4 Kesalahan yang Wajib Dihindari Investor Pemula, Agar Bisa Cuan Banyak!

Memiliki investasi dengan keuntungan tinggi menjadi keinginan setiap investor (Shutterstock).

Memiliki investasi dengan tingkat imbal hasil atau keuntungan dari investasi yang tinggi mungkin keinginan dari banyak investor pemula. Akan tetapi dalam berinvestasi perlu mengutamakan prinsip kehati-hatian agar tidak terjebak dalam investasi bodong.

Apalagi bagi investor pemula, yang masih baru atau ingin terjun ke dalam dunia investasi harus memahami dan mengetahui secara lengkap instrumen investasi yang ingin dimiliki, mulai dari legalitas, besaran imbal hasil, hingga segala risiko yang harus dihadapi.

Namun, terkadang investor pemula tidak mengetahui kesalahan yang kerap dilakukan. Itu membuat kinerja investasi yang dimiliki tidak maksimal.

1. Investasi Perlu Banyak Uang

Tabungan itu penting untuk kelangsungan hidup (Shutterstock)
Investasi (Shutterstock)

Salah satu pikiran atau pandangan para investor pemula ialah investasi harus membutuhkan uang dalam jumlah yang besar agar mendapatkan hasil yang maksimal, jika pikiran ini terus menerus dibiarkan, maka dampaknya tidak akan pernah mau menyiapkan atau memiliki investasi sejak dini. Padahal jika memulai lebih awal akan lebih baik.

Untuk saat ini saja, sudah banyak produk atau instrumen investasi yang tidak memerlukan uang dalam jumlah besar, seperti nabung saham bisa dimulai dari Rp 100 ribu, kemudian tabungan emas melalui e-commerce, dan juga reksa dana online tidak memerlukan uang dalam jumlah besar. Akan tetapi jika berinvestasi dalam jumlah yang relatif kecil, yang harus dilakukan adalah konsistensi untuk terus menambah jumlah investasi setiap bulan.

2. Menempatkan Seluruh Dana Investasi

investasi
Punya lebih dari 1 investasi (Shutterstock)

Kemudian, kesalahan kedua yang sering dilakukan adalah menempatkan dana investasi hanya pada satu instrumen investasi saja, padahal cara ini memiliki risiko yang besar jika instrumen investasi tersebut bermasalah, tidak memiliki kinerja yang baik, dan berpotensi merugikan investor.

Dalam dunia bisnis dan ekonomi seperti saat ini sangat memungkinkan terjadinya gejolak pasar atau perlambatan ekonomi global yang diakibatkan oleh berbagai isu dan polemik global, sebut saja perang dagang Amerika Serikat dan China, kemudian ancaman virus Corona, hingga gejolak konflik di kawasan Timur Tengah.

Dengan situasi kondisi tersebut, sebaiknya ara investor pemula menempatkan dana investasinya ke dalam beberapa instrumen investasi, hal ini untuk meminimalisir segala risiko dalam portofolio investasinya.

3. Emosional

Wanita tengah emosi (Shutterstock).
Wanita tengah emosi (Shutterstock).

Dalam berinvestasi, sebaiknya hindari kendalikan emosional diri. Sebab jika menjadi investor tidak dapat mengendalikan emosional maka akan berbahaya dan berpotensi adalah mengambil keputusan.

Sebab, investor pemula kerap memilih instrumen investasi secara emosional, salah satunya secara tergesa-gesa dan terburu-buru, seperti dalam pasar saham akan tergiur untuk membeli saat pergerakan harga saham mengalami pelemahan tajam.

Padahal yang harus dilakukan adalah mengedepankan pola pikir investasi jangka panjang, bukan jangka pendek hanya untuk sekedar untung besar dalam waktu yang singkat.

4. Malas Menambah Investasi

Investasi emas (Shutterstock).
Investasi emas (Shutterstock).

Ketika menjadi investor pemula, hal yang umum terjadi adalah malas menambah jumlah investasi. Pikiran ini sering terjadi akibat investasi yang dilakukan tidak memiliki kinerja yang diharapkan. Padahal investasi membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Malas menambah jumlah investasi ini juga sama halnya dengan menunda investasi. Dengan berinvestasi sejak dini, maka sudah menyiapkan masa depan yang lebih baik, penggunaan uang secara bijak, dan juga memanfaatkan usia produktif dengan positif.

Jika memulai investasi dengan jumlah tertentu, maka bayangkan berapa keuntungan yang diperoleh dalam 5 atau 10 tahun mendatang, tergantung pada suku bunga. Selain itu, keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi bisa lebih besar. Ketimbang jika hanya menempatkan uang di tabungan yang akan tergerus laju inflasi setiap tahunnya.

Satu hal yang paling penting dalam investasi adalah memastikan investasi pada instrumen yang aman, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan lupa juga platform investasi yang dipilih pun diawasi oleh regulator terkait seperti OJK, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Selamat Cuan! (Editor: Winda Destiana Putri).

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →