Iuran BPJS Kesehatan Naik, 4 Layanan Ini Akan Diperbaiki Biar Masyarakat Nyaman Berobat!

Iuran BPJS Kesehatan naik per 1 Januari 2020 lalu. Gak tanggung-tanggung, iuran BPJS kesehatan naik mencapai 100 persen dari iuran sebelumnya.

Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan menyebutkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sesuai dengan pembagian kelasnya, seperti:

  • Kelas III, menjadi Rp 42 ribu dari sebelumnya Rp 25.500.
  • Kelas II, menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya Rp 51 ribu.
  • Kelas I, menjadi Rp 160 ribu dari sebelumnya Rp 80 ribu.

Tak bisa ditampik kalau iuran BPJS Kesehatan naik membuat banyak orang ketar-ketir, bahkan memutuskan turun kelas karena berbagai alasan.

Di samping itu, tak sedikit masyarakat yang juga mengharapkan agar pemerintah dapat memperbaiki pelayanan BPJS jadi lebih baik lagi.

Pasalnya, tak bisa dipungkiri banyak sekali kasus di mana pasien BPJS terlantar saat berobat di rumah sakit. Selain itu, ada rumah sakit yang ternyata tidak bekerja sama dengan BPJS dan beberapa layanan kesehatan yang tidak dijamin.

Meski begitu, BPJS Kesehatan tetap menjadi salah satu program pemerintah yang masih sangat diandalkan masyarakat hingga saat ini. Karena kamu hanya perlu membayar iuran setiap bulan, dan bisa berobat gratis.

Bukan cuma gratis saat berobat jalan saja, tapi juga saat rawat inap. Layanan lainnya, seperti laboratorium hingga obat-obatan juga ditanggung pihak BPJS. Jadi, gak perlu pusing lagi kan mikirin tagihan rumah sakit yang membengkak?

Bahkan, pemerintah akan terus memperbaiki pelayanan BPJS Kesehatan agar masyarakat bisa lebih nyaman saat berobat. 

Apa saja? Berikut, empat di antaranya seperti dilansir dari situs resmi BPJS Kesehatan:

1. Memperbanyak ketersediaan kamar di rumah sakit

Iuran bpjs kesehatan naik
Memperbanyak ketersediaan kamar di rumah sakit (Instagram/@bpjskesehatan_ri)

Salah satu permasalahan yang kerap dialami pasien peserta BPJS adalah susahnya mendapatkan kamar rawat inap. Umumnya pihak rumah sakit akan mengatakan kamar tidak tersedia alias sudah penuh.

Untuk menghindari kondisi tersebut, pihak BPJS akan menambah ketersediaan kamar di rumah sakit. Bahkan, masyarakat bisa melihat ketersediaan kamar di setiap RS lewat aplikasi mobile JKN.

Selain peserta tidak terlantar, itu cukup efisien untuk mempersingkat waktu pendaftaran di RS. Jadi, masyarakat bisa langsung datang ke RS yang memang memiliki kamar kosong.

Baca juga: Ini Deretan Pelayanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

2. Memperbaiki sistem antrean

Iuran bpjs kesehatan naik
Memperbaiki sistem antrean (Instagram/@bpjskesehatan_ri)

Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih, pasien BPJS juga dapat mudah mendapatkan antrean saat ingin berobat. Yaitu, lewat aplikasi mobile JKN.

Para peserta sudah tak perlu lagi melakukan registrasi administrasi di rumah sakit karena sudah mendaftar di aplikasi. Namun, peserta tetap harus melakukan antrean untuk daftar poli.

Ke depannya, BPJS akan mengusahakan agar masyarakat tidak perlu mengantre lagi jika ingin berobat di poli. Jadi semuanya hanya perlu dilakukan lewat aplikasi mobile JKN.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen, Begini Cara Hemat Uang Biar Gak Keteteran!

3. Lebih mudah mendapatkan surat rujukan

Iuran bpjs kesehatan naik
Lebih mudah mendapatkan surat rujukan (Instagram/@bpjskesehatan_ri)

Surat rujukan diperlukan untuk pasien yang memang membutuhkan perawatan atau pengobatan di rumah sakit. Surat rujukan itu harus diberikan oleh dokter dari faskes 1.

Sayangnya, pada beberapa kasus seperti pasien penderita penyakit berat, contohnya ginjal, harus bolak balik ke faskes 1 untuk memperpanjang surat rujukan.

Pemerintah akan menambahkan fitur baru, di mana surat rujukan yang telah habis masa berlakunya dapat langsung diperpanjang di rumah sakit dan tidak perlu kembali ke faskes 1.

Baca juga: Sebelum Iuran Naik Begini Cara Mudah Turun Kelas BPJS Kesehatan Online!

4. Memperbaiki jadwal operasi

Iuran bpjs kesehatan naik
Memperbaiki jadwal operasi (Instagram/@bpjskesehatan_ri)

Para peserta BPJS Kesehatan juga kerap mengeluhkan perihal jadwal operasi yang sering diundur atau terus tertunda.

Ke depannya, BPJS akan menerapkan sistem baru di mana pasien dapat melihat jadwal operasi di mobile JKN. Tapi, tenang saja, jadwal tersebut sifatnya private. Jadi cuma peserta saja yang bisa mengakses jadwalnya.

Itulah empat layanan yang akan diperbaiki pemerintah ketika iuran BPJS Kesehatan naik. Gimana menurut kamu? (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis