investasi emas juga terbilang rendah. Bahkan, nilainya cenderung stabil dan terus naik tiap tahunnya.  

Tapi, gak sembarang emas lho cocok buat investasi. Jika tertarik berinvestasi emas, sebaiknya investasi emas batangan. Karena nilai emas batangan ini murni dinilai dari beratnya. Kamu bisa menyimpannya sendiri atau lebih aman ya taruh di deposit box di bank. 

Instrumen investasi

3. Saham 

Berbicara saham untuk investasi, berarti kamu harus siap dengan resikonya yang tinggi. Jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, investasi saham memiliki risiko paling tinggi. Butuh pemahaman dan analisis mendalam sebelum memutuskan membeli saham. 

Sebab pada dasarnya investasi saham itu adalah membeli kepemilikan sebuah perusahaan. Jadi, makin banyak saham yang kamu beli, maka makin besar pula persentase kepemilikan perusahaan yang bisa kamu dapatkan. 

4. Properti 

Sama seperti emas, investasi properti berarti fisik yang kamu beli. Nilainya pun terus naik dan berisiko rendah. Investasi ini tergolong investasi jangka panjang. Artinya, untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, kamu harus menahannya dalam waktu yang lama. 

Model investasi properti yang biasa digunakan adalah menyewakan properti, untuk mendapat aliran dana masuk. Atau kamu membeli tanah untuk dibangun properti di atasnya. Dan kamu menjualnya saat pasar properti tengah naik. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

5. Reksa dana 

Nah, investasi reksa dana adalah yang paling populer di kalangan anak muda atau investor pemula. Sebab, potensi keuntungan yang didapat dari investasi ini cukup besar, meski risikonya juga sebanding. 

Selain itu, modal awal kamu di reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi. Dan modal kamu akan diinvestasikan di beberapa produk berbeda di pasar modal. 

Tertarik untuk investasi reksa dana? Pastikan kamu memilih perusahaan investasi yang tepat dan punya reputasi yang baik. 

Mudah dan murah

Reksa dana dianggap instrumen paling tepat untuk pemula yang baru memulai berinvestasi. Karena instrumen ini menawarkan kemudahan dan murah, juga menjanjikan keuntungan yang cukup baik. 

Kenapa reksa dana adalah instrumen investasi yang paling tepat untuk pemula? 

1. Keuntungan reksa dana per bulan

Dilihat dari rata-rata keuntungan investasi tabungan atau deposito, reksa dana memiliki keuntungan yang cukup konsisten dalam beberapa tahun. 

2. Investasi modal dalam jumlah kecil 

Di investasi ini, kamu bisa memulai dengan modal Rp100 ribu per bulan. Karena nilai modal yang kecil inilah, maka banyak melirik reksa dana jadi pilihan investasinya. 

3. Gampang dicairkan 

Dibanding dengan instrumen investasi lain, seperti properti yang butuh tahunan untuk terjual. Reksa dana hanya butuh dalam hitungan hari untuk pencairannya. Sehingga jika investor reksa dana membutuhkan investasinya untuk dicairkan, bisa dengan mudah didapat. 

Instrumen investasi pertama apa yang cocok untuk pemula?

Dari sekian banyak instrumen  yang ada, Ayyi menyarankan, investor pemula yang baru pertama kali berinvestasi mengalokasikan uangnya ke reksa dana.

Ada beberapa alasan mengapa reksa dana menjadi pilihan tepat, yaitu:

1. Risiko rendah

Reksa dana dikenal dengan risikonya yang rendah dibandingkan instrumen investasi lain. Salah satunya, investasi saham langsung.

Pasalnya, dana yang kamu berikan ke manajer investasi tidak semuanya dialokasikan ke satu jenis instrumen, tapi disebar ke beberapa investasi.

Contohnya, reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas dananya akan dialokasikan ke obligasi milik pemerintah dan juga swasta. Nah, sisa dananya itu kemudian akan dialihkan ke instrumen pasar uang, jadi pergerakannya relatif lebih stabil.

2. Ada manajer yang mengelola dana kamu

“Reksa dana itu dananya akan dikelola oleh manajer investasi. Jadi, kamu gak perlu repot memantau pergerakan harga saham setiap saham layaknya investasi saham langsung,” ungkap Ayyi.

Sehingga, dana yang kamu gelontorkan akan dikelola manajer investasi yang memang udah ahli di bidangnya. Kamu tinggal duduk manis aja di rumah, dan menunggu rekeningmu terus bertambah.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

3. Return lebih besar

Selain risikonya rendah, return atau keuntungan yang diberikan reksa dana juga lebih besar di bandingkan instrumen lain seperti deposito atau obligasi.

4. Minimum investasi kecil

Besarnya minat banyak orang pada reksa dana membuat banyak perusahaan manajer investasi menawarkan minimum investasi dengan modal sangat kecil.

“Kalau sebelumnya minimum investasi reksadana itu sebesar Rp50 ribu. Kini sudah banyak yang menawarkan modal reksadana dengan modal hanya Rp10 ribu saja,” imbuhnya.

Jadi, dengan modal yang hanya puluhan ribu rupiah, kamu bisa membuat uangmu terus bertambah hingga jutaan rupiah. Asalkan, konsisten dan jangka waktunya juga panjang.

5. Variasi produknya beragam

Reksa dana juga memiliki produk beragam yang bisa disesuaikan dengan profil risiko calon investor.

Sekadar diketahui, ada empat reksa dana yang sangat populer yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

Lalu, apa tips untuk para pemula yang baru ingin berinvestasi?

Ada 10 poin penting yang harus dilakukan para pemula yang ingin meraup pundi-pundi rupiah dari reksa dana, yaitu:

1. Profil risiko

Calon investor harus mengetahui profil risikonya terlebih dahulu sebelum memutuskan berinvestasi.

Yang dimaksud di sini adalah, kamu harus tahu toleransi atau batasan risiko yang bisa diterima.

Kalau kamu gak berani menanggung risiko besar, sebaiknya pilih reksa dana pasar uang di bandingkan reksa dana saham yang memang memiliki risiko yang cukup besar.

2. Jangka waktu investasi

Setelah itu, kamu juga harus menentukan jangka waktu, apakah untuk jangka pendek (di bawah satu tahun), jangka menengah (satu hingga lima tahun), dan jangka panjang (di atas lima tahun).

“Kalau reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap itu cocok buat mereka yang ingin investasi jangka pendek. Untuk yang jangka menengah bisa memilih reksa dana campuran dan reksa dana saham untuk investasi jangka panjang,” kata Ayyi.

3. Tujuan investasi

Setelah itu, yang menjadi poin penting dalam menentukan instrumen apa yang tepat buat kamu adalah tujuan berinvestasi.

“Untuk masa depan seperti dana pensiun, sebaiknya pilih instrumen investasi jangka panjang. Sedangkan kalau untuk berlibur keluar negeri di dua tahun mendatang, kamu bisa memilih reksadana jangka pendek atau menengah,” ungkap Ayyi.

4. Dana yang dimiliki

Ayyi mengimbau, buat kamu yang ingin berinvestasi untuk menggelontorkan danamu sebesar 10 persen dari total penghasilan dan hal itu harus dilakukan secara rutin setiap bulan untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Jadi, saat gaji kamu naik, berarti nominal uang yang kamu investasikan juga harus meningkat.

5. Pantau secara berkala

Seperti yang sudah disebutkan di atas, saat kamu berinvestasi, kamu harus memiliki tujuan.

Nah, agar target kamu itu tercapai, kamu harus memantau pergerakan investasimu secara berkala seperti enam bulan atau satu tahun sekali.

“Misalnya, target kamu dalam tiga tahun mendapat keuntungan sebesar 100 persen dari modal. Nah, dengan memantau kamu jadi mengetahui sudah berapa keuntungan yang kamu dapatkan. Kalau masih jauh dari target, kamu bisa ancang-ancang untuk mencari instrumen lainnya yang bisa kasih keuntungan lebih besar,” imbuh Ayyi.

6. Mulai sedini mungkin

Yang terpenting adalah, harus dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, investasi yang kasih keuntungan besar itu merupakan jangka panjang. Jadi, semakin lama berinvestasi, maka akan semakin besar pula keuntungan yang kamu dapat.

7. Pelajari investasinya

Bukan cuma reksa dana, ada berbagai macam lainnya yang bisa kamu coba. Agar kamu bisa menekan risiko kerugian, ada baiknya untuk mempelajari pasar yang kamu pilih.

Contohnya kalau kamu mau investasi saham, pelajari tentang fundamental keuangan yang dimiliki oleh perusahaan yang pengin dibeli sahamnya agar gak rugi. Karena banyak saham gorengan yang bisa menjebak lho!

8. Jangan takut untuk rugi

Meski tujuan utama dari berinvestasi itu untuk meningkatkan nilai uang, kamu juga harus siap-siap untuk rugi jika suatu hal terjadi. 

Karena itu, kamu gak perlu takut, jadikan rasa takut itu sebagai pembelajaran ke depan guna gak mengulangi kesalahan yang sama.

9. Jangan salah pilih jenis reksa dana

Pelajari jenis-jenis reksa dana yang ada untuk mencapai tujuan keuangan yang kamu inginkan. Bayangkan risiko yang kira-kira bakal kamu dapat dengan jenis reksadana yang kamu pilih. 

10. Investasi di banyak instrumen 

Meski kamu yakin kalau reksa dana menjanjikan keuntungan yang potensial, sebaiknya tempatkan modal kamu di beberapa instrumen investasi. Jadi, kalau terjadi sesuatu di salah satu investasi kamu, masih ada simpanan di instrumen lain. 

Itu dia tips instrumen investasi terbaik untuk pemula yang tepat dipilih biar dapat meraup keuntungan maksimal. Semoga informasi tadi bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →