Tips Investasi Saham LQ45 yang Bisa Dibeli dengan Anggaran Rp 500 Ribuan per Bulan

Pengertian saham

Investasi saham masih menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia untuk mempertahankan nilai mata uang yang dimiliki. Dibandingkan dengan emas dan properti, investasi yang satu ini juga menawarkan cuan yang relatif lebih menggiurkan lho.

Setiap tahunnya, jumlah investor di pasar saham terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kontribusi terbesar disumbangkan oleh kaum milenial yang mendominasi dibandingkan golongan yang lainnya.

“Investor milenial jumlahnya 60% di mana meningkat dalam lima tahun terakhir. Kita bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK terus membangun ekonomi Indonesia,” terang Inarno Djajadi yang menjabat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia saat menghadiri acara CEO Networking di Hotel Ritz Carlton, Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu, mengutip dari IDX Channel.

Jika kamu seorang anak milenial yang berumur 25 hingga 30 tahun yang memiliki gaji sekitar Rp 5 juta per bulan dan belum berinvestasi saham karena bingung mau menanam modal di saham perusahaan apa, yuk kita simak ulasan lengkapnya berikut ini:

Gunakan metode 50/30/20 untuk menentukan bujet investasi

wanita menghitung dengan kalkulator
Bagi penghasilan dengan rumus 50/20/30.

Buat kamu yang memiliki gaji sekitar Rp 5 juta setiap bulannya dan pengin berinvestasi, tentunya memerlukan metode pengelolaan keuangan yang tepat agar penggunaannya tepat.

Salah satu metode yang bisa digunakan adalah 50/20/30. Artinya, hanya gunakan 50 persen penghasilan untuk kebutuhan pokok seperti transportasi, makan dan iuran bulanan. Setelah itu, pastikan kamu cuma menggunakan 30 persen untuk biaya gaya hidup, seperti nongkrong bareng temen dan nonton film di bioskop. Nah, sisihkan 20 persen untuk investasi dan tabungan. Ingat ya, sisihkan, jangan sisakan. 

Jadi jika kamu punya gaji Rp 5 juta per bulan, alokasikan sekitar RP 2,5 juta (50 persen) untuk kebutuhan, Rp 1,5 juta untuk hiburan (30 persen) dan Rp 1 juta (20 persen) digunakan untuk investasi dan menabung masing-masing Rp 500 ribu.

Kalau tabungan kan udah jelas, pasti uang Rp 500 ribu yang sudah disisihkan itu akan dimasukkan ke rekening terpisah dari rekening utama. Tabungan ini bisa berfungsi sebagai dana darurat, kalau-kalau sesuatu yang buruk terjadi padamu, di-PHK misalnya. 

Nah, sekarang, uang Rp 500 ribu lainnya yang ditujukan buat investasi, mau dialokasikan ke mana? Karena kali ini kita sedang bahas investasi saham, maka kita bakal pandu kamu buat memilih saham seperti apa yang layak kamu beli dengan bujet Rp 500 ribu per bulan. Yuk simak poin selanjutnya.

Sektor dan jenis saham investasi

harga-harga saham di layar digital
Ada saham dari beberapa sektor bisnis yang bisa dilirik.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat lebih dari 400 perusahaan yang melantai hari ini. Perusahaan tersebut terdiri dari berbagai sektor seperti:

  •         Finansial
  •         Consumer Goods
  •         Pertanian
  •         Pertambangan
  •         Industri dasar dan kimia
  •         Properti
  •         Infrastruktur, utilitas dan transportasi
  •         Perdagangan, jasa dan investasi

Selain terdiri dari berbagai sektor, ada juga klasifikasi jenis saham yang dibuat oleh BEI untuk memudahkan para investor dalam memilih sahamnya:

Saham LQ45

Mungkin sebagian dari kamu udah familiar dengan istilah yang satu ini, tapi buat yang belum tau, gak usah khawatir karena kita akan bahas di sini. Pertama kali dibuat pada tahun 1997, LQ45 adalah 45 saham pilihan yang memiliki likuiditas keuangan tinggi. Selain itu, 45 saham ini berasal dari perusahaan yang memiliki fundamental keuangan sehat sehingga relatif aman dari ancaman kebangkrutan.

Untuk bisa masuk ke dalam LQ45, sebuah perusahaan mengikuti serangkaian proses agar masuk dalam kualifikasi. Saham ini cocok banget untuk buat kamu yang pengin berinvestasi jangka panjang karena keuntungannya cukup menjanjikan. 

Saham IDX 30

Selanjutnya ada saham IDX 30 yang terdiri dari 30 perusahaan yang memiliki likuiditas dan nilai kapitalisasi pasar terbaik di Tanah Air. Setiap 6 bulan, biasanya pihak BEI akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut. 

Saham ISSI

Ketiga ada Indeks Saham Syariah Indonesia atau biasa yang dikenal dengan ISSI. Daftar yang masuk dalam lantai bursa efek ini dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat penerbitan Daftar Efek Syariah (DES).

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Setiap 2 kali dalam setahun, ISSI selalu ditinjau ulang untuk melakukan kualifikasi siapa aja yang masuk dalam daftar tersebut.

Setelah mengetahui beberapa informasi dasar tersebut jangan tambah bingung, yuk kita simak daftar saham apa yang bisa kamu beli dengan alokasi dana sekitar Rp 1 jutaan per bulannya.

Pilihan investasi saham yang bisa kamu pilih

Jika mengacu dengan metode 50/30/20 yang udah sempat kita bahas di atas, setidaknya setiap bulan kamu memiliki alokasi dana sekitar Rp 500 ribu untuk investasi saham. Berikut ini ada beberapa rekomendasi saham LQ45 yang bisa kamu coba untuk investasi berdasarkan harga penutupan tanggal 20 Februari 2020.

1. Investasi saham Bank BRI (BBRI) – Rp 4.510 per lembar saham (per

tanggal 25 Februari 2020)

Emiten pertama yang bisa kamu coba miliki adalah Bank BRI. Hampir semua orang Indonesia mengetahui perusahaan yang satu ini.

Jika melihat dari pertumbuhan keuntungannya, pada tahun 2018 Bank BRI mencatatkan keuntungan bersih sekitar Rp 32 triliun pada tahun 2018, sedangkan pada tahun 2019 mencatatkan angka Rp 34 triliun, naik sekitar 6 persen.

Jika acuannya adalah tanggal 25 Februari 2020, maka harga satu lot (100 lembar) saham BBRI adalah Rp 451 ribu. Dengan uang sekitar Rp 500 ribu, kamu udah bisa membeli 1 lot saham Bank BRI lho!

2.  Saham Telkom (TLKM) – Rp 3.620 per lembar saham (per tanggal 25

Februari 2020)

Selanjutnya masih datang dari perusahaan BUMN yakni Telkom yang bergerak di bidang telekomunikasi.

Pada kuartal 3 tahun 2019 lalu, Telkom berhasil meraih keuntungan mencapai Rp 16,4 triliun. Naik sekitar 15 persen secara tahunan. Ini gak lepas dari peran provider kartu seluler Telkomsel yang moncer beberapa tahun belakangan

Kamu bisa mengoleksi saham Telkom hanya dengan mengeluarkan uang sekitar Rp 362 ribu untuk 1 lotnya.

3. Saham Adaro Energy (ADRO) – Rp 1.275 per lembar saham (per

tanggal 25 Februari 2020)

Terakhir kamu bisa mencoba emiten tambang yakni Adaro Energy Tbk yang bergerak di bidang batu bara.

Pada semester pertama tahun 2019, Adaro mencatatkan keuntungan hingga US$ 296 juta atau setara Rp 4 triliunan. Angka itu naik  sekitar 51 persenan dibandingkan tahun sebelumnya. Batu bara menjadi sumber daya alam yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk mengaliri listrik ke masyarakatnya.

Kamu bisa membeli hingga 3 lot setiap bulannya jika memilih investasi saham Adaro Energy. 

4. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) – Rp 11.025 per lembar saham (per 25 Februari 2020)

Oke, kamu pasti bertanya, lho saham ini kan harganya Rp 11 ribuan per lembar, yang artinya kalau beli 1 lot kita harus keluar uang Rp 1.102.500. Padahal, bujet buat investasi cuma Rp 500 ribu.

Nah, perlu strategi tentunya. Caranya, tahan untuk tidak membeli saham selama dua bulan. Dengan demikian, bujet investasimu terkumpul Rp 1 juta. Tambah seratusan ribu yang diambil dari bujet tabungan, lalu beli satu lot saham ICBP ini. Bisa kan?

Kenapa Lifepal merekomendasikan ICBP? Tentu saja, selain fundamental perusahaan yang baik, ICBP adalah saham dari perusahaan produsen makanan favorit orang Indonesia, Indomie. Logikanya, selama orang masih menggemari Indomie, tentu saja perusahaan ini akan terus memproduksi makanan tersebut. Artinya, perusahaan pun akan berdiri untuk jangka waktu yang lama. 

Daftar rekomendasi di atas mungkin gak akan memberikan cuan sekejap. Sebab, periode berinvestasimu di sini adalah jangka panjang. Keuntungan yang maksimal baru akan kamu rasakan jika kamu rutin berinvestasi selama 5 hingga 10 tahun ke depan. 

Namun, lagi-lagi, faktor fundamental seperti keuntungan yang diperoleh perusahaan dari tahun ke tahun bukanlah satu-satunya parameter untuk memilih sebuah saham. Ada beberapa faktor lain seperti aksi korporasi, perkembangan bisnis perusahaan, dan kondisi ekonomi. Kamu bisa melihatnya secara lebih lengkap di artikel Lifepal.

Udah investasi saham, jangan lupa menabung

tangan orang menabung uang logam di toples
Jangan lupa tetap nabung!

Seperti yang udah dijelaskan di awal, kamu juga memiliki dana sekitar Rp 500 ribu lainnya untuk menabung. Uang ini bisa kamu gunakan untuk berbagai kebutuhan di saat yang gak terduga.

Dengan menerapkan cara investasi seperti ini, kamu memupuk dana dengan lebih terarah untuk bekal masa depan. Nah itulah beberapa tips dan rekomendasi saham yang bisa kamu beli dengan uang sekitar Rp 500 ribuan per bulannya. Semoga sukses! (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →