Jangan Takut Berbisnis di Jakarta, Ini Alasannya!

Ibukota Jakarta Pusat Bisnis (Shutterstock)

Ibukota Jakarta Pusat Bisnis (Shutterstock)

Laju perekonomian Ibukota Jakarta terus tumbuh positif, meski diterpa wacana perpindahan Ibukota negara, nyatanya kondisi perekonomian Jakarta tetap sehat dan stabilitas keuangan Ibukota juga tetap terjaga.

Hal ini tergambar jelas dari beberapa indikator laju ekonomi di Jakarta, mulai dari pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) hingga penurunan angka pengangguran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan, dari berbagai indikator tersebut, secara umum, kondisi stabilitas keuangan di DKI Jakarta pada triwulan I-2019 masih terjaga di tingkat yang aman dengan pertumbuhan ekonomi di level 6,3 persen.

Hamid menambahkan, selain pertumbuhan ekonomi megalami pertumbuhan yang positif, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Ibukota juga mengalami peningkatan.

“Perbaikan IPM DKI Jakarta terutama didorong oleh dimensi hidup layak, yang dicerminkan oleh meningkatnya daya beli masyarakat Jakarta. Membaiknya daya beli ditunjukkan oleh komponen pengeluaran per kapita yang disesuaikan, yang tumbuh tinggi dari tahun sebelumnya,” papar Hamid.

Konsumsi Rumah Tangga

Melesatnya pertumbuhan ekonomi pad akuartal I 2019 di Jakarta juga didorong oleh Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) masing-masing mencapai 5,85 persen (year on year) dan 16,49 persen (yoy).

Hal ini turut ditopang aktivitas Pemilu yang juga menyebabkan net ekspor antar daerah tumbuh tinggi yakni, sebesar 50,62 persen (yoy).

Dengan berbagai indikator tersebut, Hamid memprediksi pertumbuhan positif ekonomi di Ibukota akan terus berlanjut. “Pertumbuhan ekonomi ibu kota pada tahun ini diperkirakan akan tetap kuat disertai inflasi yang tetap rendah sebagaimana tahun sebelumnya,” paparnya.

Kendati demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 ini masih menghadapi berbagai risiko dampak dari ketidakpastian global.

Menurutnya, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dilaksanakan dengan baik agar mampu mengantisipasi dampak ketidakpastian global.

Berbagai upaya akan dilakukan pemerintah dalam menjaga pengelolaan APBN. Mulai dari mengawal asumsi ekonomi makro yang rentan terhadap situasi global dan berpengaruh kepada penerimaan negara.

Gimana masih takut berbsnis? pertumbuhan ekonomi bisa diartikan sebagai naiknya produksi barang dan jasa dalam suatu negara yang kemudian mendorong perubahan positif terhadap kondisi ekonomi. Makin tinggi pertumbuhannya, kondisi ekonomi makin membaik tenunya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis