Investasi Reksa Dana Campuran: Makin Dicampur, Dana Makin Subur

investasi reksa dana campuran
Artikel Ini adalah Hasil Kerjasama DuitPintar.com dan Mitra Perencana Keuangan Kami,Finansialku.com

logo finansialku

 

Di dunia investasi, ada jenis reksa dana yang nama maupun kenikmatannya seperti es campur. Reksa dana campuran namanya.

 

Es campur terdiri atas berbagai macam isi, seperti kolang-kaling, alpukat, nangka, kelapa muda, nanas, susu, dan cincau. Masing-masing isi itu bisa dijadikan es sendiri-sendiri dan tetap nikmat.

 

Demikian juga reksa dana campuran. Seperti tertulis di situs informasi Otoritas Jasa Keuangan, reksa dana campuran adalah investasi yang menanamkan dananya di berbagai macam efek, antara lain saham, obligasi, dan pasar uang (deposito).

 

Artinya, kalau kita melakukan investasi reksa dana campuran, pemasukan kita akan terdiri atas hasil pengelolaan dana di berbagai macam instrumen itu. Namun instrumen tersebut juga punya wadah sendiri-sendiri di bidang investasi reksa dana. Misalnya reksa dana saham yang khusus mengalokasikan dana investasi di pasar saham.

 

Reksa dana campuran sering direkomendasikan buat mereka yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah hingga panjang (3 hingga di atas 5 tahun). Jenis reksa dana ini menjadi favorit terutama bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi. Soalnya risikonya gak tinggi-tinggi amat, tapi return atau imbal hasilnya cukup menjanjikan alias bersifat moderat.

 

[Baca: Untuk Pemula, Begini Lah Cara Kerja Investasi Reksa Dana dan Simulasinya Secara Sederhana]

 

Investasi reksa dana campuran relatif lebih aman. Sebab kebijakan investasinya fleksibel, gak kaku kayak cowok yang baru nge-date untuk pertama kalinya. Contohnya kalau bursa saham lagi letoy, investasi bisa lebih difokuskan pada obligasi atau pasar uang.

 

Lalu saat bursa saham lagi bergairah, porsi investasi di saham bisa ditingkatkan. Tapi, dalam kasus seperti itu, kita melalui manajer investasi gak bisa langsung mengalihkan seluruh investasi reksa dana campuran ke pasar saham buat memetik keuntungan sebesar-besarnya.

 

Menurut aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, porsi investasi di reksa dana campuran harus terbagi-bagi ke saham, obligasi, dan pasar uang. Porsi masing-masing instrumen itu maksimal 79 persen dari nilai aktiva bersih atau nilai dana yang kita investasikan dalam portofolio reksa dana campuran tersebut.

 

portfolio reksa dana campuran

 

 

Terkait dengan pembagian itu, ada pemeo di dunia investasi yang mengatakan semua telur sebaiknya tak ditaruh di satu wadah. Sebab kalau wadah jatuh, pecahlah telur-telur itu. Maknanya, dana investasi sebaiknya tidak 100 persen ditempatkan di instrumen yang sama untuk berjaga-jaga jika instrumen itu performanya jelek.

 

Investasi reksa dana saham cocok betul dengan pemeo itu. Manajer investasi yang bertugas mengelola dana investasi kita bisa mengubah-ubah fokus investasi sesuai dengan situasi dan kondisi pasar saat itu. Kalau manajer investasinya jeli, bukan mustahil telur yang kita punya gak muat ditaruh di satu wadah saja alias dana investasi kita beranak-pinak, bahkan bercucu dan cicit.

 

[Baca: 6 Cara Memilih Manajer Investasi buat yang Mau Terjun ke Reksa Dana]

 

Dengan melakukan investasi reksa dana campuran, artinya risiko investasi kita tersebar. Saat satu porsi instrumen menghasilkan kerugian, porsi lain bisa saja memberikan keuntungan yang besar. Itu juga berarti pemasukan dari jenis investasi ini tak tetap, bergantung pada porsi instrumen yang dipilih manajer investasi.

 

Misalnya dana Rp 10 juta ditanamkan ke reksa dana campuran sesuai dengan yang tercantum dalam prospectus reksa dana. Yang perlu diingat, kita wajib memastikan manajer investasi bekerja dengan baik alias dapat mengelola dana investasi sehingga tumbuh subur.

 

Kita bisa menyewa jasa manajer ini di perusahaan manajer investasi langsung. Bisa juga lewat bank yang bekerja sama dengan perusahaan itu. [Baca: 6 Tahap dalam Tata Cara Beli Reksa Dana di Bank]

 

Kalau kita merasa gak cocok dengan strategi campur-mencampur instrumen reksa dana suatu manajer investasi, sah-sah saja kalau kita pindah ke lain hati. Jika memang manajer investasi itu gak perform, mending cari manajer lain, tul gak? Ada banyak pilihan manajer investasi kok di daftar Bapepam-LK.

 

Kayak beli es campur saja. Kalau abang penjualnya asal memasukkan bahan-bahan ke mangkuk, rasanya bisa acak-adut. Tapi kalau tiap-tiap bahan diukur, kita bisa menyantap semangkuk es campur yang lezat.

 

 

 

Image Credit: 

  • http://photo.kontan.co.id/photo/2014/08/15/631600589p.jpg