Istilah-Istilah Investasi yang Perlu Kamu Tahu di Usia 20-an

Sudah punya penghasilan sendiri dan mulai tertarik investasi? Sebagai pemula, tentunya banyak hal yang perlu dipelajari, termasuk soal istilah investasi.

Tapi gak perlu resah dan keki saat menemukan kata yang kelihatannya rumit saat belajar investasi. Nih, MoneySmart berikan kamus singkatnya.

1. Diversifikasi

instilah investasi
(Image: moneyunder30)

Dalam dunia investasi, diversifikasi artinya meletakan dana ke beberapa jenis aset. Misalnya, kita berinvestasi di properti, saham, dan obligasi sekaligus.

Beberapa investor menilai diversifikasi sebagai strategi pengalokasian aset untuk menghindari kerugian. Jadi, jika kamu memiliki investasi di saham, obligasi, dan emas, ketika saham merugi, kamu masih berpotensi dapat keuntungan dari obligasi dan emas.

2. Portofolio investasi

Portofolio investasi adalah kumpulan instrumen investasi yang dimiliki oleh investor, baik institusi ataupun perorangan. Misalnya, portofolio investasi yang kamu punya adalah 30 persen deposito, 20 persen saham, dan 50 persen properti.

3. Pasar modal

Layaknya pasar tradisional, pasar modal adalah lembaga tempat bertemunya penjual dan pembeli. Bedanya di pasar modal, komoditasnya berupa saham, obligasi, dan instrumen investasi lain yang diperjual-belikan di pasar sekunder.

4. Manajer Investasi

Istilah Investasi
(Image: Bareksa)

Manajer investasi adalah perusahaan atau pihak yang mengelola dana para investor melalui investasi portofolio efek. Manajer investasi tentunya harus memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

5. Reksadana

Istilah investasi satu ini mungkin sudah sering kamu dengar. Tapi, sudah tahu artinya?

Reksadana adalah produk dari perusahaan manajer investasi. Produk ini berupa wadah untuk menghimpun dana dari para investor, yang pengalokasian dananya dilakukan di saham, obligasi, pasar uang, dan lain-lain.

Misalnya, jika kamu membeli reksadana campuran, maka manajer investasi akan menempatkan danamu ke dalam berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

6. Return

Return adalah hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa gain (keuntungan) atau loss (kerugian).

Contoh sederhananya, jika kamu membeli saham PT. XYZ seharga Rp. 200 per unit. Setahun kemudian kamu menjual saham tersebut seharga Rp 250 per lembar, maka return yang akan kamu dapatkan sebesar:

(250-200) : 200 x 100 persen  = 25 persen

Artinya, kamu dapat return positif atau gain sebesar 25 persen dari investasi tersebut.

7. Capital gain

Istilah Investasi
(Image: Duwitmu)

Capital gain atau keuntungan modal adalah keuntungan yang kamu peroleh dari investasi, berupa selisih antara harga jual dengan harga beli. Ini biasa kamu temukan dalam investasi saham dan obligasi.

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

8. Emiten

Emiten adalah perusahaan yang memperoleh dana dari pasar modal dengan menerbitkan dan menjual efek (saham, obligasi, dan lainnya) kepada masyarakat umum. Emiten dapat berbentuk perorangan, perusahaan, atau kelompok yang terorganisasi.

9. Initial Public Offering (IPO)

Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor di bursa efek Indonesia (BEI). Setelah melakukan IPO, maka saham perusahaan tersebut resmi diperjual-belikan di pasar modal.

10. Dividen

Istilah Investasi
(Image: SgYoungInvestment)

Dividen adalah laba yang didapatkan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Besaran pembagian ini bergantung kepada kebijakan setiap perusahaan. Beberapa perusahaan bisa saja tidak membagi keuntungan dalam bentuk dividen dengan berbagai alasan, misalnya sedang fokus ekspansi usaha, dan lain-lain.

[Baca: Hei Calon Investor dan Pemula, Ayo Belajar Investasi Reksa Dana Saham Biar Gak Malah Buntung]

11. Lot

Lot adalah satuan yang digunakan dalam saham yang nilainya setara dengan 100 lembar. Jika ingin berinvestasi, kamu diwajibkan membeli minimal 1 lot saham.

12. Saham suspend

Jika saham perusahaan tertentu mengalami kenaikan atau pergerakan yang sangat tak wajar, maka pihak BEI akan mengawasi hingga memberhentikan sementara saham tersebut. Kondisi inilah yang disebut sebagai saham suspend.

13. Saham blue chip

Saham blue chip adalah sebutan untuk saham yang memiliki nilai yang lebih tinggi dari saham biasa. Saham ini disebut juga sebagai saham unggulan atau saham papan atas.

Suatu saham biasanya disebut saham blue chip kalau saham tersebut memenuhi sejumlah kriteria, misalnya kapitalisasi pasarnya besar, aktif diperdagangkan, likuid, memiliki kinerja baik, dan seterusnya.

[Baca: Belajar Investasi untuk Pemula Bisa Belajar Dari Cara Berenang Loh]

14. Likuiditas

Likuiditas adalah seberapa mudah investasi dapat dicairkan atau dijadikan uang tunai kembali. Likuiditas merupakan salah satu kriteria dalam menentukan instrumen investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan lama investasi.

15. Volatilitas

Istilah investasi yang terakhir adalah volatilitas. Volatilitas adalah fluktuasi harga dari instrumen investasi.

Volatilitas menjadi salah satu indikator penting saat kamu memilih instrumen investasi. Semakin volatil pergerakan produk investasi tersebut, maka investasinya akan semakin berisiko. Begitu pula sebaliknya.

[Baca: Ini Nih 5 Hal yang Anak Muda Harus Ketahui Tentang Investasi Reksa Dana]

Gimana, lumayan tercerahkan kah? Mengenal 15 istilah investasi di atas hanyalah langkah kecil sebelum menyelami seluk-beluk investasi lainnya. Tapi, sekarang paling gak kamu udah gak buta-buta amat soal investasi kan? Yuk segera dimulai investasinya!

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →