Review Investree Terlengkap, P2P Lending Untung 20% per Tahun

investree

Investasi adalah cara cerdas untuk mengelola aset yang kamu punya. Nah, investasi di peer to peer lending (P2P Lending) online seperti Investree bisa jadi pilihan praktis buat dapet untung lumayan besar, yaitu sampai 20 persen per tahun!

Sebelumnya, perlu kamu pahami bahwa P2P Lending adalah marketplace yang memungkinkan pengguna saling pinjam meminjam secara mudah. Platform ini berperan sebagai pihak ketiga yang menjadi jembatan dan membantu kamu menganalisa risiko investasi.

Berbeda dengan bank, berinvestasi di P2P Lending itu transparan banget. Bagi investor, kamu bakal tahu ke mana uang kamu dipinjamkan. Begitu pula kalau kamu peminjam, akan tahu uang ke mana uang kamu dipinjamkan.

💡 Tips Lifepal! Risiko sakit bisa datang kapan saja. Sekali sakit, kamu bisa keluar uang sampai puluhan juta. Amankan keuangan kamu dengan produk asuransi kesehatan terbaik di Lifepal!

Lantas, seperti apa sih review investasi di Investree, platform P2P Lending online? Apakah aman dan gimana cara daftarnya? Simak pembahasannya di dalam artikel ini!

Apa itu Investreee?

Investree adalah perusahaan penyedia P2P lending yang didirikan tahun 2015. Sesuai dengan prinsip P2P lending pada umumnya, Investree membantu para pebisnis untuk mendapatkan dana segar lewat pinjaman yang diberikan oleh masyarakat.

Jadi, aplikasi ini bisa jadi alternatif menarik untuk berinvestasi. Keuntungan yang bisa didapat juga lumayan besar, bisa sampai 20 persen per tahun!

Namun, tentu saja risiko yang kamu hadapi sama besarnya. Wajar saja, semua investasi memang punya risikonya masing-masing.

Meski begitu, kamu gak perlu khawatir karena Investree sudah memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, Investree ini bukan penipu seperti yang dibicarakan orang-orang ya!

Tertarik berinvestasi atau ingin kenal lebih jauh dengan perusahaan ini? Gimana kalau kita simak saja ulasan lengkapnya di bawah.

Lihat Profil Investree

Investree adalah perusahaan yang didirikan oleh orang-orang berpengalaman di bidang perbankan dan keuangan selama 20 tahun. Mereka adalah Aida Sutanto (Co-founder dan Chairwoman), dan Adrian Gunadi (Co-founder dan CEO).

Aida adalah mantan Executive Vice President Bank CIMB Niaga. Sementara itu Adrian adalah mantan Managing Director Retail Banking Bank Muamalat.

Sebagai salah satu startup di bidang fintech, perusahaan ini meraih pendanaan Seri A dari Kejora Ventures. Namun untuk pendanaan Seri B yang mereka dapatkan di tahun 2018, mereka mendapat suntikan dana dari enam investor yaitu SBI Holdings, Mandiri Capital Indonesia, Persada Capital, Endeavor Catalyst, 9F Fintech Holdings Group, dan Kejora Ventures.

Di tahun 2020, mereka pun mengamankan pendanaan seri C dari MUIP, perpanjangan usaha ventura dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) serta BRI Ventures (anak usaha ventura dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk).

Dana dari investor itu mereka gunakan untuk mendukung pendampingan finansial bagi UKM di Indonesia. Selain itu, dimanfaatkan pula untuk memperkuat modal mereka dengan tujuan ekspansi ke negara lain. Sekarang, perusahaan ini sudah ada di Thailand dan Filipina lho.

Patut diketahui juga, Investree merupakan salah satu perusahaan P2P lending yang memperoleh surat rekomendasi penunjukan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) melalui Surat Nomor U-492/DSN-MUI/VIII/2017.

Kelebihan Investree

Nah, buat kamu yang ingin berinvestasi, apa sih kelebihan kelebihan Investree dibandingkan dengan platform lainnya?

1. Pendanaan bersifat produktif

Jika kamu menjadi lender di Investree, maka dana yang kamu pinjamkan akan disalurkan ke para pengusaha. Itu sebabnya perusahaan ini adalah tergolong sebagai P2P lending produktif. 

Secara garis besar, perusahaan fintech ini menyediakan empat jenis pendanaan. Khusus untuk bagian yang ini, kita akan bahas di poin berbeda ya.

❤️ Bandingkan berbagai produk asuransi jiwa terbaik dengan harga termurah di Lifepal!

2. Pengembalian tinggi, bisa sampai 20 persen

Imbal hasil menjadi lender di P2P lending ini cukup menarik yaitu hingga 20 persen per tahun. Tentunya hampir mirip dengan investasi saham ya.

Akan tetapi, balik lagi lho dalam dunia investasi, risiko dan imbal hasil berbanding lurus. Risiko gagal bayar dari borrower tetap saja ada. 

Namun, jangan khawatir, Investree memiliki tingkat keberhasilan TKB90 sebesar 98,79 persen. Apa maksudnya?

Menurut aturan OJK, penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi seperti Investree wajib mempublikasikan tingkat keberhasilan kewajiban bayar utang antara peminjam dan penerima pinjaman, maksimal 90 hari sejak jatuh tempo.

Nah, tingkat keberhasilan tersebut diukur pakai indeks TKB90.

3. Modal awal terjangkau

Modal awal untuk menjadi pendana di P2P lending ini gak mahal kok, yaitu Rp 1 juta. Akan tetapi, nilai maksimal pendanaan untuk pinjaman di bawah Rp 500 juta, adalah Rp 50 juta. 

Nilai maksimal pendanaan ini sengaja dibatasi agar lender bisa membentuk portofolio investasi yang terdiversifikasi ke beberapa pinjaman. Secara gak langsung, metode ini juga bisa meringankan risiko dari investasi lho. 

Buat kamu yang masih bingung mau mengalokasikan berapa untuk investasi P2P Lending, tonton video berikut:

4. Tingkat risiko transparan

Transparansi adalah keunggulan yang ditawarkan sama platform ini. Gak hanya bisa tahu ke mana uang kamu dipinjamkan, investor juga bisa mendapatkan hasil evaluasi tingkat risiko peminjam.

5. Lender gak cuma bisa berinvestasi lewat pendanaan

Investree gak cuma memfasilitasi investasi pendanaan bisnis saja. Mereka juga menawarkan produk obligasi pemerintah (SBN) dan reksa dana.

Praktis kan, dalam satu aplikasi ponsel saja, kamu sudah bisa investasi di tiga instrumen yang berbeda!

Reksa dana di Investree

Perusahaan ini bekerja sama dengan Agen Penjual Efek Reksa Dana bernama Tanamduit. Namun tepat pada saat artikel ini ditulis, hanya ada satu reksa dana yang bisa kamu beli lewat perusahaan P2P lending ini yaitu TRIM Kas 2 yang dirilis Trimegah Asset Management. 

Jenis reksa dana yang tersedia adalah Pasar Uang, dengan minimum investasi hanya Rp10 ribu saja.

SBN (obligasi pemerintah)

Ada empat pilihan SBN yang bisa kamu temukan di platform ini, yaitu Savings Bond Ritel, Sukuk Tabungan, Obligasi Negara Ritel, dan Sukuk Ritel. Semuanya akan tersedia saat penawarannya sudah diumumkan. 

6. Ada Investree Syariah

Investree juga menawarkan produk investasi syariah, sehingga kamu gak perlu khawatir akan riba. Perusahaan ini memang sudah dapat surat rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, maka tentu saja ada produk investree syariah yang bisa didanai. 

Jadi, pihak-pihak yang didanai di produk ini adalah yang mengajukan pembiayaan syariah.

7. Proses registrasi mudah

Namanya juga perusahaan fintech dan P2P lending, otomatis proses registrasi menjadi pendana juga sangat mudah. Modal ponsel saja bisa, dan persyaratannya cuma butuh KTP dan NPWP, setelah akun terverifikasi kamu bisa mulai melakukan pendanaan. 

❓Punya pertanyaan seputar investasi? Jangan ragu untuk tanyakan langsung pada ahlinya lewat fitur Tanya Lifepal!

Cara investasi di Investree

Sudah tertarik buat berinvestasi P2P Lending? Cara membuka akun dan berinvestasi di sini mudah banget, lho! Berikut langkah-langkahnya:

1. Install aplikasi atau buka situs Investree untuk registrasi

Pertama-tama, lakukan registrasi lewat aplikasi smartphone maupun di situs Investree langsung. 

Pada bagian akhir registrasi, kamu harus mengunggah foto KTP dan menandatangani kontrak perjanjian sebagai pendana P2P lending. Tandatangan ini dilakukan secara online, jadi sama sekali gak merepotkan.

investree

2. Pilih siapa yang mau didanai

Mendanai borrower Investree itu kayak belanja di online shop saja. Kamu tinggal pilih borrower mana yang ingin didanai. Setiap borrower memiliki data tersendiri yang menunjukkan profil perusahaannya, jumlah dana yang mereka pinjam, serta payornya.

Jika kamu menemukan borrower yang sudah funded artinya mereka sudah didanai dengan penuh. Jadi, pilihlah borrower lain yang masih belum berstatus funded.

investree

3. Setor dana

Setelah kamu memilih borrower, maka kamu sebagai lender harus menyetorkan uang ke sesuai dengan nominal yang dibutuhkan ke rekening investor. Setoran itu dilakukan lewat transfer virtual account.

Tujuan dari penggunaan virtual account ini adalah agar dana disimpan secara aman dan terpisah dari penyelenggara.

Setelah dana disetor, maka Investree akan memberitahukan bahwa pendanaanmu efektif hingga jatuh tempo. Saat pinjaman lunas, maka dana yang kamu pinjamkan ke borrower akan ditransfer balik ke rekening investor dengan imbal hasilnya.

Kamu pun bisa melakukan pendanaan lain untuk memperbesar keuntungan investasi.  

4. Tarik dana

Sama seperti investasi saham, maka di Investree juga ada rekening lender atau investor. Tentunya dana di rekening investor ini juga bisa ditarik ke rekening pribadimu.

Caranya, isi bagian withdraw di dashboard pendana. Maka dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekeningmu. 

Hati-hati, pahami dulu risiko investasi di Investree

Supaya gak kecewa di akhir, kamu harus paham dulu bahwa setiap investasi memiliki risiko yang sebanding sama returnnya. Beberapa risiko yang bisa kamu dapatkan di platform ini adalah:

  • Risiko gagal bayar, sehingga uang kamu hilang. Ini terjadi apabila peminjam gak sanggup bayar utangnya. Dalam hal ini, Investree gak bertanggung jawab atas uang yang hilang. Namun, platform ini bakal bantu kamu ngasih analisis risiko investasi yang akurat.
  • Identitas peminjam gak diberitahukan. Sebagai lender, kamu akan diberi tahu informasi finansial dan jenis bisnis apa yang dioperasikan sama borrower. Kamu gak bakal dikasih tahu identitas lengkap perusahaan tersebut.

Itulah risiko yang bakal kamu hadapi jika memilih berinvestasi di sini. Namun, risiko ini bisa diantisipasi kalau kamu memilih borrower secara hati-hati.

Dalam berinvestasi, seorang investor harus paham risiko investasi masing-masing. Untuk mengetahui sejauh mana risiko kamu, gunakan Kalkulator Risiko Investasi dari Lifepal berikut ini, gratis!

Jenis pinjaman bisnis Investree yang bisa didanai para lender

Platform ini adalah salah satu jenis P2P lending produktif karena borrower (peminjam dana) di sini, merupakan para pengusaha yang butuh suntikan dana. Jenis pendanaan umum (non-syariah) yang tersedia ada empat yaitu:

1. Invoice Financing

Pembiayaan tagihan atau invoice financing dilakukan dengan cara “menjaminkan tagihan yang sedang berjalan” milik borrower terhadap kliennya, untuk pinjaman dana. So, tagihan yang sifatnya piutang si borrower akan dijadikan agunan (jaminan).

Sebagai lender, kamu akan meminjamkan uang ke para borrower yang menjaminkan tagihan tersebut. 

Gak usah khawatir karena Investree punya kriteria ketat untuk menyaring siapa borrower yang dinilai layak. Serta sebagai lender, kamu juga bisa melihat siapa payor atau “pihak yang akan membayar invoice yang mereka jaminkan.” Detail banget kan!

2. Buyer Financing

Dalam buyer financing, borrower akan melakukan pembelian secara grosir ke perusahaan ritel besar untuk memenuhi ketersediaan stok barang yang ingin mereka jual. 

Borrower yang mengajukan pinjaman ini harus memiliki bukti order yang jelas dari perusahaan ritel tersebut. Selain itu, mereka juga wajib memiliki rekam jejak kredit yang baik selama setahun. 

3. Working Capital Term Loan

Pinjaman ini adalah pinjaman modal kerja yang umumnya dialokasikan untuk biaya operasional. Sebut saja, seorang pengusaha membutuhkan modal untuk operasional pembelian stok barang dan distribusi barang ke konsumen, maka mereka bisa mengajukan pinjaman ini ke Investree.

Kriteria borrower untuk pinjaman ini adalah, menerima pembayaran via transfer bank atau digital, sudah bekerja sama dengan perusahaan logistik, menggunakan aplikasi sistem kasir (point of sales), dan memiliki kontrak yang sedang berjalan dengan perusahaan lainnya.

4. Pinjaman toko online

Nah kalau ini jelas sekali ya merupakan pinjaman dana yang diajukan oleh pengusaha pemilik toko online. Tapi tentunya, mereka harus ngelapak di ecommerce yang sudah berafiliasi dengan Investree.

Pinjaman ini tentunya bersifat jangka pendek, maksimal tenornya adalah 24 bulan saja. Namun peminjam harus berbadan hukum CV atau PT. 

Gimana, mudah banget kan investasi di platform ini? P2P lending memang sangat menggiurkan selain imbal hasilnya besar, investasi ini juga sangat praktis dan punya banyak bonus.

Tentunya, P2P lending bisa jadi salah satu sarana diversifikasi investasi buat yang sudah punya saham atau reksa dana.  Akan tetapi, ketahui dulu ya siapa yang kamu pinjamkan dana. Jangan sembarangan pilih borrower.

Semoga informasi barusan bermanfaat!

Pertanyaan seputar Investree

Investree adalah platform P2P Lending online yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman untuk melakukan transaksi.

Platform ini bukanlah penipu, karena dalam beroperasi sudah mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu bisa melakukan registrasi di situs atau aplikasi smartphone Investree. Setelah itu, pilih peminjam dan kamu bisa segera melakukan transfer dana.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →