4 Keuntungan Reksa Dana [dengan Modal Investasi Rp1 Juta]

Keuntungan reksa dana

Apa kiranya yang bisa kamu lakukan dengan uang Rp1 juta? Belanja bisa menjadi hal yang menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi melihat nilai uang Rp1 juta berlipat karena keuntungan reksa dana.

Konsep investasi, termasuk investasi reksa dana, pada dasarnya adalah menunda penggunaan dana untuk konsumsi di masa kini agar kita bisa menikmatinya di masa depan dengan dana yang lebih besar.

Nah, sekarang dengan uang Rp1 juta tersebut, bagaimana kalau kita investasi di reksa dana?  Produk investasi itu memang menghasilkan untung (return) dengan risiko yang dapat disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi.

Keuntungan reksa dana

Buat kamu yang sedang ingin berinvestasi dan mencari tahu apa jenis investasi yang tepat, pasti kamu ingin mengetahui lebih dulu apa saja keuntungan reksa dana.

Untuk membantu kamu memilih, berikut keuntungan reksa dana.

  • Mudah dikelola
  • Modal rendah dengan untung maksimal
  • Risiko investasi yang rendah
  • Transaksi bisa dilakukan secara online

1. Mudah dikelola

Kalo kamu merasa masih awam mengenai dunia investasi dan pasar modal, reksa dana cocok untuk kamu. Dalam reksa dana, pengelolaan sepenuhnya akan dilakukan Manajer Investasi yang sudah berpengalaman dan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setiap hari atau setiap bulannya, Manajer Investasi akan mengirimkan laporan tentang perkembangan investasimu, jadi kamu bisa melihat seberapa besar untung yang kamu dapat.

Nah, kamu sebagai investor bisa menilai dan membandingkan kinerja Manajer Investasi kamu dengan Manajer Investasi lain secara transparan.

Ada pun soal fee-nya, kamu tidak perlu khawatir. Karena sifat reksa dana adalah kumpulan investor, fee bagi Manajer Investasi dikutip dari semua investor yang dananya dikelola sehingga fee yang dibayarkan investor jadi terjangkau.

2. Modal rendah dengan untung maksimal

Keuntungan lain reksa dana adalah modal investasi yang kecil sehingga bisa dijangkau seluruh kalangan masyarakat. Tahu gak berapa modalnya?

Kamu bisa memulai investasi reksa dana hanya dengan Rp 100.000! Nanti dulu! Jangan berpikir modal kecil berarti untungnya juga kecil.

Lewat reksa dana, kamu bisa memiliki saham unggulan berharga tinggi dengan modal yang tidak terlalu besar. Selain itu, rata-rata investasi reksa dana bisa memberikan keuntungan sampai 20 persen dalam setahun.

Tapi saat harga unit penyerta reksa dana naik dan mengalami keuntungan, profitnya akan dibagi sesuai jumlah unit penyerta yang dimiliki oleh investor.

3. Risiko investasi yang rendah

Dalam reksa dana, uang para investor tidak difokuskan pada satu produk, tapi disebar ke berbagai instrumen. Jadi jika terjadi risiko loss atau kerugian, tidak semua nilainya turun bersamaan.

Misalnya, kamu berinvestasi di 20 perusahaan dan 5 di antaranya mengalami risiko loss, kamu tidak perlu khawatir karena bisa jadi investasimu di 15 perusahaan yang lain tidak mengalami kerugian.

4. Transaksi bisa dilakukan secara online

Saat ini, mayoritas platform reksa dana online. Dengan kata lain, kamu bisa melakukan transaksi atau melihat seluruh data investasi secara online via ponsel atau laptop.

Selain memudahkan kamu, transaksi online membuat biaya transaksi menjadi lebih murah. Bahkan, ada beberapa reksa dana yang menggratiskan biaya investasi.

Jenis-jenis reksa dana

Bicara soal keuntungan reksa dana, kita bisa melihatnya dari kinerja masa lalu (track record) reksa dana. Ada 4 jenis reksa dana konvensional, yaitu reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang.

Keempat reksa dana tersebut memiliki potensi keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Nah, sebelum memutuskan reksa dana mana yang akan kamu pilih, yuk kenali dulu satu-satu jenis-jenis reksa dana berikut ini.

  • Reksa dana saham
  • Reksa dana campuran
  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana pasar uang

1. Reksa dana saham

Jenis reksa dana ini sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada saham. Biasanya dana investasi dialokasikan minimal 80% di saham, maksimal 20% surat utang, dan maksimal 20% pasar uang.

Perolehan keuntungan reksa dana saham terhitung paling besar diantara jenis reksa dana lainnya. Namun risikonya juga tinggi karena fluktuasi harga saham yang tajam, apalagi jika dilakukan dalam jangka pendek.

Tetapi, kita dapat melihat bahwa pergerakan saham dalam jangka panjang akan tetap positif. Karena itu, evaluasi reksa dana saham terbaik sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang yaitu di atas 5 tahun. 

Dalam reksa dana jenis ini, Manajer Investasi akan menempatkan dana investor ke instrumen saham untuk memberikan tingkat keuntungan yang menarik dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pasar modal Indonesia.   

Secara umum return reksa dana saham dalam jangka panjang diharapkan diatas 10 persen sampai 20 persen setahun. Namun, realisasi return reksa dana saham akan sangat fluktuatif setiap tahun tergantung kinerja IHSG.

2. Reksa dana campuran

Seperti namanya, reksa dana ini menawarkan kombinasi investasi gabungan antara saham dengan hutang, obligasi, pasar uang dan lain-lain.

Tujuannya tidak lain untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang dengan risiko yang lebih rendah, Namun, jika dibandingkan reksa dana saham, keuntungan reksa dana campuran tidak setinggi reksa dana saham. 

Keunggulan jika kamu memilih investasi reksa dana campuran adalah komposisi portfolio bisa lebih fleksibel. Manajer Investasi bisa meraciknya dengan berbagai instrumen. Bandingkan dengan reksa dana saham yang hanya fokus di satu instrumen.  

Adapun return reksa dana campuran di kisaran 10 persen sampai 12 persen, berada di bawah reksa dana saham tetapi di atas reksadana pendapatan tetap.

Namun, karena ada unsur sahamnya, kinerja reksa dana campuran bisa ikut fluktuatif mengikuti kinerja IHSG, kecuali jika kamu memilih reksa dana campuran yang porsi sahamnya kecil.

Mengingat imbal hasil reksa dana campuran yang menjanjikan jika dijadikan investasi jangka panjang dan agar terhindar risiko jangka panjang yang lebih besar di saat pasar saham dan obligasi naik turun tanpa kepastian, kamu bisa memilih instrumen reksa dana campuran sebagai bentuk investasi.

Diversifikasi portofolio antara saham dan obligasi membuat reksa dana campuran bisa meminimalkan risiko sistematis, seperti indeks saham anjlok.

3. Reksa dana pendapatan tetap

Alokasi investasi reksa dana pendapatan tetap ditempatkan pada surat utang (obligasi). Reksa dana jenis ini bertujuan untuk memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal.

Ketika kamu membeli reksa dana obligasi, sebagian besar dana masyarakat yang terkumpul akan dibelikan surat utang jangka panjang (Obligasi) oleh Manajer Investasi reksa dana.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI rate akan mendorong kenaikan harga obligasi yang merupakan instrumen penempatan dana, 

Risiko reksa dana pendapatan tetap bisa mencapai 5 persen sampai 10 persen setahun. Artinya, lebih rendah jika dibandingkan dengan reksa dana campuran dan saham.

Tetapi jenis reksa dana punya risiko yang lebih kecil selama suku bunga tidak naik, harga obligasi akan stabil.  

4. Reksa dana pasar uang

Investasi reksa dana pasar uang ditempatkan 100 persen pada instrumen pasar uang, antara lain, obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Jenis investasi ini bertujuan memberikan keuntungan yang menarik melalui investasi pada instrumen pasar uang. 

Reksa dana pasar uang merupakan investasi jangka pendek paling menguntungkan dan investasi paling aman dibandingkan jenis investasi reksa dana lainnya.

Penempatan instrumen pasar uang yang dipilih secara selektif akan menurunkan tingkat risikonya. Secara umum reksa dana pasar uang bisa memberikan return di 6 persen sampai 8 persen setahun.  

Selain itu, reksa dana pasar uang juga bertujuan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat karena tidak harus menunggu hingga jatuh tempo. Sebab, danamu bisa ditarik kapan saja.  

Keunggulan lainnya, reksa dana pasar uang tidak memungut biaya pembelian dan penjualan kembali. Risikonya lebih rendah sehingga bagi kamu yang baru belajar investasi atau belum punya pendapatan tetap bisa menjadikan reksa dana pasar uang sebagai salah satu sarana investasi.

Apalagi, untuk berinvestasi di reksa dana pasar uang, tidak membutuhkan modal yang banyak karena bisa dimulai hanya dengan Rp100.000 saja. Dengan fasilitas redemption T+1 (pencairan dana satu hari setelah transaksi) yang ditawarkan reksadana pasar uang, investor bisa memenuhi kebutuhan mendadak yang mungkin timbul.

Simulasi investasi reksa dana senilai Rp1 juta

Berdasarkan data dari Bareksa, berikut ini perkiraan return untuk masing-masing produk reksa dana.

investasi reksa dana Rp 1 juta
Rata-rata keuntungan reksa dana dengan return tertinggi pada Marketplace Investasi Bareksa 5 Tahun Terakhir (jenis reksa dana/ Bareksa)

Berdasarkan tabel di atas, langsung coba simulasi yuk. Katakanlah kita berinvestasi pada reksa dana saham dengan uang Rp1 juta selama 5 tahun (60 bulan).Dengan potensi keuntungan per tahunnya 15,17 persen, maka uang kita berpotensi tumbuh Rp758.700 menjadi Rp1.758.700, seperti yang tampak pada tabel di bawah ini.

investasi reksa dana Rp 1 juta
Perkiraan hasil investasi reksa dana (returns reksa dana/ Bareksa)

Uang ini masih bisa bertambah lebih besar lagi lho kalau kita berinvestasi pada reksa dana secara rutin setiap bulan selama 5 tahun. Dengan skenario ini, dana pokok yang terkumpul mencapai Rp60 juta. Jumlah ini bisa tumbuh sebanyak Rp28.987.039 menjadi Rp88.987.039.

investasi reksa dana Rp 1 juta
Perkiraan hasil investasi reksa dana (Investasi reksa dana/ Bareksa)

Berdasarkan ilustrasi tersebut, jelas kan kalau uang Rp1 juta yang kita putar di reksa dana bakal punya nilai lebih di masa depan. Hal ini jauh  lebih baik dibanding menghabiskan uang tersebut saat ini hanya untuk melakukan konsumsi. Dari hasil investasi, kita bisa melakukan konsumsi dengan nilai yang lebih besar di masa depan.

Yang perlu dicatat adalah setiap investasi pasti punya risiko. Semakin tinggi risiko yang dihadapi, maka semakin besar tingkat keuntungan yang diharapkan (high risk high return).

Makanya, ketika kita berinvestasi, kita harus mempertimbangkan setiap risiko dan tingkat keuntungannya. Jangan lupakan juga tujuan investasi, termasuk jangka waktunya.

Ilustrasi keuntungan reksa dana di masa lalu ini memang menarik, tetapi gak dapat mencerminkan kepastian keuntungan reksa dana di masa depan sepenuhnya. Kinerja masa lalu ini bisa diibaratkan seperti sebuah tim sepakbola yang telah menjuarai 10 pertandingan berturut-turut, sehingga potensinya jadi pemenang di kemudian hari juga besar.

Tapi ini bukan harga mati. Bukan tidak mungkin juga tim ini mendulang kekalahan di pertandingan selanjutnya, karena banyak faktor yang menentukan.

Yang pasti, dengan adanya kinerja masa lalu, kita jadi memiliki bayangan untuk dapat memprediksi kinerja tim tersebut di masa depan. Hal yang sama juga berlaku dalam mengukur keuntungan reksa dana.

Kekurangan reksa dana

Meski banyak kelebihan, bukan berarti reksa dana tidak memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan tersebut adalah:

  • Kerugian investasi
  • Risiko likuiditas
  • Wanprestasi atau cedera janji
  • Penutupan reksa dana

1. Kerugian investasi

Semua instrumen investasi pasti memiliki risiko kerugian, begitu pula reksa dana. Namun, risiko reksa dana tidak selalu tinggi, tapi bisa juga rendah atau sedang. Alhasil, tidak ada jaminan berapa keuntungan atau return yang akan diterima investor.

Sebagai contoh, kenaikan atau penurunan nilai reksa dana saham tergantung pada fluktuasi harga saham di bursa efek. Tidak ada jaminan bahwa harga saham akan selalu naik.

Belum lagi, tidak ada jaminan dari pemerintah atau jaminan pembelian kembali reksa dana oleh perusahaan. Jadi jika perusahaan bangkrut, kamu tidak akan mendapatkan apa pun.

2. Risiko likuiditas

Kekurangan lain reksa dana adalah risiko likuiditas atau pencairan dana. Hal ini bisa terjadi akibat peletakan aset pada saham atau obligasi yang jarang diperdagangkan sehingga sulit dijual kembali.

Akibatnya, pembayaran hasil investasi pada investor bisa tertunda.

Selain itu, pencairan reksa dana butuh waktu 3 – 4 hari kerja sejak perintah diberikan sampai dana masuk ke rekening kamu. Berbeda dengan tabungan yang bisa kamu ambil setiap saat.

3. Wanprestasi atau cedera janji

Ada risiko wanprestasi dari Manajer Investasi pada reksa dana. Risiko ini bisa timbul ketika Manajer Investasi membeli obligasi milik emiten yang mengalami masalah finansial, padahal sebelumnya kinerja keuangan tersebut baik-baik saja.

Akibatnya, penerbit obligasi gagal membayar pokok obligasi pada Manajer Investasi dan investor.

Wanprestasi juga bisa timbul dari perusahaan, misalnya akibat perusahaan gagal membayar utang pada saat jatuh tempo.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya peraturan baru dari pemerintah juga berdampak negatif pada rasio keuangan dan keuntungan perusahaan. Hal tersebut tentu akan berimbas negatif juga pada reksa dana yang kamu miliki.

4. Penutupan reksa dana

Tidak menutup kemungkinan reksa dana ditutup atau dibubarkan. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penutupan reksa dana juga bisa terjadi jika Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana kurang dari Rp. 25 miliar selama 90 hari bursa secara berturut-turut.

Bila kondisi ini terjadi, Manajer Investasi akan melakukan pembubaran dan likuidasi reksa dana.

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa saja keuntungan reksa dana dan kekurangannya. Jika kamu tertarik berinvestasi di reksa dana tapi masih khawatir dengan risikonya, kamu bisa mulai dengan melihat daftar reksa dana yang NAB-nya bagus dan mencari Manajer Investasi dengan kinerja yang baik.

Ingat, tidak ada investasi tanpa risiko. Kamu cukup memahami apa saja risikonya dan mencari cara untuk menghadapi dan menghindari risiko tersebut. Selamat berinvestasi!