12 Investasi untuk Pemula Beserta Modal Awal dan Risikonya

investasi untuk pemula

Investasi untuk pemula? Sebaiknya pilih instrumen apa?

Bicara soal pengertiannya, investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai aset tersebut.

Lantas seperti apa kriteria investasi yang pas untuk pemula? Pemula di sini maksudnya adalah orang yang baru ingin memulai proses investasi ini.

Untuk pemula, ada kriteria-kriteria tertentu yang sebaiknya dipenuhi. Alangkah baiknya jika instrumen investasinya adalah sebagai berikut:

  • memiliki proses registrasi cepat, 
  • memberikan imbal hasil cukup baik, 
  • bentuk instrumen investasinya bukan produk turunan (underlying assetnya bukan aset riil) 
  • modal awal terjangkau, 
  • mudah dimengerti. 

Untuk risikonya, hal itu akan dikembalikan lagi ke investornya, mengingat profil risiko seorang investor dengan investor lainnya berbeda-beda.

Bisa dibilang, mencari instrumen investasi dengan kriteria di atas itu mudah lho. Mengingat teknologi juga sudah mengalami perkembangan.

Nah, khusus buat mereka yang belum pernah berinvestasi, kira-kira instrumen apa saja sih yang bisa dipilih? Berikut ulasannya.

1. Deposito

investasi untuk pemula
Deposito memang aman, tapi returnsnya tidak besar (pixabay)

Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Jika kita mengambil simpanan tersebut sebelum waktunya, kita akan terkena denda penalti.

Investasi ini kerap disebut investasi untuk pemula karena sangat aman dari risiko. Hanya saja, tingkat imbal hasilnya memang gak terlalu besar, yaitu 5 hingga 6 persenan dalam setahun tapi ada fitur bunga bergulung atau compounded interest di deposito.

Tingkat keuntungan dari deposito tentu saja mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia. 

Dulu, untuk membuka deposito, seorang harus pergi ke bank dan membuka akun. Modal awal yang harus disetor untuk investasinya adalah Rp 5 juta. Namun saat ini, bank penyedia layanan digital banking menciptakan produk deposito digital yang modal awalnya bisa Rp 1 juta saja.

2. Emas

investasi untuk pemula
Pilihan investasi rendah risiko kedua adalah emas (pixabay)

Logam mulia yang satu ini juga kerap jadi pilihan investasi untuk pemula. Karena, risiko investasi emas kecil, dan merupakan sebuah aset riil (bisa dilihat dan ada bentuknya). 

Faktor lain yang membuat orang awam memilih emas adalah karena nilai emas bisa mengalahkan inflasi. Di samping itu, orangtua kita sendiri umumnya memiliki kebiasaan membeli emas untuk investasi jangka panjang.

Kenaikan nilai emas memang cukup masif di tahun 2019 dan 2020, ditandai dengan adanya perang dagang Amerika Serikat dan China, serta kisruh pandemi Virus Corona (COVID 19). Banyak investor yang meninggalkan pasar modal dan beralih ke logam mulia.

Pada saat artikel ini dibuat (April 2020), harga emas sudah bertengger di Rp 900 ribuan per gram. Padahal di Januari 2020, harganya masih Rp 700 ribuan. 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Untuk membeli emas, kita gak mesti harus keluar uang senilai 1 gram. Nyicil dengan uang Rp 5 ribu perak pun bisa lewat tabungan emas, atau Rp 10 ribu dengan membeli emas digital. 

Reksa dana

Reksa dana merupakan salah satu wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana. Sederhananya, masyarakat melakukan urunan dana dan setelah terkumpul, dana tersebut lantas akan dikelola sebagai bentuk investasi oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek. 

Modal awal berinvestasi di reksa dana cukup minim yaitu Rp 50 ribu saja. Itu sebabnya, investasi ini kerap dinilai sebagai investasi untuk pemula. Di samping itu, risikonya juga bervariasi. Ada yang rendah, menengah, dan tinggi. 

Di Indonesia, ada empat reksadana yang kerap direkomendasikan untuk pemula. 

Mau tahu apa saja? 

3. Reksa dana pasar uang

investasi untuk pemula
Reksadana Pasar Uang juga risikonya rendah (pixabay)

Reksa dana ini seluruh investasinya pada produk efek pasar uang. Efek pasar uang adalah efek yang berjangka waktu kurang dari satu tahun.

Contohnya adalah sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indoneisa, dan efek utang (surat utang) lainnya yang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun saja.

Oleh karena itu, reksa dana ini kerap menjadi reksa dana yang risikonya paling rendah di antara yang lain. Walau rendah, keuntungannya juga terbatas lho ya.

4. Reksa dana pendapatan tetap

investasi untuk pemula
Reksadana yang ini, underlying assetnya adalah Obligasi (Pixabay)

Reksa dana pendapatan tetap memusatkan 80 persen investasinya ke instrumen berupa surat utang jangka panjang (obligasi). Sementara itu, 20 persennya ke instrumen pasar uang.

Salah satu keuntungan investasi di reksadana pendapatan tetap adalah kebebasan pajak. Coba saja kalau kamu menjadi pemegang obligasi, kamu pasti bakal dikenakan pajak untuk setiap kupon yang didapatkan.

Berhubung investasinya adalah di surat utang jangka panjang yang nilainya mengalami fluktuasi, maka risiko investasi ini adalah moderat. 

5. Reksa dana saham

investasi untuk pemula
Kalau yang ini mayoritas portofolionya akan diisi oleh saham (pixabay)

Reksa dana saham memiliki underlying asset (aset dasar) berupa saham, sementara itu 20 persen aset lain yang ada dalam investasi ini adalah instrumen pasar uang.

Lain dengan membeli saham langsung, seseorang yang membeli reksa dana saham gak bisa menikmati hak dividen layaknya pemegang saham. Namun, tingkat risikonya memang lebih terukur karena adanya instrumen lain di reksa dana pasar uang.

6. Reksadana campuran

investasi untuk pemula
Sesuai dengan namanya, campuran jelas ada pasar uang, pendapatan tetap, dan saham (pixabay)

Reksadana campuran, menginvestasikan dana investor ke efek utang di pasar uang, pasar modal, maupun efek ekuitas dengan alokasi investasi yang fleksibel. Namanya juga campuran.

Mengingat ada saham di dalam reksadana ini, maka risiko reksadana campuran lebih tinggi ketimbang pasar uang dan pendapatan. Namun karena komposisi sahamnya gak sebanyak reksa dana saham, maka risikonya masih lebih rendah ketimbang reksa dana saham.

Reksa dana campuran pun dikategorikan sebagai salah satu reksadana dengan tingkat risiko dan imbal hasil yang moderat. Pas deh jadi investasi untuk pemula.

Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi Pemerintah RI

investasi untuk pemula
Obligasi pemerintah juga oke (Shutterstock)

Mengapa obligasi Pemerintah Indonesia pas jadi investasi untuk pemula? Lantas, bagaimana pula dengan obligasi swasta atau korporasi? 

Risiko dari obligasi swasta cukup tinggi, karena sebuah perusahaan besar sekalipun memiliki risiko bangkrut. Lain halnya dengan obligasi Pemerintah RI. Hal ini sama saja dengan negara yang berutang denganmu, sehingga otomatis utangnya dijamin bakal dibayar.

Risiko membeli surat utang ini adalah moderat. Karena risiko gagal bayar tetap saja bisa terjadi, seandainya negara terjerat krisis ekonomi.

Tapi, investor yang membeli produk ini akan dikenakan pajak lho ya. Besarannya adalah 15 persen.

Apa saja sih pilihan obligasi negara ini? Yuk cari tahu di bawah sini. 

7. Saving Bond Ritel (SBR)

Di awal tahun 2020, Pemerintah RI meluncurkan produk SBR kepada masyarakat (SBR009) sebagai pilihan investasi yang aman.

Pemesanannya mulai dari Rp 1 juta dan maksimalnya adalah Rp 3 miliar, periode jatuh temponya dua tahun, sementara itu kuponnya dengan bunga mengambang sebesar 6,30 persen per tahun. Menarik kan? Ini khusus buat Warga Negara Indonesia (WNI) lho.

SBR adalah Surat Utang Negara (SUN Ritel). Surat utang ini gak bisa diperdagangkan di pasar sekunder (dijual ke investor lain), namun investor bisa memanfaatkan fasilitas early redemption

Apa itu early redemption? Ini adalah fasilitas yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok SBR009 oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo. Jumlah yang bisa diajukan untuk early redemption adalah 50 persen dari total kepemilikan investor. 

Lantas apa bedanya SBR sama ORI atau Obligasi Negara Ritel Indonesia ya? Mari kita cari tahu soal ORI di poin selanjutnya.

8. Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI)

ORI merupakan salah satu SBN yang ditawarkan negara untuk WNI melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana.

ORI berbentuk scriptless atau tanpa warkat, memiliki kupon tetap, punya potensi capital gain dan loss, serta minimal investasinya Rp 1 juta, dan maksimal Rp 3 miliar.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Di tahun 2019, bisa dibilang seluruh dana yang didapat dari ORI adalah untuk pembiayaan APBN. Di antaranya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Beberapa hal yang membedakan ORI dengan SBR adalah, ORI bisa diperdagangkan di pasar sekunder (dijual ke investor lain). Selain itu, imbal hasil ORI jumlahnya tetap hingga jatuh tempo.

9. Sukuk Ritel (SUKRI)

Ada SBR, ada ORI, lalu adalagi SUKRI. Tiga-tiganya tentu baik untuk dijadikan investasi untuk pemula. 

Lain halnya dengan SBR dan ORI, SUKRI merupakan obligasi syariah yang diterbitkan Pemerintah RI. Karakteristiknya memang mirip dengan obligasi pemerintah lainnya, yaitu untuk mendukung pembangunan negara, hanya saja pengelolaannya harus berdasarkan prinsip syariah.

SUKRI dapat ditransaksikan di pasar sekunder, modal awal investasinya adalah Rp 1 juta, imbal hasilnya 6,30 persen per tahun (SR012), dan tingkat imbal hasilnya tetap. 

P2P lending

investasi untuk pemula
Mau coba P2P lending? (pixabay)

P2P berasal dari kata peer to peer, yang secara sederhana artinya adalah teknologi dari ujung ke ujung. Istilah ini digunakan dalam dunia teknologi, lebih tepatnya adalah komputer.

Dalam dunia investasi, P2P lending menjadi platform yang menghubungkan orang yang ingin meminjam dana (borrower) dan para pendananya (lender). Kepraktisan pendanaan P2P lending tentu menjadi alasan mengapa investasi ini pas dijadikan investasi untuk pemula.

Sementara itu bicara soal risikonya, investasi ini memiliki risiko moderat hingga tinggi.

Secara garis besar, P2P lending dibagi dua, berdasarkan kriteria borrower-nya. 

10. P2P lending produktif

Fokus dari pendanaan P2P lending ini ditujukan ke sektor-sektor bisnis atau yang sifatnya produktif. Para peminjam dananya tentu adalah para pengusaha menengah, kecil, atau pun ultra-mikro. 

Sebagian besar dari para borrower sudah memiliki usaha yang berjalan selama lebih dari setahun. Mereka butuh modal untuk mengembangkan usaha, namun sulit mendapatkan pinjaman dari bank lantaran wilayah tempat tinggal mereka gak terjangkau bank, atau bisa jadi karena dinilai kurang layak menerima kredit. 

Selain pinjaman dana tunai, ada pula yang melakukannya dengan proses invoice financing atau penjaminan tagihan. 

11. P2P lending konsumtif

Untuk yang satu ini adalah kebalikannya dari produktif. Platform ini membebaskan para borrower untuk menggunakan uang yang mereka pinjam.

Buat usaha boleh, mau dipakai buat belanja atau apapun juga boleh.

Secara logika, bisa dikatakan bahwa P2P lending konsumtif memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada produktif. Hal itu disebabkan karena, P2P lending konsumtif ditujukan untuk kebutuhan lebih luas selain usaha seperti halnya pada P2P lending produktif.

12. Investasi saham untuk pemula

investasi untuk pemula
Saham buat pemula? Bisa! (pixabay)

Apakah saham bisa jadi investasi untuk pemula? Bisa dong, kenapa tidak.

Sebagian besar dari kamu mungkin berpikir bahwa risiko investasi ini cukup tinggi. Jika kondisi perekonomian negara atau global sedang gak sehat, maka hal itu bisa berdampak terhadap portofolio investasi kita.

Kenyataan itu memang benar, modal investasi kita bisa tergerus ketika sentimen buruk bertebaran di mana-mana. Namun jangan salah, turunnya harga saham bisa jadi peluang investasi lho.

Dengan membeli saham, kita sama saja dengan membeli perusahaan. Oleh karena itu, pilihlah perusahaan yang memiliki prospek bisnis baik, serta laporan keuangan yang sehat.

Walaupun harga sahamnya naik turun setiap hari, jika perusahaannya sehat pasti dalam jangka waktu panjang nilainya akan meroket. 

Patut diketahui bahwa, bukan hanya capital gain yang bisa kamu dapatkan lewat investasi ini. Dividen pun bisa. 

Dividen adalah keuntungan yang disebar oleh perusahaan yang bersangkutan jika mereka mencetak keuntungan. 

Bicara soal modalnya, investasi saham sejatinya bisa dimulai dengan uang Rp 5 ribuan saja per lotnya (100 lembar saham). Tapi, dengan Rp5 ribuan, saham yang bisa dibeli adalah saham emiten perusahaan seharga Rp 50 per lembar. Itu bukanlah saham yang baik untuk dikoleksi.

Itulah 12 pilihan investasi untuk pemula. Jika memang tujuan investasinya adalah untuk jangka pendek atau menengah, pilihah yang risikonya kecil agar nilai investasinya tidak mengalami fluktuasi tinggi.

Namun untuk jangka panjang, kamu tentunya lebih fleksibel untuk memilih. Bisa yang kecil risiko namun stabil, bisa yang tinggi risiko namun imbal hasilnya tinggi. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →