Investree, P2P Lending yang Bisa Kasih Cuan Investasi 20% per Tahun

investree

Buat yang tertarik berinvestasi di peer to peer lending (P2P lending), apakah kamu cukup familiar dengan situs atau aplikasi bernama Investree? 

Investree adalah perusahaan penyedia layanan P2P lending yang didirikan tahun 2015. Sesuai dengan prinsip P2P lending pada umumnya, Investree membantu para pebisnis untuk mendapatkan dana segar lewat pinjaman yang diberikan oleh masyarakat.

So, tentu saja situs atau aplikasi ini bisa jadi alternatif buat kamu untuk berinvestasi. Keuntungan yang bisa didapat juga lumayan besar lho.

Sebagai perusahaan teknologi finansial (fintech), Investree juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Tertarik berinvestasi atau ingin kenal lebih jauh dengan perusahaan ini? Gimana kalau kita simak saja ulasan lengkapnya di bawah sini.

Profil Investree

investree
Siapa sih Investree itu?

Siapa sih Investree? Apakah Investree penipu, sebagaimana informasi yang sering ditemukan di mesin pencarian Google? Tentu saja bukan.

Investree adalah perusahaan yang didirikan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang perbankan dan keuangan selama 20 tahun. Mereka adalah Aida Sutanto (Co-founder dan Chairwoman), dan Adrian Gunadi (Co-founder dan CEO).

Aida adalah mantan Executive Vice President Bank CIMB Niaga. Sementara itu Adrian adalah mantan Managing Director Retail Banking Bank Muamalat.

Sebagai salah satu startup di bidang fintech, perusahaan ini meraih pendanaan Seri A dari Kejora Ventures. Namun untuk pendanaan Seri B yang mereka dapatkan di tahun 2018, mereka mendapat suntikan dana dari enam investor yaitu SBI Holdings, Mandiri Capital Indonesia, Persada Capital, Endeavor Catalyst, 9F Fintech Holdings Group, dan Kejora Ventures.

Di tahun 2020, mereka pun mengamankan pendanaan seri C dari MUIP, perpanjangan usaha ventura dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) serta BRI Ventures (anak usaha ventura dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk).

Dana dari investor itu mereka gunakan untuk mendukung pendampingan finansial bagi UKM di Indonesia. Selain itu, dimanfaatkan pula untuk memperkuat modal mereka dengan tujuan ekspansi ke negara lain. Sekarang, perusahaan ini sudah ada di Thailand dan Filipina lho.

Patut diketahui juga, Investree merupakan salah satu perusahaan P2P lending yang memperoleh surat rekomendasi penunjukan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) melalui Surat Nomor U-492/DSN-MUI/VIII/2017. 

Nah buat kamu yang ingin berinvestasi, apa sih kelebihan dari perusahaan P2P lending ini? Gimana kalau kita ulas di poin selanjutnya.

Kelebihan Investree

investree
Di sini kamu mendanai para pemilik usaha

1. Pendanaan pinjaman di Investree bersifat pendanaan produktif

Jika kamu menjadi lender di Investree, maka dana yang kamu pinjamkan akan disalurkan ke para pengusaha. Itu sebabnya perusahaan ini adalah tergolong sebagai P2P lending produktif. 

Secara garis besar, perusahaan fintech ini menyediakan empat jenis pendanaan. Khusus untuk bagian yang ini, kita akan bahas di poin berbeda ya.

2. Lender gak cuma bisa berinvestasi lewat pendanaan

Nah, keunggulan dari Investree yang pertama adalah, mereka gak cuma memfasilitasimu dengan investasi berbasis pendanaan bisnis saja. Mereka juga merupakan mitra distribusi dari obligasi pemerintah (SBN) serta reksa dana.

Praktis kan, dalam satu aplikasi ponsel saja, kamu sudah bisa investasi di tiga instrumen yang berbeda.

Reksa dana di Investree

Perusahaan ini bekerja sama dengan Agen Penjual Efek Reksa Dana bernama Tanamduit. Namun tepat pada saat artikel ini ditulis, hanya ada satu reksa dana yang bisa kamu beli lewat perusahaan P2P lending ini yaitu TRIM Kas 2 yang dirilis Trimegah Asset Management. 

Reksa dana yang ada di sini berjenis pasar uang, minimum investasinya juga cuma Rp 10 ribu kok. 

SBN (obligasi pemerintah)

Sementara itu, terkait SBN, pilihannya ada empat yaitu Savings Bond Ritel, Sukuk Tabungan, Obligasi Negara Ritel, dan Sukuk Ritel. Semuanya akan tersedia saat penawarannya sudah diumumkan. 

Asyiknya beli obligasi negara di Investree adalah kamu bisa mendapatkan kupon cashback lho. 

3. Ada Investree Syariah

Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa mereka sudah dapat surat rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, maka tentu saja ada produk investree syariah yang bisa didanai. Pihak-pihak yang didanai di produk ini, tentu saja yang mengajukan pembiayaan syariah ya.

Mengingat pendanaan ini berbasis syariah, maka kegiatannya tentu harus bebas riba dan tanpa bunga.

4. Proses registrasi mudah

Namanya juga perusahaan fintech dan P2P lending, otomatis proses registrasi menjadi pendana juga sangat mudah. Modal ponsel saja bisa, dan persyaratannya cuma butuh KTP dan NPWP, setelah akun terverifikasi kamu bisa mulai melakukan pendanaan. 

Jenis pinjaman bisnis Investree yang bisa didanai para lender

investree
Kalau pengusaha yang pinjam duit, berarti ya keperluannya buat mengembangkan bisnis

Nah, seperti dijelaskan di poin sebelumnya bahwa P2P lending yang satu ini adalah P2P lending produktif karena borrower (peminjam dana) di sini, merupakan para pengusaha yang butuh suntikan dana. Jenis pendanaan umum (non-syariah) yang dimiliki Investree juga ada empat yaitu:

1. Invoice Financing

Pembiayaan tagihan atau invoice financing dilakukan dengan cara “menjaminkan tagihan yang sedang berjalan” milik borrower terhadap kliennya, untuk pinjaman dana. So, tagihan yang sifatnya piutang si borrower akan dijadikan agunan (jaminan).

Sebagai lender, kamu akan meminjamkan uang ke para borrower yang menjaminkan tagihan tersebut. 

Gak usah khawatir karena Investree punya kriteria ketat untuk menyaring siapa borrower yang dinilai layak. Serta sebagai lender, kamu juga bisa melihat siapa payor atau “pihak yang akan membayar invoice yang mereka jaminkan.” Detail banget kan!

2. Buyer Financing

Dalam buyer financing, borrower akan melakukan pembelian secara grosir ke perusahaan ritel besar untuk memenuhi ketersediaan stok barang yang ingin mereka jual. 

Borrower yang mengajukan pinjaman ini harus memiliki bukti order yang jelas dari perusahaan ritel tersebut. Selain itu, mereka juga wajib memiliki rekam jejak kredit yang baik selama setahun. 

3. Working Capital Term Loan

Pinjaman ini adalah pinjaman modal kerja yang umumnya dialokasikan untuk biaya operasional. Sebut saja, seorang pengusaha membutuhkan modal untuk operasional pembelian stok barang dan distribusi barang ke konsumen, maka mereka bisa mengajukan pinjaman ini ke investree.

Kriteria borrower untuk pinjaman ini adalah, menerima pembayaran via transfer bank atau digital, sudah bekerja sama dengan perusahaan logistik, menggunakan aplikasi sistem kasir (point of sales), dan memiliki kontrak yang sedang berjalan dengan perusahaan lainnya.

4. Pinjaman toko online

Nah kalau ini jelas sekali ya merupakan pinjaman dana yang diajukan oleh pengusaha pemilik toko online. Tapi tentunya, mereka harus ngelapak di ecommerce yang sudah berafiliasi dengan Investree.

Pinjaman ini tentunya bersifat jangka pendek, maksimal tenornya adalah 24 bulan saja. Namun peminjam harus berbadan hukum CV atau PT. 

Berapa nilai minimal pendanaan atau investasi di Investree?

Modal awal untuk menjadi pendana di P2P lending ini gak mahal kok, yaitu Rp 1 juta. Akan tetapi, nilai maksimal pendanaan untuk pinjaman di bawah Rp 500 juta, adalah Rp 50 juta. 

Nilai maksimal pendanaan ini sengaja dibatasi agar lender bisa membentuk portofolio investasi yang terdiversifikasi ke beberapa pinjaman. Secara gak langsung, metode ini juga bisa meringankan risiko dari investasi lho. 

Berapa imbal hasil atau keuntungan menjadi lender Investree? 

Imbal hasil menjadi lender di P2P lending ini cukup menarik yaitu hingga 20 persen per tahun. Tentunya hampir mirip dengan investasi saham ya.

Akan tetapi, balik lagi lho dalam dunia investasi, risiko dan imbal hasil berbanding lurus. Risiko gagal bayar dari borrower tetap saja ada. 

Namun sebagai perusahaan P2P lending, Investree memiliki presentase TKB90. Apa artinya? 

Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi wajib mempublikasikan tingkat keberhasilan dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam antara Penerima Pinjaman kepada Pemberi Pinjaman dalam jangka waktu sampai dengan 90 hari terhitung sejak jatuh tempo. Hal itu sudah diatur di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016.

Semakin tinggi persentase TKB90 yang tertera, semakin baik pula penyelenggaraan pinjam meminjam yang dilaksanakan oleh perusahaan itu.

Saat ini, TKB90 Investree adalah 98,79%.

Cara investasi di Investree

investree
Daftar di websitenya juga bisa lho

Seperti yang dijelaskan di atas, cara membuka akun dan berinvestasi di sini mudah banget. Perusahaan teknologi gitu lho. 

Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Install aplikasi atau lakukan registrasi di situs Investree

Untuk melakukan registrasi kamu bisa melakukannya lewat aplikasi smartphone maupun di situs Investree langsung. 

Di bagian akhir registrasi, kamu harus mengunggah foto KTP dan menandatangani kontrak perjanjian sebagai pendana P2P lending. Tandatangan pun dilakukan secara online.

2. Pilih siapa yang mau didanai

investree
Informasi seputar borrower yang ingin didanai juga bakal dikirim ke email yang kamu registrasikan

Mendanai borrower Investree itu kayak belanja di online shop saja. Kamu tinggal pilih borrower mana yang ingin didanai.Setiap borrower memiliki data tersendiri yang menunjukkan profil perusahaannya, jumlah dana yang mereka pinjam, serta payornya.

Jika kamu menemukan borrower yang sudah “funded” artinya mereka sudah didanai dengan penuh, pilihlah borrower lain yang masih belum “funded.” 

3. Setor dana

Setelah kamu memilih borrowernya, maka lender harus menyetorkan uang ke sesuai dengan nominal yang dibutuhkan ke rekening investor. Setoran itu dilakukan lewat transfer virtual account.

Tujuan dari penggunaan virtual account ini adalah agar dana disimpan secara aman dan terpisah dari penyelenggara.

Setelah dana disetor, maka Investree akan memberitahukan bahwa pendanaanmu efektif hingga jatuh tempo. Saat pinjaman lunas, maka dana yang kamu pinjamkan ke borrower akan ditransfer balik ke rekening investor dengan imbal hasilnya.

Kamu pun bisa melakukan pendanaan lain untuk memperbesar keuntungan investasi.  

4. Tarik dana

Sama seperti investasi saham, maka di Investree juga ada rekening investor. Tentunya dana di rekening investor juga bisa ditarik ke rekening pribadimu.

Isi saja bagian withdraw di dashboard pendana. Maka dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekeningmu. 

Gimana, mudah banget kan investasi di Investree. P2P lending memang sangat menggiurkan selain imbal hasilnya besar, investasi ini juga sangat praktis dan punya banyak bonus.

Tentunya, P2P lending bisa jadi salah satu sarana diversifikasi investasi buat yang sudah punya saham atau reksa dana. 

Akan tetapi, ketahui dulu ya siapa yang kamu pinjamkan dana. Jangan sembarangan pilih borrower.